Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 09 Juni 2009

BELAJAR BAHASA SEJAK BAYI ..!

Bahasa isyarat atau bahasa lisan sama saja
Sebaiknya diperkenalkan pada anak-anak sejak dini
Mempercepat pemahaman bahasa ketika dewasa

Penelitian terbaru mengindikasikan: Apabila manusia telah diperkenalkan pada beberapa jenis bahasa sejak bayi –entah itu bahasa yang diucapkan atau bahasa isyarat- akan meningkatkan kecakapan berbahasa-nya di kemudian hari. Hal ini, berlaku baik bagi anak-anak tuli atau pun anak-anak yang pendengarannya normal.

Anak-anak tuli, dan (terutama) anak-anak yang memiliki pendengaran sempurna, yang sejak bayi oleh orangtuanya diperkenalkan pada bahasa isyarat atau diajak berbahasa lisan, ternyata lebih cepat pula mempelajari dan memahami bahasa–bahasa lain –diluar bahasa yang digunakan sehari-hari- ketika mereka dewasa.

"Kita tahu, sistem visual membutuhkan rangsangan sejak dini agar daya tangkap atau kemampuan manusia untuk memahami sesuatu berkembang sempurna," kata Dr Rachel I. Mayberry, dari McGill University di Montreal, Quebec, Kanada. "Riset kami menunjukkan hal itu juga berlaku dalam hal pemahaman bahasa," tambahnya dalam laporan tentang hasil penelitiannya, 2 Mei 2002 lalu dalam Journal Nature.

Ia dan kawan-kawannya, melakukan dua eksperimen untuk mengukur seberapa besar sih pengaruh pengenalan bahasa sejak usia dini (bayi) terhadap kemampuan anak-anak itu mempelajari dan memahami bahasa di kemudian hari?

Para peneliti ini membentuk kelompok yang terdiri dari anak-anak tuli dewasa yang tengah belajar bahasa isyarat atau American Sign Language (ASL), berusia 9-15 tahun. Kelompok anak-anak ini kemudian dibagi dua. Kelompok pertama, terdiri dari anak-anak yang sebenarnya memiliki kemampuan mendengar ketika dilahirkan, tetapi beberapa saat kemudian tuli setelah terinfeksi sejenis virus. Anak-anak ini, telah diperkenalkan pada bahasa lisan sejak bayi. Kemudian, dibandingkankan dengan kelompok kedua, terdiri dari anak-anak yang tuli sejak lahir dan hanya sedikit diperkenalkan -baik bahasa lisan mau pun bahasa isyarat-- sampai mereka belajar bahasa di sekolah.

Ketika para peneliti menguji kemampuan ASL pada kedua kelompok anak-anak ini, mereka menemukan bahwa anak-anak yang oleh orangtuanya diperkenalkan dan dibiasakan mempelajari bahasa isyarat dengan baik sejak lahir –tidak peduli mereka mengerti atau tidak- ternyata lebih fasih dan lancar menggunakan bahasa itu, ketika dewasa ketimbang anak-anak yang tidak dibiasakan mempelajarinya hingga usia sekolah.

Bagaimana dengan kemampuan bahasa lisan? Tim Mayberry ini kemudian meneliti juga, apakah belajar bahasa isyarat sejak bayi, membuat anak-anak ini lebih mudah belajar bahasa lisan (bahasa yang diucapkan) ketika mereka mulai sekolah.

Para peneliti, kemudian melakukan riset terhadap anak-anak yang belajar bahasa Inggris di sekolah, berusia 4-13 tahun. Kelompok pertama, terdiri dari anak-anak yang terlahir tuli dan tidak banyak diperkenalkan pada bahasa sejak dini (sebelum usia sekolah). Kelompok kedua, anak-anak yang terlahir tuli tetapi telah diperkenalkan pada bahasa isyarat sejak bayi. Dan, kelompok ketiga, anak–anak yang pendengarannya normal, alias tidak tuli, dan telah mengenal bahasa sejak dilahirkan .

"Anak-anak tuli maupun anak-anak yang pendengarannya normal, yang belajar bahasa isyarat dan bahasa lisan (bagi yang tidak tuli) sejak lahir, umumnya menunjukkan kemampuan tinggi, lancar dan fasih dalam berbahasa ketika kemudian mereka mempelajarinya di sekolah. Sedangkan anak-anak yang oleh orangtuanya tidak dibiasakan mempelajarinya sejak bayi, atau setidaknya sebelum usia sekolah, memiliki kemampuan dan pemahaman bahasa yang rendah di sekolah," demikian dikatakan Mayberry dalam laporan penelitiannya.

Kemampuan berbahasa, menurut para peneliti agaknya berasal dari sinergi antara pengenalan bahasa sejak dini dan perkembangan awal otak. Jika anak-anak tidak diperkenalkan dan belajar bahasa sejak usia dini, kecakapannya mempelajari dan memahami bahasa –tidak hanya satu bahasa, tetapi juga bahasa-bahasa lain- akan sulit berkembang nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.