Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 20 Januari 2015

KISAH UMAR BIN KHATTAB RA:Karena tulang, yahudi miskin menang melawan Gubernur Islam yang sewenang-wenang



                                    
                                       


KISAH UMAR BIN KHATTAB RA:Karena tulang, yahudi miskin menang melawan Gubernur Islam yang sewenang-wenang
Pada masa ke khalifahan Umar bin Khattab, yang menjadi gubernur di Mesir adalah Amr bin Ash. Suatu ketika Amr bin Ash ingin mendirikan sebuah masjid akan tetapi tanah yang akan diguakan terdapat gubuk milik seorang Yahudi. Dipanggillah yahudi tersebut untuk menghadap pak Gubernur.
“Hai Yahudi, aku mau mendirikan masjid tapi tanahnya terdapat rumahmu. Katakan berapa kau jual tanah itu?” Tanya Amr bin Ash
“Maaf pak, tidak dijual”, Sahut si Yahudi enteng
“Aku ganti 2 kali lipat”, Sentak Gubernur
“Ngga mau pak, tetep ngga dijual”, “Jawab si Yahudi”
Negosiasi tersebut berlangsung panjang namun si Yahudi bersikeras untuk tidak menjual tanah tersebut. Merasa jengkel, Amr bin Ash kemudian membongkar paksa rumah milik si Yahudi tersebut. Menangislah si Yahudi di sudut kehidupannya. Namun dia ingat, bahwa Amr bin Ash hanyalah Gubernur, di atasnya lagi masih ada khalifah. Akhirnya si Yahudi ini berangkat dari Mesir ke Madinah untuk meminta keadilan dari sang khalifah yaitu Umar bin Khattab.
Berhari hari si Yahudi ini berjalan sambil berfikir, apakah pengaduan saya ini akan diterima sedangkan yang menggusur rumahnya adalah gubernurnya sendiri selain itu juga ia seorang Yahudi. Setelah berhari hari berjalan akhirnya si Yahudi ini sampai di Madinah, kemudian bertemu dengan seseorang yang tinggi besar sedang bersandar di bawah pohon kurma.
“Selamat siang pak, saya mau tanya bapak tau khalifah Umar bin Khattab?” tanya si Yahudi.
“Iya tau” jawab lelaki itu dengan singkat dan tegas.
“Istanya dimana pak?” tanya si Yahudi lagi.
“Istananya diatas lumpur” jawab lelaki tersebut.
“Pakaian kebesarannya apa pak?” tanya si Yahudi makin penasaran.
“Pakaiannya kebesarannya malu dan taqwa” jawab lelaki tersebut.
“Pengawalnya berapa pleton pak?” tanya si Yahudi dengan bingungnya.
“Pengawalnya yatim, jompo, orang-orang lemah, janda janda tua” jawab si lelaki.
“Sekarang orangnya dimana pak?” tanya si Yahudi
“Di depan kamu” jawab lelaki tersebut yang ternyata adalah Umar bin Khattab.
Bergetar penuh takut dan heran mendengar jawaban beliau.
Umar kemudian bertanya, “Ada apa kok mau mencari saya?”.
Melihat wajah umar yang tersenyum si Yahudi menceritakan semuanya.Setelah mendengar cerita si Yahudi, kemudian ia menyuruh si Yahudi mengambil tulang unta yang tidak jauh dari tempat mereka berbicara dan ia buat garis lurus dengan pedangnya dipermukaan tulang tersebut. Umar berikan tulang yang ada garis lurus tersebut kepada si Yahudi untuk diberikan kepada Amr bin Ash. Seakan tidak terima karena bingung, berjalanlah pulang si Yahdui ini dengan banyak tanda tanya. Jauh jauh dari Mesir ke Madinah dengan harapan dapat keadilan eh malah dapat tulang unta. Setelah lama berjalan akhirnya sampai si Yahudi di Mesir.

Ilustrasi

“Pak Gubernur, saya dari Madinah dan bertemu khalifah Umar, beliau mengirimkan tulang ini untuk bapak” lapor si Yahudi.
“Maksudmu apa?” tanya Amr bin Ash dengan perasaan jengkel dan kecewa.
“Saya juga tidak tau pak”, jawab si Yahudi sambil menyerahkan tulang tersebut.
Amr bin Ash melihat ada garis lurus di tulang unta tersebut, bergetar dan berkeringat seluruh tubuhnya seraya memanggil kepala proyek untuk membatalkan proyek pembangunan masjid dan perintah untuk mendirikan rumah si Yahudi.
Makin bingung si Yahudi melihat tingkah gubernurnya. “Ada gubernur dapat tulang unta kok takut ya”, gumam si Yahudi dalam hati.
“Maksud dari pesan tulang unta itu apa pak?” tanya si Yahudi yang sedang bingung
Amr bin Ash menatap si Yahudi dengan tatapan yang kecewa dan jengkel.
“Saya mendapat teguran keras dari khalifah Umar, sekan ia berkata kepada saya,

 Hai Amr bin Ash ingatlah bahwa suatu saat kau akan menjadi tulang belulang seperti tulang ini. Maka bersikap lurus dan adillah kamu seperti lurusnya garis diatas tulang ini. Jika kamu tidak bisa bersikap lurus dan adil maka aku yang akan meluruskanmu dengan pedangku inijawab Amr bin Ash dengan nada yang keras karena kecewa.
Setelah mendengar maksud dari pesan itu si Yahudi kagum akan adilnya Umar bin Khattab dan indahnya Islam.
“Pak, begini saja rumah dan tanah milik saya silahkan bapak ambil” jawab si Yahudi dengan mantap sehingga Amr bin Ash terkejut.
“Tidak hanya itu, mulai sekarang ASYHADUANLAA ILAA HA ILLALLAH WA ASY HADUANNA MUHAMMADARROSULULLAH”, tambah si Yahudi dengan berikrar syahadat di depan Amr bin Ash.

============
                                    
                                       

Nasehat Buya Yahya
Silaturahmi jasad yang tidak dibarengi silaturahmi hati hanya akan tambah merusak hati. Alangkah banyak orang bersilaturahmi jasad dan di saat berpisah justru mendapatkan bahan baru untuk menggunjing, menbenci dan mendengkinya buah dari yang dilihat saat bertemu.




Rosululloh SAW Bersabda yang artinya:
"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya".
(HR. Imam Muslim)

Habib Umar bin Hafidz:"jadikanlah televisi,handphone,internet dan alat-alat lainya sebagai pelayan dan pembantu untuk agamamu ,jika tidak,alat-alat itu akan menghancurkan dirimu sedangkan engkau akan tertawa karena tidak menyadarinya,ia akan merusak hatimu,akalmu,akhlakmu,dan fikiranmu,tanpa engkau menyadarinya,engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal paling berharga yang kau miliki".

Sayangilah Ibu dan Bapak kita Sampai Akhir Hayat Mereka     

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF

                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar