Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Senin, 04 November 2013

HARUN YAHYA vs DARWINISME









ATLAS PENCIPTAAN TELAH MERUNTUHKAN DARWINISME DI EROPA

Darwinisme telah membohongi dunia selama sekitar satu setengah abad  dan telah berupaya mencekoki pikiran orang dengan filsafat (pola pikir) materialis dengan menggunakan kebohongan dan dusta.
ATLAS PENCIPTAAN KARYA HARUN YAHYA TELAH MENGUMANDANGKAN ROBOHNYA TEORI PALSU INI, yang bertahun-tahun meyakinkan orang bahwa jenis-jenis makhluk hidup diturunkan, secara kebetulan, dari jenis-jenis lainnya.
Masyarakat Turki telah menyaksikan kenyataan ini dengan suka cita dan kegembiraan yang sangat. Setelahnya, dan melalui Atlas Penciptaan, masyarakat Eropa yang telah sedemikian lama dijadikan korban indoktrinasi materialis dan Darwinis, juga telah mendapat kesempatan menyaksikan fakta yang sesungguhnya. Seluruh Eropa telah menjadi tahu tentang Atlas Penciptaan dan pemakluman tentang fakta bahwa makhluk-makhluk hidup tetap tak berubah selama jutaan tahun dan bahwa evolusi tidak memiliki nilai ilmiah apa pun. Hal ini telah mendorong perubahan besar terhadap keyakinan di kalangan masyarakat Eropa. Jajak pendapat independen yang dilakukan oleh lembaga-lembaga penerbitan ternama di negara-negara Eropa telah menyingkap penurunan besar pada orang-orang yang mempercayai Darwinisme dan keimanan kepada Allah kini menguasai Europa.
Sejumlah temuan penelitian di seantero Eropa:
PRANCIS/ Science Actualités / 16 Februari 2007
Menyusul dampak besar penyebarluasan buku Atlas Penciptaan di Prancis, situs internet Prancis ”Science Actualités” melakukan jajak pendapat masyarakat. Hasil penelitian itu memperlihatkan bahwa Darwinisme telah diruntuhkan di Prancis. Menurut temuan tersebut, yang ditampilkan di bawah judul “Pandangan Anda terhadap Evolusi,” menyingkapkan bahwa 92% masyarakat tidak lagi percaya evolusi.
JERMAN / Die Welt / 17 April 2008
Darwinisme telah pula dihancurkan di Jerman, yang kini berkata, "Allah Menciptakan Kehidupan."
Surat kabar harian Jerman, Die Welt, salah satu terbitan penting negeri itu, melakukan jajak pendapat tentang Penciptaan di situs internetnya. Delapan puluh enam persen peserta memberikan tanggapan atas pertanyaan “Bagaimana menurut Anda kehidupan muncul menjadi ada?” dengan mengatakan “Allah menciptakannya.”
DENMARK / Ekstra Bladet / 29 Juni 2007
Warga Denmark Tidak Lagi Percaya Evolusi.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh harian Ekstra Bladet, salah satu terbitan beroplah paling banyak di Denmark, melalui situs internetnya, "Orang Denmark tidak lagi percaya evolusi." Saat ditanya "Apakah Menurut Anda Manusia Diturunkan dari Kera?", 88% masyarakat Denmark menjawab "Tidak."
JERMAN / Süddeutsche Zeitung / 8 Juli 2007
Berdasarkan jajak pendapat di Jerman, masyarakat tidak lagi mempercayai evolusi. Temuan ini ditampilkan di bawah judul
“Evolution – tidak, terima kasih?”.
Menurut jajak pendapat tentang “apakah evolusi benar-benar terjadi atau tidak” yang muncul di situs internet Süddeutsche Zeitung, salah satu surat kabar utama Jerman, mereka yang yakin bahwa manusia adalah karya cipta Sang Pencipta berada pada angka 87%.
SWISS / Blick / 4 Mei 2007
Berdasarkan penelitian di Swiss, masyarakat mengatakan bahwa "Penciptaan sepatutnya diajarkan."
Jumlah orang yang mempercayai fakta Penciptaan mencapai 85% dalam sebuah jajak pendapat yang dilaksanakan melalui situs internet Blick, salah satu surat kabar Swiss yang paling banyak dibaca.
Temuan jajak pendapat tersebut, beberapa di antaranya ditampilkan di atas, mengungkapkan hal teramat jelas: ATLAS PENCIPTAAN TELAH MEMILIKI DAMPAK MENGGUNCANG DI SELURUH DUNIA.
Di hadapan bukti ilmiah masyarakat kini telah meninggalkan keyakinan kepada tipuan evolusi. Mereka kini menyadari bahwa Darwinisme adalah penipuan yang dipertahankan agar tetap hidup demi alasan ideologi.
Menyusul fakta-fakta yang dikemukakan di dalam Atlas Penciptaan, orang-orang kini telah menyaksikan bahwa seluruh makhluk hidup dimunculkan menjadi ada dengan kehendak dan atas perintah Tuhan kita, Allah. Itulah yang diperlihatkan oleh jajak-jajak pendapat tersebut.


Evolusi telah runtuh saat menghadapi 350 juta fosil
Para penganut ideologi Darwin pun melakukan kebohongan saat mereka berbicara tentang fosil, mereka menarik perhatian manusia dengan proses perubahan palsu yang mereka ciptakan sendiri, dengan ilustrasi palsu juga model dan rekontruksi palsu. Mereka menggunakan ini untuk menyebarkan tehnik mereka. Namun pada kenyataannya tak satupun penganut teori evolusi mampu menggenggam sebuah fosil dan berkata “kami telah menemukan satu bukti evolusi” bahkan sampai hari ini. Karena itu tidak mungkin. TAK ADA SATUPUN PROSES PERALIHAN BENTUK PERNAH TERJADI. Ini adalah satu kenyataan yang mengejutkan bagi orang-orang yang terikat pada doktrin Darwin selama bertahun-tahun, karena publikasi Darwin selalu berbicara tentang terjadinya proses perubahan bentuk yang membenarkan adanya evolusi. Namun faktanya adalah tak satupun proses peralihan perantara pernah ditemukan. Ini adalah salah satu kebohongan terbesar yang diciptakan oleh penganut ideologi Darwin. Lebih dari 350 juta fosil telah ditemukan hingga saat ini. NAMUN TAK SATUPUN DARI FOSIL ITU MERUPAKAN FOSIL PERALIHAN. Setiap fosil yang dinyatakan oleh penganut ideologi Darwin sebagai fosil peralihan di banyak media telah terbukti sebagai sebuah kebohongan. Banyak fosil dari sekitar 350 juta fosil itu pada kenyataannya adalah contoh kehidupan jutaan tahun yang lalu, yang pada saat ini pun masih ada. Dengan kata lain itu adalah fosil mahluk hidup. Dan hal ini menunjukkan bahwa mahluk hidup cenderung tidak mengalami perubahan bentuk selama jutaan tahun. Sebuah fosil yang lain merupakan mahluk hidup pada jamannya, namun saat ini telah punah. Fosil-fosil itu membuktikan bahwa bentuk kehidupan ini mempunyai bermacam-macam tingkatan dan kompleksitas yang menarik perhatian meski telah ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu.
Ini membuktikan banyak hal, dan kehancuran teori evolusi secara ilmiah. Cara fosil menyangkal evolusi adalah pukulan kedua yang menumbangkan ideologi Darwin. Setiap cabang ilmu pengetahuan mendukung hancurnya teori evolusi. Setiap penemuan ilmiah menyangkal terjadinya evolusi dengan banyak bukti, dalam setiap kejadian. Namun karena dua bukti yang kami fokuskan di sini, hancurnya teori evolusi dalam masalah protein dan fosil, cukup untuk mendiskreditkan evolusi itu sendiri, tidak perlu untuk menghadirkan bukti lain guna menyangkal evolusi. Pukulan hebat ini sudah cukup untuk mengalah para penganut ideologi Darwin. Dan isu-isu fundamental lainnya akan disebutkan pada halaman berikutnya, terutama untuk menanggapi pernyataan para penganut teori evolusi.



FOSIL FOSIL HIDUP MENYANGKAL EVOLUSI
















ATLAS PENCIPTAAN DAN PAMERAN FOSIL MENYEBABKAN KEPANIKAN DI PRANCIS DAN TURKI

Pameran fosil yang berlanjut dengan kecepatan penuh di seluruh wilayah Turki tampak menyebabkan kegelisahan mendalam dan kepanikan di kalangan lingkaran media tertentu. Tidak mampu menyodorkan bukti apa pun yang membantahnya dan dilanda kepanikan karena dihadapkan perkembangan ini, kalangan tersebut mengambil langkah pelarangan dan penghalangan. Namun, menerbitkan laporan yang ditujukan dalam rangka penghentian pameran fosil dan pelarangan buku Atlas Penciptaan tidak dapat menghentikan runtuhnya Darwinisme.

Yang seharusnya dilakukan media Darwinis adalah menampilkan fosil-fosil bentuk peralihan yang menunjukkan bukti evolusi, daripada mencoba menutupi temuan-temuan ilmiah tersebut. Namun tak satu fosil bentuk peralihan pun telah ditemukan hingga kini, dan tidaklah mungkin fosil itu akan ditemukan di masa mendatang. Sungguh, semua tantangan kami kepada para evolusionis agar mereka memamerkan bentuk-bentuk peralihan mana pun yang mungkin mereka miliki tidak pernah dipenuhi, dan kaum Darwinis menjadi bungkam di hadapan temuan-temuan fosil yang membuktikan fakta Penciptaan.

Mereka yang berusaha menghentikan pameran fosil tidak sadar bahwa terdapat jutaan fosil di bawah bangunan-bangunan tempat fosil-fosil ini dipamerkan dan di bawah jalan-jalan yang mereka lalui untuk meliput masalah ini, dan bahwa masing-masing dari fosil ini mengarahkan kepada Penciptaan. Di daerah mana pun di Anatolia dilakukan penggalian, atau di kota mana pun di Marmara, atau di distrik mana pun di Istanbul, tidak peduli jalan mana yang digali, jutaan fosil yang keberadaannya membuat orang-orang ini sedemikian ketakuan akan ditemukan. Hanya beberapa contoh, seperti fosil ikan berumur 15 juta tahun ditemukan selama penggalian sebuah sumur di Feke, Adana; fosil gajah, kambing dan kuda nil berumur 10-8 juta tahun, ditemukan di Nevshir; fosil ikan gurami berumur 15 juta tahun ditemukan di penambangan batu di Silifke, Mersin; atau fosil gajah, rusa, badak, jerapah, kambing dan beruang ditemukan di Kokluce, Sivas merupakan bukti berlimpahnya jumlah fosil yang membuktikan Penciptaan yang ada di perut bumi.

Menyebarluaskan liputan berjudul “Tutup pameran-pameran ini!” atau “Larang buku ini!” dan menggunakannya untuk ditanamkan ke dalam pikiran masyarakat umum, padahal bumi yang mereka injak dipenuhi fosil yang membuktikan fakta Penciptaan, menunjukkan kesulitan mengenaskan yang kini dialami sendiri oleh kaum Darwinis.

Hanya fosil-fosil yang benar-benar telah membatu yang ditampilkan pada pameran ini, dan di bawahnya ditulis kata-kata “fosil ini tetap tidak berubah selama ratusan juta tahun.” Fosil-fosil tersebut sama persis dengan spesimen masa kini, dan masyarakat umum dapat memahami hal ini dengan mudah tanpa perlu penjelasan lebih dalam. Jutaan fosil, seperti laba-laba berumur 125 juta tahun, buaya berumur 100 juta tahun, udang berumur 95 juta tahun, semut berumur 45 juta tahun, pakis berumur 300 juta tahun, daun tumbuhan Willow berumur 50 juta tahun atau tengkorak hyena berumur 80 juta tahun memberitahu kita “kami tidak pernah berevolusi, kami diciptakan.” Fosil-fosil ini menunjukkan bahwa teori evolusi adalah sebuah mitos, tanpa perlu penjabaran tambahan apa pun. Siapa pun yang berpikir lurus dengan daya pemahaman dapat dengan mudah memahami ini. Sekali mereka melihat bukti-bukti yang terlampau jelas dan nyata ini, masyarakat tidak akan tersesatkan lagi oleh penipuan Darwinisme.

Bertahun-tahun, Darwinisme benar-benar telah memiliki pengaruh hipnotis pada masyarakat dan menanamkan ke dalam pikiran mereka sebuah kebohongan besar. Namun sekarang tiada guna lagi bagi media evolusionis melanjutkan kebohongan ini dengan cara yang begitu menyedihkan. Sebagaimana ratusan ribu orang yang telah melihat dan menerima fakta-fakta yang sebenarnya, mereka juga wajib mengakui bahwa mereka telah “dibohongi” dan sadar bahwa tidaklah pernah terlambat untuk memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan.

Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Darwinisme di Turki terus berkurang setiap harinya. Pada awal 1980-an, jumlah orang yang tidak percaya pada evolusi sekitar 30 – 40%, namun sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada 2006 menunjukkan bahwa 75% rakyat Turki tidak lagi percaya pada teori evolusi. Menurut jajak pendapat terakhir oleh Yayasan Pengkajian Ekonomi dan Sosial Turki (TESEV), 87,4% rakyat Turki percaya bahwa “Tuhan menciptakan manusia.”

Perkembangan serupa terjadi di Prancis, di mana orang-orang dikejutkan dengan fakta-fakta ilmiah yang mereka saksikan pada Atlas Penciptaan. Jika jajak pendapat dilakukan tahun depan, maka akan tampak perbedaan besar antara jumlah orang di Prancis yang mempercayai teori evolusi tahun lalu dan tahun depan. Jika ditanyai tahun depan, sejumlah besar masyarakat Prancis akan mengatakan bahwa mereka tidak percaya  pada Darwinisme. Dan tidak hanya di Prancis; orang-orang di Italia, Inggris, Jerman, Swis, Denmark dan Belgia, singkatnya, orang-orang di seluruh dunia, akan menyaksikan fakta-fakta tersebut dan dengan segera terbebaskan dari sihir Darwinisme. Matahari yang akan menerangi seluruh dunia telah lahir.

Formula Darwinisme yang Tidak Rasional, Tidak Logis dan Tidak Ilmiah
Pada kenyataannya, pernyataan mendasar Darwinisme sepenuhnya tidaklah ilmiah, dan ketiadaan nalarnya sedemikian jelas sehingga anak usia sekolah dasar pun dapat melihatnya. Menurut Darwinisme, dengan cara yang tidak dapat dijelaskan, sel pertama diduga terbentuk di lingkungan zaman purba bumi, dalam sebuah genangan air berlumpur. Dan dari sel tunggal itu, serangkaian kejadian kebetulan tanpa akhir benar-benar memunculkan hewan, tumbuhan, manusia dan peradaban. Dengan kata lain, seluruh umat manusia, dan juga seluruh kerajaan tumbuhan dan hewan, diyakini sebagai hasil karya lumpur berkadar tepat, waktu yang lama dan berlimpah kejadian kebetulan.

Menurut kaum Darwinis, yang menderita kekurangan nalar yang jelas, bahan-bahan tadi, yang masing-masingnya tidak berkesadaran,  memunculkan manusia yang memiliki akal dan kesadaran, yang berpikir, mencintai, merasa kasihan, memiliki penilaian bijaksana, menghasilkan lukisan dan patung, menggubah simponi, menulis buku cerita, membangun pencakar langit, membangun reaktor nuklir, menemukan penyebab penyakit dan meramu obat untuk mengobatinya, atau berpolitik. Mereka menyatakan bahwa ketika waktu yang cukup telah terlewati, singa, harimau, kelinci, rusa, gajah, kucing, anjing, ngengat, lalat, buaya dan burung semuanya berevolusi secara kebetulan dari air berlumpur. Semua jenis buah-buahan dan sayur-mayur, dengan rasa dan aromanya yang khas – jeruk, strawberi, pisang, apel, anggur, tomat, lada – bunga dengan bentuk yang tiada bandingannya dan tetumbuhan lain kesemuanya muncul dari lumpur yang sama.

Singkatnya, sejak zaman Darwin, tak terhitung tulisan, karya tulis ilmiah, film, laporan surat kabar, artikel majalah dan acara televisi telah mengulang-ulang cerita evolusionis bahwa semua bentuk kehidupan muncul secara kebetulan dari lumpur. Dengan kata lain, jika Anda bertanya pada seorang Darwinis “Bagaimana peradaban kita muncul?” atau, “Bagaimana begitu banyak bentuk kehidupan muncul menjadi ada?” atau, “Bagaimana manusia menjadi ada?” Inti jawaban yang akan Anda terima adalah ini: Kejadian-kejadian kebetulan memunculkan semua hal tersebut dari lumpur, seiring berjalannya waktu.

Tak diragukan, seseorang mestilah tidak berakal atau tidak memiliki sarana pemahaman apa pun untuk mempercayai dongeng semacam itu. Namun anehnya, teori yang sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan nalar itu memiliki pengikut selama bertahun-tahun dan masih terus disebarluaskan dengan bungkus ilmiah.

Darwin Sendiri Menyatakan bahwa Tidak Ada Fosil Bentuk Peralihan
1. Dalam bab “Kesulitan Pada Teori” dari bukunya, Darwin menulis:

“… Mengapa, jika spesies-spesies telah diturunkan dari spesies lain melalui perubahan halus bertahap, tidak kita saksikan di mana pun bentuk-bentuk peralihan yang tak terhitung? Mengapa seluruh makhluk hidup tidaklah membingungkan tapi malah berwujud spesies, seperti yang kita lihat, yang terpisahkan dengan baik? … Tetapi, karena menurut teori ini bentuk peralihan yang tak terhitung haruslah pernah ada, mengapa kita tidak menemukannya terpendam dalam jumlah tak terhitung dalam kerak bumi? …Lalu kenapa tidak setiap bentukan geologis dan setiap lapisan dipenuhi rantai-rantai peralihan semacam itu? Geologi sudah pasti tidak menyingkap rantai kehidupan apa pun yang berubah secara halus bertahap semacam itu; dan ini, mungkin, adalah keberatan paling jelas dan berat yang dapat dikemukakan untuk melawan teori saya.” (Charles Darwin, The Origin of Species, hal. 172)

2. Walaupun seorang evolusionis, profesor Steven M. Stanley dari Universitas John Hopkins, mengakui fakta tentang catatan fosil, dengan mengatakan:

“Catatan fosil yang diketahui tidaklah, dan tidak pernah, sesuai dengan teori perubahan bertahap… sebagaimana ditulis baru-baru ini oleh sejarawan biologi William Coleman, ‘Sebagian besar pakar fosil merasa bukti-bukti mereka semata-mata bertentangan dengan penekanan Darwin pada perubahan-perubahan teramat kecil, lambat dan terkumpul yang mengarah pada perubahan spesies.’ …kisah mereka telah disembunyikan.” (S. M. Stanley, The New Evolutionary Timetable: Fossils, Genes, and the Origin of Species, Basic Books Inc. Publishers, N.Y., 1981, hal. 71)

3. Pakar fosil Niles Edredge dan antropolog Ian Tattersall, dari Museum Sejarah Alam Amerika, menyatakan bahwa catatan fosil sudah cukup memberikan pemahaman tentang sejarah kehidupan dan bahwa hal itu sama sekali tidak mendukung teori evolusi:

“Bahwa masing-masing jenis fosil diakui tetaplah sama di sepanjang masa keberadaan mereka dalam catatan fosil telah diketahui para ahli fosil jauh sebelum Darwin menerbitkan bukunya. Darwin sendiri, …meramalkan bahwa ilmuwan-fosil generasi mendatang akan mengisi celah ini dengan pencarian yang tekun… Penelitian tentang fosil seratus dua puluh tahun kemudian, telah terlampau jelas bahwa catatan fosil tidak akan membenarkan ramalan Darwin tentang masalah ini. Permasalahan ini bukan pula karena catatan yang sangat tidak lengkap. Catatan fosil sekedar menunjukkan bahwa ramalan ini salah.” (N. Eldredge and I. Tattersall, The Myths of Human Evolution, Columbia University Press, 1982, hal. 45-46)

4. Profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George mengakui hal ini bertahun-tahun silam:

“Tidak perlu lagi meminta maaf atas miskinnya catatan fosil. Dalam beberapa hal [catatan fosil] sudah berlimpah hingga hampir susah disusun, dan penemuan melampaui penyusunan… Walaupun begitu, catatan fosil sebagian besarnya masih tersusun atas celah-celah. “(T. N. George, “Fossils in Evolutionary Perspective,” Science Progress, Vol. 48, Januari 1960, hal. 1)

5. Kapan pun catatan fosil disebutkan, sebagian besar orang membuat kesan bahwa terdapat kaitan positif antara catatan fosil dan teori Darwin. Kesalahan ini dibahas dalam sebuah tulisan dalam jurnal Science:

“Sejumlah besar ilmuwan yang terlatih-baik di luar bidang biologi evolusi dan paleontologi sayangnya telah berpikiran bahwa catatan fosil lebih bersifat Darwinis dari pada yang sebenarnya… Di tahun-tahun setelah Darwin, para pembelanya berharap menemukan perkembangan yang dapat diperkirakan. Secara umum, ini masih belum ditemukan namun harapan tersebut telah tetap bertahan, dan sejumlah khayalan murni telah merasuki buku-buku pelajaran.” (Science, 17Juli 1981, hal. 289)

6. Sebagaimana diamati oleh Edmund J. Ambrose, profesor emeritus biologi sel pada Universitas London:

“Pada tahap sekrang dari penelitian geologis, kita harus mengakui bahwa tidak ada sesuatu pun dalam catatan geologis yang bertentangan dengan pandangan para penganut penciptaan konservatif, bahwa Tuhan telah menciptakan tiap-tiap spesies secara terpisah…” (Edmund J. Ambrose, The Nature and Origin of the Biological World, John Wiley & Sons, 1982, hal. 164)

Karya Besar Yang Telah Mengguncang Prancis

Jilid pertama dari tujuh jilid yang direncanakan dari buku Atlas Penciptaan, yang tersusun dari 5.600 halaman dan sekitar 11.000 gambar, telah mengejutkan Prancis.

Karya raksasa setebal 764 halaman ini, satu-satunya di dunia dengan ukuran 28 x 38 sentimeter dan dicetak dengan mutu pengerjaan prima, menampilkan ratusan fosil, masing-masing membantah teori evolusi dan berisi pengetahuan paling meyakinkan tentang keruntuhan Darwinisme. Dengan gambar hologram asli pada sampulnya, sekitar 1.500 gambar dan foto berwarna pada kertas mengkilat, buku tersebut luar biasa dalam penampakan fisiknya. Selain itu, karya penting ini dilengkapi dengan VCD dokumenter Fossils Have Discredited Evolution (Fosil MembantahEvolusi). . . Anda dapat membeli buku ini langsung dari Global Publishing, atau membacanya secara gratis melalui Internet.

UNTUK MENYAKSIKAN BETAPA SESUNGGUHNYA TEORI EVOLUSI ADALAH SEBUAH KEBOHONGAN, ANDA HARUS MEMBACA BUKU-BUKU KARYA HARUN YAHYA (ADNAN OKTAR) INI!

Dengan nama pena Harun Yahya, Adnan Oktar telah menulis sekitar 250 buku, yang keseluruhannya mencapai 46.000 halaman, dan memuat sekitar 31.500 gambar. Sekitar 7.000 dari keseluruhan halaman ini—dan 6.000 dari keseluruhan gambar tersebut—mengulas tentang keruntuhan Teori Evolusi.

Keruntuhan Teori Evolusi* . . . Kebohongan Sejarah: Zaman Batu . . . Darwinisme Terbantahkan* . . . Suatu Ketika Di Masa Lalu Terdapat Darwinisme . . . Keruntuhan Teori Evolusi Dalam 20 Pertanyaan* . . . Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme* . . . Sel dalam 40 Topik . . . Mantra Hitam Darwinisme . . . Keruntuhan Teori Evolusi dalam 50 Topik . . . Desain Sempurna di Alam Semesta Bukanlah Karena Kebetulan . . . Senjata Sosial Darwinisme . . . Mengapa Darwinisme Bertentangan dengan Al Qur'an* . . . Kekeliruan Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan Amerika . . . Keajaiban Ciptaan Allah* . . . Fasisme: Ideologi Berdarah Darwinisme . . . Menyibak Tabir Teori Evolusi* . . . Jawaban Pasti terhadap Propaganda Evolusionis . . . Agama Darwinisme . . . Bagaimana Fosil-Fosil Membantah Evolusi . . . Atlas Penciptaan
Anda dapat membaca buku-buku karya Adnan Oktar (yang menulis dengan nama pena Harun Yahya) secara gratis di situs internet berikut: www.harunyahya.com/indo (bahasa Indonesia), www.harunyahya.com dan www.harunyahya.net. Atau selain itu Anda dapat memesannya dalam bentuk cetak di www.bookglobal.net.



DARWINISME TELAH DIHANCURKAN DAN DIRUNTUHKAN DI SELURUH PENJURU DUNIA, DI PELUPUK MATA PARA PENGANUT SETIA FILSAFAT MATERIALIS.
Spekulasi Tentang Terjadinya Evolusi Pada Manusia Adalah Komponen Terbesar Kebohongan Darwin
Kediktatoran para penganut ideologi Darwin yang mendominasi dunia global seperti telah kami jelaskan, merupakan alat monopoli media para penganut ideologi Darwin yang berpengaruh, telah menyertai muslihat teori “manusia kera” selama bertahun-tahun. Hampir setiap fosil kera yang ditemukan digunakan untuk mendukung kebohongan itu. Fosil yang digembar-gemborkan sebagai bukti terjadinya evolusi pada kera, secara diam-diam telah ditarik kembali. Ini jelas-jelas merupakan kekalahan penganut idelogi Darwin Lebih jauh lagi, untuk menekankan persamaan antara manusia dengan kera, penganut ideologi Darwin menampilkan seekor kera dan membuat pertunjukan hebat tentang bentuk kebiasaan dan kemampuan kera menggunakan peralatan dan kemampuan untuk belajar. Tujuannya adalah, dalam pandangan mereka , meyakinkan orang-orang dengan sedikit pengetahuan tentang kebohongan Darwin, untuk membuat mereka percaya bahwa manusia adalah berasal dari kera.
Memang benar bahwa monyet dan kera mempunyai karakteristik yang enyerupai manusia. Tetapi ini tidak mengubah kenyataan bahwa manusia, monyet dan kera adalah mahluk hidup yang sangat berbeda jenisnya. Dengan kuasa Allah, kera dan monyet tak akan pernah menjadi apapun lebih dari kera dan monyet selama mereka hidup di dunia ini. Bagaimanapun mereka dilatih mereka tidak akan pernah berubah menjadi manusia dengan karakteristik seperti kemampuan berpikir, merasa dan menginterpretasikan, meramalkan, sikap cerdas, membuat penilaian, bertindak secara terencana dan bersikap atau berbicara. Tidak perduli seberapa keras mereka berusaha, kera dan monyet tidak akan pernah bisa mendesain pesawat terbang, membangun gedung pencakar langit, menulis puisi atau mempelajari tentang manusia di laboratorium. Tidak perduli seberapa banyak latihan mereka jalani, mereka tidak akan pernah bisa merancang sebuah proyek, ataupun membuat peradaban superior melalui pemikiran dan perencanaan. Ini karena seekor primata adalah mahluk hidup dengan bentuk anatomi yang menjadikannya sangat spesial yang telah diberikan Allah padanya, tapi yang paling penting adalah ketidaan kesadaran manusia dengan jiwa dan akalnya. Fakta bahwa primata mempunyai beberapa kemampuan bukanlah sebuah bukti untuk mrnyatakan bahwa primata adalah nenek moyang manusia.
Jiwa yang telah Allah berikan adalah sebuah anugerah yang menjadikan manusia sebagai manusia
Dalam membuat pernyataan ini, para penganut ideologi Darwin berusaha menghapus perbedaan pokok antara manusia dan kera. MANUSIA ADALAH MAHLUK HIDUP YANG MAMPU BERKATA “SAYA”, YANG PERDULI PADA EKSISTENSINYA DAN MENGAPA IA DICIPTAKAN, YANG MAMPU MEMIKIRKAN ALASAN EKSISTENSINYA DAN MEMBUAT PENILAIAN. SELAIN ITU MANUSIA MEMILIKI JIWA. Untuk alasan itulah bahwa manusia adalah mahluk hidup yang sangat berbeda dengan bentuk mahluk hidup lainnya. Didasarkan dengan adanya jiwa, perbedaan anatomi dan keahlian untuk membedakan.
PAHAM MATERIALIS TIDAK PERNAH DAPAT MENJELASKAN TENTANG MAHLUK HIDUP YANG SADAR AKAN KEBERADAANNYA, DENGAN BERKATA “SAYA” Tak ada laporan paham materialis yang dapat menjelaskan dugaan transisi dari bentuk mahluk hidup yang tidak sadar dan tidak perduli dengan keberadaannya menjadi seseorang yang memiliki jiwa yang perduli dengan keberadaannya. Itulah yang tidak di sampaikan oleh para penganut ideologi Darwin, dan ini mengakibatkan keputusaasaan yang sangat pada diri mereka saat mereka berbicara tentang evolusi manusia dan mencoba untuk mengadakan serangkaian tengkorak palsu sebagai bukti tentang teori evolusi (http://darwinistsdilemma.com)
Karena itulah, semua pernyataan tentang evolusi manusia yang syarat dengan propaganda dalam publikasi penganut ideologi Darwin adalah palsu. Pertama dan lebih lagi, penganut ideologi Darwin harus dapat menjelaskan tentang apa yang menjadikan manusia sebagai manusia, bagaimana mereka dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dan mereka dengar, bagaimana mereka berpikir tentang teori ini, menggunakan alasan, memiliki perasaan, seperti menghormati, mencintai dan kesetiaan, dan adanya jiwa yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan dan penilaian. Tetapi mereka tidak bisa menyampaikan satupun penjelasan tentang masalah ini, dan adalah tidak mungkin bagi mereka untuk melakukannya. Sesungguhnyalah, dasar kesadaran, jiwa yang menjadikan manusia sebagai manusia ,adalah Allah. Allah telah memberikan ini sebagai rahmat dari Nya, dan dalam hal ini menjadikan manusia berbeda dari segala bentuk kehidupan yang lain. Penipuan penganut ideologi Darwin dalam hal ini sungguh tidak terkatakan dan mencengangkan.
Alloh menyampaikan dalam Al Qur’an bahwa Dia menciptakan manusia dari jiwa Nya sendiri :
7. yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 8. kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. 9. kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As-Sajadah ayat 7-9)

Mutasi Acak menghancurkan kehidupan dan tidak dapat menghasilkan organ harmonis yang saling berhubungan.
Penganut ideologi Darwin mengatakan bahwa mahluk hidup berevolusi sebagai hasil perubahan mutasi dan itu mengada-ada, dan mutasi secara tidak sengaja menimbulkan semua jenis kehidupan yang menakjubkan seperti yang kita lihat sekarang ini di bumi.
Pernyataan ini mewakili sebuah inkonsistensi logis yang serius.
Mutasi adalah proses perusakan, pelemahan dan pemindahan sebagai akibat radiasi atau akibat reaksi kimia dalam DNA tepatnya pada inti sel yang hidup dan mengandung semua sifat genetik. SEMBILAN PULUH SEMBILAN PERSEN PROSES MUTASI MERUSAK ORGANISME. Sementara tersisa satu persen yang
  • TIDAK ADA PENELITIAN YANG MENYATAKAN BAHWA MUTASI MENGUNTUNGKAN ORGANISME. Lebih jauh lagi :
  • Berdasarkan pada pernyataan penganut paham Darwin, mutasi genetik akan menghasilkan perubahan yang secara proporsional dan berkesinambungan dalam tubuh mahluk hidup
  • Sebagai contoh, berdasarkan pada pernyataan penganut teori evolusi, kalau sebuah telinga terbentuk di sisi kanan dengan cara mutasi yang benar, kemudian mutasi genetik secara acak akan membuat telinga kedua di sisi kiri, dengan karakteristik yang sama. Seluruh bagian telinga akan terbentuk secara sempurna di kedua sisi.
  • Mutasi genetik secara acak juga akan membentuk katup jantung pada kedua sisinya. Berdasarkan pada pernyataan penganut ideologi Darwin, mutasi genetik akan membentuk semua katup jantung dalam bentuk yang sempurna dan tepat pada tempatnya, secara bersamaan dan harmonis.
  • Dengan kata lain akan ada ketidakseimbangan dan hasilnya menjadi ganjil dengan adanya telinga yang terbalik, satu gigi yang berbeda ataupun satu mata ada pada telinga dan mata yang lain ada di dahi. Tetapi karena tidak ada ketidakseimbangan yang semacam itu dalam hidup, pernyataan ideologi Darwin berarti mutasi harus bisa menghasilkan segala sesuatu dalam bentuk simetris yang sempurna dan harmonis satu sama lain.
  • Namun faktanya bahwa mutasi 99% merusak dan 1% tidak efektif menjadikan ini tidak mungkin bagi mereka untuk membentuk organ secara rasional, seimbang, simetris pada saat yang sama. Efek dari mutasi yang terjadi pada struktur tetap adalah seperti menembakkan senjata api pada sebuah sel. Penembakan secara acak pada objek yang sehat akan menghancurkan objek itu sendiri. Faktanya, bahwa satu peluru tidak akan berakibat, atau menghancuran infeksi yang sudah ada dalam sel, atau justru menyembuhkannya, tidaklah merubah apapun. Oganisme itu tetap dihancurkan oleh 99 peluru yang lain.

Ilmu Pngetahuan itu anti-Darwin anti-ateis
Evolusi adalah sebuah kebohongan ilmiah. Selama beberapa tahun sekarang ini, para penganut ideoologi Darwin telah menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengarahkan manusia pada evolusi.
ILMU PENGETAHUAN ADALAH MUSUH IDEOLOGI DARWIN. ILMU PENGETAHUAN ADALAH LAWAN DARI PAHAM ATEIS. ILMU PENGETAHUAN ITU ANTI KOMUNIS, ANTI MARXIS, ILMU PENGETAHUAN MENGHANCURKAN MARXISME, ATEISME DAN IDEOLOGI DARWIN. Adalah ilmu pengetahuan yang telah menghancurkan ideologi Darwin. Adalah ilmu pengetahuan yang telah mengalahkan propaganda Darwin. Ilmu pengetahuan telah mengalahkan kebohongan penganut teori evolusi dimana manusia telah terdoktrin selama bertahun-tahun. Ilmu pengetahuan telah menghancurkan dasar dari paham ateis. Ilmu pengetahuan meniadakan dan menghancurkan ideologi Darwin kemanapun perginya, dimanapun hal ideologi ini menjadi isu aktual dan kapanpun ideologi ini menampakan dirinya.Karena itu, ILMU PENGETAHUAN mewakili SATU DARI KESENGSARAAN TERBESAR PENGANUT IDEOLOGI DARWIN.
Adalah pengetahuan yang telah menunjukkan bahwa protein tak kan terbentuk melalui faktor kebetulan.
Adalah ilmu pengetahuan yang telah mengungkapkan keajaiban dunia sel yang sangat menakjubkan dan menunjukkan bahwa sel tidak akan pernah terbentuk hanya secara kebetulan.
Adalah ilmu pengetahuan yang telah menunjukkan fakta bahwa lebih dari 350 juta fosil yang ditemukan tidak pernah berevolusi.
Adalah ilmu pengetahuan yang telah mengungkapkan kompleksitas dalam mahluk hidup dan menunjukkan bahwa mahluk hidup tidak akan pernah menjadi ada melalui evolusi
Adalah ilmu pengetahuan yang telah menunjukkan bahwa tidak mungkin untuk sebuah bentuk kehidupan berubah menjadi bentuk lainnya.
Adalah ilmu pengetahuan yang telah memperlihatkan keajaiban fosil pada masa Kambria. Karena ilmu pengetahuan itu sendiri mempunyai bukti untuk menghancurkan teori evolusi, dan masih berlangsung hingga saat ini. Semua penganut ideologi Darwin menyatakan kegagalannya pada awal ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan menyediakan konklusi hebat yang membantah penganut ideologi Darwin yang mencoba menutupi kesalahan mereka dengan mengatakan bahwa evolusi adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya mengabdi pada agama, ilmu pengetahuan juga merupakan bukti keberadaan ALLAH Yang Maha Hebat. Ilmu pengetahuan diperuntukkan bagi mereka yang percaya pada ALLAH. Ilmu pengetahuan digunakan oleh orang yang sungguh-sungguh beriman. Kenyataan ini telah menjadi mimpi buruk terbesar bagi penganut ideologi Darwin di abad ke 21.
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. (AL-BAQARAH :26)
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah. (AL-HAJJ :73)
Bagaimana Ideologi Darwin dapat mendominasi dunia ?
Ideologi Darwin adalah sebuah penipuan yang berdasarkan kebohongan, dan sangat primitif dengan pernyataannya bahwa semua kehidupan menjadi ada secara kebetulan. Tetapi meski sangat tidak rasional, penipuan ini telah mendominasi seluruh negara di dunia, pemerintah mereka, sekolah, universitas, lingkungan ilmiah, tempat kerja, koran, majalah, saluran radio, dan stasiun televisi. Adalah kediktatoran penganut ideologi Darwin, sebuah struktur yang licik dan kejam, yang menjadikan kebohongan ideologi Darwin mendominasi dunia. Kediktatoran yang licik ini telah bekerja paling tidak selama 150 tahun, dan sekarang di ambang kematian, meski pengaruhnya masih ada. Dominasi penganut ideologi Darwin dilakukan dengan menggunakan paksaan, kelalaian, ancaman dan penindasan.
ADALAH TIDAK MUNGKIN BAGI SEORANG PROFESOR MENOLAK MENGAJARKAN EVOLUSI di hampir seluruh Negara di dunia. TIDAK ADA PERDANA MENTERI DI NEGARA MANAPUN DAPAT MENGUMUMKAN BAHWA DIRINYA MENENTANG IDEOLOGI DARWIN. TAK ADA GURU YANG DAPAT MENGATAKAN PADA MURIDNYA BAHWA EVOLUSI ADALAH SEBUAH KEBOHONGAN, DAN MURID TIDAK DAPAT MENGATAKAN PADA GURUNYA BAHWA MEREKA TIDAK PERCAYA PADA EVOLUSI. Professor atau guru manapun yang melakukan hal seperti itu akan segera di pindahkan dari tempatnya bekerja. Seorang murid akan gagal dalam beberapa pelajaran. ADALAH TIDAK MUNGKIN BAGI SEORANG PERDANA MENTERI YANG ANTI EVOLUSI UNTUK MENGINGATKAN PEMERINTAHNYA. Pada dasarnya, hampir semua usaha di seluruh dunia untuk menghadirkan pemikiran tentang penciptaan yang berlawanan dengan teori evolusi, yang dilakukan di sekolah-sekolah, TELAH GAGAL MEMBUAT KEMAJUAN.
Organisasi pers HARUS MENGHADIRKAN LAPORAN TENTANG FOSIL PALSU sebagai bukti adanya evolusi. Mereka harus memainkan bagian mereka dalam penipuan ini, kalau tidak karir media mereka akan berakhir. Adalah tidak mungkin bagi kehidupan seorang ilmuwan atau profesor berakhir karena menyampaikan tentang Penciptaan, atau hanya menunjuk sebuah laporan tentang Penciptaan, untuk menemukan penciptaan yang lain. Dalam semua kemungkinan, seseorang seperti itu akan kehilangan teman-temannya. Dan tentu saja, sungguh tidak mungkin lagi baginya menemukan tempat dalam lingkungan ilmiah.


Metode yang digunakan dalam ideologi Darwin adalah perusakan, kelicikan dan pemaksaan. Karena ancaman dan kebijakan lalim yang digunakan oleh para diktator Darwin, masyarakat menjadi tidak bisa menunjukkan secara terbuka tentang penentangan mereka pada ideologi Darwin, dan bahkan masyarakat harus terlibat sampai hari ini. Segala metode dikemukakan untuk mencegah penolakan pada ideologi Darwin. Di lain pihak, pendukung ideologi Darwin tidak lagi mempunyai alat untuk mempertahankan teori tanpa dasar ini. Kebohongan di ceritakan secara besar-besaran, dan ini dimaksudkan untuk menyangkal bahwa ideologi ini adalah sebuah kebohongan. Sebuah teori dinyatakan sebagai bukti ilmiah pada saat diluncurkan, telah berubah menjadi dogma khayalan yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan, penolakan sebuah sistem terhadap ideologi ini jelas tidak diperbolehkan. Yang paling penting adalah bagaimana ini dikerjakan secara membabi buta , tanpa penyesalan sama sekali.
Teori evolusi yang telah mengakibatkan banyak bencana di seluruh dunia, juga berusaha mencegah perkembangan ilmu pengetahuan.
JUTAAN DOLAR SEKARANG INI DIALIRKAN PADA PENELITIAN YANG MENDUKUNG EVOLUSI. Mempelajari evolusi berarti menghabiskan kekayaan untuk membangun kebohongan baru dan menyebarkannya pada media. Dana ini, sebenarnya bisa saja digunakan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang kedokteran, penyembuhan kanker secara cepat, penyakit Al-zheimer, ataupun bisa saja digunakan untuk menyelamatkan jutaan orang mati karena kelaparan di Afrika, faktanya dana ini justru diambil dari orang-orang yang tidak berdosa dan dihabiskan untuk sebuah kebohongan.
Evolusi, kebohongan terbesar selama 150 tahun terakhir, telah menyebar ke seluruh dunia dan hipnotis massal telah mempengaruhi masyarakat menggunakan alat kediktatoran penganut ideologi Darwin. Seperti yang telah kita lihat, ideologi Darwin memperoleh dukungan secara global, bukan karena keilmiahannya, tetapi karena masyarakat dipaksa dan dikondisikan untuk mempercayainya. Masyarakat seharusnya tidak tertipu oleh kenyataan munculnya mayoritas yang mendukung teori ini karena beberapa orang ini tidak paham bahwa ideologi Darwin adalah kebohongan terbesar yang pernah ada, sementara yang lain muncul mendukung ideologi Darwin karena takut kehilangan pekerjaan mereka. Dominasi global dan fondasi busuk dari teori palsu yang diadakan oleh KEDIKTATORAN PENGANUT IDEOLOGI DARWIN, ADALAH SISTEM SETAN, dimana satu persatu kehidupan dimusnahkan. Dengan ijin Alloh, penghancuran teori evolusi sekarang ini tinggal menunggu waktu dan tidak lama lagi.
Peta penciptaan dan penganut ideologi Darwin yang kehilangan kepercayaannya pada ideologi mereka sendiri
Saat seseorang berada dalam ruangan tertutup dan dikatakan padanya bahwa “di luar gelap”, ada kemungkinan 50% dia akan mempercayai hal itu. Namun pada saat dia melihat matahari di luar melalui sebuah lubang tidak akan mungkin lagi meyakinkannya bahwa di luar gelap.
Para penganut ideologi Darwin sebenarnya dalam kebingungan, selama 150 tahun, penganut ideologi Darwin tanpa malu-malu mengatakan segala bentuk penipuan sebagai ilmu pengetahuan. Mereka tidak pernah merasa malu karena mereka meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka dapat menipu masyarakat dengan laporan palsunya. Kebohongan ini dikuatkan dengan doktrinasi yang intensif, efek visual dan hipnotis, dan mengumpulkan dukungan yang hebat. Bagaimanapun, sebagaimana tiap hal berjalan berdasarkan rencana penganut idelogi Darwin, saat masyarakat terhipnotis, berubah menjadi kejahatan untuk menolak evolusi, masyarakat tiba-tiba memperoleh kesadaran. Kesadaran itu adalah Peta Penciptaan
Dengan tiba-tiba, penyebaran Peta Penciptaan meyakinkan masyarakat bahwa evolusi tidak pernah terjadi. Tak satupun penganut ideologi Darwin dapat membantah ribuan fosil mahluk hidup yang ada di Peta Penciptaa. Lebih lagi, fosil manapun dalam buku yang mengagumkan ini lebih dari cukup untuk menghancurkan evolusi.
Untuk alasan itulah, konferensi pers di Prancis, salah satu sarang penganut ideologi Darwin, sangat ketakutan dalam menghadapi Peta Penciptaan, mereka mengatakan; ‘bencana terburuk dalam sejarah Prancis, “bencana telah turun dari langit” dan peradaban manusia yang berumur ratusan tahun telah hancur”.
Parlemen penganut ideologi Darwin di Eropa memandang buku mengagumkan ini sebagai penghambat untuk mengajarkan evolusi, dan mengangkat masalah ini sebagai darurat Negara, ratusan organisasi media penganut ideologi Darwin, diharuskan untuk mengakui dampak global dari Peta

Peta Penciptaan adalah alat untuk menguatkan orang-orang beriman.
Penyebaran fakta secara global yang dilakukuan oleh Adnan Oktar bahwa bahkan sebuah unsur protein tidak terjadi secara kebetulan, dengan menggunakan Peta Penciptaan ,bahwa jutaan bentuk kehidupan tidak pernah berubah telah menjadi kegiatan yang paling berpengaruh untuk mengakhiri teori evolusi sekarang ini. Terimakasih untuk kesuksesan besar yang telah diraih, orang-orang muslim, Kristiani, dan Yahudi sekarang ini mampu untuk berekspresi secara bebas dan memperoleh kepercayaan diri. Beberapa dari orang beriman, yang dikalahkan oleh penganut ideologi Darwin, dan tidak dapat bergabung dengan sebuah kegiatan sama sekali, menjadi memperoleh kekuatan dengan adanya kebangkitan ilmu pengetahuan yang penting ini.
Setelah upaya yang dilakukan Adnan Oktar berhasil dalam menghancurkan teori evolusi, INI MENJADI MUNGKIN UNTUK MENGADAKAN KONFERENSI DENGAN TEMA KECURANGAN ILMIAH TEORI EVOLUSI DAN MEMBUAT MASYARAKAT UNTUK PERCAYA PADA KEESAAN ALLOH.
Dalam kesadaran semua kegiatan yang penting ini, KONFERENSI TENTANG PENCIPTAAN dihadiri oleh ribuan orang yang tinggal di Kanada, Amerika, Swiss, Belgia, Jerman, Australia, Selandia Baru, Prancis, Denmark, Swedia, Indonesia dan Malaysia, Singapura,Dubai dan banyak Negara lain, sementara stasiun televise dan Koran di seluruh dunia memberikan perhatian pada pencapaian besar ini.Pada akhirnya setelah kemenangan besar ini, beberapa penganut ideologI Darwin kehilangan kepercayaan nya pada ideologI kosong ini. Mereka tidak lagi memiliki kekuatan untuk mempertahankan kebohongan yang telah mereka buat selama bertahun-tahun, atau bisa saja mereka akan membuat kebohongan yang lain.
MEDIA JURNAL PENGANUT IDEOLOGI DARWIN TELAH DITUTUP SATU PER SATU, BUKAN KARENA ALASAN KEUANGAN, TETAPI, KARENA MEREKA TELAH KEHILANGAN KEYAKINANNYA, dan menghentikan publikasinya. Media dunia penganut ideologI Darwin yang digunakan untuk menutupi pernyataan beberapa kebohongan baru atau lainnya yang terbit secara mingguan, SEKARANG INI TIDAK DAPAT MELAKUKAN PUBLIKASI SAMA SEKALI. Propaganda Darwin, kekuatan inti ideologI Darwin, secara perlahan berakhir. Penganut ideologI Darwin yang menyebarkan teori evolusi menggunakan berbagai tehnik propaganda dalam tiap kesempatan, tiba-tiba terdiam dan tidak bisa lagi berharap untuk melakukan aksinya.

MANGKUK TERTUA DI DUNIA, YANG DITEMUKAN DI CINA, SEKALI LAGI MEMBANTAH GAGASAN DARWINIS TENTANG ''EVOLUSI MASYARAKAT MANUSIA''

Contoh tembikar yang ditemukan di Gua Yuchanyan pada tahun 1995

 

Kepingan-kepingan tembikar yang baru-baru ini ditemukan oleh para pakar ilmu purbakala di Gua Yuchanyan di Cina telah sekali lagi merobohkan pemikiran evolusionis mengenai sejarah. Menurut sebuah laporan di BBC News, usia pecahan-pecahan tersebut yang telah ditentukan dengan menggunakan 40 macam teknik Karbon-14 yang berbeda berkisar antara 17.500 dan 18.300 tahun. Keberadaan periuk setua itu merupakan sebuah kekalahan
penuh, dalam istilah evolusinis, karena mereka menyatakan bahwa manusia memulai kehidupan beradab dan menetap pada masa yang mereka sebut sebagai Zaman Batu.

Evolusonis menyatakan bahwa manusia pertama adalah makhluk setengah-kera yang bentuk tubuh dan kemampuan akalnya berkembang seiring dengan perjalanan waktu, bahwa mereka mendapatkan keterampilan baru, dan bahwa peradaban berevolusi disebabkan oleh hal tersebut.

Menurut pernyataan ini, yang didasarkan pada ketiadaan bukti ilmiah apa pun, nenek moyang purba kita yang diduga ada itu menjalani hidup sebagai binatang, lalu menjadi beradab hanya setelah mereka menjadi manusia, dan menunjukkan kemajuan budaya seiring dengan bertambah majunya kemampuan akal mereka.

Gambar-gambar khayalan dari apa yang disebut sebagai Manusia purba, dengan tubuh yang seluruhnya tertutupi bulu binatang, atau sedang membuat api sembari jongkok di bawah kulit binatang, tengah berjalan di sepanjang tepi wilayah perairan sembari memanggul hewan yang baru saja dibunuh, atau sedang berusaha berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan gerakan isyarat dan bersungut-sungut, adalah gambar rekayasa yang dilandaskan pada pernyataan tidak ilmiah ini.
Namun, temuan-temuan purbakala yang dihasilkan hingga kini dari Zaman Batu, di mana evolusionis menyatakan bahwa “manusia waktu itu baru saja belajar berbicara”, menunjukkan bahwa manusia di masa itu sudah menjalani hidup berkeluarga, melakukan bedah otak dan memahami seni lukis dan musik.

Oleh karena serpihan periuk berusia sekitar 18.000 tahun yang ditemukan di Gua Yuchanyan di Cina juga menampakkan tanda-tanda kehidupan yang berperadaban, maka ini pun membantah “urutan zaman-zaman sejarah” karangan evolusonis. Kepingan-kepingan mangkuk ini, yang usianya ditetapkan antara 17.500 dan 18.300 tahun, adalah sisa-sisa peninggalan tembikar tertua yang pernah ditemukan. Menurut pernyataan evolusionis, manusia semestinya belum menjalani hidup menetap di masa yang disebut sebagai Zaman Batu, dan mestinya hidup di gua-gua sebagai pemburu purba yang menggunakan perkakas yang terbuat dari batu.  

Namun temuan-temuan purbakala secara ilmiah membuktikan justru sebaliknya. Pecahan-pecahan barang yang terbuat dari tanah liat yang ditemukan di Gua Yuchanyan itu secara telak menyingkap ketidakabsahan pernyataan evolusonis, yang sejatinya tidak lebih dari khayalan.

Biji-bijian padi juga ditemukan di gua yang sama di tahun 2005. Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia yang hidup 18.000 tahun lalu telah bertani dan hidup berperadaban sebagaimana yang dilakukan manusia masa kini.

Kemajuan dan temuan seperti ini yang terjadi di cabang-cabang  ilmu pengetahuan seperti arkeologi dan antropologi menyingkapkan bahwa “gagasan evolusi budaya dan masyarakat manusia” adalah sesuatu yang palsu. Temuan yang dihasilkan selama penggalian-penggalian purbakala dengan jelas menampakkan bahwa sejarah ditafsirkan oleh para ilmuwan Darwinis berdasarkan prasangka ideologi materialis. Dongeng “Zaman Batu” tidaklah lebih dari upaya kalangan materialis dalam rangka menampilkan manusia sebagai sebuah makhluk hidup yang berevolusi dari binatang yang tidak berakal dan memaksakan dongeng yang mereka yakini ini pada ilmu pengetahuan.

TEKNIK PENGANUT DARWINISME: MEMICU KEGEGERAN DAN MENGHASUT MASYARAKAT

Tidak ada satu pun bukti yang mendukung Darwinisme. Oleh sebab itu, selama 150 tahun terakhir para Darwinis (pengikut paham Darwinisme) telah menggunakan sebuah teknik yang berbeda untuk menyediakan bukti: memicu kegegeran dan menghasut masyarakat.

- Darwinis menggunakan segala cara yang mungkin untuk menutupi fakta bahwa teori evolusi adalah sebuah penipuan. Para akademisi dan ilmuwan yang meragukan evolusi dan yang mendukung pendapat-pendapat anti-Darwin segera dicopot dari jabatan mereka dan dibungkam.

- Mereka berusaha menggambarkan penipuan Darwinisme sebagai sebuah kenyataan ilmiah yang sangat rumit. Mereka mencoba membohongi masyarakat dengan rumus rumit dan istilah yang sulit dipahami. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan penghargaan masyarakat terhadapnya, meskipun tidak ada hal ilmiah sama sekali pada teori ini.

- Mereka terlibat dalam penghasutan yang lantang dan panjang serta menggunakan kebohongan daripada memberikan tanggapan ilmiah kepada orang yang memiliki pendapat-pendapat berbeda. Oleh karena mereka tidak mampu memberikan bukti ilmiah yang nyata sama sekali, mereka mengira bahwa mereka dapat menyangkal bukti-bukti nyata Penciptaan dengan membuat apa yang dijuluki sebagai gurauan dan menggunakan ungkapan yang mengejek dan tidak patut. Mereka mengira bahwa dengan cara itu mereka akan dapat menipu masyarakat, meskipun buktinya jelas untuk dilihat setiap orang.

- Mereka berupaya mencegah masyarakat untuk berpikir dan menyelidiki fakta-fakta yang sebenarnya. Mereka mengira bahwa hanya dengan cara ini mereka mampu mencegah terbongkarnya tabiat kebohongan Darwinisme. Mereka berusaha mencegah masyarakat untuk berpikir dengan menggunakan pemaparan yang menghasut serta tulisan-tulisan rumit dan sulit dipahami yang dihiasi dengan rumus-rumus yang terlihat memukau.

- Sebagian terbitan asing pemihak Darwinis adalah contoh terbaik akan hal ini. Tidak ada satu pun terbitan tersebut yang dapat pernah mengatakan, “Benar, ada 100 juta fosil yang membuktikan Penciptaan, dan kami membantahnya dengan segala cara”. Mereka tidak pernah menyebutkan batu amber yang mengandung organisme-organisme yang persis sama seperti keadaannya jutaan tahun lalu. Mereka tidak pernah mengangkat pokok bahasan ini karena mereka pun tahu benar bahwa hal tersebut secara penuh membuktikan kesalahan Darwinisme. Mereka sekedar menggunakan banyak hasutan yang sulit dipahami dan tidak memiliki nilai ilmiah.

- Mereka melakukan tekanan untuk memastikan bahwa para siswa penentang Darwinisme dikeluarkan dari sekolah-sekolah mereka. Sebagai contoh, dalam sebuah laporan mengenai hal tersebut pada mingguan Inggris The Observer, para ilmuwan Darwinis diberitakan berkata bahwa “jika agama menghentikan para mahasiswa mereka untuk menerima evolusi, tidak ada gunanya mereka berada di universitas”. Ini adalah penyataan jelas dari lisan para Darwinis terkait teknik Darwinis berupa ancaman dan gertakan .

- Salah satu teknik hasutan yang sering digunakan Darwinis adalah pernyataan bahwa pembiayaan karya-karya tak tertandingi Harun Yahya yang telah mengejutkan seluruh dunia berasal dari luar Turki. Sebuah laporan yang baru-baru ini muncul di The Observer menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut didukung dari Arab Saudi. Namun sangatlah jelas bahwa Arab Saudi tidak berkepentingan terhadap persoalan evolusi dan bahwa negara tersebut tidak memiliki kebijakan antievolusi. Jika pemerintah Arab Saudi benar-benar ingin terlibat dalam kegiatan antievolusi tidak ada keraguan bahwa Arab Saudi tidak akan melaksanakannya di Turki. Hal tersebut akan menjadi tidak bermakna. Pemerintah Arab Saudi memiliki dana dan sumber daya cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan dengan cakupan luas di negaranya sendiri. Pengasutan yang dilancarkan para Darwinis tentang hal ini sangatlah tidak masuk akal dan sama sekali menggelikan.

- Juga dikesankan pada tulisan tersebut bahwa sekolah-sekolah miskin di Turki berterima kasih atas buku-buku Harun Yahya. Ini adalah teknik penghasutan yang lain. Buku-buku Harun Yahya dibaca di seluruh dunia karena buku-buku tersebut memiliki nilai ilmiah dan membuat fakta-fakta kebenaran secerah kristal. Adalah negara-negara makmur Eropa dan Amerika yang terbanyak membaca buku-buku tersebut. Masyarakat membeli dan menyukainya karena buku-buku tersebut menyampaikan kebenaran. Namun para Darwinis tidak mampu menerima hal ini.

- Sisi lain dari penghasutan yang sama tersebut adalah pernyataan bahwa para ilmuwan Darwinis takut untuk angkat bicara. Pada kenyataannya para ilmuwan tersebut tidak takut sama sekali untuk berkata kepada para pendukung Penciptaan. Ketakutan mereka adalah pada tidak dimilikinya bukti yang memihak Darwinisme di hadapan seluruh jutaan bukti Penciptaan. Tidak ada alasan mengapa mereka tidak turut serta dalam debat-debat semacam ini jika mereka sendiri benar-benar memiliki bukti ilmiah. Mereka tidak dapat memberikan tanggapan terhadap 100 juta fosil yang membuktikan fakta Penciptaan, dan tidak mampu mengakui bahwa protein tidak dapat terbentuk melalui kebetulan. Mereka tahu bahwa mereka akan dihadapkan dengan bukti-bukti ilmiah jelas dan tak terbantahkan selama berlangsungnya debat. Dan mereka tidak memiliki jawaban atasnya.

- Upaya Dewan Eropa untuk melarang pengajaran Atlas of Creation di sekolah-sekolah, juga dipaparkan dalam The Observer, adalah salah satu teknik menggertak yang sangat dikenal yang digunakan oleh para Darwinis. Mereka lalu mengira bahwa pelarangan buku-buku tersebut akan menghentikan masyarakat untuk mendapatkan fakta-fakta ilmiah. Padahal kenyataannya, dengan tidak mengizinkan pandangan alternatif terhadap pengajaran sepihak Darwinisme di sekolah-sekolah adalah sebuah aib bagi Darwinis sendiri. Fasisme masih diajarkan sebagai pendapat yang berlawanan di sekolah-sekolah filsafat yang mengajarkan komunisme. Berbagai teori alternatif terhadap Big Bang (Ledakan Besar) masih diajarkan berkenaan dengan pembentukan alam semesta. Keadaannya pada contoh ini bahkan lebih buruk, karena Penciptaan adalah fakta yang dibuktikan secara ilmiah, sedangkan Darwinisme hanyalah bualan.

Jika para Darwinis memiliki bukti untuk membenarkan teorinya, dan jika mereka sungguh-sungguh percaya bahwa teorinya adalah benar, maka mereka tentu benar-benar merasa tidak perlu menggunakan penghasutan, mencoba menyembunyikan bukti Penciptaan, dan berupaya menakut-nakuti para ilmuwan dan para pendukung lain Penciptaan. Alasan utama pelarangan buku-buku, penghinaan, paparan yang menghasut dan keengganan terlibat dalam berbagai perdebatan oleh para Darwinis adalah karena Darwinisme merupakan bualan amat buruk yang telah menipu dunia selama 150 tahun terakhir.

Akan tetapi semua tindakan ini, kegegeran dan penghasutan ini kini telah tamat sehingga keberadaan 100 juta fosil yang mendukung kebenaran Penciptaan telah diketahui khalayak umum. Masyarakat sekarang telah melihat cahaya terang. Dan tidak ada gunanya mencoba mengatakan kepada mereka bahwa masih gelap di luar sana. Fakta-fakta ilmiah ada di depan mata setiap orang. Kebohongan para pengikut paham Darwinisme telah terkuak. Mulai sekarang dan seterusnya, dengan kehendak Allah (Tuhan), Darwinis akan selalu terkalahkan tidak peduli apa pun penghasutan yang mereka kerahkan. 



Buku
Film
Website
Artikel

Set up a Conference

Decide the topic from our website. Decide date, time, place of the conference or the museum. Send us an email .
Tel : +1 888 90 GLOBAL     
           1-888-904-5622   
Fax : +1 888 904-5622

Send e-mail to :

Info@HarunYahyaConferences.com

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF


                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

13 komentar: