Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 26 November 2019

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat




Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat
Sebagai umat Islam, tentu saja kita wajib mengetahui tentang​​kisah Nabi Muhammad SAW.Kisah kehidupan beliau bukan hanya untuk dibaca atau didengarkan saja, tetapi dapat dijadikancontoh dalam kehidupan kita sehari-hari.Kisah hidup Rasulullah SAW memang penuh dengan hikmah. Meskipun beliau seorang nabidan rasul pilihan Allah, hidupnya tidak lantas selalu bahagia dan mudah. Beliau juga tetapmenerima cobaan dan tantangan dalam berdakwah menyebarkan​​agama Islam.Kesabaran, kegigihan, dan semangat beliaulah yang harus kita jadikan inspirasi dalammenjalani kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang diridai oleh Allah SWT.Meskipun kisah hidup beliau sudah banyak kita dengar, tetapi masih ada juga beberapa diantara kita yang belum pernah mengetahui kisah Rasulullah secara lengkap.Oleh karena itu, marilah kita kembali membaca kisah Nabi Muhammad SAW, sang rasul penuntun umat, dari beliau dilahirkan hingga wafat.



Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Inspiraloka.com Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekkah pada tahun 570 M, yaitu pada tahun yang samaketika Raja Abrahah dari Yaman melakukan penyerbuan ke Mekkah dengan maksud untukmenghancurkan Kakbah. Tahun tersebut juga dinamakan sebagai Tahun Gajah karenapasukan penyerang Raja Abrahah menggunakan gajah sebagai tunggangannya. Para ulamamenyepakati bahwa tanggal lahir Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.Enam bulan sebelum dilahirkan, ayah Nabi Muhammad SAW yang bernama Abdullah wafat.Setelah dilahirkan, sesuai dengan tradisi bangsa Quraisy pada masa itu, Muhammad kecilkemudian diasuh dan disusui oleh Halimah binti Dzuaib As-Sa’diyah hingga beliau berumur duatahun.Setelah selesai masa pengasuhan Halimah, ibunda sang nabi, yaitu Aminah, kembalimenjemput dan membawa beliau ke Madinnah. Pengasuh nabi yang baru bernama UmmuAiman. Sayangnya, nabi kemudian menjadi seorang yatim piatu saat dirinya berusia 6 tahunsetelah ibu Nabi Muhammad SAW meninggal karena sakit.Nabi kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib hingga usianya 8 tahun. Sepeninggalkakeknya, nabi dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib. Pada usia 9 tahun, nabi sudah diajakberdagang oleh pamannya hingga ke negeri Syam (Suriah).Ketika sedang berada di kota Basrah, rombongan pedagang Abu Thalib berjumpa denganpendeta Nasrani yang bernama Buhaira. Pendeta tersebut lalu memberitahukan kepada AbuThalib bahwa keponakannya itu memiliki tanda-tanda kenabian. Buhaira berpesan kepada AbuThalib untuk senantiasa menjaga Muhammad, karena kelak, dia akan menjadi rasul terakhiryang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.



Kisah Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah

Sejak usia belia, Nabi Muhammad terkenal dengan julukan Al-Amin. Al-Amin artinya adalahorang yang dapat dipercaya. Gelar ini diperoleh karena beliau selalu jujur dalam berdagang.Beliau tidak pernah menutup-nutupi dagangannya yang rusak, kondisi barang dagangannyaselalu beliau tunjukkan kepada para pembelinya tanpa berbohong.Karena gelar inilah, Khadijah binti Khuwailid yang merupakan seorang janda dan saudagarkaya raya tertarik untuk mempekerjakan beliau. Khadijah kemudian memercayakan pengaturanbisnisnya kepada Nabi Muhammad SAW. Khadijah sangat terkesan ketika baginda nabimembawakan keuntungan berdagang yang berkali lipat jumlahnya.Kedekatan di antara keduanya kemudian terus berlanjut. Bukan hanya terkait masalah berniagasaja, tetapi keduanya juga jatuh hati. Meskipun Khadijah merupakan seorang janda berusia 40tahun, Nabi Muhammad SAW. yang pada waktu itu berusia 25 tahun tidak keberatan untukmenikahi Khadijah.
Inspiraloka.com




Kerasulan dan Kisah Turunnya Wahyu Pertama

Menginjak usia 40 tahun, Muhammad ditetapkan oleh Allah SWT. sebagai seorang nabi danrasul. Hal ini ditandai dengan diturunkannya wahyu pertama oleh Allah SWT. lewat perantaraMalaikat Jibril ketika sang nabi sedang berada di Gua Hira.Wahyu pertama yang turun kepada nabi adalah surah Al-Alaq ayat 1-4 yang berbunyi:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telahmenciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang MahaPemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkankepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”Dengan turunya wahyu tersebut, Muhammad telah resmi menjadi seorang nabi dan rasul. Makadari itu, beliau juga berkewajiban untuk berdakwah dan menyampaikan kebenaran dari AllahSWT kepada seluruh umatnya.Beliau kemudian melakukan dakwah pertamanya secara sembunyi-sembunyi. Adapunorang-orang yang pertama kali menjadi pengikut baginda Rasullah dalam dakwah secarasembunyi-sembunyi ini adalah istri beliau, Khadijah, sahabat beliau, Abu Bakar Al-Shiddiq danZaid bin Haritsah, pengasuh beliau, Ummu Aiman, sepupu beliau, Ali bin Abu Thalib, danseorang budak, Bilal bin Rabah. Orang-orang yang pertama kali memeluk Islam ini juga seringdisebut sebagai As-Sabiqun al-Awwalun.Setelah tiga tahun menjalankan dakwah secara diam-diam, turun perintah dari Allah SWT lewatsurah Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan nabi untuk berdakwah secara terang-terangan. Ayattersebut berbunyi:“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yangdiperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”



Kisah Nabi Muhammad SAW Melakukan Isra Mi’raj danMendapat Perintah Salat

Peristiwa luar biasa ini terjadi di tahun kesebelas kenabian Muhammad SAW. Tahun ini jugabiasa disebut sebagai tahun kesedihan, karena pada tahun ini, Abu Thalib dan Khadijah wafat.Untuk menghibur nabi Muhammad SAW yang sedang bersedih, Allah kemudian mengutusmalaikat Jibril untuk mendampingi nabi melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Isra adalah perjalananRasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Mi’raj merupakan perjalananRasulullah dari Masjidil Aqsa naik ke langit ketujuh.
Inspiraloka.comDi langit ketujuh inilah, Rasulullah mendapatkan perintah salat 5 waktu yang wajib dikerjakanoleh seluruh umat Islam.



Kisah Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinnah

Akibat perlakuan para penduduk Mekkah yang kasar terhadap para pemeluk Islam, timbullahgagasan untuk hijrah. Hijrah ini juga sebagai langkah awal Rasulullah dalam menyebarluaskanagama Islam ke seluruh jazirah Arab.Umat Islam dari kota Mekkah, termasuk Nabi Muhammad SAW kemudian hijrah ke kota Yastribpada tahun 622 M. Kota tersebut kemudian dikenal sebagai Madinnah atau Madinatun Nabiyang berarti Kota Nabi. Di Madinnah pula, Rasulullah mewujudkan sistem pemerintahan Islamatau kekhalifahan.



Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Baginda Nabi Muhammad SAW wafat pada bulan Juni 632 M atau pada tanggal 12 Rabiul Awaltahun 11 Hijriyah dalam usia 63 tahun karena sakit demam yang dideritanya. Makam NabiMuhammad SAW saat ini dapat ditemukan di kompleks Masjid Nabawi, Arab Saudi. NabiMuhammad SAW menjalankan masa dakwahnya selama kurang lebih 23 tahun



Keturunan Nabi Muhammad SAW

Anak Nabi Muhammad SAW berjumlah 7 orang, 3 di antaranya laki-laki dan 4 merupakanperempuan. Mereka adalah Al Qasim, Zainab, Ruqaiyah, Fatimah Az Zahra, Ummu Kultsum,Abdullah dan Ibrahim.



Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad SAW. adalah​​Al Quran. Mukjizat lainnya yang terdapatpada Nabi Muhammad adalah perjalanan Isra Mi’raj dan dapat membuat bulan terbelah hanyadengan menggunakan jari tangannya saja. Mukjizat-mukjizat ini tentu saja wajib kita percayaisebagai umat Islam.Itulah ringkasan kisah Nabi Muhammad SAW yang sudah sepatutnya kita ketahui dan selalukita ingat. Semoga, dengan mengetahui sejarah Rasulullah, kita dapat lebih banyak belajar lagiuntuk dapat menjadikan beliau sebagai pedoman dalam hidup.Mengapa kita wajib menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman? Karena kelak, ketikadi padang Mahsyar, beliau hanya akan menolong umat-umatnya yang taat kepada ajarannya.

Sumber: https://www.inspiraloka.com/kisah-nabi-muhammad-saw/Baca kisah Nabi lainnya: https://www.inspiraloka.com/tag/kisah-nabi/



Sabtu, 07 September 2019

UAH Ungkap Kesalahan Mendasar Disertasi Seks Luar Nikah



UAH Ungkap Kesalahan Mendasar Disertasi Seks Luar Nikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Adi Hidayat yang akrab disapa UAH mengomentari polemik disertasi Abdul Azis tentang konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur soal Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital. 
Disertasi ini menuai polemik di banyak kalangan karena membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan yang jelas bertentangan dengan hukum Islam dan hukum berlaku di masyarakat (hukum positif). 
Menurut Ustaz Adi Hidayat dalam kajian bulanannya di Masjid An-Nur Tanah Kusir, Jakarta Selatan,terlepas dari kesalahan telah membenarkan hubungan seksual di luar nikah, kesalahan terbesar penulis adalah salah mengambil sumber referensi.

 “Kesalahan terbesar dari penulis ini adalah salah dalam mengambil referensi,” kata Ustaz Adi Hidayat, dalam kajian bulanannya di Masjid An-Nur, Sabtu (7/9).
Ustaz Adi mengatakan, Mohammad Syahrur pemilik konsep Milk Al Yamin bukan ahli quran dan hadist. Akan tetapi. Muhammad Syahrur merupakan ahli di bidang Teknik Sipil atau arsitektur. 
Sehingga menurutnya, tidak pantas pendapat Muhammad Syahrur dijadikan referensi yang menyangkut muamalah Islam. Apalagi pendapatanya tentang Milk Al Yamin bertentangan dengan Alquran dan as-Sunnah. “Siapa Muhammad Syahrur itu ini yang mau saya jelaskan,” katanya.
Adi mengaku pernah mempelajari materi terkait dengan konsep Milk Al Yamin satu tahun lamanya ketika kuliah  pascasarjana. “Karena saya mempelajari materi yang berkaitan dengan ini khusus satu tahun lamanya dan ini menjadi mata kuliah di S2 kami,” katanya.

Ia mempelajari konsep Milk Al Yamin langsung dari penulisnya ketika belajar di jenjang pascasarjana. Karena tradisi kampus tempat Ustaz Adi Hidayat mengambil pascasarjana itu ketika berlajar langsung mengundang penulisnya untuk berdiskusi. 
Selain mengundang Syahrur, program pascasarja Ustaz Adi juga mengundang para tokoh orientalis, liberal, dan sekuler level internasional.
“Bahkan yang ngajar saya tokohnya, penulis bukunya ini kitabanya saya bawa. Kami diajarkan ini setahun langsung sama penulisnya dan setiap materi yang membahasnya tentang  manusia, orangnya, pemikirnya ada itu langsung di undang ke kampus kami saya diskusi dengan mereka,” katanya.
UAH mengungkapkan, Muhammad Syahrur merupakan kelahiran Syiria Damaskus tahun 1938. Dia sekolah SD,SMP, dan SMA di sekolah umum. Kemudian berhijrah dan pindah ke Soviet belajar arsitektur. Syahrur masuk jurusan teknik sipil Handasyah Madaniyah. "Jadi bukan jurusan Alquran dia teknik sipil S1 diselesaikaan di sana,” katanya.

Ustaz Adi melanjutkan, setelah Muhammad Syahrur menyelesaikan sarjana Teknik Sipil di Soviet berangkat ke Irlandia mengambil jurusan yang sama di di program S2 dan S3. “Itu semua S1,S2,S3 di bidang arsitektur teknil sipil. Insinyur beliau itu bukan ustaz. Jadi gak pernah belajar tafsir, belajar hadist tidak ada pengetahuannya apalagi fiqih,” katanya.
Terkait hal itu, maka Ustaz Adi menyimpulkan kesalahan terbesar Abdul Azis dalam hal ini mengambil masalah fiqih bukan dari ahlinya.  “Ini kesalahan terbesar penulis disertasi ini kok bicara masalag fiqih ke arsitek ko bisa belajar fiqih Islam ke Teknik sipil kenapa jauh-jauh kesana belajar ke ITB aja,” katanya.

Komunitas orientalis
Ustaz Adi mengatakan, pada saat di Soviet Muhammad Syahrur masuk ke komunitas orientalis yang bekerja sama dengan misionaris. orientalis itu, kata dia, adalah kumpulan orang-orang pintar yang membahas tentang masalah ketimuran khususnya Islam. 
Mereka para orientaslis memiliki pandangan bahwa Islam mempunyai potensi kekuatan yang bisa mengubah dunia. Mereka ini terbentuk di awal-awal masa kejayaan Islam di Spanyol pada abad ke-7.
Kemudian mengakar menjadi institusi setelah ada perjanjian Tordesillas tahun 1494 dari 1492 sampai 1494 oleh Paus Pransiskus ke-6. Dunia lantas terbagi dua bagian timur dan barat. "Di wilayah timur diutus Portugis untuk membawa misi Gold,Glory,and Gospel (3G),” katanya.

Selasa, 03 September 2019

Disertasi Kontroversi, Buya Yahya: Halalkan Seks di Luar Nikah, Murtad

Disertasi Kontroversi, Buya Yahya: Halalkan Seks di Luar Nikah, Murtad
Pengasuh LPD Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif, atau biasa disapa Buya Yahya.
VIVAnews – Disertasi mahasiswa program doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga memicu kontroversial.
Abdul Aziz, dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAIN) Surakarta, dalam disertasinya mengangkat konsep milkul yamin Muhammad Syahrur, seorang intelektual muslim asal Suriah.
Konsep itu menyebutkan bahwa berhubungan intim di luar nikah dalam batas tertentu, tidak melanggar syariat Islam.
Yahya Zainul Maarif, atau lebih akrab disapa Buya Yahya, dalam channel Youtube Al-Bahjah TV, menegaskan disertasi yang dibuat Abdul Aziz itu keluar dari Islam.
“Yang melegalkan hubungan di luar nikah adalah keluar dari iman, murtad. Saya tidak tahu disertasinya seperti apa, saya enggak ngerti,” ujar Buya Yahya.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, ini menyatakan konsep milkul yamin pada masa dulu tidak pantas diterapkan saat ini.
“Ini ada kisahnya sendiri, prosesnya sendiri, prosedurnya ada. Kalau dihadirkan di tengah-tengah masyarakat, sudah enggak ada perbudakan, misalnya, itu jelas dia ingin merusak agar orang bebas berzina.” ujar Buya.
“Kalau ada orang melegalkan hubungan di luar nikah, hukumnya murtad, keluar dari Islam,” Buya menegaskan.
Oleh karena itu, dalam kasus disertasi Abdul Aziz ini, Buya menilai ada yang salah. Baik itu dosen yang meloloskan, maupun kampusnya.
“Dia tidak islami jadi guru syariah. Bagaimana bisa meloloskan. Wong jelas-jelas salah, diloloskan. Bukan ahlinya itu, kalau memang dosennya yang merestui. Kalau universitasnya membiarkan, berarti enggak usah pakai gelar universitas Islam. Universitas ngaco itu nanti,” katanya.
“Bagaimana universitas Islam menjaga Islam. Kalau ada pemikiran ngaco, dibuang, jangan diloloskan. Kalau diloloskan, perlu diberedel itu dosennya. Kalau perlu sampai kampusnya diberedel. Karena tidak pantas pakai gelar kampus Islam, enggak tahunya apa, ada disertasi yang lolos keluar dari Islam. Seperti itu nasihat saya,” ujar Buya. Simak Video Penjelasan Buya Yahya,