Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2011

Rendang No.11 Dari 50 Makanan Terenak di Dunia








































Peringkat yang dibuat oleh CNNgo ini mengundang banyak komentar. Mengapa Frech Fries tak masuk peringkat? Juga banyak komentar mengenai makanan yang masuk peringkat dan tidak. Peringkat ini berdasarkan polling ini pun masih bisa berubah.

Makanan Amerika terbanyak menduduki peringkat. Sedangkan Thailand, Vietnam, Hongkong dan Singapura termasuk negara Asia yang memiliki makanan yang cukup populer di dunia.

Inilah 50 makanan terenak di dunia, mana saja yang jadi favorit dan pernah Anda cicipi?

1.Massaman Curry, Thailand
2.Neapolitan Pizza, Italia
3.Chocolate, Mexico
4.Sushi, Jepang
5.Peking Duck, Cina
6.Hamburger, Jerman
7.Penang Assam Laksa, Malaysia
8.Tom Yam Goong, Thailand
9.Ice Cream, Amerika
10.Chicken Muamba, Gabon
11.Rendang, Indonesia
12.Sheperd's Pie, Inggris
13.Corn on the cob, global
14.Doughnut, Amerika
15.Kalua pig, Amerika
16.Egg Tart, Hongkong
17.Lobster, global
18.Kebab, Iran
19.Nam tok moo, Thailand
20.Arepaz, Venezuela
21.Croissant, Perancis
22.Brownie and Vanila Ice cream, global
23.Lasagna, Italia
24.Champ, Irlandia
25.Buttered Garlic Crab, India
26.Fajitas, Mexico
27.Montreal Style Smoked Meat, Canada
28.Pho, Vietnam
29.Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30.Goi cuon, Vietnam
31.Parma ham, Italia
32.Ankimo, Jepang
33.Fish n Chips, Inggris
34.Maple Syrup, Kanada
35.Chilli Crab, Singapura
36.Texas BBQ pork, Texas
37.Chicken parm, Australia
38.Frensh Toast, Hongkong
39.Ketchup, Amerika
40.Marzipan, Jerman
41.Stinky Tofu, Asia Tenggara
42.Buttered Tost with Marmite, Inggris
43.Tacos, Mexico
44.Poutine, Kanada
45.Chicken Rice, Singapura
46.Som Tam, Thailand
47.Seafood Paella, Spanyol
48.Potato Chips, Amerika
49.Masala Dosa, India
50.Buttered popcorn, Amerika


Sumber : Kaskus

Selasa, 03 Mei 2011

Sejarah Asal Mula Nasi Kucing









Makan adalah soal cara. Kita semua menyebutnya sebagai nasi. Namun ketika ia dimasukkan dalam bambu dan dibakar, kita menyebutnya nasi bakar. Bila ia dibungkus daun jati, Orang Cirebon menyebutnya nasi jamblang. Dibungkus selagi hangat dengan daun pisang muda lain lagi namanya: nasi timbel. Dibungkus sejumput-kecil di Bali disebut nasi jinggo. Di Tegal orang bilang nasi ponggol, di Kudus orang menyebut Nasi Gandul, di Pekalongan di sebut Nasi Megono. Lain lagi Wong Solo, Wong Jogja dan Wong Klaten, inilah yang populer sebagai Nasi Kucing.

Nasi kucing bisa kita dibeli di sepanjang jalan di Solo dan Jogja. Di sudut-sudut gang, setiap ada keramaian tak pelak lagi, mereka pasti sedang lek-lekan, keplek ilat menyantap nasi kucing—hati-hati, karena sebagian lagi tak menyantap nasi kucing tapi Ciu Bekonang. Di Solo nasi kucing dijual di hik, sedang bila di Jogja dijajakan di gerobak Angkringan. Bentuknya sama: nasi sekepal dibungkus daun pisang dengan lauk sambal bandeng atau oseng tempe. Dijual dalam gerobak yang mangkal di tempat-tempat strategis. Selain gerobak penjual menyediakan satu kursi panjang di depannya.
Kita dapat makan secara swalayan. Di sudut kanan gerobak ada perapian, untuk menjerang tiga teko. Satu berisi air putih, satu berisi wedang jahe, satu lagi berisi teh kental—karena itu sebagian orang menyebut ‘Cafe Ceret Telu’. Di sebelah perapian dihamparkan macam-macam lauk dan jajanan: tempe dan tahu goreng, tempe dan tahu bacem, macam-macam sate semenjak sate usus, sate telur puyuh bacem, sate keong, sate kulit, sate (tempe) gembus, dan sate gajih sandung lamur.
Masih ada jajanan: lentho, timus, combro—tanpa oncom, dan peyek. Kemudian paling kiri ditata nasi kucing bertumpuk rapi. Anda perlu sedikit jeli, karena ada sejumlah pedagang hik yang menyediakan didih—darah yang dibekukan dan digoreng. Tak perlu khawatir, di Solo toleransi ummat cukup tinggi—di samping pengonsumsi didih memang cukup banyak. Meski di jalan-jalan di jual rica-rica dan sate jamu—sate babi, tak pernah ada masalah. Anda cukup mengetahui mana yang boleh dimakan. Penjual tak memaksa dan tak bermaksud menjebak.

Tak perlu khawatir kursi bangku tak dapat memuat pengunjung. Karena pedagang nasi kucing telah menyediakan berlembar-lembar tikar di sebelah gerobak. Bila angkringan mangkal di mulut gang, maka anda dapat makan di pinggir jalan. Benar-benar di pinggir jalan, sehingga pejalan kaki hanya berjarak satu-dua meter dari nasi kucing yang sedang anda buka. Sebagian pembeli bahkan tak suka duduk di kursi angkringan. Mereka lebih suka duduk di tikar. Menghabiskan malam dengan bercengkerama dengan kawan-kawan. Makanya, makan nasi kucing kurang dari tiga peserta tak afdol. Bersama lima orang dianjurkan.

Lalu, mengapa nasi kucing, hik, dan angkringan? Ini ada ceritanya. Disebut nasi kucing karena porsi dan lauknya persis seperti kita akan memberi makan kucing di rumah. Lalu hik. Suku kata yang unik karena tak ada dalam kamus bahasa jawa, dan hebatnya lagi, tak ada artinya yang pasti. Sebagian mengartikan hik sebagai Hidangan Istimewa Kampung. Saya katakan pada anda: jangan percaya pada tesis ini. Makna hik paling kuat yang saya dapat bersumber dari sejarah panjang tradisi kuliner ini.

Idiom hik bersumber dari lagu rakyat yang dinyanyikan pada malem selikuran, tanggal 21 bulan puasa pada zaman Susuhunan Paku Buwono X: ting-ting hik, jadah, jenang, wajik, ojo lali tinge kobong (lampu-lampu minyak hik, jadah, jenang, wajik (nama-nama jajanan pasar—mpep), jangan lupa lampunya terbakar—mpep). Lagu ini memiliki makna religius yang dalam, penuh perlambang.

Ting adalah lambang dari riwayat Kanjeng Nabi Muhammad SAW setelah turun dari Jabal Nur di malam Lailatul Qadar. Nabi disambut gembira oleh sahabat dengan menyalakan obor di mana-mana. Jadah, jenang, wajik merupakan jajanan pasar yang enak melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Sedang ojo lali tinge kobong memiliki makna mengingatkan akan bahaya kebakaran. Hik sendiri tidak memiliki makna religius apa-apa. Ia menjadi identitas penjual warung angkringan yang semula menjajakan makanannya dengan berkeliling kampung mendorong gerobak memikul tenong (trims Mas Santo koreksinya–mpep) sambil berteriak hiiiikk…hiiikk….

Dalam perkembangannya pedagang hik tidak lagi menjajakan dagangannya tetapi menetap di suatu tempat-tempat yang biasanya strategis dan ramai. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir dalam sejumlah literatur sebagai penjual nasi kucing yang mangkal adalah Pak Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man—yang diganti anaknya Lik Man—masih ramai dikunjungi orang. Menu istimewanya kopi jos. Kopi kental manis yang diberi arang membara. Joss…

Menurut penelitian mahasiswa UGM yang terinspirasi karena menjadi pelanggan setia Lik Man, arang ternyata berfungsi menyerap kafein dari kopi. Sehingga kopi jos direkomendasikan baik untuk kesehatan. Meski demikian, seorang teman saya, seorang dokter sama sekali tak menyarankan untuk mencicipi kopi yang diberi arang. Soalnya arang kabarnya bersifat karsinogen. Sekarang, semua terserah anda.

Lalu di Jogja disebut angkringan karena demikian egaliternya warung rakyat ini pengunjung dapat meng-angkring-kan kakinya (mengangkat kakinya sambil duduk di kursi). Ukuran kesopanan di warung angkringan adalah tenggang rasa dan tepa selira dengan sesama pengunjung lainnya. Istilah angkringan lebih banyak digunakan di daerah Jogja. Sedang hik digunakan di daerah Solo meskipun bentuk, dan karakteristiknya sama persis.

Pada awalnya nasi kucing hanya dijual di wilayah Solo dan Jogja. Karena cukup bersahabat dengan kocek mahasiswa, nasi kucing merambah hingga ke Salatiga dan Semarang yang tak punya tradisi hik dan angkringan. Nasi kucing juga dapat anda temukan di Purwokerto. Nasi kucing memang makanan anak kos. Di masa-masa krismon saat Reformasi 1998, banyak mahasiswa yang disambung hidupnya dari dua pincuk nasi kucing. Namun nasi kucing tak identik mahasiswa.
Kini nasi kucing telah menyebar di seantero Jawa Tengah. Semenjak Solo ke timur hingga Ngawi, dan Magetan. Dari Jogja ke barat melintasi Purworejo, Kebumen, Purbalingga, hingga Tegal.







Selasa, 26 April 2011

Memasak Jamur Menjadi Hidangan Lezat








Sebelum  memasak jamur  kesukaan anda, kenali daulu jenis jamurnya. Jamur dibagi menjadi 2 jenis, jamur beracun dan jamur yang dapat dimakan. Jamur beracun umumnya tumbuh di hutan. Ada pula jamur yang tumbuh karena udara lembab. Jamur beracun itu adalah  amanita muscaria.

Jamur yang dapat dikonsumsi diantaranya, jamur merang, jamur tiram
, jamur kuping, jamur kancing, dan jamur shiitake. Jamur shiitake adalah jamur mahal yang banyak dikonsumsi orang jepang. Jamur yang dapat dikonsumsi umumnya berkhasiat untuk kesehatan.

Cara Memasak Jamur

Jamur  dapat dimasak dengan metode apa saja, direbus, digoreng bahkan dibakar. Memasak jamur tidak perlu lama.

Memasak  jamur juga tidak memerlukan metode dan pembelajaran khusus seperti mengolah daging. Salah satunya adalah yang sate jamur dan tumis jamur.

Sate Jamur
Bahan-bahan :
1.  10 siung bawang putih
2.  8 siung bawang merah
3.  1 ruas jahe
4.  1 ruas lengkuas
5.  1 biji cabe merah besar dibuang bijinya
6.  Garam secukupnya
7.  Jeruk nipis/ jeruk lemon
8.  Jamur ¼  Kg, Anda dapat memilih jamur dengan sesuai selera, Anda dapat menggunakan jamur merang atau jamur kancing. Jamur tersebut tidak perlu dipotong, kalau jamur kancing Anda dapat memotongnya sesuai selera)
9.  Tusukan sate


Cara membuat :
1.  Ulek bawang putih, bawang merah, jahe dan lengkuas yang telah
diparut, dan cabe merah.
2.  Lalu tumis jamur dengan bumbu telah diulek tadi hingga matang.
3.  Tusukan jamur pada tusukan sate memanjang, dibuat menjadi 7-8
jamur dalam satu cucukan. Dan atur diatas piring Jumlah jamur dapat Anda  sesuaikan dengan cucukan yang ada.
4.  Buat bumbu pecel (tanpa terasi) yang telah diairkan dengan air
panas. Anda dapat membeli bumbu pecel olahan di supermarket terdekat, karena bumbu pecel ini sudah dijual bebas. Pisah bumbu pecel dengan sate.
5.  Anda dapat menambahkan irisan cabe, irisan bawang merah diatas sate yang telah matang Anda juga dapat menyajikannya dengan sari jeruk lemon  yang diperas diatas sate tersebut.
6.  Jika Anda gemar dengan kecap manis, dapat ditambahkan diatasnya.
7.  Jamur sate siap disajikan
Tumis Jamur
Bahan-bahan :
-       1 buah dada ayam potong tipis-tipis
-       Jamur kaleng, dipotong menjadi 2 bagian
-       2 buah daun bawang, dan iris tipis
-       3 buah bawang putih diulek
-       Air putih 200cc
-       Kecap asin 1 sendok makan
-       Kecap ikan 1 sendok makan
-       Garam, merica dan gula secukupnya
-       1 sendok makan tepung sagu yang dilarutkan dengan sedikit air

Cara membuat :
1.  Setelah ayam dipotong tipis-tipis, bumbui potongan ayam dengan kecap asin, garam dan merica. Diamkan 1 jam.
2.  Setelah ayam siap untuk dimasak.  Tumis bawang putih sampai tercium wanginya, beri sedikit garam lalu aduk potongan ayam sampai ayam berubah warna ,setelah itu masukkan jamur dan berikan air.
3.  Diamkan sampai mendidih
4.  Setelah terlihat setengah mendidih, beri bumbu kecap asin, kecap ikan, dan gula serta merica bubuk secukupnya sesuai selera Anda.
5.  Setelah semuanya matang, tambahkan larutan tepung sagu dan aduk kembali sampai semua bumbu tercampur lalu taburi daun bawang diatasnya.
6.  Jamur siap dihidangkan

Masih banyak cara memasak jamur yang lainnya jika Anda rajin  membuka buku resep masakan ,atau sekedar searching di Internet.

Jamur pun baik untuk kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Selamat memasak jamur dan menjadikannya hidangan penuh istimewa.