Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 08 April 2014

Gayatri Wailissa,Doktor Cilik Yang Menguasai 13 Bahasa




                                    
                                       

Gayatri Wailissa,Doktor Cilik Yang Menguasai 13 Bahasa

Gayatri Wailissa, seorang remaja putri kelahiran Ambon, Maluku, dari pasangan Deddy Darwis Wailissa dan Nurul Idawaty. Anak cerdas dan berbakat ini menunjukkan bahwa siapapun dapat maju. Seperti dirinya yang datang dari keluarga sederhana. Ayahnya hanyalah seorang pengrajin kaligrafi kaki lima sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Di usianya yang baru 16 tahun Gayatri telah mampu berkomunikasi dalam 13 bahasa asing. Segudang prestasi pun pernah dia raih, mulai dari level nasional hingga internasional.



Ketertarikan Gayatri dalam mempelajari berbagai bahasa bermula saat Ia sedang menonton kartun berbahasa Inggris saat berusia 10 tahun. Karena tidak mengerti apa yang diucapkan dalam kartun itu, Gayatri merasa penasaran dan tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Menurut Gayatri, Ia tak pernah menempuh sebuah kursus untuk menguasai sebuah bahasa. Ia hanya belajar melalui buku, flm dan musik. Ia juga punya kebiasaan unik berbicara dalam bahasa asing di depan cermin guna memperlancar kemampuan berbahasanya. Hingga saat ini Gayatri telah menguasai 13 bahasa asing meliputi bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, India, Rusia dan Thailand.

Selain kemampuannya dalam bidang bahasa, Gayatri juga memiliki bakat dan prestasi dalam banyak bidang lain. Di waktu luangnya, Gayatri aktif diberbagi bidang diantaranya adalah instruktur teater, penyiar radio, penerjemah bahasa, dan bahkan menulis berbagai karya sastra. Ia juga pernah meraih medali perunggu dalam Olimpiade Sains Astronomi 2012. Tidak hanya itu Ia juga menjadi wakil Indonesia untuk Duta Anak tingkat ASEAN. Ia bahkan menjadi delegasi tunggal (anak) Indonesia yang mewakili Konferensi ASEAN tahun 2012 di Thailand dan delegasi tunggal (anak) Indonesia dalam konferensi ASIA-Pasifik tahun 2013 di Nepal. Di konferensi tersebut, Gayatri kerap mempresentasikan isu-isu dan solusi terkait permasalahan anak.


Ada pengalaman unik saat Gayatri mewakili Indonesia dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN di Thailand. Dalam forum tersebut kebanyakan pesertanya hanya menggunakan bahasa asalnya saat berbicara. Melihat keadaan ini Gayatri lalu menwarkan diri untuk menjadi penerjemah bagi anak-anak yang lain. Berkat aksinya ini kemampuan Gayatri dalam berbahasa mendapat apresiasi dari peserta lain dan Ia mendapatkan gelar doktor.

Berkat kemampuannya berbahas asing dan berbagai prestasinya, Gayatri mendapat banyak tawaran beasiswa untuk belajar di luar negeri. Ia juga mendapatkan berbagai tawaran untuk bekerja di beberapa organisasi dunia termasuk PBB. Hanya saja sampai saat ini Ia belum memutuskan kemana Ia akan melanjutkan masa depannya. Yang jelas Ia berharap dimasa depan Ia akan bisa menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa ini.

Ada sebuah petikan kata-kata Gayatri yang sangat berkesan bagi Saya “tidaklah penting siapa kita, yang terpenting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan apa yang mampu kita perbuat”. Saya berharap akan ada lebih banyak Gayatri-Gayatri lain yang terus bermunculan di negeri ini. Dan semoga generasi baru ini bisa membawa perubahan pada negara kita, Indonesia, menuju kearah yang lebih baik. Bagi yang ingin melihat aksi Gayatri berpidato menggunakan bahasa asing, silahkan klik di sini.


Ditulis oleh Bibit Suhardi 

Disunting beberapa bagian oleh jauhinarkoba 

Sumber : Kick Andy Show

foto-foto Gayatri Lainnya :

 
Film garapan Documenter yang mengangkat sisi cerita dari Gayatri Wailissa. Film bertajuk motifasi bagi pelajar dan generasi muda ini telah di garap sejak awal Desember dan akan ditayangkan dalam waktu dekat

Usai kegiatan bersama bapak/ibu Guru.
Tut Wuri Handayani - kata Gayatri, Dunia Pendidikan tidaklah berarti tanpa sosok GURU. Selamat Hari PGRI. Tunaikan tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


Usai kgiatan dalam sesi foto, Gayatri menjadi idola teman-teman pelajar sebayanya.


Lestarikan kebudayaan negri sebagai peninggalan/warisan generasi bangsa.
Presenter saat syuting Documenter Promote wisata dan Kebudayaan.

Bersama Mentri Pendidikan RI.



TIM Saat bergegas dengan Kassa 212 TNI-AD mnuju Provinsi Maluku Utara dengan rute Ternate-Jailolo-Tobelo-Bacan dan Tidore dalam giat "This Is Our Way" KODAM XVI PTM.







Dalam kunjungnya selama 5-8 November 2013, atas undangan Bupati Kab/Gorontalo Gayatri Wailissa di Dampingi Ibu Bupati (Bunda Rahmiaty) mengunjungi sekolah-sekolah yang tersebar di Kab/Gorontalo

Antusiasme Pelajar, siswa-siswi sebaya Gayatri Wailissa saat kunjunganya bersama Bupati kab Gorontalo ke sekolah-sekolah pedalaman
Kedua Kalinya Gayatri mendapat Penghargaan KNPI award 2014 (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai "Young Motivation"

Saat berkunjung di Kota Asalnya, Blitar-Jawa Timur, Gayatri meyempatkan untuk Berkunjung ke rumah dan Ziarah di Makam Bung Karno.

Gayatri, mendapat penghargaan Nominasi Young Heroes 2014

Doc.Wawancara Talk Show Kick Andy Metro TV





Pangdam Brawijaya Eko Wiratmoko

Gayatri si Gadis Ajaib Ternyata Anak Angkat Pangdam Brawijaya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta ASEAN Gayatri Wailissa, ketika dirawat di RS Abdi Waluyo Menteng Jakarta Pusat dijaga oleh beberapa orang tentara. Padahal remaja 17 tahun asal Ambon ini adalah anak dari perajin kaligrafi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sahabat Gayatri, Megawati (17), Gayatri adalah anak angkat dari Pangdam Brawijaya Eko Wiratmoko. Itulah sebabnya ia selalu dikelilingi oleh tentara.
"Sudah lama diangkatnya. Saat ketahuan bakatnya (menguasai 13 bahasa), dia langsung di-back up," kata Mega saat ditemui di depan RS Abdi Waluyo, Jumat (24/10/2014) siang.
 

Gayatri diangkat menjadi duta ASEAN yang mewakili bidang anak juga karena dukungan dari orangtua angkatnya. Selama bertugas sebagai duta, Gayatri pun masih memperdalam kemampuan berbahasa asingnya.
Sebelumnya, Gayatri dikabarkan jatuh pingsan saat sedang berolahraga di kawasan Suropati, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10/2014). Selanjutnya ia dibawa ke RS Abdi Waluyo untuk memperoleh perawatan intesif selama empat hari. Selanjutnya, kabar duka datang pada Kamis (23/10/2014) sore, remaja asal Ambon itu dikabarkan meninggal dunia.
Hingga Jumat siang masih belum diketahui penyebab pasti kematiannya, namun pemberitaan sebelumnya menyebutkan Gayatri mengalami pecah pembuluh darah di otak. (Agustin Setyo Wardani)


Gayatri Anak Ajaib Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

JAKARTA - Gayatri Wailisa, anak ajaib asal Ambon yang menguasai 14 bahasa asing menghembuskan nafas terakhir di RS Abdi Waluyo, Menteng Jakarta Pusat. Rencananya jenazah Gayatri akan dibawa ke Ambon untuk dimakamkan.
"Mau dibawa ke Ambon. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan," kata ibunda Gayatri, Nur di RS Abdi Waluyo, Jumat (24/10/2014).
Kendati demikian, Nur belum bisa memastikan waktu pemakaman Gayatri.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Gayatri diketahui berolahraga di Taman Senopati, Jakarta Selatan. Saat berolahraga itu, Gayatri diduga mengalami pecah pembuluh darah di otak. Gayatri sempat menjalani perawatan di ruang ICU Abdi Waluyo. Sayang, nyawanya tak tertolong. Gayatri meninggal.

Gayatri Anak Ajaib Pernah Dikucilkan

JAKARTA- Kehidupan si anak ajaib asal Ambon, Gayatri Wailisa tidaklah mulus. Sebelum pindah ke Jakarta, Gayatri pernah dikucilkan oleh rekan-rekan sekolahnya di Ambon.
Menurut penuturan Mega, sahabat Gayatri, sahabatnya itu memiliki semangat yang luar biasa. "Dia pernah dikucilkan, karena dia tergolong orang tidak mampu. Dia hanya dimanfaatkan oleh teman-temannya, dia sering dibilang kamus berjalan. Kalkulator berjalan," kata Mega, Jumat (24/10/2014).
Dikatakan Mega, meskipun berasal dari kalangan tidak mampu, tapi Mega tidak kenal menyerah. "Dia memotivasi saya. Dia yang selalu bilang, kita itu walapun hidup dalam keterbatasan, kita bisa mampu," ungkapnya.
Kini Gayatri telah meninggal dunia. Mega mengaku sangat kehilangan sahabatnya tersebut. "Kita sering curhat-curhatan, Kita bahasa Inggris. Kalau aku sama dia," tutupnya.
 

Jenazah Gayatri Si Bocah Ajaib Dimandikan di RSPAD

JAKARTA - Setibanya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), almarhumah Gayatri, si bocah ajaib langsung dimandikan. Jenazah akan disemayamkan hingga nanti malam baru kemudian diterbangkan ke Ambon.
"Jenazahnya sedang dimandikan, nanti setelah itu disemayamkan di sini hingga pukul 19.00 WIB," kata salah satu kerabatnya Hugo, di RSPAD, Jumat (24/10/2014).
Selanjutnya, jenazah Gayatri akan diterbangkan ke Ambon pada dini hari nanti untuk segera dimakamkan.
"Nanti dimakamkan di Ambon, pesawat berangkat tengah malam ke Ambon," singkatnya.
Pantauan Okezone di lokasi, hingga siang ini kerabat dan keluarga Gayatri terus berdatangan ke RSPAD. Isak tangis dari sanak famili pecah terdengar di seisi ruangan di mana Gayatri disemayamkan
 

Gayatri, Anak Ajaib yang Suka Melawak

JAKARTA - Meninggalnya anak ajaib dari Ambon, Gayatri Wailisa, meninggalkan duka yang mendalam. Rekan-rekan Gayatri tidak pernah menyangka bila Gayatri menghembuskan nafas terakhir.
Mega, sahabat anak ajaib yang menguasai belasan Bahasa asing itu, mengungkapkan, Gayatri merupakan sosok periang. "Duh dia itu anaknya asyik. Mungkin kalau orang lihat, dia itu anaknya kuper (kurang pergaulan). Tapi aslinya kalau misalnya kita berteman dekat sama dia, dia itu asyik. Suka ngelawak gitu, lucu," kata Mega ditemui di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2014).
Mega yang mengaku telah bersahabat sejak di Maluku itu, mengatakan, Gayatri memang sempat mengeluhkan kondisi pendidikan di Indonesia. "Seharusnya kan kalau misalnya anak berprestasi begitu seharusnya diberikan kemudahan (dapat beasiswa). Tapi ini malah dipersulit," tuturnya.
Gayatri Wailissa meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waloyo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 23 Okteber malam. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto untuk divisum.
Sampai berita diturunkan, pihak Rumah Sakit dan keluarga belum memberi keterangan secara resmi terkait penyebab meninggalnya gadis berusia 17 Tahun tersebut.
(ugo)



Hb Umar bin hafidz:"jadikanlah televisi,handphone,internet dan alat-alat lainya sebagai pelayan dan pembantu untuk agamamu ,jika tidak,alat-alat itu akan menghancurkan dirimu sedangkan engkau akan tertawa karena tidak menyadarinya,ia akan merusak hatimu,akalmu,akhlakmu,dan fikiranmu,tanpa engkau menyadarinya,engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal paling berharga yang kau miliki".

Sayangilah Ibu dan Bapak kita Sampai Akhir Hayat Mereka     



You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF



                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar