KISAH TUKANG PIJAT SHALEH YANG JENAZAHNYA
UTUH
Bismillahirrahmanirrahim..
Nabi Muhammad saw
bersabda:
“Perbuatan-perbuatan yang baik akan menjaga dari
kematian yang buruk, siksaan dan kebinasaan. Dan pelaku kebaikan di dunia
adalah pelaku kebaikan pula di akhirat.”
(HR. Al-Hakim dari Anas).
Hadits di atas sejatinya begitu jelas menegaskan kepada kita bahwa setiap
perbuatan itu sangat berpengaruh dengan akhir kisah hidup kita. Jika kita
banyak melakukan amal shaleh semasa hidup, maka akhir kisah hidup kita pun akan
bahagia [husnul khatimah]. Sebaliknya, jika kita banyak melakukan kejahatan
selagi hidup di dunia, maka akhir kisah hidup kita pun seringkali dilalui dengan
kematian yang menyengsarakan.
Karena itu, janganlah kita memandang rendah pekerjaan apapun di dunia, meski
itu tukang pijat sekalipun. Memang, profesi tukang pijat, kerapkali dianggap
sepele, tidak berkelas dan dipandang miring. Padahal, profesi ini banyak
menyelamatkan orang dari berbagai penyakit akut, seperti pegal, linu, kesleo,
demam, rematik, dan sebagainya. Saking enaknya dipijat, tidak sedikit orang
yang “kecanduan” dengan kebiasaan yang satu ini. Bila sehari ia tidak dipijat,
badannya terasa ngilu.
Bagi Jo Pawiro, lelaki kelahiran Jawa Tengah, profesi sebagai tukang pijat
merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri. Mengapa? Meski tidak
menghasilkan kekayaan lebih, profesi ini setidaknya telah membantu banyak
orang. Selain itu, memang tidak ada kelebihan lain yang bisa dilakukan oleh Jo
Pawiro, selain bekerja seperti ini.
Pak Jo melakoni profesinya ini sejak usia muda. Saking enaknya pijatan Pak Jo,
ia memiliki banyak pelanggan. Bahkan, pelanggannya itu tidak saja berasal dari
desa setempat, tapi juga dari desa tetangga.
Satu hal lagi, Pak Jo tidak menargetkan upah sekian untuk sekali pijat. Dibayar
alhamdulillah, tidak juga tidak mengapa. Baginya, yang penting si pasien
mengalami perubahan yang lebih baik setelah dipijat olehnya. Prinsip-prinsip
seperti inilah yang membuat banyak orang, terutama para pasiennya, begitu
menghormati Pak Jo.
Di mata keluarga sendiri, Pak Jo begitu dihargai. Meski profesi tukang pijat
tidak begitu mengangkat derajatnya. Tapi, di mata istri dan anak-anaknya, Pak
Jo sudah memberikan yang terbaik buat keluarga dan bertanggungjawab penuh.
Begitulah Pak Jo, yang hingga usia tuanya tetap melakoni profesinya itu.
berbondong-bondong pulang ke rumah, dengan menyisakan kisah yang mungkin sama
tentang Pak Jo.
Lima belas tahun berlalu. Suatu saat, ketika ada seorang warga bernama Kayatun
meninggal dunia, dan hendak dikuburkan di dekat dimana Pak Jo dimakamkan,
sebuah keanehan terjadi. Ketika dilakukan penggalian kubur untuk jenazah
Kayatun hingga kedalaman beberapa meter, tiba-tiba bagian sisi dalamnya ambruk,
sehingga membentuk lingkaran dan berlubang. Keadaan ini tentu saja mengejutkan
para penggali. Namun, keadaan mengejutkan itu segera bisa dikendalikan. Satu
orang pun berniat untuk menambal lubang itu. Tetapi, saat hendak menambal
itulah ia melihat di dalam lubang itu ada sebuah keganjilan.
“Subhanallah!” Tiba-tiba orang itu menjerit. Ia melihat sebuah kaki berbungkus
kain kafan. Tidak salah lagi, itu adalah jenazah dari kuburan tetangga. Seketika
teman-temannya penasaran dengan kejadian itu dan saling mengintip. Mereka pun
benar-benar melihat kejadian yang sama. Ada sebuah jenazah utuh dari balik
lubang itu. Salah seorang dari mereka pun akhirnya tahu bahwa itu adalah
jenazah Jo Pawiro, yang sudah dikubur lima belas tahun yang lalu.
Kejadian ini segera menggegerkan warga sekitar. Berbondong-bondong orang ingin
menyaksikan kejadian tersebut. Termasuk keluarga Pak Jo sendiri datang dan
penasaran ingin melihatnya.
Setelah mendapatkan izin dari keluarga, akhirnya kuburan Pak Jo dibongkar.
Setelah itu, tampaklah jenazah Pak Jo seutuhnya. “Kain mori-nya (kain kafan)
sama sekali tidak rusak, Mas,” ujar Nurhadi kepada Hidayah.
Subhanallah! Ini benar-benar ajaib. Bagaimana mungkin jenazah yang sudah
dikubur bertahun-tahun masih tetap utuh? Segenap pertanyaan pun menyergap dalam
pikiran dan benak para pelayat saat itu.
