Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 02 Agustus 2012

Stop Killing Muslims In Burma Now


 
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan masyarakat internasional seharusnya memberikan naungan kepada warga Rohingya yang menjadi korban diskriminasi di Myanmar. "Manusia yang tidak memiliki kewarganegaraan bukan berarti kita bisa bertindak semena-mena kepada mereka. Justru dengan tidak adanya kewarganegaraan ini masyarakat internasional harus lebih memberikan naungan kepada mereka," ujarnya, Rabu (1/8).

Menurut Marty, Indonesia sudah menegaskan posisinya selama ini dengan tidak dapat menerima tindakan diskriminatif atau represif terhadap kelompok apa pun dengan alasan apa pun. Khusus kasus Rohingya, kata Marty, sebenarnya sudah mendapat perhatian sejak 2010.

Selama ini dorongan dari Indonesia bagi Myanmar, kata dia, bukan hanya berupa perubahan politik dan reformasi demokratisasi, melainkan juga meningkatkan kerukunan antarumat beragama di Myanmar. "Namun adanya insiden kemarin yang mengakibatkan jatuhnya korban, kita sangat prihatin dan menentang tindakan-tindakan kekerasan itu," ujar Marty.

Selain meminta Myanmar agar menunjukkan sikap yang lebih toleran, Indonesia juga berusaha di kerangka sidang majelis umum PBB Komisi III maupun dalam kerangka dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa dan tentunya juga menampung pengungsi dari Rohingya di Indonesia yang saat ini berjumlah 394 jiwa.

"Minggu depan akan ada pertemuan KTT Khusus OKI di Makkah membahas masalah Suriah dan tentu kita akan membawa masalah Rohingya ini, tapi bukan hanya kepedulian kita yang kita sampaikan dengan tegas namun juga perlu analisa aktif pada permasalahan agar ada penyelesaian dan penanganan yang baik terhadap masalah ini," ujar Marty.

Parlemen Pakistan: Soal Rohingya, PBB Seperti Penonton Bisu
Pengungsi Muslim Rohingya.
Anggota parlemen Pakistan mengutuk kekerasan yang berlangsung terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar. Anggota parlemen mendesak masyarakat internasional untuk melakukan upaya lebih lanjut dalam menghentikan pembantaian umat Islam tersebut.

Mereka mengatakan, organisasi internasional PBB tak serius menangani masalah Rohingya di Myanmar. Para anggota parlemen Pakistan menggambarkan perilaku PBB seperti penonton bisu. Para anggota legislatif meminta pemerintah Pakistan untuk mengajukan protes atas pembataian tersebut pada PBB.

Jumat lalu, ratusan warga Pakistan turun ke jalan-jalan di kota Quetta, Baluchistan. Mereka mengutuk aksi brutal pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

PBB mengatakan, puluhan tahun diskriminasi melanda Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar menerapkan pembatasan terhadap Muslim Rohingya. Pemerintah memotong hak atas tanah, pendidikan dan pelayanan publik Muslim Rohingya.

Laporan mengatakan, banyak Muslim Rohingya tewas sejak terjadinya bentrokan. Sementara ribuan lainnya hilang dan menjadi pengungsi.

Sementara itu aktivis PBB mengatakan, akan memberikan bantuan kemanusiaan pada para pengungsi. Mereka juga meminta pemerintah Myanmar menghentikan pembantaian dan penganiayaan terhadap umat Islam.
 

 
Human Right Watch (HRW) telah mengutuk pemerintah Myanmar atas pembunuhan minoritas Muslim Rohingya selama gelombang baru kekerasan sektarian yang melanda negara tersebut.
"Pasukan Myanmar yang melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan penangkapan massif terhadap Muslim Rohingya setelah gagal melindungi keduanya, baik Muslim Rohingya maupun Budha Arakan selama kekerasan di Burma barat pada bulan Juni 2012," lembaga HAM itu menyatakan dalam laporannya, Rabu (1/8/2012).
Laporan HRW ini pun menyatakan bahwa pemerintah melarang organisasi kemanusiaan untuk mengakses Muslim Rohingya dan tindakan itu telah "menyebabkan lebih dari 100.000 orang terusir dan menderita kekurangan makanan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan."
Laporan itu menambahkan bahwa aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya memperlihatkan bahwa penganiayaan dan diskriminasi yang didukung oleh negara telah berlangsung cukup lama meskipun pemerintah Myanmar telah bersumpah untuk mengakhiri diskriminasi etnis.
"Saat orang-orang berusaha untuk menyalakan kekerasan - yang direncanakan oleh gerombolan Buddha, pasukan paramiliter menembak ke arah kami. Dan gerombolan tersebut memukuli kami dengan tongkat yang cukup besar," salah seorang saksi mata menyatakan pada HRW.
"Pasukan keamanan Burma gagal untuk melindungi Arakan dan Rohingya. Bahkan yang terjadi adalah mereka yang melakukan kekerasan terhadap Rohingya," ujar Brad Adams, direktur HRW untuk wilayah Asia.
HRW pun mengeluhkan tidak adanya tanggapan dari komunitas internasional atas kejahatan pemerintah Myanmar terhadap Muslim di negaranya.
Sumber

PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar