Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Sabtu, 01 Agustus 2020

Hukum Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Hendak Berkurban




Hukum Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Hendak Berkurban

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : KH Cholil Nafis Lc Ph D,

Ketua Pembina Yayasan Investa Cendekia Amanah

Para ulama mazhab fiqh berbeda pendapat tentang hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang  hendak berkurban sejak memasuki sepuluh awal bulan Dzulhijjah menjadi tiga pedapat. Pertama, menurut Mazhab Hanbaliy hukumnya wajib menjaga diri untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang hendak berkurban sejak masuknya bulan Dzul Hijjah hingga selesai penyembelihan hewab kurban. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW riwayat Muslim dari Ummu Salamah r.a. bahwa Rasulullah SAQ bersabda:

(
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) وفي لفظ له : ( إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا.

(“Jika kalian melihat hilal Dzul Hijjah, dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (tidak memotong) rambut dan kuku-kukunya”. Dalam redaksi yang lain: “Jika sepuluh hari awal Dzul Hijjah sudah masuk, dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaknya tidak menyentuh (memotong) rambut dan bulu tubuhnya sedikitpun”.

Sebagian ulama mengatakan bahwa hikmah dari tidak mencukur rambut dan memotong kuku adalah agar seluruh bagian tubuh itu tetap mendapatkan kekebalan dari api neraka. Sebagian yang lain mengatakan bahwa larangan ini dimaksudnya biar ada kemiripan dengan jamaah haji yang sedang berihram.

Kedua, Menurut Mazhab Malikiy dan Syafi’iy hukumnya sunnah untuk tidak mencukur rambut dan tidak memotong kuku bagi orang yang hendak berkurban mulai masuknya bulan Dzulhijjah sampai selesai penyembelihan hewan kurban. Karena ada hadits dari Aisyah r.a.

كُنْتُ أَفْتِلُ قَلاَئِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللهِ ثُمَّ يُقَلِّدُهاَ بِيَدِهِ ثُمَّ يَبْعَثُ بِهَا وَلاَ يُحْرِمُ عَلَيْهِ شَيْءٌ أَحَلَّهُ اللهُ لَهُ حَتىَّ يَنْحَرَ الهَدْيَ

“Aku pernah menganyam tali kalung hewan udhiyah Rasulullah saw, kemudian beliau mengikatkannya dengan tangannya dan mengirimkannya dan beliau tidak berihram (mengharamkan sesuatu) atas apa-apa yang dihalalkan Allah SWT, hingga beliau menyembelihnya,” (HR. Bukhari Muslim).

Asy-Syairazi (w. 476 H) dari kalangan Asy-syafi’iyah dalam matan Al-Muhazzab menyebutkan :

ولا يجب عليه ذلك لأنه ليس بمحرم فلا يحرم عليه حلق الشعر ولا تقليم الظفر

“Dan hal itu bukan kewajiban, karena dia tidak dalam keadaan ihram. Maka tidak menjadi haram untuk memotong rambut dan kuku”. (Asy-Syairazi, Al-Muhazzab, jilid 1 hal. 433).

Kedua mazhab ini menyimpulkan bahwa hadits Ummu Salamah di atas bukan sebagai larangan yang bersifat haram (nahyu tahrim), melainkan sebagai larangan yang bersifat makruh (lilkarahah).

Ketiga, Menurut Mazhab Hanafi tidak disunnahkan dan tidak diharamkan bagi orang yang hendak menyembelih hewan kurban untuk memotong rambut dan kuku. Sebab orang yang ingin menyembelih hewan kurban tidak diharamkan untuk berpakaian biasa dan bersetubuh.

Adapun hadits di atas, menurut pengikut mazhab Hanafiy merupakan ketentuan bagi mereka yang berihram saja, baik ihram karena haji atau umrah. Sedangkan mereka yang tidak dalam keadaan berihram tidak ada ketentuan untuk meninggalkan cukur rambut dan potong kuku.

Pilihan pendapat

Sebenarnya hadits riwayat Ummu Salamah redaksi haditsnya ditujukan untuk umum, tidak ada pengkhususan kepada kondisi tertentu. Namun jika dihubungkan dengan ibadah haji, di mana ibadah kurban merupakan bagian yang tak terpisahkan maka menurut sebagian pengikut mazhab Syafi’iy dan Maliki menyatakan bahwa larangan itu sebenarnya berkorelasi dengan orang yang melaksanakan ibadah haji saja sebagaimana firman Allah SWT.:

وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ

“Janganlah kamu mencukur (rambut) kepalamu sebelum hewan kurban sampai pada tempat penyembelihannya “ [Al-Baqarah : 196].

Namun kalimat hadits Ummu Salamah yang bersifat umum itu, baik kepada yang sedang berihram atau tidak tetapi hendak memotong hewan kurban maka dilarang memotong rambut dan kuku. Kemudian hadits riwayat Aisyah menyatakan bahwa Nabi saw tidak mengharamkan sesuatu yang halal bagi orang yang hendak berkurban.

Maka dengan menggunakan metode penggabungan dan kompromi (al-jam’u wa al-taufiq) antara kedua hadits tersebut, maka hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban mulai masuk bula Dzul hijjah hingga selesai pelaksanaan pemotongan hewan kurban adalah makruh, sedangkan memeliharanya adalah sunnah.  

Wallahu a’lam bi al-shawab

 

Minggu, 26 Juli 2020

Sabtu, 11 Juli 2020

HAGIA SOPHIA: WHAT HAPPEN NOW?


HAGIA SOPHIA: WHAT HAPPEN NOW?


1. Setelah digunakan sebagai Gereja di era Bizantium, Masjid di era Kekhalifahan Utsmaniyah dan museum di era ini, Hagia Sophia (Aya Sofya) akan dibuka kembali untuk shalat.

2. Apakah ada perubahan terhadap ikon Kristiani di Hagia Sophia? Perubahan status (sebagaimana juga pernah terjadi sejak tahun 1453) tidak akan memengaruhi arsitektur Kristiani seperti mosaik dan gambar yg merupakan bagian dari warisan sejarah di Hagia Sophia.
 

3. Apakah Hagia Sophia akan tetap terbuka bagi pengunjung? Ya. Hagia Sophia tetap terbula untuk umum. Area shalat dan area kunjungan akan diatur sedemikian rupa.
 

4. Apakah memasuki Hagia Sophia pengunjung harus membayar (seperti saat lalu, pengunjung Hagia Sophia membayar sebesar 100 TL atau senilai dengan Rp 210.000)? Kini tidak lagi. Sebagaimana tempat ibadah lain, memasuki Hagia Sophia kini tidak dipungut biaya alias gratis.
 

5. Bagaimana dengan Gli (kucing penghuni Hagia Sophia)? Gli yg mendiami Hagia Sophia sejak 2004 akan tetap ada sebagai tamu kehormatan.
 

Credit to @TRTWorld
.
#AMI
#SelamatkanDuniaIslam
#LintasanPikiran
Sumber : Ustadz Azzamizzulhaq

 


Istanbul, 10 Juli 2020 Kumandang Adzan untuk Pertama Kalinya di Aya Sofya Bergema




Istanbul, 10 Juli 2020, kumandang adzan untuk 'pertama kalinya' di Aya Sofya bergema lagi sejak 1 Februari 1935 tak lagi terdengar karena Aya Sofya menjadi museum di pemerintahan Kemal Attaturk.
.
Aya Sofya (Hagia Sophia) dibangun pada tahun 537 M sebagai Gereja Katedral Ortodoks. Tahun 1204 oleh tentara Salib kemudian diubah menjadi Gereja Katedral Katholik Roma oleh Kekaisaran Latin Konstantinopel.
.
Pada saat penaklukkan Konstantinopel tahun 1453, Sultan Muhammad Al Fatih membeli Aya Sofya dan membangunkan pengganti bangunan Gereja Katedral di lokasi lain tak jauh dari lokasi Aya Sofya. 29 Mei 1453 Aya Sofya difungsikan sebagai Masjid sampai 1 Februari 1935.
.
Ya, perjuangan meninggikan kalimah Allah memang lama. Setidaknya tak kurang dari 85 tahun lamanya hingga kini lantunan panggilan adzan kembali menggema di sana.
.
Ada kesabaran. Keteguhan. Kekuatan dan daya tahan yg ekstra diiringi dengan strategi politik yg jitu dalam perjuangan. Karena kita hanya 'memiliki' perjuangan. Sementara kemenangan hanya dimiliki Allah swt semata.
.
Kita? Masih tetap sabar dan teguh sembari terus mengencangkan tenaga, kan? Insya Allah.
.
Hari ini di sana. Esok hari di sini. Di negeri kita.
.
AMI
SelamatkanDuniaIslam
LintasanPikiran
Sumber @azzamizzulhaq

Jumat, 17 April 2020

Siapa Sebenarnya Anak Indigo?


Siapa Sebenarnya Anak Indigo?

Melanjutkan janji status bahas soal Indigo. Janji harus ditepati biar beda dengan janji kampanye. Biar gak gagal faham baca sampai tuntas atau tidak usah baca sekalian
😁

Saya hanya kasihan pada banyak orang tua yg memiliki anak indigo akibat stigma miring masyarakat karena tayangan TV yg mengeksploitasi seolah Indigo itu identik tentang dunia alam gaib saja. Kasihan juga bagi tumbuh kembang anak-anak Indigo, tak sedikit di sekolahnya yg dilabeli aneh oleh teman-temannya

Sedikit saya jelaskan soal Indigo. Cukup lama saya mempelajari soal anak Indigo ini dari berbagai literatur, konsultasi dengan para psikolog, ahli rukyah dan bertanya kepada komunitas Indigo asli langsung

Dari awal kemunculan istilah Indigo, banyak perdebatan di kalangan akademisi, agamawan dan masyarakat. Sebagian psikolog memberikan stigma pada Indigo sebagai anak LD (Learning Disability) ataupun anak ADD/ HD (Attention Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder) atau gangguang pada perhatian, tidak bisa fokus dan susah diatur

Istilah Indigo ini asalnya dari penelitian seorang psikolog Amerika bernama Nancy Ann Trape yg kemudian booming setelah bukunya terbit berjudul Understanding Your Life Through Color di th. 70an. Dia menyebut bahwa tiap orang memiliki warna aura berbeda. Tiap warna memiliki karakter/kepribadian tersendiri seperti tabiat, bakat, dsb. Maka kemudian lahirlah kamera khusus foto aura (kirlian photography) atau metode khusus untuk melihat aura seseorang

Indigo sendiri berasal dari bahasa Spanyol yg berarti warna nila/ungu. Jadi hanya yg memiliki warna aura nila/ungu kebiruan bisa disebut sebagai Indigo

Beberapa ilmuwan Rusia meyakini
bahwa sekarang ada "spesies" baru bernama “Bocah Biru”, kombinasi biru ungu yg melahirkan warna Nila/Ungu (Indigo)

Awal th. '98 semakin booming setelah terbit buku gagasan anak Indigo berjudul The Indigo Children: The New Kids Have oleh Lee Carrol and Jan Tober

Kalau ada yg mengaku atau merasa Indigo silahkan melakukan foto aura di Pro V Klinik, Arya Deva, dll. Kalau hasilnya bukan warna ungu maka JANGAN PERNAH MENGAKU INDIGO

Oleh karenanya orang yg memiliki sixth sense (indera keenam) belum tentu disebut Indigo, bisa jadi dia memang kerasukan jin atau hanya memiliki kepekaan indera keenam saja

Di Indonesia Indigo mulai populer setelah program TV swasta bernama "Indigo". Tayangan yg diprotes oleh komunitas Indigo sendiri karena cenderung mengedepankan dunia supranatural dibandingkan bicara utuh tentang apa itu anak indigo. Dan akhirnya acara itu disetop oleh KPI

Saya pernah mengikuti pertemuan anak Indigo di kampus UI - Depok yg diikuti para Indigo. Mereka sangat tidak menyukai eksploitasi "Indigo" untuk jadi jualan acara TV karena melahirkan stigma negatif bahwa Indigo tak layaknya seperti perdukunan. Beberapa komunitas Indigo juga gencar melayangkan protes ke stasiun TV dan KPI yg masih menayangkan bintang tamu/artis yg mengaku-ngaku Indigo

Indigo itu gak melulu soal dunia gaib. Ada beberapa tipe/karakter anak Indigo yg justru melahirkan seorang ilmuwan, leader, seniman, dsb. Gak semua anak indigo bertipikal seperti digambarkan tayangan TV yg gemar dalam dunia mistis. Umumnya Indigo dibedakan dalam tipe 1-4, no. 5-7 tambahan menurut Indigo School Indonesia:

1. Humanis (kemampuan bersosialisasi dan jiwa sosialnya yg tinggi)
2. Konseptual (penuh konsep, ilmuwan, astronot, arsitek, dsb)
3. Artis (anak dengan bakat seni yg tinggi)
4. Interdimensional (dia yg memiliki kepekaan indera keenam yg tinggi, jika diajarkan ilmu syari'ah yg benar bisa jadi ulama hebat tapi jika salah jalan bisa jadi dukun seperti di tayangan tv)
5. Spiritual (gabungan humanis dan Interdimensional)
6. Elextrixal (telekinesis yg kuat)
7. Evotion (dia yg punya bakat bertransformasi meningkatkan bakatnya)

Saya punya teman seorang Indigo bertipe Konseptual. Dia alumni UI jurusan Biologi, cerdas kuliahnya, jago bahasa asing dan ahli di bidang IT sekaligus. Dia punya kepekaan indera keenam tapi tidak menyukai tayangan supranatural

Dulu bocah 9 th bernama Annisa Rannia yg menguasai 4 bahasa tanpa ada yg mengajarkan (bahasa Inggris, Belanda, Arab, dan Korea). Dia juga punya kepekaan indera keenam tapi jauh lebih menggemari musik klasik seperti Schubert, Mozart dan Bach. Koleksi musikny macam Placido Domingo, Jose Carreras dan Luciano Pavarotti

Ada lagi bocah bernama Izzan, saat usia 6 th 8 bln ibunya kesulitan cara memahami anaknya. Dia fasih dalam bahasa Inggris. Tapi kadang malas belajar dan terkadang giat belajar matematika hingga menguasai pelajaran matematika untuk siswa SMA. Akhirnya dia menjalani psikotest di UI dan hasilnya 134. Ibunya bersyukur dia bukan kategori anak jenius. Tapi lompatan intelegensinya tinggi sampai membuat bingung Prof. Reni Akbar Hawadi. Ibunya makin kaget ketika Izzan mengerjakan soal Matematika kelas 3 SMP dan hasilnya sesuai dengan naskah kuno Archimedes. Akhirnya ibunya membawanya menjalani serangkaian tes anak Indigo dan hasil foto auranya Indigo (nila/ungu)

Nah di Indonesia, tayangan TV banyak mengeksploitasi Indigo bertipe INTERDIMENSIONAL saja seperti meramal, menerawang, membaca pikiran, berinteraksi dengan jin, dsb. Hal ini ditambah dengan beberapa artis yg mengaku Indigo dan tampil di TV suka show off kemampuan Indigo Interdimensionalnya. Akhirnya mereka tak ubahnya seperti dukun dan terjerumus pada kesesatan

Tipe anak Indigo Interdimensional ini jika diajarkan ilmu agama bisa menjadi ulama besar dan ahli sufi. Tapi jika dia awam agama akan mudah tergelincir pada praktek kesesatan layaknya perdukunan. Dan inilah yg harus dibenahi dan diluruskan pada anak-anak Indigo tipe Interdimensional

Belakangan ini banyak yg mengaku Indigo baik di TV dan sosmed hanya karena punya kepekaan indera keenam saja. Ujung-ujungnya demi popularitas. Dan sebagian besar hanya bertutur dunia alam gaib saja. Nah mereka ini rata-rata tidak pernah melakukan serangkaian tes Indigo layaknya kisah diatas. Mereka sudah melakukan tes foto aura, psikotest, tes IQ, dsb

Saking pengen keren, sekarang ini paranormal alias dukun saja ngakunya Indigo. Kalau mereka di tes IQ bisa kelihatan berapa skornya. Karena umumnya hasil tes IQ Indigo itu 130 (cerdas). Kalaupun di tes foto aura mungkin warnanya hitam

Kalau mau lebih memastikan lagi apakah seseorang itu Indigo atau bukan bisa datang ke unit psikiatri RSPAD Gatot Subroto. Silahkan bisa ketemu dengan kepala psikiatrinya Kol. (Purn) dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ(K), beliau ini yg memeriksa Izzan dan dijuluki dokter Indigo Indonesia. Banyak para orang tua yg membawa anakya ke beliau karena tingkah tak biasa yg identik dengan bakat Indigo. Nanti beliau dan tim medis yg akan memberikan pendampingan

Kalau di barat, istilah Indigo ini sudah mulai dipisahkan dengan orang yg memiliki indera keenam saja yg disebut psycic atau cenayang. Seperti paranormal dan peramal, mereka gak disebut Indigo tapi orang Cenayang

Karenanya di beberapa negara ada sekolah khusus Indigo. Di Indonesia pernah ada di daerah Kelapa Gading. Sekolah Indigo ini umumnya ditujukan untuk meningkatkan bakat anak Indigo atau anak Indigo yg memiliki kesulitan dalam bersekolah dan bersosialisasi. Umumnya mereka cerdas tapi tidak mau diatur

Jiwa anak Indigo cenderung kreatif, senang menyendiri, senang merenung, ingin bebas dan memiliki pola pikir yg jauh lebih dewasa dari umurnya. Konon mereka mulai terlahir dari tahun 1980an dan semakin banyak di tahun 2000an

Saya pernah ikuti komunitas Indigo di Amerika, ternyata mereka lebih tertarik bicara mengenai science, astronomi, filusuf dan kadang menggabungkanya dengan supranatural. Beda di Indonesia yg kentara tentang mistis. Banyak diantara mereka yg jadi ilmuwan atau teknokrat, konon katanya banyak yg diterima di NASA

Pertanyaan yg sering muncul tentang Indigo dan kaitannya dengan syariah. Saya disini bukan ustadz atau yg lebih faham tentang agama dibandingkan kawan-kawan, bisa salah.

- Apakah Indigo itu kerasukan jin?
Saya pernah lihat anak indigo berkali-kali di ruqyah syariah tapi mereka tidak kerasukan jin. Kemampuan mereka lebih kepada bakat pemberian Ilahi. Bedakan antara yg kerasukan jin baik yg menimpa pada anak Indigo atau bukan Indigo. Jika kerasukan jin dan diruqyah baru akan keluar jin dari badannya. Tipe Indigo Interdimensional yg awam agama lebih mudah kerasukan jin, sementara tipe Indigo lain lebih sedikit terpapar jin syetan

- Apakah Indigo itu ada di Islam?
Istilah indigo itu baru populer tahun 70 an. Sebenarnya jika diukur kemampuan Indigo ini dengan para shahabat juga tak ada apa-apanya. Seperti kisah Sayidina Umar bin Khattab yg tatkala di mimbar Madinah tiba-tiba berteriak memberikan komando kepada pasukannya yg berada di negeri Persia. Umar bin Khattab seolah melihat langsung kondisi pasukannya dan pasukan musuh yg lantas memberikan komando "Wahai Sariyah bin Zanim, bukit. Wahai Sariyah bin Zanim, bukit…”. Yg maksudnya mundur ke bukit

Suara Umar ini di dengar jelas dan dipatuhi, maka selamatlah para shahabat dan pasukan umat Islam. Apakah ada anak Indigo yg bisa suaranya terdengar dari Jakarta ke Kuala Lumpur tanpa alat komunikasi?

Kisah lain Sayidina Umar bin Khattab yg menyurati sungai Nil Mesir yg kekeringan untuk mengalirkan air dikabulkan Allah SWT

Bahkan, kemampuan Indigo ini tak bisa dibandingkan karamah para waliyullah dan maunat orang sholeh yg doanya mustajab

Dalam Sahih Bukhari juz 5 dijelaskan Ketika Allah telah mencintai kekasihNya, maka Allah yg akan menjadi telinganya untuk mendengar, Allah akan menjadi matanya untuk melihat, Allah akan menjadi tangannya untuk memukul, Allah akan menjadi kakinya untuk berjalan.
Jika dia berdoa, maka sunguh Allah akan mengabulkannya dan jika meminta perlindungan Allah maka sungguh Allah akan melindunginya

- Apakah Indigo ini sesat?
Siapapun yg mempraktekkan perdukunan maka sesat dan kafir, baik itu Indigo atau bukan. Kalau ada Indigo yg ngaku tahu persis kapan terjadinya kiamat dan kematian ya sesat

Kalau dia meramal seolah tahu pasti masa depan, waktu kematian dan kiamat maka dia sesat. Rasulullah SAW saja tidak pernah tahu kapan datangnya kematian dan kiamat

Kalau Indigo tipe konseptual, humanis dan artis dengan bakat ilmuwan, filantropis, seniman masa mau dipukul rata sesat semua?

- Apakah Indigo itu bisa menerawang?
Lazimnya Indigo punya kepekaan indera keenam bawaan. Biasanya hanya firasat/insting dalam sebuah visual dalam otaknya

Tapi tipe Interdimensional yg paling peka sampai digambarkan di TV mampu melihat jin. Terkadang kelewat batas dan kerasukan jin karena terlalu hobi interaksi mistis. Seperti ini yg perlu diluruskan

Padahal setiap orang itu memiliki indera keenam, hanya tingkat kepekaannya yg berbeda. Dalam psikologi, indera keenam atau intuisi juga dikenal sebagai extrasensory perception (ESP) atau indera tambahan.

Kalau hanya berupa firasat atau feeling, itu hal biasa yg dimiliki setiap insan. Rasulullah SAW sendiri bersabda,
“Berhati-hatilah kamu terhadap firasat seorang mukmin, sebab ia melihat dengan (diterangi) cahaya Allah.” (Riwayat Tirmidzi, dari Abu Sa’id al-Khudry).

Bahkan Sayyidina Abu Bakar Ashidiq memiliki firasat yg jauh lebih tajam dari anak Indigo. Sebelum wafat beliau berwasiat kepada putrinya Aisyah r.a untuk membagi warisan pada anak-anaknya termasuk ke anaknya yg masih dalam kandungan. Beliau berfirasat bahwa anak yg dikandung istrinya Habibah binti Kharijah adalah seorang wanita. Maka benar saja lahirlah seorang wanita, padahal saat itu mana ada teknologi USG pada ibu hamil

Pesan untukmu para Indigo dewasa, mari membumi, berprestasi dan lebih berkarya saja. Tak usahlah show off dan terjebak dalam halusinasi. Karena dunia ini penuh realitas. Diatas langit masih ada langit. Sebaik-baik manusia adalah yg paling bermanfaat untuk orang lain bukan yg punya sederet ilmu kanuragan. Bakat kalian ini hanya titipan Allah semata

Mereka yg Indigo asli adalah anak-anak dan adik-adik kita. Mereka butuh uluran tangan bukan stigma negatif, kalau ada yg menyimpang perlu kita luruskan. Mereka punya bakat besar yg jika benar mendidiknya bisa menjadi ilmuwan, filantropis, pemimpin hebat, seniman, dsb

Kasihan para orang tua yg punya anak-anak Indigo mendapat stigma miring karena salah jalanya oknum tokoh yg mengaku Indigo di TV dan oknum Indigo Interdimensional

Kalau ada yg tidak setuju dengan tulisan ini tidak masalah, tak usah berkata kasar, tinggal skip aja atau silahkan bantah secara ilmiah. Jika tak berkenan saya minta maaf atas kefakiran ilmu yg dimiliki

Sekali lagi tulisan kecil ini disadur dari berbagai literatur, interview berbagai ahli dan pengalaman sendiri melakukan tes Indigo mulai dari foto aura berkali-kali, tes di RSPAD Gatot Soebroto, Pro V Klinik, dll. Untuk hasilnya gak perlu saya sebutkan positif atau negatif karena bukan wabah seperti corona, hehe..

Wallahu'alam bishowab