Keluarga Jo Pawiro sangat terharu dengan kejadian itu. Mereka tidak menyangka
jika jenazah salah seorang kerabatnya itu akan dijaga Allah sedemikian rupa.
Namun, sekali lagi, tidak ada yang mustahil bagi Allah jika Dia sudah
berkehendak. Jangankan menjaga jenazah, menyatukan kembali tubuh-tubuh yang
berceceran saja sangat mudah bagi Allah.
Seketika penggalian kubur untuk jenazah Kayatun menjadi tersendat dan berganti
menjadi riuh melihat jenazah utuh Pak Jo.
Sebagian orang yang hadir tidak sedikit yang bertanya-tanya, “Emangnya siapa
sih Jo Pawiro?” “Kenapa jenazahnya bisa utuh ya?” Berbagai pertanyaan
menggelayut di pikiran dan lubuk sebagian pelayat yang memang semasa hidupnya
tidak mengenal atau tidak pernah bertemu dengan almarhum.
Namun, keadaan demikian tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Atas izin keluarga,
akhirnya jenazah Pak Jo dikubur kembali. Setelah itu, beberapa saat kemudian
jenazah Kayatun datang dan segera dikuburkan di samping kuburan Pak Jo.
Rajin Shalat Malam dan Berzikir
Malam merayap. Orang-orang terlelap di dalam tidur nyenyaknya. Tiba-tiba
seorang lelaki tua terjaga dari tidurnya dan segera ke belakang untuk mengambil
air wudhu. Setelah itu, ia kembali lagi dan sudah ada di atas sajadah. Dengan
menghadap kiblat, ia pun mengangkat takbir. “Allahu Akbar!”
Itulah salah satu pemandangan di rumah Jo Pawiro di tengah malam. Ya, sebagai
seorang tukang pijat, selain dikenal ramah dan santun, beliau juga rajin
menunaikan shalat sunnah malam. Mungkin ia menyadari usianya sudah tidak muda
lagi. Sewaktu-waktu Tuhan pasti akan menjemputnya. Karena itu, ia menghabiskan
sisa hidupnya dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, jelas, bukan karena itu saja. Sebab, banyak kisah mempertontonkan kepada
kita bahwa usia tua tidak menjamin seseorang hidupnya lebih dekat dengan Allah.
Hal yang terjadi pada Pak Jo tentu berbeda. Ia telah mendapatkan sinaran Ilahi,
sehingga hatinya terbuka untuk selalu melakukan banyak kebaikan. Profesi tukang
pijat dilakoninya dengan tulus dan ikhlas.
Selain itu, Pak Jo juga dikenal suka berzikir. Setiap hari ada saja
bacaan-bacaan asmaul husna yang diamalkannya. Mungkin untuk menemani hari-harinya
agar tidak sepi.
Hal itu terus ia lakukan menjelang sakitnya. Bahkan, saat sakit menggerogoti
seluruh tubuhnya, mulutnya masih suka menzikir asma Allah. Tidak semua orang
bisa melakukan semuanya ini. Yang ada, ketika sakit, kita malah mengingat-ingat
peninggalan apa yang akan kita berikan kepada anak dan cucu kita.
Bagi Jo Pawiro, justru hal-hal akhirat yang diingatnya. Karena ini pula,
kematian Pak Jo tidak merepotkan banyak orang. Ketika sakit pun, tak terlalu
lama mengalaminya, sehingga sanak keluarganya tidak direpotkan, sebab ia terus
meninggal dunia. Tidak heran, jika lima belas tahun kemudian, jenazahnya
ditemukan dalam keadaan utuh.
Apa yang terjadi pada Jo Pawiro ini sedikit banyak memberikan iktibar pada kita
bahwa Allah begitu mudah memperlihatkan keajaiban-keajaiban-Nya, lewat apa
saja yang Ia kehendaki. Allah menunjukkan kepada kita betapa orang yang
senantiasa qiyamulail itu sering mendapatkan keistimewaan tidak hanya semasa
hidupnya, tapi juga setelah ia meninggal. Nah, dalam kasus Pak Jo, Allah
menunjukkan jenazah orang yang saleh itu sungguh dimuliakan-Nya, yakni tidak
hancur dan membusuk seperti lazimnya.
Selain itu, iktibar lainnya mengajarkan kepada kita untuk tidak menganggap
sepele atau merendahkan pekerjaan apapun. Sebab, pada dasarnya, segala kualitas
seseorang itu tidak dilihat dari kondisi lahiriahnya, tapi dari proses niat
amalanya (spiritualnya). Bagi sedikit orang, profesi tukang pijat mungkin
pekerjaan yang tidak terlalu pantas, namun justru di situlah Pak Jo menemukan kemuliaannya.
Secara tidak langsung, kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa calon penghuni
surga juga merupakan haknya orang-orang miskin –tentunya, yang bertakwa kepada
Allah. Semoga kita bisa terinspirasi dari kisah ini! Amin. (H)
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu
hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika
menurut sahabat note ini bermanfaat
PENTING : Jika Anda merasa website
ini bermanfaat, mohon do'akan
supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur
keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon
do'akan
juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah
dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak
amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim
pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan
saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang
sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat
Muslim No. 4912)