Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 11 Juni 2009

Ngilu? Waspadai Asam Urat

Ngilu? Waspadai Asam Urat

Bambang Pamudji (51) yang mengonsumsi emping melinjo hampir setiap hari telah merasakan bagaimana ngilu persendian karena penyakit asam urat. Rasa ngilu itu biasanya ia rasakan di kaki kanan dan tangan kiri. Jika sudah menyerang tangan kiri, rasa ngilu itu akan terus merambat ke bahu dan lehernya, sampai untuk memindah persneling mobilnya pun susah.
Jika ngilu itu datang, maka selama dua-tiga hari ia akan menderita. Pernah sakitnya saya tahan, yang keluar malah keringat dingin dan kepala pusing, kata Bambang, yang tengah bersantai bermain catur bersama rekan-rekannya di pojok Taman Sampit, Jakarta Selatan.
Beberapa rekannya, seperti Rudi Hermansyah (43) dan Frans Banthon (43), juga merasakan hal serupa. Sekarang ini untuk mengurangi penderitaannya karena asam urat, Bambang lebih sering berolahraga, minum air putih, dan menikmati hidup dalam batas yang proporsional. Kalau dulu Bambang sering makan jeroan, kini ia sudah mengerem keinginan mengonsumsi makanan yang bisa menimbulkan penyakit asam urat.
Rudi juga melakukan hal yang sama, mulai mengurangi tetapi tidak berpantang. Harusnya sih sudah berpantang, tapi saya masih makan daging kambing. Kalau makan emping melinjo, wah langsung ngilu dan kesemutan, kata Rudi.
Rasa kesemutan dialami Rudi setiap hari sampai sekarang ini. Kadang-kadang ia mengonsumsi obat untuk menghilangkan kesemutannya, tetapi hilangnya hanya sesaat dan kemudian muncul kembali.
Sementara Frans Banthon lebih mendisiplinkan pola makannya. Daging kambing, buah durian, lemak-lemak seperti gajih ia hindari. Saya tidak makan bakso, makan steak pun saya bersihkan pinggir-pinggirnya yang berlemak. Kalau saya terus makan yang seperti ini, kaki saya tidak tahan. Apalagi kalau malam, tidur ditambah terkena dingin AC kata Frans.
Seorang penderita asam urat lainnya, Iwan Ridwan warga Salemba, Jakarta Pusat bertutur mengenai penyakit yang dideritanya sejak tahun 2000. Suatu saat setelah makan soto, penyakit asam uratnya kambuh. Lutut kaki kanannya terasa nyeri dan sulit digerakkan. Ia susah berjalan kaki, bahkan untuk naik tangga sekalipun.
Kalau sudah kambuh, saya bisa tidak ke kantor berhari-hari. Saking sakitnya, sepatu kerja pun saya ganti dengan sepatu kets yang lebih longgar dan tidak menekan kaki, kata Iwan.
Kristal urat
Penyakit asam urat (gout) atau penyakit pirai adalah penyakit yang menyerang sendi dan tendon yang disebabkan timbunan kristal urat. Timbunan kristal urat tersebut disebabkan karena deposit asam urat yang lama kelamaan membentuk kristal pada sendi atau tendon yang terkena sehingga mengakibatkan peradangan.
Asam urat sendiri merupakan produk akhir dari penghancuran purin, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan (daging, jeroan, ikan sarden).
Penyebab penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat asam inti dari sel dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.
Karena itu, untuk menghindari penyakit asam urat, Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia Prof Sumali Wiryowidagdo APT menyarankan untuk mengurangi makanan yang mengandung senyawa purin, seperti sayur bayam, kangkung, bunga kol, jamur, asparagus, melinjo, daging, sarden, jeroan, kepiting, tiram, udang, dan kacang tanah. Kalaupun ingin makan, sebaiknya jangan banyak-banyak, kata Prof Sumali.
Produksi asam urat meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12), penyebab lainnya adalah obesitas, penyakit kulit (psoriasis, kadar trigliserida yang tinggi).
Gejala
Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya. Di bawah ini adalah cuplikan penuturan seorang pasien asam urat. Dari penuturan pasien tersebut tergambar bagaimana kondisi kesehatan seseorang dapat berubah drastis dalam 12 jam karena asam urat.
Dok, saya seorang pria berusia 40 tahun. Bertahun-tahun saya senang makan yang enak-enak seperti jeroan, sea food. Saya gemuk dan kadang minum alkohol. Selama ini saya sehat-sehat saja. Tadi malam saya mendapat undangan pesta pernikahan. Karena kebetulan sepatu saya yang bagus hanya satu, saya paksakan memakai sepatu itu meskipun rasanya mulai kesempitan, tutur pasien itu.
Ternyata pesta di sana adalah pesta berdiri. Di pesta itu makanan yang tersaji beraneka ragam dan terlihat sangat enak. Pasien tersebut makan cumi, udang, kambing, jeroan, dan sedikit alkohol. Pulang dari pesta ia pun tidur, dan pagi hari saat ia bangun, ibu jari kakinya terasa seperti ditarik-tarik dan sakit.
Ia berpikir tidak apa-apa dan berusaha tidur tetapi ia sulit tidur. Bersamaan dengan itu ia merasa gelisah. Kemudian menjelang pukul 06.00 mulai timbul pembengkakan di jari kaki berwarna kemerahan dan sangat sakit saat disentuh. Sekitar pukul 07.00 pembengkakan makin menjadi, jari kaki tersentuh selimut saja sakit sekali. Kemudian ia mandi, tetapi sulit sekali berjalan. Ia terpincang-pincang masuk ke kamar mandi.
Hari itu ia tidak bisa ke kantor. Makin siang ia makin kesakitan dan nafsu makannya hilang. Seharian ia hanya tiduran. Sore hari ia sudah tidak bisa berjalan. Akhirnya ia memutuskan ke dokter.
Ini menunjukkan serangan itu berlangsung sangat cepat. Dalam 12 jam itu sudah maksimal. Dari normal sampai tidak bisa berjalan, kata Prof Dr Harry Isbagio SpPD-KR, K-GER dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM. Karena itu, sejak awal penyakit asam urat ini harus diwaspadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.