Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 26 Juni 2012

Perbedaan antara pacaran dengan ta'aruf






Perbedaan antara pacaran dengan ta'aruf

isinilah letak perbedaan antara pacaran dengan taaruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Bedak, gincu, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.

Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.

Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi
Tujuan dan manfaat.

Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan

Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu –apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini- tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.

Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang nota bene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.

Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.

Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?

"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."

Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: "Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.

Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 – 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Istilah pacaran itu sendiri udah menjadi "biasa" ama qta.dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. dan kebanyakan aktifitas pacaran itu identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.

Bahkan hakikat pacaran adalah pada keberduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.

Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.






 
PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Senin, 25 Juni 2012

UFO Ternyata Pesawat Tempur Super Canggih




UFO Ternyata Pesawat Tempur Super Canggih

 

Misteri pesawat luar angkasa UFO (Unidentified Flying Object) akhirnya terungkap juga. Sebuah studi yang dilakukan CIA ternyata menyimpulkan bahwa dinas intelejen Amerika Serikat ini telah sengaja menipu publik negeri Paman Sam tentang keberadaan UFO. Tujuannya adalah untuk merahasiakan proyek pembangunan pesawat-pesawat tempur canggih seperti U-2 dan SR-71. Berikut laporan Irawan Nugroho dari Washington DC tentang hasil temuan terbaru tentang UFO yang sekian lama telah menjadi misteri bagi sebagian besar umat manusia ini.
Pernahkah Anda melihat piring terbang atau yang lebih populer dengan sebutan UFO (Unidentified Flying Object)? Walaupun ada bukti-bukti kuat mengenai makhluk angkasa luar yang mendarat di Roswell, New Mexico, pada 1950-an lalu, mungkin yang Anda lihat itu hanyalah bayangan sebuah pesawat tempur canggih Amerika Serikat yang sedang terbang tinggi.

Sebuah studi yang dilakukan Dinas Intelejen AS, CIA, telah mengungkap misteri itu. Disebutkan bahwa apa yang dilihat publik Amerika pada 1950-an dan 1960-an mengenai adanya UFO tersebut hanyalah bayangan pesawat-pesawat tempur Amerika canggih seperti jenis U-2A dan SR-71 Blackbird.

Apa yang dilakukan CIA pada waktu itu hanyalah untuk menutupi semakin banyaknya laporan mengenai adanya UFO yang tampak di langit yang begitu tinggi dengan warna kelam. Pada masa-masa Perang Dingin, Amerika ingin merahasiaan berbagai jenis pesawat tempur mereka untuk mengelabui lawan tentang kekuatan sebenarnya Angkatan Udara AS.

Laporan CIA yang baru dirilis tersebut ditulis Gerald K. Haines. Laporan tersebut muncul dalam jurnal rahasia CIA Studies of Intelligence dengan judul CIA’s Role in the Study of UFO’s, 1947-90. Lima tahun lalu, CIA mulai menerbitkan jurnal semacam ini sebagai bagian dari pengungkapan berbagai laporan yang sekarang ini tidak lagi diangggap rahasia (unclassified reports).

Maka, membanjirlah sejumlah besar laporan CIA yang dulunya dianggap bersifat sangat rahasia (top secret). Sebagai sejarawan yang bekerja di National Reconnaissance Office yang mengawasi proyek-proyek rahasia, apa yang diungkapkan Haines ini memang memiliki kredibilitas.

Penipuan pandangan mata yang dilakukan CIA pada 1950-an dan 1960-an ini dilakukan saat akan memanasnya Perang Dingin antara Barat dan Timur, atau antara dua kekuatan adi daya AS dan Uni Soviet. Selain publik Amerika yang mengakui sering menyaksikan adanya piring terbang ini, para pejabat pemerintah di Washington DC juga mengaku pernah melihat adanya UFO tersebut.

Dari laporan-laporan yang dikumpulkan CIA terlihat bahwa semua laporan membuktikan apa yang diidentifikasi sebagai UFO itu hanyalah dua buah pesawat tempur cangggih AS pada waktu itu. Menurut data-data dari Jane’s All the Wrld’s Aircraft, pesawat U-2A buatan Lockheed 1950-an ini mampu terbang pada ketinggian lebih dari 60.000 kaki dan SR-71 Blackbird mampu terbang pada ketinggian 80.000 kaki.

Padahal, pesawat komersial biasa hanya terbang pada ketinggian 30.000 kaki. Dengan kecepatan 460 mil per jam, U-2A juga mampu melakukan terbang jelajah operasional sejauh 2.200 mil. Sedangkan, SR-71 dengan kecepatan maksium lebih dari 2.000 mil per jam mampu terbang dengan jarak jelajah 2.982 mil.

Pesawat yang mampu terbang tinggi ini dibangun untuk tujuan mata-mata dengan memotret berbagai sasaran musuh di berbagai negara. Misalnya, U-2A pernah kedapatan melakukan pemotretan di atas wilayah Rusia dan ditembak jatuh pada 1960 sehingga menimbulkan ketegangan antara Uni Soviet dan AS. Antara lain, pembatalan diselenggarakannya konferensi Barat dan Timur.

Ketegangan juga sempat ditimbulkan pes
awat mata-mata ini di Kuba. Pada 1962, pesawat U-2A ini dikirim ke Kuba untuk memata-matai pembangunan senjata nuklir Soviet sehingga mengganggu hubungan diplomatik di antara kedua negara yang nyaris menimbulkan perang nuklir.

Dua jenis pesawat mata-mata ini berpangkalan di pangkalan yang sangat dirahasiakan di California dan Nevada. Dari pangkalan mereka ini, keduanya kemudian melakukan operasi ke berbagai negara dan berpangkalan di beberapa negara sahabat AS seperti Jerman, Prancis, dan Taiwan.

Pesawat ini membawa kamera canggih untuk memotret instalasi-instalasi militer negara musuh dan membawa pula peralatan elektronik sensitif untuk menangkap transmisi radio dan radar musuh. Pesawat ini juga dilengkapi dan dikendalikan oleh para pejabat intelejen dan diterbangkan oleh para pilot Angkatan Udara AS.

Mengapa CIA menipu publik Amerika soal adanya UFO ini? Studi ini mengemukakan bahwa daripada CIA harus berterus terang mengenai pesawat-pesawat canggih ini lebih baik melakukan pengelabuan dengan mengeluarkan laporan palsu mengenai UFO. Misalnya, jika publik melihat adanya objek yang aneh seperti apa yang terlihat mirip dengan bentuk UFO, CIA akan menyebutkan bentuk itu adalah sebuah fenomena gumpalan kristal es atau adanya perubahan temperatur udara.

Laporan yang dikeluarkan CIA ini menyebutkan, sebagian besar kesaksian soal UFO pada 1950-an dan 1960-an sebenarnya adalah pemandangan pesawat-pesawat canggih AS itu. CIA dan Angkatan Udara AS mengakui bahwa pengelabuan ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran publik dan melindungi kepentingan proyek keamanan nasional, seperti pembangunan pesawat-pesawat tempur canggih itu.

Pesawat-pesawat canggih ini memang dicat hitam, pada waktu itu untuk mengelabui musuh. Akibatnya, cat hitam benda angkasa luar ini menimbulkan berbagai tanda tanya dan keingintahuan masyarakat. CIA mengatakan, pada awalnya, U-2A dicat warna perak. Namun, warna itu terlalu memancarkan cahaya karena sinar matahari sehingga akhirnya dicat hitam pekat. Namun, SR-71 yang kali pertama terbang pada 1964 memang dicat hitam sejak awal. Sebab itu, julukannya adalah Blackbird.

Bagaimanakah reaksi para pecinta dan pemburu UFO yang begitu getol mengikuti berbagai laporan ini? Mungkin ada sedikit kekecewaan. Namun, tidak sedikit juga yang tetap optimistis dengan laporan-laporan lama ini. Richard Hall, ketua Fund for UFO Research di Washington mengatakan bahwa apa yang dikatakan CIA ini sangat penting.

John E.Pike dari Federation of American Scientists mempertanyakan sikap pemerintah, dalam hal ini CIA dan Angkatan Udara yang melakukan pengelabuan seperti ini. Kalau memang benar apa yang dilakukan CIA, ini berarti semakin banyak penipuan yang dilakukan lembaga ini pada kasus-kasus lainnya. ”Pihak militer mungkin masih menyembunyikan sesuatu lagi,” kata Pike sepetri dikutip New York Times Minggu kemarin.

Jika pemerintah dan publik berseteru soal ada tidaknya UFO dan sikap pemerintah yang menutup-nutupi hal ini, ada dua pendapat yang muncul. Pertama, benda-benda angkasa luar yang tampak tersebut adalah benda atau proyek rahasia yang dilakukan pemerintah Federal, termasuk pesawat tempur dan misi mata-mata lainnya. Studi yang baru dirilis CIA ini mendukung pandangan pertama ini. Kedua, mungkin pemerintah telah menemukan pesawat-pesawat makhluk angkasa luar ini, namun tetap menyembunyikannya karena khawatir masyarakat akan panik.



SR-71

Lockheed SR-71 adalah sebuah pesawat pengintai strategis jarak jauh berkecepatan Mach 3.3 yang berawal dari pesawat model A-12 dan YF-12 yang dibuat oleh Lockheed Skunk Works. SR-71 secara tidak resmi dijuluki 'Blackbird' dan dipanggil Habu (nama ular) oleh para awak penerbangnya. Clarence "Kelly" Johnson bertanggung jawab atas berbagai inovasi di konsep desain pesawat canggih ini. Keungulan dalam pertahanan pesawat ini adalah kecepatan terbang dan tingginya daya jelajah, dimana jika sebuah peluru kendali darat ke udara terdeteksi, tindak pengelakan yang standar adalah menambah kecepatan. Tipe SR-71 digunakan antara 1964 sampai 1998, dimana 12 dari 32 pesawat rusak akibat berbagai kecelakaan, tetapi tidak satupun hilang ketangan musuh.


Karakteristik umum
•          Kru: 2
•          Payload: 3,500 lb
•          Panjang: 107 ft 5 in
•          Lebar sayap: 55 ft 7 in
•          Tinggi: 18 ft 6 in
•          Luas sayap: 1,800 ft2
•          Bobot kosong: 67,500 lb
•          Bobot terisi: 170,000 lb
•          Bobot maksimum lepas landas: 172,000 lb
•          Mesin: 2× Pratt & Whitney J58-1 continuous-bleed afterburning turbojets, 32,500 lbf masing-masingWheel track: 16 ft 8 in (5.08 m)
•          Wheel base: 37 ft 10 in (11.53 m)
•          Aspect ratio: 1.7
Kinerja
•          Laju maksimum: Mach 3.2+ (2,200+ mph, 3,530+ km/h, 1,900+ knots) at 80,000 ft (24,000 m)
•          Jarak jangkau: 2,900 nmi
•          Jarak jangkau ferri: 3,200 nmi
•          Batas tertinggi servis: 85,000 ft
•          Laju panjat: 11,810 ft/min
•          Beban sayap: 94 lb/ft²
•          Dorongan/berat: 0.382

 


U-2

Lockheed U-2 (atau seringkali disebut Dragon Lady) merupakan sebuah pesawat pengintai ketinggian tinggi, bermesin tunggal yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dan pernah diterbangkan juga oleh CIA. Pesawat ini dapat melakukan misi pengintaian di ketinggian tinggi (70,000 kaki, lebih 21,000 m) pada waktu siang atau malam, dan dalam semua keadaan cuaca. Pesawat ini juga digunakan untuk penyelidikan dan mengesahkan data satelit.

Karakteristik umum

    Kru: 1
    Panjang: 63 kaki
    Lebar sayap: 103 kaki
    Tinggi: 16 kaki
    Luas sayap: 1,000 kaki²
    Bobot kosong: 14,300 lb
    Bobot maksimum lepas landas: 40,000 lb
    Mesin: 1× General Electric F118-101 turbojet, 19,000 lbf

Kinerja

    Laju maksimum: 434 knot (500 bsj, 805 km/j)
    Laju jelajah: 373 knot (429 bsj, 690 km/j)
    Jarak jangkau: 5,566 batu nautika
    Batas tertinggi servis: 85,000+ kaki
    Ketahanan penerbangan: 12 jam





PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)