Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Senin, 27 Februari 2012

Pesawat Presiden RI (Boeing Business Jet 2) Harganya diperkirakan mencapai sekitar Rp 847 miliar































Boeing Business Jet 2

Dimensions:
Length
39.6m
Wingspan
35.8m
Tail Height
12.5m
Fuselage Diameter
3.73m


Cabin Dimensions:
Length
29.97m
Height
2.16m
Width
3.53 m
Floor Area
93.27m²
Interior Completion Weight Allowance
7,030kg
Seating
78 passengers


Weights:
Maximum Taxi Weight
79,240kg
Maximum Take-Off Weight
79,015kg
Maximum Landing Weight
66,360kg
Maximum Zero Fuel Weight
62,730kg
Typical Operating Empty Weight
45,730kg


Engines:
CFMI Engines
2 x CFM 56-7
Aircraft Fuel Capacity
39,525l


Performance:
Maximum Cruise Speed
Mach 0.82 (550mph)
x 1.8 km = 990 km/jam
Initial Cruise Altitude
37,750ft
Maximum Cruise Altitude
41,000ft
Range, 8 Passengers
10,620km
Range, 25 Passengers
10,120km
Range, 50 Passengers
9,140km
Take-Off Distance, 10,620km Range
2,135m
Take-Off Distance, 9,260km Range
1,870m
Take-Off Distance, 7,410km Range
1,620m
Landing Distance
834m

Featured Suppliers:
Aviation Technical Centre of Almaty International Airport - Aircraft Maintenance and Aircraft Component and Structural Repair Services
Biggles Labelling - Interior Aircraft Placards and External Decals..


 
JAKARTA, FAJAR -- Keinginan pemerintah untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan akhirnya terealisasi. Pemerintah sudah menyelesaikan tiga tahap pembayaran pesawat 737-800 Boeing Business Jet 2 (Green Aircraft) pabrikan Boeing Company seharga USD 58,6 juta, yakni USD 11,72 juta pada 2010, USD 10,28 juta (2011), dan USD 36,6 (2012).
BBJ-2 sudah selesai dan diserahterimakan pada 21 Januari 2012 lalu. Selanjutnya, dilakukan pemasangan enam tangki oleh PATS Aircraft System dan selesai pada April. Dengan begitu, pesawat dapat terbang nonstop selama 10-12 jam. Tahap berikutnya adalah penyelesaian cabin interior dan sistem keamanan sesuai dengan fungsinya sebagai pesawat VVIP (very very important person).

Sebab, pesawat green aircraft memang sudah layak terbang namun masih dengan interior yang standar. "Pekerjaan interior cabin dan security system akan dimulai Mei 2012 dan diperkirakan rampung Agustus 2013," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V. Nathans dalam keterangan di kantornya, kemarin.

Saat ini, proses pelelangan tengah berjalan. Pemenang lelang pemenangnya akan ditentukan akhir Februari 2012.Dengan biaya cabin interior, security system, dan biaya administrasi, plus harga pesawat green aircraft, total pembelian pengadaan pesawat tersebut diperkirakan mencapai USD 91,2 juta.

Sebenarnya, penawaran awal harga BBJ-2 (Green Aircraft) adalah sebesar USD 63 juta. Namun setelah proses dua kali negosiasi, harga final BBJ-2 adalah USD 58,6 juta. Sementara biaya cabin interior dan security system masih bisa berubah bergantung pada pemenang lelang.

Lambock menjelaskan, pembelian pesawat untuk mendukung kegiatan presiden dan wakil presiden tersebut lebih efektif dan efisien ketimbang ketimbang terus-menerus menggunakan pesawat carter. Menurutnya, analisa dan hitung-hitungan mengenai perlunya pesawat kepresidenan itu sudah dikaji sejak lama. Termasuk melalui serangkaian pertemuan dalam rapat kerja antara Mensesneg dengan komisi II DPR.

"Pengadaan pesawat ini bukan muncul tiba-tiba," katanya. Selama ini, dalam melakukan perjalanan ke daerah atau luar negeri, presiden biasanya menggunakan pesawat milik maskapai Garuda Indonesia.

Penggunaan pesawat carter disebut memerlukan biaya sewa lebih tinggi. Pasalnya, penerbangan khusus VVIP itu memerlukan rekonfigurasi khusus sehingga banyak waktu yang hilang bagi perusahaan komersial dan dibebankan pada biaya carter. Jadwal penerbangan regular (komersial) yang terganggu mengakibatkan opportunity loss berupa hilangnya pemasukan dari penerbangan komersial. Hal itu masuk pada biaya carter. Ongkos carter juga memiliki kecenderungan naik tiap tahun.

Nah, jika melakukan pembelian, pemerintah menyebut bisa melakukan penghematan. Dengan perhitungan pesawat dapat dipakai selama 35 tahun, penghematannya bisa mencapai sebesar USD 385.940.682,48 atau sekitar Rp300 juta. Yakni selisih antara biaya beli pesawat, operasional, dan maintenance selama 35 tahun dengan biaya carter dalam jangka waktu yang sama. Jumlah itu masih ditambah dengan nilai aset pesawat (nilai buku) sebesar USD 2.605.987,31.

Sehingga, anggaran yang dihemat sebesar USD 388.546.669,79. Berarti, setiap tahun pemerintah dapat menghemat anggaran USD 11.101.333,42 atau Rp111.013.334.200 dengan asumsi USD 1 = Rp10.000. Pemakaian pesawat hingga umur 35 tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KM.05 Tahun 2006, usia pesawat yang diizinkan terbang di Indonesia adalah 35 tahun.

“Dengan masa terbang sesuai keputusan menhub, bisa diartikan sebenarnya ini untuk siapa. Pesawat akan lebih banyak dinikmati presiden ktia di masa depan," tutur Lambock. Jika pesawat kepresidenan rampung Agustus 2013, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya akan menikmati tidak lebih dari 1,5 tahun.

Dia menjelaskan, pemilihan Boeing dalam pengadaan pesawat kepresidenan tersebut bukan tanpa alasan. Salah satunya berkaitan dengan pertimbangan operasional, yaitu pesawat tersebut banyak digunakan di Indonesia. "Pilot-pilot di dalam negeri, termasuk pilot-pilot TNI-AU lebih siap dan familiar dengan pesawat Boeing," kata Lambock.

Selain itu, untuk urusan maintenance, fasilitas dan kemampuan di dalam negeri, termasuk TNI AU lebih banyak, siap, dan memiliki kapabilitas memadai dibanding untuk maintenance pesawat merek lain. Pesawat Boeing juga telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP negara lain.

Spesifikasi pesawat kepresiden itu, lanjut Lambock, antara lain mampu terbang jauh, yaitu 10 hingga 12 jam. Kemudian pesawat mampu mendarat di bandara kecil, memiliki kapasitas sesuai untuk rombongan presiden (lebih kurang 70 orang), serta memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation dan inflight entertainment yang khusus.

Operasinal pesawat khusus itu juga dikatakan akan lebih optimal. Koordinasi antara sekretariat militer, pasukan pengamanan presiden (paspampres), TNI AU, dan setneg bisa berjalan efektif secara langsung. Plus perlengkapan dan sistem komunikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan VVIP.

Lambock membantah pembelian pesawat khusus kepresidenan itu mengganggu alokasi pos anggaran lain atau pun berasal dari utang luar negeri. Pembelian itu menggunakan dana yang bersumber dari APBN. "Tidak benar itu untuk mengadakan pesawat dari utang luar negeri," tegasnya. 

Boeing Business Jet 2, pesawat yang dibeli pemerintah RI untuk pesawat kepresidenan.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga pesawat baru kepresidenan yang baru saja tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, diperkirakan mencapai sekitar Rp 847 miliar.
"Kami telah menerima pesawat jenis Boeing Business Jet 2 atau BBJ-2," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dalam konferensi pers di Bandara Halim, Jakarta, Kamis (10/4).
Menurut Sudi, penerimaan pesawat baru kepresidenan setelah melalui proses pengadaan kurang lebih selama empat tahun. Selain itu, pesawat terasebut telah dirancang dan didisain sehingga dapat memenuhi persyaratan serta akan lebih mengefektifkan dan mengefisienkan perjalanan dinas kepresidenan.
Berdasarkan rilis acara penyambutan dan peresmian penyerahan pesawat kepresidenan yang dibagikan kepada wartawan seusai acara konpers, pesawat kepresidenan yang dibeli adalah sebanyak satu unit dengan harga sekitar 89,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 847 miliar.
Harga sebesar itu sudah termasuk fabrikasi, modifikasi interior serta beragam modifikasi lainnya yang diperlukan.
Sedangkan rilis itu juga menyebutkan bahwa pembayaran harga pesawat dilakukan melalui skim kontrak tahun jamak dari tahun 2010-2014.
Pesawat yang dapat mengakomodasi hingga 67 orang itu dilengkapi dengan interior ruang pertemuan, ruang rapat dan ruang eksekutif guna memfasilitasi presiden dalam menunaikan tugas kenegaraan.
Pesawat tersebut juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah diambil hingga menjadikan pesawat itu sanggup menempuh jarak di kisaran 5.000 mil laut atau sekitar 10 ribu kilometer.
Sudi memaparkan dari sisi anggaran negara, penggunaan pesawat kepresidenan jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pesawat komersial.
Dari perhitungan yang dilakukan dengan cermat oleh pemerintah, penghematan anggaran negara, selama masa pakai pesawat itu di kisaran beberapa tahun ke depan dilaporkan adalah Rp 114,2 miliar



Pesawat Kepresiden Diberi Warna Biru? Ini Lho Alasannya

Bentuknya tak berbeda dengan pesawat boeing pada umumnya. Yang membedakannya adalah warna biru dan identitas ke-Indonesia-an yang melekat pada badan pesawat.

Ada alasan khusus pesawat kepresidenan berwarna biru. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan pemilihan warna telah didiskusikan dengan berbagai pihak termasuk TNI Angkatan Udara. Pemilihan warna sama sekali tidak ditentukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini tidak ada arahan dari manapun. Ada 14 warna yang sempat disodorkan dan diajukan ke Sesneg. Lalu dilakukan polling pendapat di kemensesneg, lebih dari separuh memilih warna ini (biru muda)," katanya saat memberikan keterangan pers di lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (10/4).

Ia juga mengatakan pemilihan warna mempertimbangkan aspek keamanan. Warna biru dianggap bisa berbaur dengan angkasa sehingga bisa dijadikan kamuflase. Selain itu, warna biru muda juga mirip dengan seragam TNI Angkatan Udara yang nantinya bertugas untuk mengoperasikan dan merawat pesawat kepresidenan.

Pesawat kepresidenan adalah jenis Boeing Bussiness Jet 2 atau BBJ-2. Pesawat tersebut merupakan varian dari pesawat Boeing 737 seri 800 yang banyak digunakan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Pesawar BBJ-2 telah dirancang dan didesain sedemikian rupa hingga dapat memenuhi persyaratan untuk menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan Presiden RI.

Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Interior pesawat dilengkapi dengan ruang pertemuan, ruang rapat, dan ruang eksekutif untuk memfasilitasi Presiden RI menunaikan tugas kenegaraan meski sedang melakukan perjalanan.

Pesawat juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah hingga menjadikan pesawat ini sanggup menempuh jarak dikisaran 5 ribu mil laut atau sekitar 10 ribu km.

Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok kepulauan nusantara serta dalam tugas perjalanan dinas. Presiden ke negara-negara sahabat.


Habib Umar bin Hafidz:"jadikanlah televisi,handphone,internet dan alat-alat lainya sebagai pelayan dan pembantu untuk agamamu ,jika tidak,alat-alat itu akan menghancurkan dirimu sedangkan engkau akan tertawa karena tidak menyadarinya,ia akan merusak hatimu,akalmu,akhlakmu,dan fikiranmu,tanpa engkau menyadarinya,engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal paling berharga yang kau miliki".
Sayangilah Ibu dan Bapak kita Sampai Akhir Hayat Mereka     

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF

                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

5 komentar:

  1. Penghematan sebesar USD 385.940.682,48 antara beli dan sewa selama 35 tahun, pertanyaanya adalah berapa bunganya uang sebesar itu selama 35 tahun..?

    BalasHapus
  2. Penghematan sebesar USD 385.940.682,48 antara beli dan sewa selama 35 tahun, pertanyaanya adalah berapa bunganya uang sebesar itu selama 35 tahun..?

    BalasHapus


  3. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga pesawat baru kepresidenan yang baru saja tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, diperkirakan mencapai sekitar Rp 847 miliar.

    "Kami telah menerima pesawat jenis Boeing Business Jet 2 atau BBJ-2," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dalam konferensi pers di Bandara Halim, Jakarta, Kamis (10/4).

    Menurut Sudi, penerimaan pesawat baru kepresidenan setelah melalui proses pengadaan kurang lebih selama empat tahun. Selain itu, pesawat terasebut telah dirancang dan didisain sehingga dapat memenuhi persyaratan serta akan lebih mengefektifkan dan mengefisienkan perjalanan dinas kepresidenan.

    Berdasarkan rilis acara penyambutan dan peresmian penyerahan pesawat kepresidenan yang dibagikan kepada wartawan seusai acara konpers, pesawat kepresidenan yang dibeli adalah sebanyak satu unit dengan harga sekitar 89,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 847 miliar.

    Harga sebesar itu sudah termasuk fabrikasi, modifikasi interior serta beragam modifikasi lainnya yang diperlukan.

    Sedangkan rilis itu juga menyebutkan bahwa pembayaran harga pesawat dilakukan melalui skim kontrak tahun jamak dari tahun 2010-2014.

    Pesawat yang dapat mengakomodasi hingga 67 orang itu dilengkapi dengan interior ruang pertemuan, ruang rapat dan ruang eksekutif guna memfasilitasi presiden dalam menunaikan tugas kenegaraan.

    Pesawat tersebut juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah diambil hingga menjadikan pesawat itu sanggup menempuh jarak di kisaran 5.000 mil laut atau sekitar 10 ribu kilometer.

    Sudi memaparkan dari sisi anggaran negara, penggunaan pesawat kepresidenan jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pesawat komersial.

    Dari perhitungan yang dilakukan dengan cermat oleh pemerintah, penghematan anggaran negara, selama masa pakai pesawat itu di kisaran beberapa tahun ke depan dilaporkan adalah Rp 114,2 miliar.

    BalasHapus
  4. Bentuknya tak berbeda dengan pesawat boeing pada umumnya. Yang membedakannya adalah warna biru dan identitas ke-Indonesia-an yang melekat pada badan pesawat.

    Ada alasan khusus pesawat kepresidenan berwarna biru. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan pemilihan warna telah didiskusikan dengan berbagai pihak termasuk TNI Angkatan Udara. Pemilihan warna sama sekali tidak ditentukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    "Ini tidak ada arahan dari manapun. Ada 14 warna yang sempat disodorkan dan diajukan ke Sesneg. Lalu dilakukan polling pendapat di kemensesneg, lebih dari separuh memilih warna ini (biru muda)," katanya saat memberikan keterangan pers di lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (10/4).

    Ia juga mengatakan pemilihan warna mempertimbangkan aspek keamanan. Warna biru dianggap bisa berbaur dengan angkasa sehingga bisa dijadikan kamuflase. Selain itu, warna biru muda juga mirip dengan seragam TNI Angkatan Udara yang nantinya bertugas untuk mengoperasikan dan merawat pesawat kepresidenan.

    Pesawat kepresidenan adalah jenis Boeing Bussiness Jet 2 atau BBJ-2. Pesawat tersebut merupakan varian dari pesawat Boeing 737 seri 800 yang banyak digunakan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Pesawar BBJ-2 telah dirancang dan didesain sedemikian rupa hingga dapat memenuhi persyaratan untuk menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan Presiden RI.

    Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Interior pesawat dilengkapi dengan ruang pertemuan, ruang rapat, dan ruang eksekutif untuk memfasilitasi Presiden RI menunaikan tugas kenegaraan meski sedang melakukan perjalanan.

    Pesawat juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah hingga menjadikan pesawat ini sanggup menempuh jarak dikisaran 5 ribu mil laut atau sekitar 10 ribu km.

    Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok kepulauan nusantara serta dalam tugas perjalanan dinas. Presiden ke negara-negara sahabat.

    BalasHapus
  5. 'Pesawat Biru' RI-1 Punya Sensor Canggih Pendeteksi Peluru Kendali
    Jakarta - Pesawat Kepresidenan RI memiliki spesifikasi keamanan yang diklaim canggih. Boeing Business Jet-2 yang didominasi warna biru itu mampu mendeteksi rudal atau peluru kendali yang mendekat.

    "Dalam aspek security, jika ada ancaman peluru kendali pesawat ini memiliki sensor sehingga memberikan warning untuk langkah selanjutnya," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia usai acara serah terima pesawat di Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (10/4/2014).

    Letkol (Pnb) Firman, salah satu perwakilan TNI AU yang ikut dalam penerbangan dari AS tersebut mengatakan, pesawat Kepresidenan RI bisa mengetahui juga keberadaan pesawat lain. Radar yang dipasang di dalamnya sangat canggih.

    "Selain itu dia ada pemancar panas untuk defence," tambahnya.

    Apakah pesawat itu punya fungsi perlawanan? "Nggak, ini nggak punya peluru kendali untuk perlawanan," jawabnya.

    Pesawat tersebut tiba sekitar pukul 10.00 WIB di bandara Halim Perdanakusumah, Jaktim. Nantinya, operasional pesawat akan diserahkan ke TNI AU.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.