Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Subhanallah, Gubernur Ini Hafiz Alquran




Subhanallah, Gubernur Ini Hafiz Alquran
Bagi Tuan Guru H Muhammad Zainal Majdi MA yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), membaca dan berusaha menghafal Alquran penting sekali.
Menurutnya, untuk memahami tuntunan Nabi Muhammad SAW terkait dengan Alquran, maka menghafal Alquran termasuk bagian dari pengkhidmatan (berkhidmat) kepada Alquran.

''Jadi, jangan sampai menghafal ayat-ayat Alquran hanyalah sekadar iseng-iseng saja,'' paparnya. Tuan Guru yang hingga kini masih melanjutkan pendidikan program doktoral pada Universitas Al Azhar Mesir itu telah menghafal Alquran sejak nyantri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, kurang lebih selama enam tahun yakni selama menempuh pendidikan Tsanawiyah hingga Muallimin.

''Sesungguhnya tidak sulit menghafal Alquran itu. Kalau pun ada, itu terjadi pada muraja'ah (mengulang) atau istirja' (mengembalikan memori),'' jelasnya. 

Tuan Guru telah meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ia berhasil melalui ujian di Universitas Al Azhar dalam bidang tahfiz Alquran sebanyak 12 juz.
Ia mengakui, yang paling sulit  adalah pada ujian lisan, karena harus langsung menjawab dan hampir tidak ada waktu untuk berpikir.

Lantas, kapan Tuan Guru memilih waktu tepat untuk menghafal Alquran di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat?

''Selain ba'da shalat, saya sering memilih waktu di kendaraan dalam perjalanan ke berbagai daerah untuk menghafal Alquran mengikuti tilawah dari beberapa qori seperti Hudzaifi dan Abdul Basith.''



PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Selasa, 07 Agustus 2012

KH. Hasyim Muzadi: Komnas HAM Kadang Humanis, Westenis, & Semau Gue



KH. Hasyim Muzadi: Komnas HAM Kadang Humanis, Westenis, & Semau Gue
Menyikapi permasalahan internasional seperti Muslim Rohingya, hendaknya kita  membiasakan diri untuk melihatnya secara komprehensif. Terkadang, media massa  memberitakannya sepotong-potong menurut versi, misi dan “gizi” media itu sendiri. Akibatnya umat menyikapi berita tersebut juga secara sepotong-sepotong.  Itu tidak baik.
Demikian dikatakan Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars) KH. Hasyim Muzadi dalam Dialog Interaktif bertajuk “Rohingya Terlunta: Wajah Kaum Minoritas yang Tertindas” yang digelar di kantor ICIS, Jl. Dempo No. 5A, Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/8) lalu.
KH. Hasyim mempertanyakan kelamin Komnas HAM di Indonesia. Adakalanya humanisme, kadang westernis, nasionalis, kadang semau gue. “Pengalaman ICIS di lapangan,Komnas HAM Indonesia terlalu westenis.”
Sebagai contoh, di Papua, giliran pemberontak yang tewas ditembak aparat, langsung dikatakan melanggar HAM. Tapi giliran polisi yang tertembak, tidak dikatakan sebagai pelanggaran HAM terberat. Itulah sebabnya, kata Kiai, harus Ada ketegasan dari Komnas HAM ASEAN untuk menjelaskan apa yang terjadi di Myanmar, terutama yang menimpa Muslim Rohingya.
“Ada tarik menarik kepentingan disini, ada unsur agama, dan ada unsur etnisnya. Sementara kita tahu, Pemerintah Myanmar tidak mengakui status kewarganegaraan etnis Rohingya. Ini perlu kejelasan,” ujarnya.
Hasyim Muzadi, tragedi kemanusiaan sudah bercampur antara konflik etnis dan agama. Penindasan itu harus dilawa dengan cara yang disahkan. "Hari ini PBB dan ASEAN tidak menyentuh agamanya, hanya kekerasan militernya saja. Untuk itu Kementrian Luar negeri, PBB dan ASEAN harus memberi perlindungan bagi muslim Rohingya. Caranya, dengan memberi pengakuan status kewarganegaraan mereka. Bangladesh juga harus membuka akses bagi badan internasional untuk memberi bantuan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan, bukan hanya ekonomi, tapi juga politik."
ICIS memandang HAM baik di tingkat dunia maupun regional, nasib minoritas kaum muslimin yang ada di belahan dunia, kerap dirundung oleh kesengsaraan. Boleh jadi, kata KH. Hasyim,  hal itu disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya: kesalahan umat Islam itu sendiri, yang ingin mendirikan negara muslim.
Kedua, terdapat doktrin-doktrin yang terkesan dipaksakan, seperti Muslim di Mindanau yang ingin merdeka. Akibatnya, yang menjadi korban adalah umat Islam sebagai kaum minoritas.
Ketiga, ketika suasana terdesak, umat Islam cenderung bergerak reaktif, bukan konsepsional untuk meluruskan yang bengkok, sehingga bentrokan bisa dihindarkan.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dalam hal ini UNHCR menilai etnis yang paling merana dan tertindas serta terlunta-lunta di muka bumi adalah Muslim Rohingya. Kondisi ini mendorong kita untuk mendesak Pemerintah Indonesia dan anggota ASEAN lain untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Muslim Rohingya di Myanmar, dan di sejumlah tempat pengungsian. Desastian
Sumber


PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Minggu, 02 Oktober 2011

Foto Keseharian Presiden SBY