Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 11 Juni 2009

BEDONG DAN CARA MEMAKAINYA

BEDONG DAN CARA MEMAKAINYA

Bedong ? Bagi pasangan yang baru memiliki bayi, kata ini pasti sudah diketahui, atau minimal baru diketahui. Tidak ada definisi yang pasti mengenai bedong ini, namun secara umum kata ini merujuk pada kain yang dipakai untuk menutup bayi semacam selimut. Bedong ini merupakan salah satu ciri khas di Indonesia, karena di luar negeri tidak dikenal kebiasaan memakaikan bedong. Meski di hari awal setelah persalinan semua bayi umumnya akan dipakaikan kain yang bisa juga disebut bedong. Namun setelah keluar dari rumah-sakit, nampaknya kebiasaan memakaikan bedong ini hanya ada di Indonesia.
Sebenarnya apa fungsi bedong ini ? Bedong berfungsi untuk memberikan kehangatan pada bayi seperti layaknya dalam perut ibu. Karena itu pemakaian bedong selalu dilakukan pada minggu-minggu awal kelahiran. Meski tidak ada peraturan yang pasti, biasanya pemakaian bedong dilakukan sampai bayi usia 1 atau 1,5 bulan. Setelah itu bayi sudah dianggap dan harus mulai dibiasakan untuk beradaptasi secara langsung dengan suasana dunia luar. Akibat udara di Indonesia yang relatif panas, dilain pihak tubuh bayi harus dihangatkan inilah mungkin ada kebiasaan memakai bedong. Sebab dengan bedong, meski tubuh bayi tertutup rapat, tidak akan sepanas bila dipakaikan baju biasa berlapis-lapis. Selain itu juga bedong sangat praktis karena bisa dipakaikan dan diganti dengan cepat.
Mengingat hal diatas, memang sebaiknya bedong dipersiapkan sebelum persalinan. Namun hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan terutama bila akan melahirkan di rumah sakit. Umumnya rumah sakit akan menyediakan bedong untuk bayi yang baru dilahirkan dan selama masa opname. Meski banyak dijual bedong yang sudah jadi, sebenarnya bedong ini bisa dibuat sendiri dengan mudah dan murah. Hal-hal yang perlu diingat adalah :
• Pilih kain dari bahan alami dan lembut seperti katun.
• Jangan pilih kain yang terlalu tebal, tetapi juga jangan terlalu tipis. Biasanya penjual kain sudah paham bila anda menyebutkan kain untuk bedong bayi.
Setelah membeli kain, bisa dipotong dengan ukuran lebih kurang 1 x 1 meter. Kemudian cukup dijahit bagian pinggirnya agar tidak berserabut serat kainnya. Ini bisa dijahit biasa atau cukup diobras.
Hal penting selanjutnya adalah bagaimana cara memakaikan bedong ini. Umumnya perawat di rumah sakit, segera setelah persalinan akan mengajarkan cara mengganti dan memakaikan bedong ini, selain cara menyusui dan sebagainya. Karena kondisi ibu masih lemah, sangat dianjurkan bagi ayah untuk turut mendengarkan dan memahami cara memakaikan bedong ini. Terlebih pada hari pertama, dan terutama pada persalinan pertama, biasanya ibu masih kesulitan untuk langsung merawat bayi sendirian. Untuk itu bantuan ayah sangat dibutuhkan.
Berikut ini diberikan penjelasan singkat memakaikan bedong ini.
1. Perlu diingat untuk menyiapkan segala sesuatunya, termasuk bedong ini sebelum memandikan bayi. Jangan lupa atur posisi bedong seperti penjelasan di bawah agar bayi bisa langsung diletakkan diatasnya setelah mandi.
2. Bentangkan bedong yang bersih dan lipat menjadi berbentuk segitiga seperti gambar A.
3. Letakkan bedong yang sudah dilipat ini diatas tempat yang aman dan lapang. Perhatikan bahwa ujung yang lancip menghadap ke bawah.
4. Letakkan popok bayi dan atur di atas bedong persis di tengah dan kurang lebih sepertiga dari ujung bedong yang lancip.
5. Pakaikan popok bayi,dilanjutkan dengan baju bayi bagian atas. Untuk baju bayi ini biasanya banyak dijual yang terbuat dari katun tipis.
6. Atur lagi posisi bayi agar bagian pundak sedikit di bawah bagian atas bedong. kemudian lipat ujung bawah bedong sehingga menutup ujung kaki (gambar B). Dilanjutlan dengan bagian samping kanan dan kiri seolah membungkus bayi.
7. Agar bedong tidak terlepas, pasang peniti bayi dengan hati-hati. Dengan ini selesai sudah anda mendandani bayi.
Perlu diperhatikan bahwa meski tidak perlu terburu-buru dan harus hati-hati, lakukan semua ini dengan cepat agar bayi tidak terlalu lama kedinginan sehingga terjadi penurunan suhu yang terlalu tajam dalam waktu singkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.