Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 11 Juni 2009

Peta Sengketa AMBALAT





Karena banyak mengandung kekayaan Alam yang bisa diekploitasi hingga 30thn

Google Earth Mengakui Ambalat Milik Indonesia
Dunia internasional mengakui bahwa Blok Ambalat adalah bagian dari Republik Indonesia. Blok Ambalat tidak sekedar bagian dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), melainkan benar-benar bagian dari wilayah teritorial Indonesia.
Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada gambar di bawah ini bahwa Blok Ambalat berada di selatan daripada batas wilayah Indonesia-Malaysia (di Google Earth, sejak awal batas negara ini ditandai dengan garis kuning tebal).
 
 
GE-ambalat
Sebagaimana dilansir harian Kompas tanggal 6 Juni 2009 dalam berita berjudul “Menhan: RI Tak Gentar Hadapi Manuver Malaysia”, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan bahwa sejak 1966 Indonesia telah memberikan konsensi pada perusahaan multinasional ENI dan Chevron di Blok Ambalat dan itu tidak pernah dipersoalkan Malaysia sebelumnya, sampai mereka mengeluarkan Peta Maritim 1979, yang ditentang oleh Indonesia, Singapura, Vietnam dan China. “Hasil kontrak itu, selama ini juga masuk ke kas Negara Indonesia. Jadi, bagaimana pun posisi kita lebih kuat. Semua berdasar Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982,” ujar Menhan.
Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.
Untuk itu, terhadap Blok Ambalat ini, perlu kiranya Indonesia menerapkan langkah yang serupa, yakni melakukan effective occupation terhadap Ambalat sebagai unjuk kedaulatan kita di sana. Effective occupation ini dapat dilakukan dengan melakukan eksplorasi minyak di sana, maupun dengan aktifnya nelayan kita melaut, tentunya dengan pengawalan ketat TNI untuk menjamin agar mereka tidak mendapat gangguan dari pihak asing manapun yang tidak ingin Ambalat tetap menjadi milik Indonesia.

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
2.   SURAT 3. ALI 'IMRAN             

You might also like:
   Kisah Mualaf
13.            Irene Handono: Menyaksikan
15.            Ketika "Rapper" Masuk Islam
18.            Menemukan Islam di Saat Tersulit
20.            Wahyu Soeparno Putro: Hidayah Azan Subuh
27.            theology
28.            Perkembangan Islam di Eropa
29.            P O L I G A M I


                                       
PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, Dan bagimu juga kebaikan yang sama.
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)
                                     

(TLDL)Jendral Abdul Azis Jaafar.Yusran Ihza mahendra.Happy bone zulkarnain.Andreas parera


Perundingan di markas besar ALM Kuala Lumpur

Joko.Juwono.Theo



Juwono S (MENHAN)



SURAMADU













Diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pd tgl 10 juni 2009

BERSIHKAN PEMBULUH DARAH DENGAN COKLAT

Pada zaman orba, kita enggan makan coklat karena ditakut-takuti akan rusak giginya (kalau masih anak-anak) atau naik kadar kolesterol darahnya (kalau sudah lansia). Soalnya, coklat mengandung gula dan lemak. Gula dalam coklat memang bisa merusak gigi kalau penggemarnya ogah menggosok gigi sebelum tidur. Walaupun ini bukan dosa coklat, namun coklat manis tetap saja dikambinghitamkan.

Momok lemak
Coklat juga dituduh meningkatkan kadar kolesterol darah karena ditebengi lemak coklat. Lemak ini lemak jenuh. Jadi niscaya mengandung kolesterol yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah kita. Untung, lemak ini dalam teknologi percoklatan sudah disingkirkan sebagian, agar kokoanya dapat dilarutkan dalam air, dikeringkan menjadi bubuk, atau dicetak menjadi batangan.

Supaya tidak rancu, istilah coklat (terjemahan dari chocolate Inggris) dipakai untuk menunjukkan hasil olahan bubuk cocoa (kokoa) yang sial sekali disebut "coklat" juga. Bubuk kokoa ini diambil dari biji pohon cacao (kakao), yang sial juga disebut "coklat" lagi. Rupanya, bahasa Indonesia kita kekurangan kosa kata, sampai ketiga bahan yang jelas berbeda-beda itu disebut "coklat" semua! Sebaiknya coklat dipakai untuk menunjukkan chocolate saja.

Tuduhan buruk terhadap lemak kokoa itu timbul ketika kolesterol belum kita ketahui bagaimana tingkahnya dalam tubuh.

Setelah kemudian ternyata ia terikat dengan suatu kompleks protein, membentuk lipoprotein, agar dapat diangkut oleh plasma darah ke seluruh bagian tubuh, maka kita membedakan dua jenis kolesterol: kolesterol jahat LDL (lowdensity lipoprotein), dan kolesterol baik HDL (highdensity lipoprotein).

Lemak kokoa ternyata sama sekali tidak mengandung kolesterol jahat LDL, tetapi kolesterol baik HDL.

HDL dikatakan baik karena ia mengumpulkan kelebihan kolesterol yang berlalu lalang di jaringan tubuh, untuk diangkut kembali ke hati. Di sini kolesterol dibongkar menjadi asam empedu, dan setelah selesai mencernakan lemak, dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dan "pintu belakang".

Bersih-bersih lemak
Pada penelitian dengan 42 orang relawan "kelinci" percobaan di University of California, Davis, mereka masing-masing diminta makan satu batang coklat setiap hari, selama 27 hari. Hasilnya mengejutkan! Kadar kolesterol total dalam darah mereka tidak naik.

Kejutan kedua muncul ketika beberapa peneliti di universitas yang sama menemukan senyawaan flavonoid dalam coklat, seperti yang terdapat dalam anggur merah. Senyawaan ini sudah lama diketahui memperkuat pembuluh darah kapiler (pembuluh halus) tubuh kita. Karena kuatnya, tubuh lalu mampu membersihkan jantung dari kotoran kolesterol. Flavonoid dalam coklat diperkirakan juga membersihkan jantung dari kotoran seperti itu.

Cara membersihkannya memang tidak secara langsung. Ia mencegah LDL yang sebelumnya sudah ada dalam tubuh (dan bukan LDL berasal dari coklat), jangan sampai teroksidasi menjadi plak yang menyumbat pembuluh darah jantung kalau tertimbun terlalu banyak! Seorang "ekstremis" procoklat kemudian getol berpromosi, "Mari kita bersihkan pembuluh darah dengan coklat!"

Tetapi ini agaknya optimisme berlebihan.

Ajakan itu kebetulan didukung oleh kebijakan pabrik coklat Eropa dan Amerika yang memisahkan lemak dari kokoanya yang murni. Sebab, lemak ini dapat dijual tersendiri untuk memasok pabrik sabun wangi, lipstik, dan bahan kosmetik lainnya. Bagi pabrik coklat, lemak ini sebenarnya mengganggu karena membuat coklat mudah meleleh dalam suhu panas. Ini merepotkan pekerjaan penyimpanan dan pengangkutannya sebelum disantap konsumen.

Karena coklat batangan sangat diperlukan sebagai pendorong keriangan dan semangat juang para prajurit, markas besar tentara Amerika meminta pabrik coklat Hershey untuk menciptakan coklat batangan yang tahan panas. Itu akan dibagikan kepada para anggota pasukan tempur di gurun pasir Kuwait yang terik ketika menghadapi Perang Teluk melawan Saddam Husein tahun 1991.

Hershey berhasil menciptakan coklat Desert Bar yang tidak meleleh menghadapi suhu udara setinggi 60oC. Resepnya merupakan rahasia perusahaan itu, yang dijaga ketat jangan sampai dicontek perusahaan lain.

Mengapa tergila-gila?
Di Inggris dan Amerika, chocolate (yang lebih cepat ditangkap kalau disebut choc), sangat disukai masyarakat ketimbang kudapan jenis lain. Para wanita disinyalir lebih banyak mengkonsumsi choc dibandingkan dengan kaum pria. Wanita yang gelisah atau mengalami depresi, larinya ke choc. Sedangkan kaum pria larinya ke rokok! Tujuan mereka untuk mengatasi mood yang amburadul.

Kokoa memang sudah lama diketahui mengandung kafein, seperti kafein dalam kopi, dan theobromine seperti yang dikandung dalam daun teh. Senyawaan alkaloid ini bersifat vasodilator (zat yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah). Akibatnya, otot yang tadinya tegang menjadi rileks, dan jantung yang tadinya lesu digiatkan lagi. Ini semua membuat mood jadi berubah. Dari murung ke riang. Coklat kemudian dipuji sebagai bahan periang dan pendorong semangat.

Orang Amerika menghabiskan coklat hampir satu miliar kilogram setahun. Berarti 5 kg tiap orang per tahun. Pada hari Valentine saja, mereka membelanjakan setengah miliar dolar untuk coklat. Diduga, kebutuhan mengemil dan makan coklat agak berlebihan itu bukan karena ingin memuaskan nafsu makan semata-semata, tetapi karena dorongan kultural juga. Selain nikmat, coklat menaikkan gengsi kalau dipakai mengemil dalam pertemuan elite masyarakat. Kudapan berisi coklat selalu terkesan lebih mewah daripada yang hanya berisi tepung, gula, susu, atau telur.

Kenyataan ini mendorong orang di seluruh dunia menyelipkan coklat ke bahan apa saja yang pantas dimakan. Permen diberi coklat. Biskuit diselipi coklat. Wafer dibalut coklat. Es krim, kue tar, dan sus diselundupi coklat. Di Indonesia malah ada getuk lindri dan roti bantat yang diberi coklat

Rabu, 10 Juni 2009

MEDAN


Agus sulaiman