Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 28 April 2016

Gene Netto : Kalau mau ambil keputusan untuk tinggalkan Islam, kenapa tidak berani untuk melibatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam keputusan itu?




                                    
                                       


Tadi ikut ceramah di Masjid Al-Latief Pasaraya Blok M. Dengan guru saya KH Ali Mustafa Yaqub
 
Hari ini saya sibuk diskusi selama 10 jam dengan orang yang sudah murtad, dan saya hanya berhenti beberapa menit untuk shalat. Ada pasangan suami isteri, dan saudara lain. Yang isteri murtad lalu menikah dengan pacar Kristen. Tapi seperti semua kasus yang saya dapatkan sebelumnya, keputusan untuk murtad itu TIDAK merupakan hasil analisis terhadap kedua agama, dengan membandingkan isi dari kedua kitabnya, tapi hanya berasal dari perasaan hati saja.
Dalam 20 tahun belajar dan mengajar Islam, saya belum pernah bertemu satu orang Muslim yang membandingkan ajaran Islam dan Kristen dengan menggunakan akal, lalu murtad. Malah banyak sekali orang Kristen yang berani bandingkan ajaran kedua agama yang masuk Islam. Yang murtad selalu orang Muslim yang ikuti perasaan hati saja, dan akalnya dimatikan.
Satu poin yang penting: Kalau mau ambil keputusan untuk tinggalkan Islam, kenapa tidak berani untuk melibatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam keputusan itu? Kenapa tidak berdoa dan minta diberikan petunjuk terhadap agama yang BENAR antara kedua pilihan itu, menurut pendapat Tuhan? Kalau Tuhan tidak dilibatkan dalam keputusan itu (dengan berdoa minta petunjuk), berarti tidak adil terhadap Tuhan dan juga tidak adil terhadap diri sendiri. 
 
Kalau mau adil, Islam, Al Qur'an dan Rasulullah SAW harus "disidangkan" dan harus bisa dibuktikan ayat mana di dalam Al Qur'an yang palsu, dan harus buktikan Muhammmad bukan seorang Nabi dan mukjizat mana dari Muhammad SAW yang palsu. Juga harus jelaskan kenapa setiap Nabi sejak Adam ada penggantinya, dan kitab suci juga ada penggantinya, dan semuanya yang dulu-dulu mau diterima, tapi Nabi Muhammad SAW dan Al Qur'an saja yang mau ditolak. Kenapa tidak menolak yang lain-lain juga dengan dasar pemikiran yang sama? Kenapa tidak menuduh semua kitab lain palsu dan nabi-nabi lain juga orang gila?
Sungguh tidak adil kalau mau ambil keputusan bahwa Islam salah dan harus ditinggalkan, tapi minta petunjuk dari Tuhan tentang keputusan itu tidak mau. Mau katakan Islam dan Muhammad SAW salah, tapi tidak berani melakukan sidang, di mana ada hak "membela diri" bagi "tersangka". Seharusnya ada yang berhak menjadi "pengacara" yang mewakili Muhammad, Al Qur'an dan Islam, untuk membela status kebenarannya, dengan jawab semua pertanyaan dari orang yang mau murtad, yang lontarkan tuduhan. Tapi ternyata, orang yang mau murtad itu biasanya sudah tidak mau pakai akal lagi, dan juga tidak mau adil. Maunya Islam disalahkan, dan dianggap sesat dan tidak benar, tapi tidak boleh ada proses pengadilan yang menghadirkan bukti-buktinya. Cukup perasaan hati saja.
Jadi orang yang diskusi dengan saya diminta untuk berbuat jujur dan adil terhadap Tuhan dan juga diri sendiri. Kalau mau buktikan Nabi Muhammad SAW bukan seorang Nabi Allah, dan Al Qur'an bukan kitab suci, dan Islam bukan agama yang benar, SILAHKAN membuktikannya. Dan silahkan buktikan bahwa Yesus mengatakan setiap hari bahwa sebenarnya dia adalah Tuhan, dan buktikan Al Kitab dihafalkan dan ditulis oleh murid Yesus dan masih dijaga kemurniannya dalam bahasa aslinya Yesus sampai sekarang. Silahkan buktikan bahwa Yesus beribadah di dalam Gereja pada hari Minggu dan baca Al Kitab dalam bahasa Indonesia lalu nyanyi-nyanyi. Dan kalau tidak bisa buktikan semua itu, maka SIAPA yang anda ikuti? Karena seharusnya sudah jelas anda tidak mengikuti Yesus padahal mengaku sebagai pengikut Yesus, dan sebenarnya hanya ikuti "perkataan orang" yang tidak dikenal.
Kalau mau jujur dan adil, wajib berdoa kepada Tuhan, dan minta Tuhan yang MEMILIH antara Islam dan Kristen dan berikan PETUNJUK. Dan setelah dapat petunjuk, harus diyakini sebagai kebenaran dan mengikutinya. Jadi saya serahkan kepada mereka untuk belajar, berpikir, bertanya, membaca, merenung dan berdoa. Dan sesudahnya, semoga dapat petunjuk terhadap jalan yang benar.
Semoga ada manfaatnya.


You might also like:
SOLAS
====

                                    
                                       


Nasehat Buya Yahya
Silaturahmi jasad yang tidak dibarengi silaturahmi hati hanya akan tambah merusak hati. Alangkah banyak orang bersilaturahmi jasad dan di saat berpisah justru mendapatkan bahan baru untuk menggunjing, menbenci dan mendengkinya buah dari yang dilihat saat bertemu.




Rosululloh SAW Bersabda yang artinya:
"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya".
(HR. Imam Muslim)

Habib Umar bin Hafidz:"jadikanlah televisi,handphone,internet dan alat-alat lainya sebagai pelayan dan pembantu untuk agamamu ,jika tidak,alat-alat itu akan menghancurkan dirimu sedangkan engkau akan tertawa karena tidak menyadarinya,ia akan merusak hatimu,akalmu,akhlakmu,dan fikiranmu,tanpa engkau menyadarinya,engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal paling berharga yang kau miliki".

Sayangilah Ibu dan Bapak kita Sampai Akhir Hayat Mereka     

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF


                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar