Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 24 Mei 2012

Adakah Dalil Khusus Puasa Rajab?



Adakah Dalil Khusus Puasa Rajab?

Diasuh oleh:
Ust. Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI, Malang, Jawa Timur
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr.wb. Mohon jawaban ustadz, apa betul ada puasa Rajab?
A.Firman –Malang
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak ada puasa Rajab secara khusus, dan tidak ada pula anjuran berpuasa Rajab secara khusus. Semuar riwayat yang memerintahkan puasa Rajab dan menjelaskan keutamaannya adalah riwayat Dhoif (lemah) dan Maudhu (palsu). Tidak ada pula shalat khusus di bulan Rajab, Zakat khusus, Haji, khusus, Umroh khusus, Ziaroh kubur khusus dan doa khusus. Semuanya adalah amalan-amalan yang tidak dilandaskan dalil yang bisa diterima sehingga tidak dapat diamalkan.

Rajab adalah nama salah satu bulan dalam sistem penanggalan Hijriyyah yang terletak diantara bulan Jumada Ats-Tsaniyah dan bulan Sya'ban. Bulan Rajab memiliki 15 nama lain yaitu; Al-Ashomm (الأصم), Al-Ashobb (الأصب), Rojm (رجم), As-Syahru Al-Harom (الشهر الحرام), Al-Harom (الحرم), Al-Muqim (المقيم),Al-Mu'alla (المعلى), Al-Fard (الفرد), Munshilu Al-Asinnah (منصل الأسنة), Munshilu Al-Al (منصل الآل),  Munazzi'u  Al-Asinnah (منزع الأسنة),  Syahru Al-'Atiroh (شهر العتيرة), Al-Mubro (المبرى), Al-Mu'asy-'isy (المعشعش), dan Syahrullah (شهر الله). Istilah puasa Rajab yang berkembang di masyarakat, bermakna puasa khusus di bulan Rajab yang dianjurkan berdasarkan sejumlah riwayat yang diklaim diucapkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam yang menerangkan keutamaannya.
Masalahnya, tidak ada satupun riwayat (yang diklaim diucapkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam)  tentang keutamaan puasa bulan Rajab yang legal secara syar'I sehingga hukum puasa Rajab bisa dikatakan Sunnah/Mandub. Contoh riwayat bermasalah yang dijadikan dasar adalah riwayat berikut;


Dari 'Amr bin Al-Azhar dari Aban bin Abi 'Ayyasy dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka Allah akan menuliskan baginya pahala puasa selama sebulan penuh. Barang siapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab , maka Allah akan menutup tujuh pintu neraka. Barang siapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab , maka Allah akan membuka delapan pintu surga untuknya. Barang siapa berpuasa separuh bulan di bulan Rajab , maka Allah akan menuliskan keridhaanNya untuknya. Barang siapa yang Allah menuliskan keridhaanNya untuknya, maka Allah tidak akan menyiksanya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab  sebulan penuh, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang ringan”. (H.R. Abu Al-Qosim As-Samarqondi)
Problem pada riwayat di atas adalah adanya perawi yang bernama Aban bin Abi 'Ayyasy, karena dia adalah seorang perawi yang Dhoif. Syu’bah berkata tentang Dhoif nya Aban dengan perkataannya: "aku lebih menyukai berzina daripada mengambil Hadist  dari Aban”. Ahmad, An Nasa’i dan Ad Daruqutni berpendapat bahwa Aban itu matruk (ditinggalkan). Selain itu ada pula perawi bernama 'Amr bin Al Azhar dalam Hadist tersebut. Ia adalah perawi yang dikenal sering memalsukan Hadist. An Nasai berkata bahwa Amr bin Al Azhar adalah matruk (ditinggalkan). Yahya ibnu Ma'in juga mendustakannya.

Contoh riwayat lain yang dijadikan dasar adalah riwayat berikut;
Kami diberitahu oleh Hitsam bin Kholaf, kami diberitahu oleh Al-hasan bin Syaukar, kami diberitahu oleh Yusuf bin 'Athiyyah As-Shoffar, dari Hisyam bin Hassan, dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan puasa selama sebulan penuh setelah Ramadhan kecuali puasa Rajab  dan Sya’ban. (H.R. At-Thobaroni)

Problem pada riwayat diatas adalah perawi yang bernama Yusuf Bin 'Athiyyah As-Shoffar. Yahya bin Ma'in mengatakan "Laisa bissyai'" (orang yang tidak bisa dianggap apa-apa). 'Amr bin 'Ali mengatakan; "Katsirul Wahm wal Khotho' (banyak tidak teliti dan banyak salah), Al-Juzajani mengatakan; "Laa Yuhmadu haditsuhu" (hadisnya tidak terpuji), Abu Zur'ah dan Abu Hatim mengatakan; lemah hadisnya, Bukhari mengatakan; Munkarul hadits, An-Nasai dan Abu Bisyr Ad-Dulabi mengatakan; Matrukul Hadits, Ibnu Hajar menilai; Matruk. Karena itu, riwayatnya tergolong hadis Dhoif.

Bahkan bisa dikatakan bahwa seluruh riwayat yang menerangkan keutamaan bulan Rajab tidak ada satupun yang Shahih atau Hasan sekalipun. Semua riwayat tentang keutamaan bulan Rajab hanya dua kualitasnya; jika tidak Dhoif (lemah), maka Maudhu (palsu). Ibnu Hajar Al-Asqolani telah mengumpulkan semua riwayat tentang anjuran puasa Rajab dalam kitabnya yang bernama

(Menjelaskan rasa heran mengenai nash yang datang tentang bulan Rajab) dan membagi riwayat-riwayat yang ada hanya menjadi dua yaitu; riwayat-riwayat Dhoif dan riwayat-riwayat palsu.

Dengan demikian tidak ada syariat puasa Rajab dan tidak ada pula anjuran berpuasa Rajab secara  khusus karena riwayat-riwayat yang dijadikan dalil semuanya tidak sah digunakan sebagai hujjah.

Tidak bisa mengatakan bahwa puasa Rajab hukumnya sunnah berdasarkan anjuran umum puasa Tathowwu (sunnah) secara mutlak atau anjuran puasa di bulan bulan (4 bulan suci dalam islam, yaitu; Dzul Qo'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Hal itu dikarenakan yang jadi persolan dalam pembahasan ini adalah isu mengkhususkannya, bukan sekedar melakukan puasa sunnah pada waktu tertentu. Ketika Syara' menganjurkan puasa Tathowwu' secara mutlak selain bulan Ramadhan, lalu ada seorang mukallaf yang berpuasa Rabu secara rutin dan mengkhususkannya, maka tidak bisa dikatakan bahwa hukum puasa Rabu secara rutin dan mengkhususkannya hukumnya sunnah berdasarkan keumuman hadis anjuran puasa Tathowwu'. Penjelasan yang lebih  tepat; tidak ada anjuran puasa Rabu khusus karena tidak ada dalil yang menunjukkan, dan yang ada hanyalah Nash umum tentang anjuran puasa Tathowwu yang boleh dikerjakan pada hari Rabu, Selasa, Ahad, dll.  Lagipula mengkhususkan ibadah haruslah dinyatakan dengan Nash karena Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam melarang mengkhususkan puasa dan shalat pada hari Jumat padahal Nash-Nash yang memerintahkan puasa sunnah dan shalat malam bersifat mutlak sehingga bisa dilakukan di waktu kapanpun.
Tidak bisa pula berargumen bahwa riwayat Dhoif tentang anjuran puasa Rajab  bisa dipakai dalam kapasitas dalil untuk Fadhoil Amal. Hal itu dikarenakan isu yang dibahas disini adalah pembahasan hukum Syara, yakni membahas apakah hukum puasa Rojab sunnah ataukah tidak. Pembahasan hukum syara adalah hukum Ashl (induk) bukan Fadhoil Amal yang hanya dijadikan penguat terhadap hukum induk yang sudah mapan.

Ulama yang membolehkan hadis Dhoif dijadikan dasar Fadhoil Amal mensyaratkan cukup ketat dalam penggunaannya yaitu;
Pertama; ada nash Ashl/induk yang tidak diperdebatkan lagi keshohihannya tentang amal yang dijelaskan dalam Hadist Dhoif.
Kedua; Hadist Dhoif tersebut bukan Hadist yang terlalu Dhoif.
Ketiga; dalam mengamalkannya tidak boleh disertai keyakinan bahwa Rasulullah SAW mengucapkannya.
Pada kasus puasa Rajab, tiga syarat ini telah dilanggar semua.

Lebih dari itu, ada riwayat Mursal yang menunjukkan ketidak sukaan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam terhadap puasa Rajab. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;
Dari Zaid bin Aslam dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ditanya tentang puasa Rajab. Maka beliau menjawab, “di mana kalian dari bulan Sya’ban?”. (H.R. Ibnu Abi Syaibah)

Ketidaksukaan  Sejumlah Shahabat Terhadap Puasa Rajab Khusus
Ada sejumlah riwayat yang menunjukkan bahwa Shahabat-Shahabat besar tidak suka dilakukan puasa Rajab secara khusus. Diantara mereka adalah Abu Bakar. Dalam majmu' Al-Fatawa disebutkan;
Abu Bakar masuk, dia melihat keluarganya telah membeli gelas-gelas untuk air dan mereka bersiap-siap untuk berpuasa. Maka dia berkata, “apa ini?!”. Mereka menjawab, “Rajab ”. Dia berkata, “apakah kalian menginginkan untuk menyamakan Rajab  dengan Ramadhan?. Lalu beliaupun memecah gelas-gelas itu. (Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah)
Termasuk pula Umar bin Khattab. Ibnu Abi syaibah meriwayatkan;
Dari Kharasyah bin Hurr dia berkata, “aku melihat Umar memukul tangan orang-orang yang berpuasa Rajab  hingga mereka meletakkan tangan-tangan mereka pada makanan. Umar berkata, ‘makanlah karena Rajab hanyalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyyah”.

Demikian pula Abdullah bin 'Umar. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;
Kami diberitahu oleh Waqi’ dari Ashim bin Muhammad dari ayahnya dia berkata, “apabila ibnu Umar melihat orang-orang dan apa yang mereka persiapkan untuk puasa Rajab  maka beliau membenci hal itu”. (H.R.Ibnu Abi Syaibah)
Demikian pula Abu Bakrah, Imam Ahmad meriwayatkan;
Dari Abu Bakrah bahwasanya dia masuk menemui keluarganya dan di sisi mereka terdapat keranjang-keranjang baru dan gelas-gelas. Beliau berkata, “apa ini?”. Mereka menjawab, “ Rajab, dan kami akan mempuasainya (berpuasa di dalamnya)”. Beliau berkata, “apakah kalian akan menjadikan Rajab seperti Ramadhan?” lalu beliau menumpahkan keranjang-keranjang itu dan memecahkan gelas-gelas tersebut.(H.R.Ahmad)
Demikian pula Anas bin malik. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;
Kami diberitahu oleh Waqi’ dari Yazid maulanya As Shahba’ dari seorang lelaki, dia melihat Anas berkata, “janganlah kalian menjadi istnainiyyan, jangan pula kalian menjadi khumaisiyyan, dan jangan pula kalian menjadi Rujaibiyyan”. (H.R.Ibnu Abi Syaibah)

Riwayat Lemah Doa Terkait Bulan Rajab
Sebagian kaum muslimin mengamalkan doa terkait bulan Rajab yang diklaim diajarkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam. Doa tersebut berbunyi;
Ya Allah berilah kami berkah di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan
Klaim bahwa doa ini diajarkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam didasarkan pada riwayat berikut;
Kami diberitahu oleh Abdullah, kami diberitahu oleh Ubaidullah bin Umar dari Zaidah bin Abi Ar-Ruqad dari Ziyad An Numairi dari Anas bin Malik dia berkata, “nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada bulan Rajab  beliau berdoa, ‘ya Allah berilah kami berkah di bulan Rajab  dan Sya’ban dan berilah kami berkah di bulan Ramadhan’. Beliau menyebut malam jumat sebagai Gharra' dan hari jumat sebagai Azhar.
Pada riwayat At Thabarani, lafadznya diungkapkan  sebagai berikut:
Ya Allah berilah kami berkah di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan
Hanya saja, klaim ini tidak boleh dilanjutkan karena riwayat diatas semuanya adalah riwayat Dhoif karena seorang perawi yang bernama Zaidah bin Abi Ar-Ruqod. Bukhari berkata dalam kitabnya At-Tarikh Al-Kabir;
Zaidah bin Abi Ar-Ruqod dari Ziyad An-Numairi dan Tsabit; Munkarul hadits
Abu Ahmad Al-Hakim menilai Zaidah dengan statemen; "haditsuhu laisa bil Qoim" (hadisnya tidak tegak), Annasai mengatakan; Munkarul hadits, Ibnu Hibban mengatakan; Dia meriwayatkan hadis-hadis munkar dari perawi populer, Ibnu hajar menilainya; Munkarul hadits.

Oleh kerena riwayatnya dhoif, maka tidak boleh doa tersebut dinisbatkan kepada Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam. Sejauh-jauh yang bisa dilakukan hanyalah membaca doa tersebut dalam kapasitas doa buatan (Mashnu'), bukan doa Ma'tsur (dinukil) dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam.
Atas dasar ini tidak ada puasa Rajab dan tidak ada anjuran melakukannya. Semua amalan khusus di bulan Rajab seperti shalat Roghoib, Zakat, Haji, Umroh, Ziaroh kubur juga tidak dianjurkan. Amalan-amalan shalih di bulan Rajab dikembalikan pada nash-nash umum tentang amalan tersebut dan diamalkan sebatas penunjukkan makna yang dinyatakan oleh lafadz Nash. Wallahua'lam. 
Shodiq Ramadhan@suara-islam

You might also like:(kumpulan kata-kata mutiara)

Do not look back in anger. Do not look forward with fear. Look around you in anticipation. Tidak perlu takut, risau & gelisah karena Allah bersama kita.
The most important thing that parents can teach their children is how to get along without them. Ajari mereka kemandirian bukan ketergantungan dan kemanjaan
Apabila tanganmu pendek sehingga tidak dapat memberi, maka jadikanlah lidahmu panjang agar dapat memuji, bersyukur dan berterima kasih. Insya allah

The nice thing about teamwork is that you always have others on your side. Kita memerlukan mitra untuk diskusi, atur strategi & bangkit dari kejatuhan
Rumus performa semua organisasi spnjang zaman ternyata tidak pernah berubah, when your team is strong your results will be strong too or otherwise. Subhanallah
We are all angels with only one wing.We can fly only by embracing each other. Kita semua memiliki satu sayap, agar bisa terbang kita perlu satu sayap lagi.

An idea can turn to dust or magic, depending on the talent that rubs against it. Ide cemerlang bisa jadi debu atau keajaiban tergantung talenta yang mengelolanya

A ship that stays in the harbor never encounters danger, but it also never gets anywhere, hidup adalah untuk maju mengalahkan segala rintangan & badai.

Pepatah India mengatakan “where love reigns the impossible may be attained, ketika cinta dan ketulusan bersemi kemustahilan menjadi mungkin didapat”

You can run alone, but you score the goals together. Dalam sepak bola saja tidak bisa buat goal sendirian apalagi mencapai keberhasilan hidup yang komplek ini
Legendaris sepak bola Pele pernah berkta: Coaches and team mates support me. No one can do things alone.
Terkadang bagi seorang eksekutif super sibuk sukar mencari waktu u baca Qur’an, bawalah Qur’an ke mobil anda baca sebelum baca Koran atau balas SMS.

Can you survive alone? can you excel alone?, jawabannya tidak mungkin, mari kita bantu orang lain agar mereka membantu kita menjadi lebih baik setiap hari.
Jika anda sedang dirundung malang bukalah kembali photo photo hebat anda,saat wisuda saat menjadi juara atau saat bersama orang orang besar, Anda sebenarnya Luar biasa

When you do things with people not against them, amazing resources are mobilized within. Dengan berjamaah kekuatan dan keberkahan akan muncul secara menakjubkan

Jika anda sedang dirundung malang bukalah kembali photo photo hebat anda,saat wisuda saat menjadi juara atau saat bersama orang orang besar, Anda sebenarnya Luar biasa

Ketika anda jatuh atau gagal anda bilang opportunity is NOWHERE, sesungguhnya anda salah baca yang benar opportunity is NOW HERE, bukankan Allah Al-WAHHAB

Together the high times get better. Together the low time seem lesser. Dengan kebersamaan kendala menjadi lebih ringan dan kesempatan menjadi lebih besar
There in nothing inside the Ka’bah, the nothing is connected to everything. Jiwa yang bersih dari kemusyrikan akan terhubung dengan Allah yang Maha segala sesuatunya
The impossible is possible when people align with you. Hal yang mustahil akan menjadi mungkin ketika orang lain bersatu dan membantu anda, wataawanu.
Hard work and togetherness. They go hand in hand. Bekerja keras saja tidak cukup demikian juga sekedar bekerja bersama sama, keduanya harus dipadukan.
Menjaga kepercayaan luar biasanya beratnya tetapi mengkhianati kepercayaan jauh lebih berat akibatnya, ia akan menghancurkan semua perjuangan kita yang lalu
If you can not feed a hundred people, then feed just one. Jika ini kita lakukan insya Allah setengah kelaparan dunia akan selesai, ibda’ bil qolil al an.
Make a meal for more than you, carilah rezeki dan siapkanlah makanan yang bisa dimakan bukan hanya untuk kita saja tapi juga untuk berbagi dengan yang lain
A candle loses nothing by lighting another candle. Sebuah lilin tidak akan kehabisan cahayanya dg memberikan apinya untuk menyalakan lilin lain, berbagilah
Kepemimpinan adalah kemampuan mengkomunikasikan dan mengajak orang lain melihat visi dan bermimpi bersama, serta mewujudkan mimpi tersebut bersama-sama
Salah satu time killer yang paling berbahaya adalah kegiatan anda memindahkan tombol channel TV dari satu TV ke TV lain dengan program yang tidak mendidik
You are what you think and you get what you do, anda akan menjadi apa yang anda fikirkan dan memperoleh apa yang anda lakukan tujukan semuanya kepada Allah
Ada dua indikator menandakan manusia yang paling produktif , yaitu yang mampu mengelola dirinya dengan baik dan mengelola waktunya dengan efektif
Trees n Flowers grow in silence, stars n moon move in silence. God is the friend of silence. Semuanya bergerak dlm hening Allah menemani keheningan anda.
Sabar itu ternyata dekat kaitannya dengan Cinta, Harapan dan Keyakinan. Patience with self is Hope, Patience with other is Love, Patience with God is Faith.
Rasulullah SAW berpesan “Khairul umuri dawamuhu wain qolla” sebaik baiknya kegiatan adalah yang konsisten dan berkesinambungan sekalipun kecil dan sedikit
Sabar itu ternyata dekat kaitannya dengan Cinta, Harapan dan Keyakinan. Patience with self is Hope, Patience with other is Love, Patience with God is Faith.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki sasaran pribadi yang tertulis cenderung lebih berhasil dibandingkan dengan yang tidak menuliskannya
Life is God’s gift to you. The way you live your life is your gift to God. Hidup adalah anugrah Allah u anda, cara anda hidup adlh cerminan syukur anda kepada-NYA
Badan anda hakikatnya adalah amanah dari Allah, jagalah amanah Ilahi itu dengan asupan yang halal lagi bergizi, olah raga teratur, tidur teratur dan medical check up
It is not my business to think about my self. My business is to think (dzikr) about God. It is for God to think about me. Memang Allah ingat kita ketika kita ingat Dia.
God is at home, it’s we who have gone out for a walk. Allah sesungguhnya ada di “rumah” ia bersemayam di hati kita, kita saja yg keluar menjauh dan pergi.
To succeed, you must work very very hard in a smart way. Ternyata work smart saja tidak cukup apa lagi hanya work hard saja, maka gabungkanlah keduanya
Ketika orang lain hanya melakukan alakadarnya dan pas-pasan, kesempatan anda untuk melakukan dengan lebih baik itulah bedanya yang sukses dari yang tidak.
Sesungguhnya setan2 itu hanya menakut nakuti orang2 yang berada dibawah pengaruhnya, janganlah takut kepada mereka tapi takutlah kepadaKU (QS 3:175)
Rasulullah SAW berpesan “Khairul umuri dawamuhu wain qolla” sebaik baiknya kegiatan adalah yang konsisten dan berkesinambungan sekalipun kecil dan sedikit.
Komitmen tidak menjamin 100% anda akan sukses. Sedangkan tanpa komitmet hampir bisa dipastikan 100% anda akan gagal atau minimal kurang berhasil.
Success lies not in time, place or circumstances, but in the person. Sukses bermula dari komitmen diri yang kuat baru dibantu oleh kesempatan dan lingkungan.
Agenda yang paling sering dilupakan adalah agenda untuk pengembangan diri,jadwalkan untuk muhasabah, baca buku, training, dan zikir asmaul husna.
No one succeeds without saving money. There is no exception to this rule. Sukses hanya milik orang yang hemat dan bisa mengatur konsumsinya untuk investasi
One of the greatest discovery is that human being can alter their live by altering their attitudes of mind, rubah lah hidup anda dengan merubah pola fikir anda
Nothing can stop you from succeeding except deciding not to, tidak ada yang bisa menghentikan anda untuk sukses kecuali keputusan anda untuk diam dan berhenti
Sebagian kesalahan sesungguhnya dapat dihindari jika kita mau meluangkan waktu beberapa menit saja untuk mengecek ulang pekerjaan kita, mari Muraja’ah.
You do not have enough time to wait for just the right time, karena hidup ini terbatas kita tidak punya waktu untuk menungggu kesempatan dalam bentuknya yang sempurna
If you fail to try you will never know and you will never grow. Takut mencoba berarti gagal untuk tahu sesuatu yg baru karena nya gagal pula untuk berkembang
Only through failures are lessons learned. Hanya melalui kegagalan kita mengetahui kekurangan dan dengannya kita maju kedepan dengan lebih siap waspada.
Visi besar membutuhkan Belief in God yang kuat, kesabaran untuk menempuhnya, kecerdasan untuk meraihnya, kesehatan untuk melaksanakannya dan manajemen untuk mewujudkannya
"Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk ALLAH, maka baginya ada pahala yang sama dg pahala org yg mengikutinya & tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka".(HR Muslim)

Positive people produce positive result, orang yang berfikiran dan bertindak positif akan menghasilkan output yang positif pula maka hati-hati dalam memilih team Anda
To get something once think it often, untuk mendapatkan satu keberhasilan seringkali kita harus memikirkannya berulang-ulang, itulah the power of affirmative action
Damai badan jika sedikit makan; damai lisan jika sedikit perkataan; damai perasaan jika sedikit angan-angan.
Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam,"Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka." (HR. Ahmad Abu Daud dan Hakim dia berkata : Shahih sananya. )
You might also like:
Terjemahan Al-Qur’an 30 Jus
SURAT 3. ALI 'IMRAN       

You might also like:
   Kisah Mualaf
13.            Irene Handono: Menyaksikan
15.            Ketika "Rapper" Masuk Islam
18.            Menemukan Islam di Saat Tersulit
20.            Wahyu Soeparno Putro: Hidayah Azan Subuh
27.            theology
28.            Perkembangan Islam di Eropa
29.      Poligami

Tiket Pesawat, Laut,dan kereta Api
Link Lainnya :
a.     Lion Air
b.     Sriwijaya
c.      Citilink
d.     Batavia
e.     Pelita air
f.       Merpati
g.     Trigana Air
h.     Dharmalautan
i.       FreeSoftwares
j.       Pelni
k.     Tiket KAI
l.       Senapan Angin
Theology

Blog Ustadz

     Situs Sunnah

PENTING : Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)
                                          Lebih lengkapnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.