Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Jumat, 12 Agustus 2011

Kisah Mualaf,Irene Handono: Menyaksikan










 ‘Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.’

Ketika menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono, menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai non-Muslim. ‘’Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat. Apa alasan Allah menjadikan saya sebagai mantan kafir,’‘ kata pemilik nama asli Han Hoo Lie ini.

Hingga 1991, pertanyaan itu belum juga terjawab. Jawaban akan kegelisihan hatinya baru muncul ketika menunaikan ibadah haji pada 1992. Wanita berdarah Cina ini berangkat haji bersama 400 orang jamaah reguler lainnya yang tergabung dalam kloter 18 dari Embarkasi Surabaya.

Di Tanah Haram, jawaban dari Allah itu didapatkannya. ‘’Ternyata Allah sayang kepada saya. Allah memilih saya menjadi salah satu hamba pilihan,’‘ ujar Irene saat ditemui di kediamannya, di Bekasi, beberapa waktu lalu. Ketika berada di Tanah Haram, Irene kerap mengalami peristiwa yang dinilainya luar biasa. Ia berkisah, ketika berada di depan Ka’bah, dirinya mengambil tempat garis lurus sejajar dengan letak Hajar Aswad. Ia sempat menggigit lidahnya untuk membuktikan jika dirinya tidak sedang bermimpi.

Pendiri Irene Center ini menuturkan, selama melakukan ibadah di Masjidil Haram, ia kerap diperlihatkan gambaran seperti sebuah film ten - tang kronologi hidupnya dari kecil hingga dewasa. Bungsu dari lima bersaudara ini tak kuasa membendung tangis. Ia bersedih melihat gambaran tentang dirinya ketika masih menjadi non-muslim. ‘’Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas,’‘ ungkapnya.

Saat diperlihatkan Allah tentang jalan hidupnya di masa lalu, putri pengusaha ini pun ber - sujud dan melakukan muhasabah. Dari instro - peksinya, Irene mengikrarkan diri ingin me - wadahi para mualaf agar terus eksis di jalan Allah. Menurutnya, selama ini, tak sedikit mualaf yang dibiarkan dan tidak dibimbing hing - ga keimanan dan keislamannya tetap dangkal. Bahkan ada yang kembali menjadi murtad.

Di Tanah Suci, mantan mahasiswi Institut Ilmu Filsafat Theologi ini juga mengalami peristiwa luar biasa. Menurutnya, dari Muzdalifah menuju Mina, kelompoknya terpecah menjadi dua. Ada yang naik bus, ada yang harus jalan kaki. Ia pun mengalah memberi kesempatan pada jamaah tua untuk naik bus. Akhirnya ia berjalan kaki bersama rombongan yang dipimpin seorang ustadz dari kloternya. Namun tiba-tiba, jalan yang dilewatinya dipenuhi lautan manusia. Ia pun terpisah dari kelompoknya. Di tengah kebingung - annya, ia mencoba mencari jalan sendiri menuju pemondokannya di Mina sambil terus berdoa, dan bertawakal.

Untuk menutupi rasa haus dan lapar, wanita kelahiran Surabaya 30 Juni 1954 ini hanya meminum air zamzam yang ternyata mampu membuatnya sangat kenyang. Di tengah upayanya dan terus berdoa, tiba-tiba ia merasa ada yang menuntunnya menuju sebuah masjid. Setelah menunaikan shalat di masjid tersebut, ia pun bertekad akan melanjutkan pencariannya. Namun begitu keluar dari masjid, di pintu gerbang ia melihat pemimpin rombongannya. Ia pun akhirnya menuju pemondokan dan ternyata rombongan yang menggunakan bus belum tiba. ‘’Ini sungguh di luar nalar, tapi itulah kenyataannya. Saat kelompok yang menggunakan bus tiba, justru banyak yang sakit,’‘ ujarnya.

Air matanya kembali berurai ketika esok harinya, ia menggunakan bus dan melewati jalur yang ditempuh ketika ia tersesat. Ternyata selama ketika tersesat, ia mengitari Kota Mina. ‘’Tapi ketika saya berjalan kaki cuma setengah jam. Bayangkan mengitari sebuah kota hanya setengah jam, Masya Allah,’‘ ujarnya. Wanita yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini mengaku, ada banyak hal ghaib yang sulit dianalisisnya selama di Tanah Suci. Hal itu membuatnya kembali merenung dan menyimpulkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala hal.

37 komentar:

  1. NUBUAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA7 Februari 2014 07.42

    "Sebab Tuhan telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu, yakni para nabi, telah dipejamkan-Nya dan mukamu, yaitu para pelihat, telah ditudungi-Nya. Maka, bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila ia diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan, 'Baiklah baca ini,' maka ia akan menjawab, 'Aku tidak dapat sebab kitab ini termeterai' ; dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, 'Baiklah baca ini,' maka ia akan menjawab, 'Aku tidak dapat membaca.' (Yesaya 29: 10-12)

    Kitab yang disebut dalam ayat tersebut tidak lain adalah Al-Quran, yang disampaikan kepada orang yang tidak terpelajar dan tidak lain ialah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, Rasul untuk agama Islam sekaligus untuk seluruh semesta.
    Sir William Munir, seorang pengkritik Islam dan Al-Quran, yang menulis The Life of Mohamet pada halaman 18 bahkan mengakui keotentikan Al-Quran yang abadi sepanjang masa. Dalam tulisannya ia menyebutkan , "Terdapat kemungkinan di dunia bahwa TIDAK ADA KITAB LAIN YANG TELAH DUA BELAS ABAD LAMANYA TEKS-NYA BEGITU MURNI. (saat ini 14 Abad)".

    Subhanallah .... !

    BalasHapus
  2. Tentang Yesus, Mesias dan Kristus7 Februari 2014 07.44

    Dalam Bibel seringkali Yesus disebut sebagai Mesias dan juga disebut sebagai Kristus. Apa arti Mesias dan Kristus?

    Mesias berasal dari bahasa Ibrani: massiach/massaha yang berarti, melantik; mengurapi; mengurut. Pemberian gelar mesias kepada seseorang menunjukkan bahwa orang tersebut telah dilantik dan ditentukan Tuhan untuk memegang jabatan tertentu dengan ritual meminyaki sebagai simbol pelantikan tersebut.

    Mesias bagi Yahudi diberikan kepada seorang penguasa dan pemimpin agama serta panglima perang yang akan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan dan perbudakan.

    Menurut Michael Baigent, Mesias yang dinanti-nantikan para pengikut Yesus dalam hal ini adalah Kristen, adalah Kepala Pemerintahan sekaligus pemimpin agama.

    Sedangkan menurut ajaran Yahudi, ajaran yang diyakini oleh Bani Israel, yang menjadi Mesias adalah Daud dan keturunannya yang telah dan akan menjabat sebagai Panglima Perang sekaligus yang membebaskan Israel dari penjajahan dan perbudakan. Hal ini tercantum dalam Kitab Penjanjian Lama II Samuel 7: 11 – 17.

    II Samuel 7:8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

    Namun kini kita melihat sosok Yesus. Apakah Yesus merupakan keturunan Daud as ‘menurut daging’ (secara biologis), seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam tulisannya Roma 1: 1-5? Dan ini juga yang diyakini dan menjadi doktri gereja selama ini?

    Roma 1:3-4 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

    Kalau kita membaca dalam Kisah Para Rasul 9:20, Matius 1: 18, 20, 24 dan 25 dalam ayat-ayat ini jelas-jelas menginformasikan bahwa tidaklah mungkin Yesus adalah keturunan Daud seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 1:3.

    Selanjutnya kita melihat dari sang Ibu Yesus sendiri, Maryam. Dan ternyata ia bukanlah berasal dari garis keturunan Daud as namun dari garis keturunan Harun as.

    Bagi umat Yahudi awal, yakni mereka yang hidup sebelum dan pada masa awal pergerakan Kristen, mereka tidak mengenal ajaran kepercayaan mengenai Mesias yang mati terbunuh dan bangkit dari kematian. Umat Yahudi pada masa itu hanya mengenal Mesias sebagai Panglima Perang yang selalu menang, sehingga kalau ada mesias yang mati terbunuh mereka mencemooh sebagai mesias yang gagal bahkan disebut sebagai mesias palsu yang tidak memenuhi nubuat kitab suci para nabi. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada mesias yang disalibkan dan mati bangkit kembali.

    James H Charles Worth, mengatakan: Kepercayaan kepada mesias yang mati ditiang salib adalah tahayul yang sangat berbahaya, ini adalah sebuah kekafiran. John Davidson, mengatakan: Kepercayaan kepada kebangkitan tubuh kasar (di dunia) adalah kemauan orang-orang tolol.

    Di dalam Lukas 24:46, Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

    Ucapan seperti ini merujuk kepada Kitab Perjanjian Lama tapi kenyataannya di dalam Perjanjian Lama, kalimat tersebut tidak ada. Dan telah menjadi perdebatan para kristolog yang pada ujung-ujungnya diketahui bahwa ini adalah ayat-ayat ciptaan penulis Injil Lukas yang dijejalkan kepada mulut Yesus.

    Sedangkan Kristus, menurut Paulus adalah Anak Allah yang ‘menurut daging’ berasal dari keturunan Daud (Roma 1:3-4). Di sini terlihat bahwa Paulus memaksakan kemauannya padahal secara biologis Yesus jelas bukan keturunan Daud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentang Yesus, Mesias dan Kristus7 Februari 2014 07.45

      Kriteria Kristus menurut Paulus adalah penebus dosa yang mati, dikubur kemudian dibangkitkan kembali pada hari ketiga (I Korintus 15:3-4). Untuk meyakinkan kepada Yahudi tentunya Paulus selalu merujuk kepada kitab para nabi namun tidak dapat dibuktikannya. Di sini Paulus berhadapan dengan penyembah berhala di Asia Kecil, Yunani, Mesir, dan Timur Tengah yang kala itu mempertuhankan/menyembah Dewa KRISTUS TAMMUS dll. Paulus selanjutnya berusaha untuk memperkenalkan Yesus seperti yang ada pada Tammus:

      - Tammus lahir dari seorang Perawan dan Yesus juga harus lahir dari seorang perawan.

      - Tammus tertikam lambungnya, Yesus dibuat cerita kalau dia ditikam pada lambungnya.

      - Tammus tiga hari tiga malam dikubur maka Yesus juga harus tiga hari tiga malam di dalam kubur.

      Dijelaskan oleh Michael Beagent, Richard Leigh dan Henry lincoln (the messianic legacy): Kalau Paulus ingin menantang para penyembah berhala Dewa Tammus, Yesus harus bisa menandingi setiap mukjizat Tuhan-tuhan lama, sebagai akibatnya kehidupan dewa Tammus harus diukirkan kepada kehidupan Yesus.

      Yesus yang tadinya diharapkan menjadi mesias yang gagah berani, pemimpin Israel dalam pembebasan dari penjajah Romawi berubah menjadi kristus yang tidak berdaya, disiksa dan menyerahkan dirinya untuk disalib dalam rangka menebus dosa manusia. Dengan kedudukan ini maka ajaran Yesus menjadi kabur dan tidak penting lagi untuk digantikan kedudukannya dengan Kristus penyembah berhala yang baru.

      Para penyembah berhala di Romawi, Babilonia, Persia dan Mesir menyembah Kristus dengan kriteria sebagai berikut: Lahir 25 Desember. Anak Allah. Mati terbunuh dan bangkit pada hari ketiga. Terangkat ke surga. Kriteria tersebut dianut oleh Paulus sejak kanak-kanak yang diwujudkan dalam upacara & festival penyembahan “Herakles Kristus” di Tarsus. Itulah yang terus dipertahankan hingga sekarang.

      Hapus
  3. Kisah Mualaf,Irene Handono7 Februari 2014 07.49

    "..... Di biara, untuk pertama kali aku mengenal Islam. Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari Jum’at siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam. Jadi Islam itu jelek.

    Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, Philiphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina.

    Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.

    Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur’an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang-panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.

    Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas.

    Aku membacanya, bagus surat Al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. “Ini ‘kok bagus, dan bisa diterima!” pujiku lagi.

    Pagi harinya, saat kuliah Teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat Al-Ihklas. “Allahhu ahad, ini yang benar,” putusku pada akhirnya.

    Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakana, “Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan.”

    “Yang mana yang Anda belum paham?” tanya Pastur. Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan.

    “Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi,” tanyaku lebih mendalam.

    Dosen menjawab, “Tidak bisa!” Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh. Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti.

    “Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!” tegas Pastur. Aku katakan, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?

    “Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!” tegas Pastur mengakhiri.

    BalasHapus
  4. Cerita Hikmah :7 Februari 2014 07.54

    Seorang balita datang kpd Nabi Musa 'Alaihis Salam dan meminta agar didoakan spy Allah menjadikan ia akaya.. Nabi Musa bertanya kpdnmya, "Apakah kamu mau kaya pd 30 thn pertama dr umurmu atau pd 30 thn terakhir?"

    Balita tadi bingung. Ia berpikir keras menimbang antara keduanya. Lalu pilihannya jatuh pd 30 tahun pertama dr umurnya. Alasannya, ia ingin menikmati harta tsb pd waktu mudanya. Apalagi tiada jaminan bhw umurnya bisa sampai 60 thn.

    Kemudian Nabi Musa mendoakannya. Allah kabulkan doa tsb dgn menjadikannya kaya di usia 30 thn pertama dr umurnya. Mulailah Allah melimpahkan rizki yg byk kepadanya.

    Skrg anak itu sdh dewasa. Ia gunakan kekayaannya utk membukakan pintu rizki bagi orang lain. Ia banyak membantu orang. Tdk hanya dgn hartanya, tapi jg membantu mereka dgn membangun perdagangan, rumah produksi dan pertanian. Ia membiayai pernikahan orang-orang yg sdh siap menikah. Menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang yg terlilit kebutuhan.

    Berlalulah 30 thn pertama. Bermula 30 tahun kedua. Nabi Musa setia menunggu apa yg akan terjadi. Beberapa tahun sudah lewat. Sementara kondisi laki-laki tadi masih seperti semula, ia tetap kaya. Bahkan semakin kaya.

    Lalu Nabi Musa AS menghadap Allah bertanya ttg 30 tahun pertama yg sdh selesai. Maka Allah menjawab : Engkau dapati hambaKu membukakan rizki utk hamba-hambaKu, maka aku malu menutup pintu rizki-Ku kepadanya.

    Ya Allah, betapa pemurah-Nya Engkau. Sungguh tak terkira keagungan-Mu.

    (Dinukil dari status Facebook Syaikh Nabil al-'Audhi).

    By : @irena_handono, @irena_center
    Fanpage : Irena Center, Irena Handono
    Pin BB : 260C162E/2103ADF9
    021-888 555 62

    BalasHapus
  5. Kristen Terpecah Dalam Sekte-sekte7 Februari 2014 07.56

    Sekilas kita mungkin melihat bahwa mereka bersatu. Sebetulnya tidak. Kristen terpecah belah menjadi berbagai aliran dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan dikatakan lebih dari 230 sekte/aliran. Itu baru yang di Indonesia saja. Di tiap wilayah mereka mengadopsi kebudayaan-kebudayaan setempat. Dan antara satu aliran dengan aliran yang lain tak jarang mempunyai perselisihan yang sangat tajam.

    Kristen mula-mula terbagi atas lima wilayah yang berbeda yakni komunitas Kristen di Yerusalem, Antiokia, Aleksan-dria, Konstantinopel, dan Roma. Masing-masing komunitas ini mempunyai perbedaan signifikan dalam mendefinisikan siapa Allah, siapa Yesus, siapa Perawan Maria.

    Untuk itulah kemudian diseleng-garakan Konsili Nicea th 325M. Konsili ini sarat kepentingan politis Kaisar Kons-tantin untuk menyelamatkan imperiumnya yang diambang kehancuran akibat konflik perbedaan aqidah.

    Di konsili inilah terjadi perdebatan sengit tentang status Yesus (sebagai manusia atau sebagai Tuhan). Dan akhir-nya atas pengaruh kuat Konstantin, Yesus akhirnya diresmikan statusnya sebagai Tuhan. Lalu gereja dilembagakan secara formal. Hierarki gereja disusun secara bertingkat-tingkat dipimpin langsung oleh Konstantin. Paus pertama adalah Konstantin. Inilah awal dari gereja Katholik.

    Kemudian terjadi perpecahan-perpecahan besar (skisma) dalam struktur gereja menurut sejarah yang tercatat sebagai berikut.
    Perpecahan pada saat Konsili Efesus th.431, yang menyatakan status Perawan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah) disini Gereja Asiria Timur memisahkan diri. Perpecahan pada Konsili Khalsedon (th.451), Gereja Ortodoks Oriental memi-sahkan diri. Perpecahan besar pada abad 11. Penyebabnya adalah perbedaan dok-trin ketuhanan dan perebutan kekuasaan duniawi.
    Gereja Katolik pun terbagi menjadi dua, yaitu "Barat" dan "Timur". Inggris, Prancis, Roma dan negara-negara Skan-dinavia termasuk Gereja "Barat" (Gereja Katolik Roma). Sedangkan Yunani, Rusia, Suriah, Mesir termasuk dalam Gereja "Timur" (Gereja Ortodoks). Perpecahan ini dikenal sebagai Skisma Barat-Timur.

    Skisma berikutnya terjadi pada abad ke-16 karena lahirnya gerakan Reformasi Pro-testan. Sehingga Gereja Katholik terpecah menjadi Katholik Roma, Anglikan, Protestan dan Anabaptis. Protestan mempunyai sangat banyak aliran dan tidak mempunyai kepemimpinan yang terpusat seperti Katholik Roma. Dan hingga saat ini perpecahan di tubuh Protestan masih terus berlangsung.

    Di Indonesia. Setidaknya ada sem-bilan aliran Kristen pecahan dari Protestan antara lain: Lutheran, Calvinis, Baptis, Methodis, Pentakostal, Kharismatik, Injili (Evangelical), Adventis, dan Saksi Yehova. Yang masing-masing terdiri atas gereja-gereja yang walaupun mengaku beraliran sama tapi karena muatan budaya yang berbeda dan dalam beberapa hal lain masih berbeda sehingga tidak mau untuk disatukan.

    Aliran Lutheran: HKBP, GKPS, GPKB, GKPI, HKI, GKLI, GKPA dan GKPM; semuanya (kecuali GPKB) berkantor pusat di Sumatera Utara dan sekitarnya.

    Aliran Calvinis: GPM, GMIM, GMIT, GPIB, GBKP, GKI (Jabar, Jateng, Jatim), GKP, GKJ, GKJW, GKPB, GKS, GMIST, GKST, Gereja Toraja, GTM, GKSS, GEPSULTRA, GMIH.

    Aliran Baptis: Persekutuan Gereja-gereja Baptis Irian Jaya (PGBIJ), Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GBI), Gereja Per-himpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI), Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI), Gereja Baptis Independent di Indonesia (GBII), dan Sinode Gereja Kristen Baptis Jakarta.

    Aliran Methodis: Gereja/aliran Metodis kebanyakan terdapat di Suma-tera.

    Aliran Pentakostal: Gereja Isa Al-masih (GIA), Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Gereja Pentakosta Pusat Surabaya (GPPS), Gereja Gerakan Pentakosta (GGP), Gereja Bethel di Indonesia (GBI), dan Gere-ja Tuhan di Indonesia (GTdI).Aliran Kharismatik: Gereja Kharis-matik, Gereja Karmel (Cianjur).
    Aliran Injili (Evangelical): Perseku-tuan Injili Indonesia (PII).
    Aliran Adventis: Gereja Advent.
    Aliran Saksi Yehova.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kristen Terpecah Dalam Sekte-sekte7 Februari 2014 07.56

      Sebenarnya Allah SWT telah memperingatkan kita dalam Alquran bahwa seolah-olah mereka bersatu tetapi sesungguhnya mereka berpecah-belah. Mereka saling bermusuhan antara satu dengan yang lain.”Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (TQS. Al Hasyr: 14).

      Kekuatan mereka ibarat jaring laba-laba, terlihat besar namun sangat rapuh. Maka sudah saatnya kini kita bersatu. Jangan mengafirkan atau menyesatkan saudara sesama Muslim hanya karena perbedaan furu'iyah.

      NOTE :
      Beberapa mazhab dalam Kristen :

      1. Mazhab Al Abuniyah. Mazhab ini terdiri atas 2 golongan, masing-masing percaya bahwa Al-Masih adalah seorang manusia. Robertson mengatakan bahwa kelompok Al-Abuniyah tidak mengakui ketuhanan Almasih dan tidak mengakui Paulus sebagai rasulnya.

      2. Mazhab Al-Markuniyah. Mazhab ini bernasab kepada Markoni, pendiri kelompok tersebut. Mereka tidak percaya dengan ketuhanan Al-Masih. Kelompok Al-Markuniyah juga tidak percaya dengan kebangkitan Al-Masih sesudah mati.

      3. Mazhab An Nastikiyah. Mazhab ini banyak dipengaruhi filsafat Pythagoras, Plato & Zoroaster. Mereka tidak mengakui Paulus. Kelompok An Nastikiyah tidak percaya dengan Almasih sebagai roh. Mereka hanya percaya kepada kelima istilah pertama dari Kitab Taurat.

      4. Mazhab Ad Dustiyah. Mereka percaya dengan Almasih sebagai kalimat Allah dan percaya bahwa Almasih lahir secara tiba-tiba dalam bentuk seorang pemuda tampan dan sempurna. Mereka mengakui Almasih sebagai roh murni, tidak bernoda kemanusiaan sedikitpun.

      5. Mazhab Al Autmaniyah. Kelompok ini lahir 2 abad setelah Isa Alaihissalam. Mereka tidak mengakui ketuhanannya.

      6. Kelompok Muntysi. Tahun 170 M, ada seorang yang mengakui fergliet yang dijanjikan Isa Almasih & menyebut dirinya sebagai anak Allah.

      7. Mazhab Almanowiyah. Mazhab ini didirikan oleh Many di Iran pada abad 3 M, merupakan perpaduan Nasrani & Majusi.

      8. Kelompok Nowisyin. Penganut aliran ini tidak percaya kepada Paulus, ada dalam sejarah antara tahun 250-500 M.

      9. Mazhab Al Ariosiyah, didirikan oleh Arios (penduduk Libya) yang menjadi pastur di Iskandariyah. Arios mengatakan meski Almasih adalah anak Allah, tapi ia bukan Tuhan seperti keyakinan Kristen. Ia diciptakan oleh Allah & tidak sama dengan ayahnya.

      10. Kelompok Apoli Niris. Para pengikutnya percaya bahwa Almasih adalah campuran dari ketuhanan & kemanusiaan yang tidak bisa dipisahkan.

      11. Kelompok Arsio. Mereka yakin Almasih tidak dilahirkan oleh Maria, bahkan datang ke dunia dalam usia 50 tahun. Kelompok Arsio tidak percaya dengan surat apapun dalam Perjanjian Lama dan tidak percaya dengan Injil apapun.

      12. Aliran An Nazzariyah yang terbentuk pada abad pertama Masehi. Para pengikutnya tidak percaya Paulus dan surat-suratnya. Aliran An Nazariyah ini bahkan memandang Paulus sebagai dajjal dan pembohong.

      13. Aliran Al Bauyiah. Mereka menyangkal penyaliban Almasih, bangkitnya Almasih dari kematian dan naiknya Almasih ke langit.

      14. Kelompok An Nashiriyun. Mereka percaya dengan Injil Matius berbahasa Ibrani, dan tidak mengakui penyaliban Isa Almasih.

      15. Aliran Al Yunaniyah. Mereka yakin bahwa roh kudus keluar dari bapak saja, bukan dari anak. Mazhab Protestan mengkafirkan mereka.

      Hapus
  6. ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN7 Februari 2014 07.58

    Kajian Ahad bersama Ummi Irena

    Ketika Rasulullah dan para pengikutnya disakiti oleh orang-orang kafir Quraisy yang sombong dan durhaka, maka beliau diminta oleh para pengikutnya agar melaknat para penganiaya tersebut, namun Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam enggan memenuhi permintaan tersebut dan menyatakan, "Sesungguhnya aku tidak diutus untuk menjadi pelaknat, tetapi aku diutus untuk menjadi rahmat." (HR Muslim dari Abu Hurairah RA)

    Ananda, itulah Islam.
    Islam adalah agama yang bertumpu pada tingginya moralitas, yang datang untuk menanamkan pilar-pilar kebenaran, kebajikan, dan keadilan di alam bumi ini, serta untuk menciptakan kehidupan yang bebas bagi manusia dan jauh dari segala bentuk penindasan. Dalil paling konkrit atas kebenaran hal ini adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala , "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al-Anbiyaa' : 107).
    Islam merupakan agama kasih bagi semua orang, baik muslim maupun non-muslim. Islam, dengan ideologi yang kuat dan syariatnya yang toleran, datang untuk menaburkan benih kasih sayang, kedamaian dan keamanan dunia ini, serta untuk melenyapkan segala bentuk kezhaliman, kelaliman, dan kekerasan.

    Islam melarang dengan keras tindakan teror (menakut-nakuti / arhaba-yurhibu) orang lain dalam berbagai bentuknya, seperti menghunuskan pedang di hadapan orang lain, atau mengancam dengan perkataan yang aniaya, atau membentak dengan nada yang keras, atau dengan berbagai cara lainnya yang dapat membuat seseorang menjadi takut dan gelisah.

    Sebagaimana diriwayatkan oleh Nu'man bin Basyir RA ia berkata, "Suatu ketika, kami tengah dalam perjalanan bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam dan ada seorang lelaki yang mengantuk di atas untanya, lalu beberapa lelaki lain mengambil sebuah anak panah dari tabung lelaki tersebut hingga membuatnya bangun dan terkejut. Melihat kelakuan itu maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak dibenarkan bagi seseorang untuk menakut-nakuti seorang muslim." (HR Thabrani).
    Dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian menakut-nakuti seorang muslim, karena menakut-nakuti seorang muslim adalah aniaya yang besar." (HR Al-Bazzar dan Thabrani)

    Ananda, kalau banyak orang menganggap bahwa larangan tersebut hanya berlaku secara khusus bagi muslim saja, maka mereka KELIRU. Para ulama dan ahli tafsir mengatakan, penyebutan muslim pada sabda Rasul tersebut disebabkan atas konteks komponen masyarakat saat itu bahwa orang Muslim adalah mayoritas. Dan jika disebutkan konteks mayoritas maka mencakup seluruh komponen masyarakat baik Muslim, Yahudi atau Kristen tanpa pilih kasih ataupun motif primordial.
    Namun sangat disayangkan, perjuangan ummat saat ini untuk membela diri dari kejahatan dan tindak aniaya dan berjuang untuk membebaskan diri dari kehinaan dan kediktatoran justru dianggap sebagai upaya terorisme. Penentangan ummat terhadap kelaliman, penjajahan, dan perbudakan, juga banyak dinisbatkan sebagai bentuk terorisme. Begitupun dengan dakwah Islam yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran Islam dan menancapkan pilar perdamaian di muka bumi, juga dianggap sebagai tindak terorisme.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN7 Februari 2014 07.59

      ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN
      Cap tersebut, bagi kita yang mengenal Quran dan Hadits secara baik, tentu merupakan fitnah yang sangat besar. Mengapa?
      Karena Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam dalam menetapkan aturan berjihad melalui perang, amatlah memuliakan fitrah sesama umat manusia. Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam jika mengutus pasukan untuk berperang maka beliau bersabda, "Berangkatlah kalian (untuk berperang) atas nama Allah, perangilah di jalan Allah orang yang kufur kepadaNya. Janganlah kalian berpaling (dari peperangan), JANGAN MENCABIK-CABIK (mayat), JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN. JANGAN MEMBUNUH ANAK-ANAK KECIL DAN PARA PENDETA." (HR Baihaqi)
      Dalam riwayat yang lain, Anas bin Malik RA berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda "Berangkatlah dengan membawa panji nama Allah dan dengan sumpah kepada Allah serta atas dasar agama Rasulullah. JANGANLAH KALIAN MEMBUNUH ORANG YANG TELAH LANJUT USIA, BAYI, ANAK KECIL DAN PEREMPUAN." (HR Baihaqi)
      Diriwayatkan pula dari Rabah bin Rabi' ia berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam pernah mengutus seorang lelaki seraya bersabda, "Katakanlah kepada Khalid, JANGANLAH IA MEMBUNUH WANITA DAN BURUH." (HR Abu Dawud)

      Ananda yang disayang Allah, terakhir, mari kita mengengok sejarah, agar kita tidak mudah dibodohi oleh propaganda negatif kaum kuffar terhadap Islam. Perintah Allah dalam QS Yusuf:111 adalah agar kita mempelajari sejarah, karena terdapat ibrah dalam setiap perjalanan waktu tersebut. Sejarah lalu ummat Islam adalah bukti otentik atas kebenaran kedamaian Islam dan tidak seorangpun yang dapat memungkirinya. Selama masa-masa gemilangnya, mulai dari masa Kenabian kemudian disusul dengan masa Khulafaur Rasyidin dan berakhir dengan dinasti Utsmani, ummat Islam adalah ummat yang menyerukan kepada kebajikan dan kasih sayang. Rasa damai meliputi seluruh penjuru bumi, semua orang hidup dengan penuh kedamaian, ketenangan dan ketenteraman. Goretan sejarah ini adalah fakta, dan seringkali didustakan oleh para pendengki terhadap Islam yang selalu berusaha menebar tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari fitnah dan senantiasa menjalankan syariat Islam dengan istiqomah.

      Wallahu walliy at taufiq.

      Hapus
  7. ISLAM ADALAH AGAMA YANG JELEK ?(Menjawab Fitnah Missionaris)7 Februari 2014 08.03

    ISLAM ADALAH AGAMA YANG JELEK ?(Menjawab Fitnah Missionaris)

    Ananda, beberapa waktu belakangan, entah itu dalam pergaulan nasional maupun internasional, Islam tidak henti-hentinya diserang dari berbagai sisi. Salah satunya dengan menyatakan, : Jika Islam adalah agama terbaik, mengapa banyak orang Islam yang tidak jujur, tidak sapat dipercaya, dan melakukan penipuan, menyuap, dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang.....?

    Ananda, stigma atau pandangan buruk semacam ini telah banyak dilancarkan oleh dosen teologi ketika ummi tengah menempuh studi perbandingan agama di Institut Filsafat Theologia, sekaligus menjalani tugas sebagai biarawati. Islam di Indonesia selalu menjadi bulan-bulanan. Kata mereka, Islam adalah agama yang jelek, suka kekerasan, melarat, bodoh, dan segala macam tudingan lainnya tanpa mendasarkan segala sesuatunya melalui kacamata yang objektif.

    Ketahuilah ananda, bahwa tidak ada keraguan bahwa Islam merupakan agama paling baik, tetapi media telah dikuasai oleh orang-orang Barat yang takut pada Islam. Media itu terus memberitakan dan mencetak semua informasi yang menentang agama Islam. Jika perlu, mereka juga sengaja membuat berita yang salah tentang agama Islam, dan salah mengutip atau merancang topik yang melebihi batas.

    Jika terjadi peledakan bom, lihatlah, yang pertama kali dituduh tanpa bukti-bukti adalah umat Islam ! Berita ini dicetak di halaman terdepan berbagai media, kemudian setelah pelaku peledakan itu teridentifikasi seorang non-Muslim, maka hal itu dianggap berita yang tidak penting. Hal ini nyata-nyata terjadi pada peristiwa pengeboman Norwegia yang ternyata dilakukan oleh seorang pemuda Kristen bernama Anders Behring Breivik. Baik sebelum maupun sesudah teridentifikasi pelakunya pun (yang ternyata seorang Kristen), media Barat tetap menyatakan bahwa pelaku pengeboman terkait dengan ummat Islam dan jaringan Al-Qaeda. Aastagfirullah..!

    Ketika seorang Muslim berusia 50 tahun menikahi gadis berusia 15 tahun atas persetujuan gadis itu, berita ini dicetak pada halaman pertama tetapi ketika seorang non-Muslim berusia 50 tahun memperkosa gadis kecil berusia 6 tahun, berita ini akan ditulis pada bagian dalam halaman sebagai ''newbrief''. Padahal setiap hari di Amerika terdapat sekitar 2.713 kasus pemerkosaan tetapi berita ini tidak dicetak oleh media. Kenapa? Karena hal ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang Amerika. Nau'dzubillah.

    Nah ananda, kita semua sadar memang, jika ada beberapa umat Islam yang tidak jujur, tidak dapat dipercaya, menipu, atau berbuat tidak baik lainnya, tetapi MEDIA HANYA MENCETAK BAHWA UMAT ISLAM SAJA YANG BERBUAT HAL SEMACAM ITU . Ingat, kambing hitam, spacegoat, ada di setiap komunitas. Saya tahu umat Muslim juga ada yang menjadi pecandu alkohol dan mereka bisa meminum lebih banyak daripada non-Muslim yang berada di bawah meja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISLAM ADALAH AGAMA YANG JELEK ?(Menjawab Fitnah Missionaris)7 Februari 2014 08.04

      Akan tetapi ananda, yang harus disadari bersama, meskipun ummat Islam dijadikan kambing hitam, tetapi secara keseluruhan Muslim saat ini tetap menjadi komunitas terbaik di dunia. Muslim adalah komunitas terbesar dari semua komunitas yang TIDAK mengkonsumsi alkohol secara kolektif, Muslim adalah komunitas yang mampu memberikan sumbangan terbesar di dunia. Buktikan saja, tidak akan ada satu komunitaspun yang dapat menunjukkan pada ummat Islam yang memperhatikan kesopanan, ketenangan hati, serta nilai-nilai kemanusiaan dan berbangsa.

      Terakhir, JANGAN PERNAH MENILAI MOBIL DARI SOPIRNYA. Jika Anda ingin menilai betapa bagusnya model keluaran baru mobil 'Mercedes', dan seseorang yang tidak bisa menyetir mobil itu menabrakkannya, siapakah yang akan Anda salahkan? Mobil itu, atau orang yang menyetirnya? Otomatis Anda akan menyalahkan sang sopir. Untuk meneliti kebagusan mobil itu, seseorang tidak harus melihat pada sopir, tetapi lihatlah kemampuan dan keistimewaan pada mobil itu sendiri. Seberapa tinggi kecepatannya, berapa kapasitas bahan bakarnya, fasilitas kenyamanannya dan lain sebagainya. Nah, meskipun secara jujur kita mengakui argumen yang menyatakan sebagian umat Islam berperilaku buruk, tetapi kita tidak bisa menilai Islam dai pengikutnya. Apalagi yang dinilai adalah yang buruk-buruk saja. Jika Anda ingin menilai seberapa bagus agama Islam, maka nilailah menurut sumber yang asli, yaitu Al-Qur'an dan Hadits Shahih. Dan jalan inilah yang ummi tempuh untuk mengenal islam lebih dekat, dan Alhamdulillah, perkenalan itupun mengantarkan ummi menuju hidayah Allah. Allahu Akbar.

      Kemudian jika Anda ingin menyelidiki dengan mudah seberapa bagus kualitas mobil tadi, maka pilihlah seseorang yang ahli menyetir mobil. Sama seperti pengikut Islam terbaik dan patut dicontoh, dimana Anda bisa menilai Islam dari segala tindak-tanduknya, dan dialah utusan terakhir Allah SWT, yakni Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi Wasallam. Selain ummat Islam, ada seorang ahli sejarah yang tidak berprasangka buruk bahkan menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia terbaik. Menurut Michael H. Hart yang menulis buku berjudul ''The Hundred Most Influential Men in History'', peringkat teratas yaitu posisi pertama diraih oleh junjungan kita, Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi Wasallam. Bahkan ada beberapa tokoh non-Muslim yang memberi penghargaan pada Nabi Muhammad, seperti Thomas Carlyle, La Martine, dan masih banyak lagi yang lain.

      Wallahu walliy at taufiq.

      Hapus
  8. (QS. Ali Imran : 78)7 Februari 2014 08.05

    Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu
    datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
    (QS. Ali Imran : 78)

    BalasHapus
  9. TERNYATA Yesus pun SHALAT7 Februari 2014 08.08

    TERNYATA Yesus pun SHALAT

    Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

    Akan tetapi tata cara shalat disempurnakan pada masa Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

    1. “Janganlah kalian shalat kecuali dengan menghadap sutrah dan janganlah kalian biarkan seorangpun lewat di hadapanmu” (HR Muslim).
    2. “Apabila kamu berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kearah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR Bukhari – Muslim).
    3. “Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan tegaknya shalat” (HR Bukhari, Muslim).
    4. “Apabila kamu berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kearah kiblat, lalu bertakbirlah” (HR Bukhari – Muslim).
    5. Ketika Rasulullah SAW shalat, beliau menundukkan kepala dan pandangan matanya diarahkan ke tanah[tempat sujud].
    (HR Baihaki – Hakim)
    6. Dari Barra bin Azib RA, ia berkata: “Ketika Rasulullah SAW takbiratul ihram, aku melihat kedua tangannya diangkat sampai ibu jarinya berdekatan dengan kedua daun telinga. (HR Ahmad)
    7. Adalah Rasulullah SAW melarang bersedekap meletakkan kedua tangannya pada lambung [perut] (HR Bukhari, Muslim)
    8. Dan adalah Nabi mendekapkan tangan kanannya pada tangan kirinya (HR Nasai, Daruqutni)
    9. Apabila kamu ruku, letakkanlah telapak tanganmu pada lutut, bukalah jari-jarimu kemudian tekanlah dengan mantap dan tumakninah sehingga anggota tubuh kembali pada persendiannya (HR Ibnu Khuzaimah, Ibu Hibban)
    10. "Apabila Rasulullah SAW ruku’ maka beliau ruku’ dengan lurus sempurna, beliau tidak mengangkat kepala dan tidak pula menundukkannya dan beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya”. (Diriwayatkan oleh Al-Nas’I dari hadits Abi Humaid)
    11. "Jika seorang hamba bersujud, haruslah meletakkan tujuh anggota badannya, yaitu: wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung telapak kaki (HR Muslim, Abu Dawud)
    12. “Jika salah seorang kalian hendak sujud, janganlah berlutut sebagaimana berlututnya unta, tapi hendaknya meletakkan kedua tangannya sebelum lututnya” (HR Abu Dawud, Ahmad, An-Nasai)
    13. “Beliau SAW duduk dengan sempurna (duduk istirahat) di atas kaki kirinya dengan lurus, hingga setiap tulang kembali ke tempatnya” (HR Bukhari, Abu Dawud)
    14. Ketika kamu duduk di pertengahan shalatmu, duduklah dengan tumakninah. Duduklah dengan iftirasy, yaitu menduduki telapak kaki kirimu... (HR Abu Dawud, Baihaqi)
    15. Ketika salam : Berpaling ke kanan sampai terlihat pipi, dan berpaling ke kiri...(HR Muslim)
    16. Anjuran untuk shalat dengan tuma'ninah : "Hudzaifah pernah melihat seorang lelaki yang shalat tanpa menyempurnakan ruku’ dan sujud, maka dia menegur: Engkau belum shalat dan jika engkau mati dalam keadaan seperti ini maka engkau mati tidak dalam fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap Nabi Muhammad SAW”. (HR Bukhari)

    Subhanallah ....... !

    BalasHapus
  10. UMMAT ISLAM MENYEMBAH KA'BAH ?? (Bantahan Terhadap Fitnah Missionaris)7 Februari 2014 08.09

    UMMAT ISLAM MENYEMBAH KA'BAH ??
    (Bantahan Terhadap Fitnah Missionaris)

    Pertanyaan yang masuk ke redaksi kami mengenai bagaimana sikap kita dalam menyikapi tuduhan bahwa ummat Islam menyembah Ka'bah?

    Perlu diingat bahwa ka'bah adalah kiblat, yaitu arah dimana Muslim menghadap ketika mengerjakan shalat, dalam hal ini perlu digarisbawahi bahwa Muslim menghadap Ka'bah ketika mengerjakan shalat bukan berarti bahwa mereka menyembah Ka'bah. Muslim tidak menyembah sesuatu pun selain Allah SWT. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Suratul Baqarah ayat 144.

    Seperti misalnya, jika umat Islam ingin mengerjakan shalat, maka kemungkinan sebagian dari mereka akan mengerjakan shalat ke arah utara, sedang yang lain ke arah selatan. Maka untuk mempersatukan umat Islam dalam mengerjakan shalat menyembah Allah SWT, maka umat Islam dimanapun mereka tinggal, diperintah untuk menghadap hanya pada satu arah yaitu menghadap kiblat. Jika sebagian umat Muslim hidup di sebelah barat Ka'bah maka akan menghadap ke arah timur, demikian pula sebaliknya.

    Satu hal yang perlu diingat bahwa Ka'bah terletak di tengah peta dunia. Peta pertama yang dibuat oleh umat Islam digambar dengan penunjuk arah selatan menghadap ke atas dan arah utara menghadap ke bawah. Bangunan Ka'bah berada di tengah-tengahnya, kemudian para pembuat peta dari Barat menggambar peta dunia dengan terbalik dimana arah utara menghadap ke atas dan arah selatan menghadap ke bawah. Alhamdulillah sampai saat ini Ka'bah tetap berada di tenagh-tengah peta dunia.
    Kemudian Tawaf. Tawaf menunjukkan adanya Tuhan yang satu. Ketika umat Islam mengunjungi masjidil Haram di Mekkah, mereka melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, hal ini menunjukkan keimanan dan menyembah Tuhan yang satu (Allah SWT) karena setiap putaran memiliki satu titik pusat, maka hanya ada satu Tuhan yang patut disembah yaitu Allah SWT.

    Kemudian mengenai batu hitam yang disebut Hajar Aswad. Berdasar pada Shahih Bukhari, bagian 2 dalam Kitab Haji bab 56 Hadits ke 675, Umar berkata, ''Saya tahu engkau hanya sebuah batu yang tidak bermanfaat dan tidak merugikan. Jika aku tidak melihat Rasulullah SAW (Muhammad SAW) mententuh (dan mencium) kamu, maka aku tidak akan pernah menyentuh (dan mencium) kamu''

    Nah, lalu, pada zaman Rasulullah SAW, orang Islam berdiri di atas Ka'bah dan mengumandangkan adzan atau panggilan shalat. Seseorang yang menyatakan bahwa Muslim menyembah Ka'bah boleh bertanya, ''penyembah berhala manakah yang berdiri di atas berhala yang disembahnya?''

    Wallahu walliy at taufiq.

    BalasHapus
  11. Doktrin Gereja Sebabkan Krisis & Perpecahan7 Februari 2014 08.11

    Doktrin Gereja Sebabkan Krisis & Perpecahan

    Doktrin Trinitas bukanlah ajaran yang diturunkan dari Tuhan. Doktrin Trinitas hanya digagas dan diterapkan lewat penyelenggaraan konsili di sepanjang sejarah.

    Doktrin gereja mempunyai sekian banyak kelemahan sehingga selalu saja menimbulkan perpecahan-perpecahan baik di awal kekristenan hingga kini. Dalam hal ini yang saya maksud adalah doktrin Gereja Katholik yang mengklaim diri sebagai Kristen paling awal.

    Krisis gereja tidak lain dan tidak bukan, diakibatkan karena doktrin gereja yang mendapat pertentangan baik dari gereja Kristen yang lain maupun dari lembaga-lembaga Katholik, badan-badan di bawah Sri Paus. Dan Sri Paus, terutama Yohanes Paulus II telah melakukan upaya sedemikian rupa untuk meredam gejolak akibat krisis tersebut, sebagaimana isi Konsili Vatikan II tahun 1965 M.

    Sebenarnya akar krisis ini telah muncul sejak dua ribu tahun silam, di mana di dalamnya memuat hal-hal yang kontradiksi yang dianggap tidak dapat diterima atau tidak sejalan dengan logika karena disebabkan beberapa penyimpangan-penyimpangan yang telah terbukti secara ilmiah dan secara dokumenter, sebagaimana akal para Kristen yang juga tidak lagi dapat menerimanya pada saat ini.

    Beberapa unsur penting yang membentuk doktrin Kristen yaitu: Trinitas, Yesus, Rahasia-rahasia, Injil-Injil dan beberapa wasiat. Kita akan membahas satu persatu doktrin Kristen ini secara berkelanjutan yang dibagi beberapa edisi seperti tulisan-tulisan yang lalu.

    Trinitas
    Trinitas adalah salah satu dari pondasi dasar tempat tegaknya agama Kristen. Doktrin ini menyatakan demikian, “Bapa adalah Tuhan, anak adalah Tuhan dan Roh kudus adalah Tuhan, akan tetapi hanya ada satu Tuhan, Tuhan dalam tiga oknum” (Encyclopedia Bordas, 231/1)

    Perlu diketahui, orang-orang Kristen tidak mengenal kata Trinitas sebelum penghujung abad kedua. Penggunaan Trinitas pertama adalah dalam buku Theophilus Antholacy untuk Autolycus (A.Autolycus. Dieu: Pere, Fils, Espirit). Hal ini membuktikan bahwa Trinitas sama sekali tidak tersebut dalam Al Kitab/Bibel. Tapi merupakan doktrin yang telah tersusun seiring dengan perjalanan waktu.

    Pengenalan Trinitas pada abad-abad pertama inilah yang menyebabkan sejumlah perpecahan yang akhirnya menyebabkan digelarnya Konsili Nicea I pada tahun 325 M. Seorang uskup dari Alexandria bernama Arius (256-336 M) berpendapat bahwa Yesus yang disebut Anak, bukanlah berasal dari karakter ketuhanan Bapa. Sebab Bapa bersifat azali; tidak berawal tidak berakhir. Sedangkan anak adalah dilahirkan, artinya ia memiliki awal dan akhir, bersifat materi fisik, artinya ia diciptakan, dan ia bukanlah tuhan. Namun Arius dan pengikut-pengikutnya justru dikucilkan dan dikecam dalam Konsili Nicea.

    Setelah Konsili Nicea I, banyak orang-orang Kristen yang terbunuh akibat tidak mau menerima keputusan Konsili I, termasuk para pengikut Arius. Di sini tampak kepentingan politis Kaisar Konstantin yang menggunakan Gereja untuk mempertahankan keutuhan wilayahnya.

    Perpecahan dalam gereja dan cabang-cabangnya pun makin bertambah parah sehingga kemudian diselenggarakan Konsili Konstantin II pada Juli tahun 381 M. Di Konsili ini ditetapkan penerapan doktrin secara final terhadap semua orang tanpa kecuali yang bentuknya telah digagas pada Konsili Nicea I, disertai pengasan bahwa Roh Kudus adalah sama dengan Tuhan dan Yesus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doktrin Gereja Sebabkan Krisis dan Perpecahan7 Februari 2014 08.12

      Akan tetapi gagasan ini tak bisa sepenuhnya diterima. Pada September di tahun yang sama, secara mendesak akhir-nya terselenggara Konsili Ecuila di Italia untuk menolak keputusan yang dihasilkan Konsili Konstantin. Konsili Fairul di sebelah Utara Timur Italia yang berlangsung pada tahun 796 M isinya mengecam gereja Yunani akan konsep Roh Kudus. Pada tahun 807 M Gereja Yerussalem (Al Quds) menetapkan konsep penyamaan antara Roh Kudus dengan Bapa dan anak. Inilah yang menyebabkan lebih banyak lagi perten-tangan dan konflik.

      Tahun 809 M, Konsili Exlachabl di selatan Perancis mengakui konsep Trinitas, tapi para pembesar keuskupan Prancis menolak memasukkan konsep tersebut secara resmi dalam doktrin Kristen. Selan-jutnya, tahun 1099 M bulan Oktober, Konsili Bari di selatan Italia, gereja Yunani mengakui konsep Trinitas.

      Dari pemaparan di atas kita dapat melihat bahwa Doktrin Trinitas bukanlah ajaran yang diturunkan dari Tuhan. Doktrin Trinitas hanya digagas dan diterapkan lewat penyelenggaraan konsili di sepanjang sejarah. Hal ini bisa dibuktikan lewat dokumen-dokumen sejarah dan gereja, kendati ada upaya penyelewengan dan penutupan sejarah terhadap dokumen-dokumen tersebut.

      Dari sini kemudian terbukti bahwa ada tangan-tangan yang tak bertanggung jawab yang mempermainkan kitab Injil. Yaitu keberadaaan ayat Matius 28:19, yang berbunyi demikian, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”

      Sebagaimana diketahui, ayat ini sesungguhnya ditulis setelah tahun 70 atau 80 M. Yakni tepatnya setelah Konsili I Al Quds tahun 51 M. Penempatan ayat tambahan ini dalam Injil Matius membuktikan terjadinya proses penyelewengan dalam Injil. Karena sejak awal hingga akhir masa kenabian Isa as, ia selalu menekankan perbedaan antara dirinya dengan Tuhan (Markus 12:29-30; Markus 13:32; Matius 19:17; Yohanes 20:17; Yohanes 14:28; Matius 4:10; Matius 21:11; Matius 23:9; Lukas 7:16; Lukas 13:33; Yohanes 6:14; Yohanes 8:40; Lukas 24:19; Yohanes 14:24; Markus 12:29-30; Markus 13:32; Matius 19: 16-17).

      Hapus
  12. (QS Al-Baqarah: 39)7 Februari 2014 08.12

    Adapun orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka: mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 39)

    BalasHapus
  13. (QS. Al Baqarah : 22)7 Februari 2014 08.13

    Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah : 22)

    BalasHapus
  14. (QS. An Nisaa' : 170)7 Februari 2014 08.15

    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisaa' : 170)

    BalasHapus
  15. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak7 Februari 2014 08.20

    Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. Al Mu'minuun : 91)

    BalasHapus
  16. KAJIAN PERBANDINGAN AGAMA7 Februari 2014 08.24

    KAJIAN PERBANDINGAN AGAMA
    " KORUPSI AYAT "

    Beberapa waktu lalu tokoh JIL, Ulil Absar Abdala berkomentar di twitter-nya, bahwa Alquran tidak lengkap, lengkapnya ada dalam Perjanjian Lama (Bibel).

    Berikut kutipan percakapan Ulil di twitter-nya pada 6 Februari 2013,

    “Yang lebih tepat: Taurat menafsirkan Quran, sebab banyak info di Quran tentang kisah-kisah Yahudi tidak lengkap. Sepotong-sepotong. Tapi karena banyak keterangan di Quran tentang kisah-kisah Israel terpotong-potong, jadi yang ingin tahu lengkapnya bisa merujuk Taurat. Baca saja Perjanjian Lama dalam bahasa Indonesia. Itu Kitab Suci Yahudi.”

    Insya Allah bagi kita yang telah mempelajari Kristologi di tabloid ini atau mengikuti melalui buku-buku atau video tentu akan paham dan geleng-geleng atas komentar Ulil ini. Dua kemungkinan pada sang tokoh JIL ini, mungkinkah dia sama sekali tidak paham tentang Kristologi dan Yahudiologi atau terpola oleh doktrin “Semua Agama Sama”, maka dia menganggap seluruh kitab, Alquran, Bibel, Taurat, Talmud adalah kitab yang memiliki derajat sama. Sama-sama benar, sama-sama wahyu Tuhan. Naif sekali.

    Tapi bagaimana jika yang diajak diskusi oleh Ulil atau orang-orang yang membaca komentar Ulil adalah orang-orang yang sama sekali tidak paham dan tanpa mengklarifikasi langsung menelan mentah-mentah menjadikan kebenaran pendapat tokoh JIL ini? Ini berbahaya.

    Alquran adalah petunjuk hidup yang lengkap sempurna untuk mencapai tujuan puncak umat manusia. Allah berfirman: “Menunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus.“ (TQS 46:30)

    Di tempat lain, setelah menyebutkan Taurat dan Injil, Allah berfirman: “Kami turunkan Alquran kepadamu dengan membawa kebenaran, untuk membenarkan dan mengoreksi kitab yang sebelumnya. “ (TQS 5:48)

    Mengenai bahwa Alquran meliputi segala sesuatu, Allah berfirman: “Kami menurunkan Al-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (TQS 16:89).

    Lalu bagaimana dengan Taurat yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ada saat ini? Apakah masih terjaga keasliannya? Kita yakin dengan firman Allah SWT, maka dengan tegas kita jawab, TIDAK. Karena Alquran justru diturunkan untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan dan meluruskan kembali penyimpangan-penyimpangan yang terdapat dalam Taurat.

    Bagaimana menjelaskan ayat Allah diatas dari sisi Kristologi, insya Allah kita akan bahas kembali di kesempatan kali ini.

    Perjanjian Lama adalah bagian dari Bibel (kitab suci umat Kristen), yang mereka sebut sebagai Alkitab. Sebenarnya sebutan Alkitab sendiri merupakan upaya yang dilakukan missionaris dalam menyebarkan agamanya ke negeri-negeri Muslim agar umat Islam menganggap Bibel mereka adalah wahyu Allah SWT kepada Nabi Isa as. Padahal tidak demikian. Bibel terdiri atas dua bagian yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan Taurat terletak di dalam Perjanjian Lama.

    Kembali kita mengulang kajian yang pernah kita bahas sebelumnya. Kitab Perjanjian Lama atau Old Testament atau disebut Tenakh, terdiri dari 39 kitab yang terbagi 3 bagian yaitu: Tora, Nebiim dan Ketubim. Lima kitab pertama dari Perjanjian Lama adalah Tora atau Taurat yang berarti pengajaran, yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.

    BalasHapus
  17. KAJIAN PERBANDINGAN AGAMA7 Februari 2014 08.26

    Lalu sisanya 34 kitab? Terdiri atas Nebiim yang berarti kitab para nabi, dan Ketubim berarti pujian. Dalam Ketubim terdapat Mazmur (atau yang mereka yakini sebagai Zabur-nya Nabi Daud as), Amsal Sulaiman, Ayub, Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh.

    Masih ingat bagaimana ayat-ayat Bibel yang beraroma asusila? Baiklah akan saya nukilkan beberapa ayat porno dalam Bibel tersebut sebagai berikut :

    Kitab Amsal 7 : 18-19

    Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh.

    Kidung Agung 1:2,13

    Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.

    Kidung Agung 7:11-12

    Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar! Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu! Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

    Hosea 3:1

    Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."

    David M. Carr, Professor Perjanjian Lama di Union Theological Seminary, memandang Bibel sebagai firman yang erotis dalam bukunya The Erotic Word (2003). Istilah-istilah dalam Bibel yang menunjukkan aktifitas seks sebagian besar menggunakan kata-kata yang vulgar dan tidak santun. Bahkan penggunaan eufemisme dipergunakan Bibel untuk organ-organ seks seperti : penis, vagina, klitoris dan payudara. Alat kelamin laki-laki dikiaskan sebagai kaki. Alat kelamin wanita dikiaskan sebagai kebun, pintu, klitoris dikiaskan gagang pintu, payudara dikiaskan buah, kijang, menara, dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAJIAN PERBANDINGAN AGAMA7 Februari 2014 08.28

      Tentu, bagaimana mungkin sebuah kitab yang dikatakan suci sebagai tuntunan agama, panduan moralitas, memuat kalimat-kalimat yang demikian. Dari sini saja kita sudah bisa membuktikan bahwa Perjanjian Lama bukan kitab suci. Dan masih banyak lagi ayat-ayat dengan kalimat tidak patut semacam itu yang bertebaran di Perjanjian Lama. Belum lagi yang ayat-ayat terorisme, ayat-ayat irasional, inkonsistensi, kontradiktif, dsb.

      Namun ada yang penting yang harus diketahui oleh umat Islam agar tak mudah terpedaya oleh pemikiran-pemikiran kaum JIL. Berikut ini adalah sebuah pengakuan jujur dari para tokoh gereja, para rohaniawan dan ilmuwan gereja.

      Prof Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan, “Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan.”

      Dr GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan terus terang, “Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya.”

      Dr R Soedarmo: “Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal.47).

      Drs ME Duyverman: “Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar di antara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

      Herman Bakels (1871-1954) dalam buku “Nij Ketters? Ya..Om deere Gods”, ia menuliskan: “Akan tetapi Bijbel (Bibel) kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah (mempelajari) Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.”

      Demikianlah pendapat para ahli Teologi Kristen tentang kitab sucinya. Bagaimana mungkin seorang yang mengaku Muslim malah justru membela kitab orang lain yang oleh pemiliknya sendiri bahkan dikatakan sudah ter-KORUPSI?

      Hapus
  18. Kerudung dalam Tradisi Yahudi dan Kristen7 Februari 2014 08.46

    Kerudung dalam Tradisi Yahudi dan Kristen

    Menarik sekali statemen Menteri Dalam Negeri Italia Giulliano Amato, beberapa waktu lalu menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia yang menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia. Ia mengatakan demikian, "Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya untuk menentang kerudung kaum Muslimah?"

    Dan Amato menambahkan, "Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung. Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini."

    Wanita memakai busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah. Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandang-an kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang kerudung (penutup kepala).

    Kerudung dalam Tradisi Yahudi
    Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan bebera-pa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

    Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". Dr Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

    Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

    Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperboleh-kan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).
    Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).

    Kerudung dalam Tradisi Kristen
    Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakai-an biarawati adalah jilbab, pakaian pan-jang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada ber-ubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerudung dalam Tradisi Yahudi dan Kristen7 Februari 2014 08.47

      Padahal menutup kepala atau ber-kerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebe-lum Nabi Muhammad SAW.
      I Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perem-puan yang dicukur rambutnya.

      I Korintus 11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepa-da Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
      Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat ber-ada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

      Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272).

      Hapus
  19. MENGUAK PROGRAM PEMURTADAN DAN KRISTENISASI : Ancaman Aqidah Ummat7 Februari 2014 08.49

    MENGUAK PROGRAM PEMURTADAN DAN KRISTENISASI : Ancaman Aqidah Ummat

    Konsili Vatikan II (1962-1965 M)

    Merupakan konsili pertama yang mengambil sikap menyerang kesalahan seluruh level dan mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Poinnya antara lain:

    1) Memaksa akidah Katolik ke seluruh dunia.
    2) Membasmi sistem pemerintahan komunis karena dianggap atheis.
    3) Membasmi Islam dan kaum Muslim di bawah slogan 'berdialog dengan agama-agama selain Kristen'.
    4) Meminta bantuan orang-orang sekuler sebagai alat spionase bagi tokoh-tokoh pendeta dan sekaligus sebagai penginjil.
    5) Aktivitas penginjilan untuk orang-orang non-Kristen.

    Ide yang paling penting dalam konsili ini adalah Kristenisasi dunia.

    Pernyataan Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, Ketua Umum PGI, di Majalah Kristen Narwastu, no.2, Agustus 2003, hal 15. “Memang tidak perlu dibantah, gereja senantiasa melakukan kristenisasi sebagai mandat skriptural.”

    Pdt. Erastus Sabdono MTh, Seorang Gembala Sidang Rehobot Ministry. Dalam majalah Kristen SPIRIT no.10 Thn.II, 2003, hal.13, menyatakan:“Kita berubah dari manusia dunia menjadi manusia rohani. Istilah Gereja memasehikan (mengkristenkan) dunia. Inilah yang dimaksud dengan Transformasi.”

    Pdt. Yonathan Pattiasina, Youth Minister Fellowship, Dalam bukunya TRANSFORMASI INDONESIA, menulis : “…Transformasi berkaitan dengan bagaimana nilai‑nilai kerajaan Tuhan (ajaran Kekristenan) mempengaruhi seluruh dimensi masyarakat”.

    Pdt. DR. Jimmy Oentoro, lembaga Misionaris World Harvest Ind : “Untuk merebut kerajaan Allah, tidak harus dengan pasukan & tangan besi, melainkan dengan MENGUASAI & MENGELOLA sistem dunia atas namaNya. Gambaran orang Kristen yang benar adalah orang-orang yang MEMPENGARUHI &MENGUASAI dunia dibawah otoritas Allah”. (Tabloid REAL,edisi 29)

    Koran The Straits Time edisi 24 Januari 1991 memuat surat edaran Paus yang berisi seruan Paus Johanes Paulus II, kepada Kaum Katholik untuk menyebarkan agama Kristen. Dalam Surat Edaran atau Fatwa gerejani yang dikatakan sebagai ”Redemptoris Missio” atau The Churchs Missionary Mandate itu, diserukan, agar umat Katholik mengambil tindakan untuk menyebarkan ajaran Katholik. Paus menegaskan pentingnya melakukan Kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to evangelise in all parts of the worlds), termasuk negeri-negeri dimana hukum Islam melarang perpindahan agama. Paus menekankan agar negara-negara Islam demikian juga negara-negara lainnya, segera mencabut peraturan-peraturan yang melarang orang Islam masuk agama lain.

    Bagaimana dengan Protestan? Ternyata Protestan juga memiliki Instruksi Gereja, dalam buku Sejarah Gereja, Dr. Berkhof, BPK Gunung Mulia, cet.ke-8 th.1990 hal.321, disebutkan :

    “Boleh kita simpulkan bahwa Indonesia adalah suatu daerah pekabaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 134 ribu lebih, akan tetapi jangan kita lupa … di tengah-tengah 150 juta penduduk. Jadi tugas zending gereja-gereja muda di benua ini masih sangat luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Injil. Apalagi bukan saja rakyat jelata, lapisan bawah, yang harus ditaklukkan oleh Kristus, tetapi juga dan terutama pada pimpinan masyarakat, kaum cendekiawan, golongan atas dan tengah”

    BalasHapus
    Balasan
    1. MENGUAK PROGRAM PEMURTADAN DAN KRISTENISASI : Ancaman Aqidah Ummat7 Februari 2014 08.53

      LANDASAN KRISTENISASI :

      Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

      Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

      Dua ayat ini menjadi pedoman umat Kristen dalam melakukan misinya. Tiga poin penting dalam ayat ini adalah:

      - Penyebaran agama Kristen keseluruh dunia

      - Pemurtadan, menjadikan Kristen, seluruh bangsa di dunia

      - Melakukan pembaptisan dalam rangka pemurtadan

      INGAT !

      Sebenarnya mudah saja menggugat keabsahan dari dasar gerakan misionaris ini. Pada ayat lain dalam Bibel, Matius : 10:5-6, disebutkan,

      Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel

      Jadi kita lihat bagaimana inkonsistensi dalam ayat-ayat Bibel hasil pengubahan tangan-tangan manusia. Pada ayat kedua dinyatakan jelas bahwa gerakan misionaris hanya terbatas pada umat Israel.

      Dan pada Matius 15:24, Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Maka lebih jelas lagi bahwa ajaran Yesus adalah hanya untuk bani Israel saja. Jadi bukan untuk orang Indonesia.

      FIRMAN ALLAH :

      Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah : 120)

      Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
      (QS. Al-Baqarah : 109)

      Hapus
  20. Doktrin "Yesus = 100% Tuhan 100% Manusia" Darimana Asalnya?7 Februari 2014 08.55

    Doktrin "Yesus = 100% Tuhan 100% Manusia" Darimana Asalnya?

    Dalam ilmu Kristologi tidak ada penjelasan yang paten, tidak ada jawaban yang pasti dan tiap orang Kristen selalu berbeda tentang bagaimana Yesus menjadi Tuhan.

    Novel Da Vinci Code yang membongkar sejarah Yesus dan menyejajarkannya dengan manusia (bukan tuhan) yang juga makan, minum, mempunyai istri dan mempunyai keturunan, mengundang kemarahan besar pihak Vatikan. Di Indonesia, demi menjaga keutuhan iman Kristen, kemudian muncullah berbagai judul buku yang menentang, membantah bahkan ada yang cenderung 'lebay' seperti judul “Da Peci Code”.

    Dan akhirnya kehebohan informasi sejarah yang dimuat dalam Novel Da Vinci Code pun tenggelam. Namun demikian, dalam sebuah wawancara NatGeo terhadap seorang Pendeta P Mc Brien tentang Novel Da Vinci Code, ia menjawab, “Ya,Yesus memang menikah. Dan pernikahan bukan hal yang dosa.”

    Nat Geo bertanya, “Apakah hal itu tidak membahayakan eksistensi ketuhanannya?”

    Pendeta tersebut menjawab, “No, absolutely not! Yesus is truly God, truly human!” (Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia)

    Inilah yang mau kita bahas dalam tulisan kali ini. Dari segala sisi analisa rasional dogma ini sangat sulit dicerna. Pernahkan Yesus sendiri mengatakan dalam Bibel, bahwa dirinya adalah 100% Tuhan, 100% Manusia?? Tidak pernah! Justru sebaliknya dalam Bibel banyak sekali ayat-ayat yang mengatakan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan, seorang manusia.

    Lalu kapan dogma Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia ditetapkan? Sepeninggal Yesus, orang-orang Kristen mayoritas masih beranggapan bahwa Yesus adalah manusia. Namun ada juga sekte 'menyimpang' yang dipimpin oleh Paulus yang menuhankan Yesus dan menganggap Paulus sebagai Rasul. Sekte ini mampu mendekat pada poros kekuasaan para penguasa-penguasa Romawi yang mengikuti Paganisme.

    Akhirnya kelompok 'menyimpang' yang minoritas ini mampu mendominasi Konsili yang diadakan di Nicea tahun 325M. Justru kelompok mayoritas yang dipimpin Arius dikalahkan, sebagian diusir keluar dari konsili. Arius mendapatkan hukuman dari Kaisar, dan pahamnya yang benar tersebut malah dianggap sebagai paham sesat yang dianggap membahayakan keutuhan imperium Romawi.

    Ternyata tidak semudah itu menjadikan Yesus yang seorang manusia menjadi tuhan dalam satu masa konsili. Pertentangan-pertentangan terus terjadi hingga menimbulkan huru-hara di berbagai daerah. Akhirnya diselenggarakan Konsili Konstantinopel yang Pertama tahun 381 M dan Konsili Efesus pada tahun 431 M. Konsili Efesus menjawab kebingungan, jika Yesus adalah tuhan maka ibunya, Maria, sebagai apa? Dan konsili menetapkan doktrin bahwa Bunda Maria sebagai Bunda Allah (theotokos).

    Konsili Chalcedon tahun 451 M. Di konsili inilah ditetapkan doktrin yang mengatakan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia. Sedangkan gereja-gereja timur yang berpusat di Alexandria masih mengikuti paham Arianisme bahwa Yesus adalah manusia dan bukan tuhan. Kaisar Romawi mengucilkan gereja-gereja timur dan memberi kekuasaan besar terhadap gereja Bizantium. Demikian bunyi ketetapan di Konsili di Chalcedon, Oktober 451 M yang disponsori oleh Kaisar Romawi saat itu, Marcion.

    ”Sesuai dengan ajaran para pemimpin gereja, kami bersaksi dengan suara bulat bahwa satu-satunya Anak, Tuan kita Yesus Kristus, adalah Tuhan sempurna (100%) dan manusia yang sempurna (100%), Tuhan yang sesungguhnya dan manusia yang sesungguhnya.”

    Prof. John Hick dalam bukunya The Myth of God Incarnate mengatakan: “Bahwa Yesus adalah inkarnasi Tuhan secara harfiah tidak benar, karena secara harfiah tidak ada artinya dan hanya dapat diterapkan kepada Yesus dalam mitos yang fungsinya mirip seperti pandangan tentang raja sebagai anak dewa dalam legenda.”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doktrin "Yesus = 100% Tuhan 100% Manusia" Darimana Asalnya?7 Februari 2014 08.57

      Huston smith, pakar perbandingan agama dalam bukunya The World's Religion hal. 340 mengomentari ke-dwisifat-an Yesus: “Untuk sepenuhnya ilahi, berarti dia harus bebas dari segala keterbatasan manusia. Kalau dia memiliki satu kelemahan manusia, berarti dia bukan Tuhan. Tetapi berdasarkan kredo, dia (Yesus) memiliki segala keterbatasan sebagai seorang manusia. Oleh sebab itu mana mungkin dia Tuhan?”

      Namun walaupun ajaran yang tidak masuk akal ini mendapat tantangan dari ilmuwan dan pakar Alkitab, gereja tetap mempertahankannya mati-matian karena umat Kristiani sudah telanjur menerima bahwa dua kodrat Yesus merupakan syarat untuk menjadikannya sebagai Juru Selamat sesuai agama pagan Yunani.

      Anak Allah (Tuhan) adalah Logos-nya filsafat Yunani. Gelar anak Tuhan ini kemudian digunakan oleh Paulus untuk Yesus. Selanjutnya penyalin Injil yang umumnya adalah pengikut Paulus juga ikut-ikutan menyebut Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) dengan menambahkannya ke dalam ayat-ayat Injil.

      “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah“ (Markus 1:1) ”Jawabnya : “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah” (Kis. 8:37). Kata “Anak Allah” dari kedua ayat tersebut di atas tidak ada dalam teks Injil Markus maupun Kisah Para Rasul yang diperkirakan ditulis pada tahun 325 M. Kata “Anak Allah” dalam kedua kitab diatas, baru diselipkan di akhir abad ke IV atau awal abad ke V

      Al- Qur`an surat Al maidah ayat 75 :

      “Al Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua – duanya biasa memakan makanan ( sebagai manusia ). Perhatikanla sebagaimana Kami menjelaskan kepada mereka ( Ahli Kitab ) tanda – tanda kekuasaan Kami) , kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling ( dari memperhatikan ayat – ayat Kami itu ),”

      Al-Qur`an surat Maryam ayat 30-32 ;

      “ Berkata Isa : sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab ( Injil ) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku masih hidup ( dan Dia memerintahkan aku ) berbakti kepada ibuku (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”

      Al-Qur`an surat Al Maidah ayat 116-118 :

      “ Dan ( ingatlah ) ketika Allah berfirman : Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaumku): jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah? Isa menjawab : Maha Suci Engkau ( Allah ), tidaklah patutu bagiku mengatakan apa yang bukan hakku ( mengatakannya ). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau teal mengetahuinnya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku ( mengatakannya ), yaitu: sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jiuka Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba – hambaMu dan jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesunguhnya Engkau Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana.”

      Hapus
  21. (QS Ali-Imran:85)7 Februari 2014 08.59

    "Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi." (QS Ali-Imran:85)

    BalasHapus
  22. Tragedi 11 September 20017 Februari 2014 09.00

    Sejak Tragedi 11 September 2001, pencitraan negatif bahwa Islam adalah agama para teroris ternyata berhasil gemilang, bahkan nyaris setiap terjadi huru-hara dan teror maka yang dituduh adalah Muslim. Terbukti, tidak ada di negara manapun, tuduhan bahwa pelaku terorisme dialamatkan kepada kelompok non Islam. Lanjut, lalu apakah benar bahwa tidak ada pelaku teroris kecuali Muslim?

    Anders Behring Breivik, pemuda berdarah Norwegia, pemeluk agama Kristen. Dia mengebom kantor Perdana Menteri Norwegia, kemudian melanjutkan aksinya dengan membantai puluhan remaja dari Liga Partai Buruh. Semua itu diakuinya dilakukan demi agamanya. Breivik sangat membenci Muslim dan Islam.

    BalasHapus
  23. Cerita Hikmah :

    Seorang balita datang kpd Nabi Musa 'Alaihis Salam dan meminta agar didoakan spy Allah menjadikan ia akaya.. Nabi Musa bertanya kpdnmya, "Apakah kamu mau kaya pd 30 thn pertama dr umurmu atau pd 30 thn terakhir?"

    Balita tadi bingung. Ia berpikir keras menimbang antara keduanya. Lalu pilihannya jatuh pd 30 tahun pertama dr umurnya. Alasannya, ia ingin menikmati harta tsb pd waktu mudanya. Apalagi tiada jaminan bhw umurnya bisa sampai 60 thn.

    Kemudian Nabi Musa mendoakannya. Allah kabulkan doa tsb dgn menjadikannya kaya di usia 30 thn pertama dr umurnya. Mulailah Allah melimpahkan rizki yg byk kepadanya.

    Skrg anak itu sdh dewasa. Ia gunakan kekayaannya utk membukakan pintu rizki bagi orang lain. Ia banyak membantu orang. Tdk hanya dgn hartanya, tapi jg membantu mereka dgn membangun perdagangan, rumah produksi dan pertanian. Ia membiayai pernikahan orang-orang yg sdh siap menikah. Menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang yg terlilit kebutuhan.

    Berlalulah 30 thn pertama. Bermula 30 tahun kedua. Nabi Musa setia menunggu apa yg akan terjadi. Beberapa tahun sudah lewat. Sementara kondisi laki-laki tadi masih seperti semula, ia tetap kaya. Bahkan semakin kaya.

    Lalu Nabi Musa AS menghadap Allah bertanya ttg 30 tahun pertama yg sdh selesai. Maka Allah menjawab : Engkau dapati hambaKu membukakan rizki utk hamba-hambaKu, maka aku malu menutup pintu rizki-Ku kepadanya.

    Ya Allah, betapa pemurah-Nya Engkau. Sungguh tak terkira keagungan-Mu.

    (Dinukil dari status Facebook Syaikh Nabil al-'Audhi).

    BalasHapus
  24. dosanya orang murtad7 Februari 2014 09.05

    ...Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah : 217)

    BalasHapus
  25. larangan ghibah7 Februari 2014 09.34

    Jgnlah kalian menyakiti kaum Muslim : menjelek-jelekkan mreka, mncari-cari aurat mreka. Krn org yg suka mncari-cari aurat saudara ssama Muslim, Allah akn mencari-cari auratnya. & siapa yg dcari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akn membongkarnya walaupun ia berada di tengah tmpt tinggalnya. (dari Abdullah bin 'Umar)

    BalasHapus
  26. MENYINGKAP RAHASIA "THE FIVE GOSPELS"7 Februari 2014 17.02

    MENYINGKAP RAHASIA "THE FIVE GOSPELS"

    Ada sebuah Injil yang tidak boleh beredar di Indonesia, diperoleh dari Amerika bernama The Five Gospels. Injil tersebut hasil seminar 76 ahli di berbagai bidang ilmu pengetahuan dari berbagai Universitas yang terkenal diseluruh dunia. Dari seluruh peserta seminar tersebut, sepertinya tidak ada satupun yang beragama Islam dan tidak ada satupun berasal dari Negara Indonesia. Di cover Injil tertulis “What did Jesus really say? (manakah ucapan Yesus yang sesungguhnya)” dan dibawahnya tertulis : “The search for the authentic words of Jesus” (mencari ucapan Yesus yang sebenarnya).

    Injil ini berwarna. Jika ayatnya dicetak:
    1. Red: That’s Jesus (dengan nilai 3),
    2. Pink: Sure sounds like jesus (dengan nilai 2).
    3. Grey: well, maybe (nilai 1),
    4. Black: Jesus did not say this/there’s been some mistake (dengan nilai 0).

    Inilah injil hasil seminar 76 ahli dari berbagai Universitas terkenal diseluruh dunia yang menyatakan bahwa seluruh isi injil 82% bukan Yesus. Dari hasil seminar tersebut pun cukup mengejutkan umat Kristiani, karena semua ayat-ayat emas yang mereka imani sebagai kebenaran yang menentukan keselamatan dunia akhirat, serta ayat-ayat perintah melakukan kristenisasi keseluruh dunia, semuanya dicetak Black (hitam), maknanya “Jesus did not say this, there’s been some mistake”. Berikut ini ayat-ayat emas yang sangat menentukan keselamatan manusia yang semuanya dicetak BLACK (Hitam), yang bermakna “Jesus didn’t say this” (Jesus tidak mengatakannya) :
    1) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang dating kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
    2) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

    Demikian juga ayat-ayat atau perintah untuk melakukan Kristenisasi berupa pembaptisan ke semua bangsa dan menyebarkan Injil keseluruh dunia, inipun semuanya dicetak dengan huruf BLACK, maksudnya Yesus TIDAK mengatakan atau tidak menyuruh untuk melakukannya. Diantaranya :
    1) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.(Matius 28:19)
    2) Lalu ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Markus 16:15)

    Ternyata berdasarkan hasil seminar tersebut ayat-ayat emas yang sangat mereka banggakan sebagai kebenaran mutlak dan perintah membaptis semua bangsa dan menyebarkan Injil ke seluruh dunia, diakui semuanya BUKAN UCAPAN Yesus.
    Bahkan yang lebih mengejutkan, para ahli kalangan mereka sendiri, pada hasil akhir seminar tersebut memutuskan sebagai berikut:
    “Delapan puluh dua persen yang dianggap ucapan Yesus dalam Injil, sesunggguhnya TIDAK DIUCAPKAN oleh Yesus, menurut seminar tentang Yesus."

    Berarti seluruh Injil yang ada ditangan umat Kristiani dewasa ini kurang dari 18% yang dianggap ucapan Yesus. Selebihnya berarti hanyalah tulisan-tulisan manusia biasa. Maka benarlah firman Allah dalam Al-Qur’an yang memberikan informasi dan kritikan bahwa ada ahli kitab yang menulis Al-kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakan dari Allah, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit. Seperti yang tertulis didalam Al-Qur’an : “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulid oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan.(QS Al-Baqarah : 79).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MENYINGKAP RAHASIA "THE FIVE GOSPELS"7 Februari 2014 17.04

      Prof Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan, “Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan.”

      Dr GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan terus terang, “Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya.”

      Dr R Soedarmo: “Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal.47).

      Drs ME Duyverman: “Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar di antara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

      Herman Bakels (1871-1954) dalam buku “Nij Ketters? Ya..Om deere Gods”, ia menuliskan: “Akan tetapi Bijbel (Bibel) kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah (mempelajari) Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.”

      Hapus
  27. (QS. Al Baqarah : 123)7 Februari 2014 17.05

    Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan
    diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. (QS. Al Baqarah : 123)

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.