Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Sabtu, 26 Januari 2013

Cara Menangkap Tuyul



“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim, kecuali Allah jadikan sebab untuk kafarah dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hakikat Tuyul dalam Tinjauan Syariah

Adakah Tuyul dalam Syariat
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
Sekitar 3 bulan ini saya sering kehilanngan uang. Saya baru ambil dari bank beberapa bundel ratusan ribu. Setiap satu bundel, pasti ada yang kurang 4 hingga 6 lembar. Padahal disimpan di brankas, terkunci. Mustahil jika itu manusia. Apa mungkin ada makhluk lain, seperti tuyul yang mengambilnya? Padahal kitakan hidup di zaman modern. Dan sebenarnya tuyul itu ada gak? Kalo ada seperti apa? Terus terang, saya sangat gondok dengan kejadian ini.
Nuwun.
Dari: Edi
Jawaban:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.
Kami turut merasakan kesedihan atas musibah yang anda alami. Namun apapun itu, kita perlu tanamkan dalam hati bahwa semua bentuk kesedihan, musibah, dsb, yang dialami setiap muslim, pasti akan Allah jadikan kaffarah (penebus) atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim, kecuali Allah jadikan sebab untuk kafarah dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itu artinya, tidak ada yang disia-siakan dalam hidup kita. Susah senang yang kita alami, berpotensi menjadi sumber pahala dan sekaligus sumber dosa. Semuanya kembali kepada sikap kita sebagai pelaku sejarahnya. Karena itu, kami nasehatkan agar bersabar dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

Hari gini masih ada yang punya tuyul?
Sebagian orang menyangka, segala hal yang berbau klenik, akan menyusut sejalan dengan perkembangan teknologi. Padahal sejak kapan ada hubungan antara teknologi dengan tahayul dan kesyirikan. Penyakit klenik dan syirik yang dilakukan msyarakat bisa saja muncul tanpa memandang waktu dan tempat. Bahkan bisa jadi lebih canggih dari pada klenik masa silam, sejalan dengan kecanggihan dunia IT. Anda bisa saksikan, berbagai situs kesyirikan di sekitar kita masih tumbuh subur, dan dipasarkan melalui internet.
Dan termasuk tanda akhir zaman, kesyirikan yang pernah ada di zaman jahiliyah, akan muncul kembali di tengah manusia. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak akan hilang waktu malam dan siang (kiamat), sampai Lata dan Uzza disembah.” (HR. Muslim 2907)

Apa Hakikat Tuyul
Fenomena tuyul, tak jauh beda dengan Nyi Roro Kidul. Dia adalah jin yang dilaporkan pernah dilihat oleh manusia dengan penampakan seperti anak kecil gundul yang suka mencuri, kemudian mereka istilahkan dengan tuyul. Sehingga kata ‘tuyul’ sejatinya merupakan nama yang murni diberikan masyarakat. Sebagaimana ada jin yang menjelma seperti sosok berbalut kain mori, yang kemudian diistilahkan dengan pocong.
Sekaligus kita tekankan di sini, bahwa usaha untuk mencari hakikat nama-nama ‘makhluk halus’ yang tersebar di tempat kita sangat tidak penting. Bahkan layak dikatakan sia-sia, 100% buang-buang waktu dan pikiran. Karena sedikit pun kita tidak akan mendapatkan manfaat dari informasi tersebut. Anda yang memahami asal-usul Nyi Roro Kidul, atau kuntilanak, dan semacamnya, sama sekali tidak akan membuat anda jadi kaya atau tambah rajin ibadah. Kita cukup meyakini bahwa itu jin yang menjelma menjadi bentuk lain dan kebetulan bisa diindera oleh manusia.

Bagaimana Mekanisme Tuyul Mencuri?
Seperti layaknya jin, sosok yang disebut tuyul, juga bisa memindahkan barang. Hanya saja, antara satu jin dengan jin lainnya, berbeda kemampuannya, sebagaimana layaknya manusia. Ada jin yang bisa memindahkan barang berat, sebagaimana ada manusia yang bisa angkat berat. Jin juga bisa mencuri sebagaimana manusia bisa mencuri.
Kasus jin yang mencuri ini, tidak hanya muncul di masyarakat jawa. Di zaman Nabi-pun peristiwa ini pernah terjadi. Diantaranya peristiwa yang dialami Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau ditugasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga zakat ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah. “Akan aku laporkan kamu ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah tentang kejadian semalam. Setelah diberi laporan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.” Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu.” Kemudian dia mengajarkan bacaan ayat kursi sebelum tidur.
Di pagi harinya, kejadian ini dilaporkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian beliau bersabda: “Kali ini dia benar, meskipun aslinya dia pendusta.” (HR. Bukhari 2311)
Yang ditangkap oleh Abu Hurairah waktu itu adalah jin yang menjelma menjadi bentuk lain. Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya…” (Fathul Bari, 4:489).

Apakah Ada Yang Nyuruh?
Bisa jadi ada yang nyuruh, bisa juga karena si jin iseng sendiri, atau kadang karena memang mereka butuh makanan seperti dalam hadis Abu Hurairah di atas. Kasus orang yang merawat tuyul juga pernah terjadi di masa silam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menyebutkan tentang al-Hallaj – tokoh sufi yang mengaku telah menyatu dengan tuhannya – ,

Al-Hallaj memiliki atribut khusus, terkadang setan membantunya. Seuatu ketika, dia bersama pengikutnya di bukit Abu Qubais, kemudian pengikutnya minta manisan. Kemudian al-Hallaj pergi ke tempat tertentu yang tidak jauh dari markasnya, lalu dia kembali dengan membawa sepiring manisan. Masyarakat pun mencari tahu kejadian sejatinya, ternyata sepiring makanan itu berasal dari toko manisan di Yaman, yang dibawa oleh setan ke tempat itu. (Alam Jin wa asy-Syayathin, Hal. 93).

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)
Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.

 

Cara Menangkap Tuyul

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Menyambung artikel sebelumnya, Hakikat Tuyul dalam Tinjauan Syariah, berikut keterangan tentang cara mengatasi yuyul.


Ada dua bagian yang perlu dibedakan:
Pertama, menangkap tuyul itu dan memintanya mengembalikan apa yang dicuri. Ini hampir tidak mungkin bisa dilakukan. Kecuali jika si jin menjelma menjadi makhluk yang bisa dipegang manusia, seperti kasus yang dialami Abu Hurairah atau Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana hadis di atas. Itupun belum tentu bisa mengembalikan apa yang dicuri, kecuali jika si jin bersedia mengembalikannya.
Namun terkadang ada orang yang berusaha mencara jalan pintas. Dia menyewa paranormal agar bisa menangkap tuyul itu. Usaha semacam ini sebaiknya tidak Anda lakukan, karena rumah Anda akan menjadi praktik perdukunan. Sebab kita bisa memastikan, yang dilakukan oleh paranormal itu adalah dengan meminta bantuan kepada jin atau mempraktikkan ilmu sihir. Sehingga kehadiran paranormal ini  -meskipun dia ngakunya ustadz– akan menjadi masalah baru di rumah Anda. Jadinya, Anda malah mendapat musibah dua kali dan yang kedua ini lebih besar. Karena taruhannya aqidah. Untuk itu, sekali lagi, jangan undang mereka.
Terlebih, bisa jadi yang mereka lakukan hanyalah kedustaan. Mereka berpura-pura memasukkan sesuatu ke dalam botol dan ngakunya itu tuyul sudah ditangkap. Padahal aslinya hanya tipuan mata, seolah-olah terlihat bentuk tuyul seperti yang banyak digambarkan masyarkat.
Kedua, upaya menghindari gangguan tuyul
Ini bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya tinggal kembali kepada manusianya, apakah dia mampu melakukan secara istiqamah ataukah tidak. Jika dia bisa istiqamah menjalankannya, insya Allah, Allah akan memberikan perlindungan bagi dirinya dan hartanya, bahkan seisi rumahnya. Berikut beberapa amalan ringan yang dituntunkan dalam Islam,
1. Berusaha melaksanakan kewajiban, menjauhi larangan, dan bertaubat dari setiap maksiat. Semua aktivitas ini akan menjadi sebab Allah melindunginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan beberapa pesan kepada Ibnu Abbas, diantaraya:

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu jumpai Dia di hadapanmu…” (HR. Ahmad 2669, Tirmidzi 2516, dan dishahihkan al-Albani)
Makna hadis:
- Jagalah Allah : Jaga aturan Allah, laksanakan kewajiban dan hindari yang diharamkan.
- Kamu jumpai Dia di hadapanmu: Allah akan menolongmu dalam setiap keadaan yang engkau butuhkan.
Bentuk penjagaan Allah sifatnya umum. Tak terkecuali, penjagaan dari gangguan jin dan setan.
2. Banyak membaca Alquran atau dzikir lainnya. Di antarannya adalah dzikir pagi petang dan dzikir sebelum tidur. Jadikan aktivitas ini sebagai wirid harian.
Orang yang rajin berdzikir, membaca Alquran, hatinya akan senantiasa hidup. Lebih dari itu, Allah menjanjikan orang yang membaca dzikir pagi petang, dia akan mendapatkan perlindungan dari-Nya.
Beberapa dzikir pagi dan sore, bisa Anda simak di:
3. Membaca doa setiap masuk dan keluar rumah
Membaca doa setiap hendak masuk rumah, bisa menjadi sebab Allah menjaga rumah Anda, sehingga setan tidak leluasa memasukinya. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Namun jika dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ dan jika dia tidak mengingat nama Allah ketika makan maka setan mengundang temannya, ‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim)
Sungguh betapa berartinya dzikir ini bagi hidup Anda. Hanya dengan membaca basmalah dan salam ketika masuk rumah, Anda mendapat jaminan tidak akan diganggu rumah berikut makanannya. Anda tidak perlu bayar satpam mahal-mahal, cukup dengan membaca dzikir ringan, Anda sudah mendapatkan jaminan keamanan dari Allah.
4. Menutup tempat uang dengan membaca basmalah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyarankan agar kaum muslimin menutup tempat makanan dan wadah minumnya di malam hari. Agar makanan dan minumannya tidak diganggu setan. Dan ketika menutup, jangan lupa membaca basmalah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak  mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim).
Dianalogikan dengan ini adalah semua bentuk barang berharga yang Anda miliki. Termasuk uang atau perhiasan. Anda mungkin bisa merasa aman dari gangguan manusia. Namun Anda belum bisa terjamin dari gangguan jin yang mengambilnya. Karena itu, letakkanlah barang berharga atau uang yang bernilai di tempat yang bisa dikunci, dan jangan lupa membaca basmalah setiap kali Anda membuka dan menutupnya. Selanjutnya, bertawakkal kepada Allah.
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
2.   SURAT 3. ALI 'IMRAN             
                                       

PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar