Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Sabtu, 09 Oktober 2010

ORANG YANG BERPACARAN ITU PEMBERANI






ORANG YANG BERPACARAN ITU  PEMBERANI
Seseorang yg memilih berpacaran adalah seseorang yg sangat PEMBERANI..

Bagaimana tidak??

dia berani menanggung luka jika suatu saat pacarnya mengkhianatinya..

dia berani menanggung kekecewaan karna berharap kpada seseorang yg belum tentu jadi jodohnya..

dia berani tersiksa rindu dan curiga jika sang pacar jauh tak ada kabarnya..

dia berani melanggar batasan dan norma agama..

dia berani menjadikan dosa yg sudah banyak bertambah banyaknya..

dia berani menjadikan pacarnya sebanding dg Rabb-nya..

dia berani melanggar apa yg di larang meski Jahannam adalah ancaman..

Sungguh, kami hanya seseorang pengecut yg bernyali ciut..

Biarlah kami sendiri dalam penantian ini..

>> Semoga Orang Yang Mau Membagikan ilmu Akan Dipermudah Segala Urusanya

>> Mudah Rezekinya

>> Dijauhkan Dari Mara Bahaya... Aamiin..
 
You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF

                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Kamis, 07 Oktober 2010

Ilmu Pelayaran

Ilmu Pelayaran

Ilmu Pelayaran merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis. Sebagai Negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, sejak lama masyarakat Indonesia telah melakukan pelayaran secara tradisional, dengan dibekali pengetahuan secara turun-temurun.

Perkembangan ilmu pelayaran berawal sejak manusia menggunakan laut untuk berenang, menyelam, berperahu dan dalam mengambil sumber daya alam yang berada di laut, misalnya seperti ikan, udang, kepiting dan lain-lain. Keingintahuan yang dalam mengenai samudra menimbulkan minat untuk melakukan berbagai pelayaran.

Pengalaman dan pengetahuan perlahan didapatkan mulai dari cara mengemudikan kapal, menggunakan angin untuk berlayar, mengetahui perubahan arus dan gelombang dan mengetahui pengaruh bintang dan matahari terhadap kondisi laut. Aktivitas pelayaran yang meningkat seiring dengan waktu mengakibatkan manusia tersebar dari pulau ke pulau.

Ilmu pelayaran diperoleh nenek moyang secara otodidak. Selama pelayaran, para penjelajah maupun pedagang mengumpulkan dan menukarkan informasi dari hasil pengamatan mereka mulai dari morfologi pantai hingga pada jalur pelayaran. Mereka menyajikannya dalam bentuk peta yang awalnya masih sederhana.

Penggunaan peta pun mulai populer di kalangan pedagang dan penjelajah untuk menggambarkan letak suatu daerah. Bagaimanapun, para penjelajah pada saat itu masih mendapat kesulitan dalam menentukan arah yang tepat.

Pada zaman itu juga ditemukan bahwa bumi memiliki medan magnet di bagian Utara dan Selatan. Penemuan ini kemudian dikembangkan dalam pembuatan kompas untuk menunjukkan arah dalam melakukan pelayaran, yang merupakan unsur penting dalam pelayaran.

Sebab, ia menjadi alat navigasi yang membantu menentukan arah dan tempat. Alat lain yang juga dibutuhkan adalah astrolobe, untuk menentukan lokasi menurut pengukuran tinggi matahari. Pelaut kita sudah mengenal kompas dari kapal-kapal Arab dan Persia yang sudah berabad-abad datang ke perairan Indonesia.

Pelayaran besar di masa yang lalu telah memberi kontribusi terhadap ilmu pengetahuan mengenai laut baik secara fisik, kimia dan biologi. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menciptakan instrumen/alat yang bisa mengukur dengan ketepatan dan ketelitian. Inovasi teknologi telah menjadi kritis pada Perang Dunia II.

Berbagai instrumen seperti sonar, radar, pendetektsi tekanan, dan perekam kedalaman dikembangkan. Baik sarana seperti kapal-kapal moderen di buat sebagai alat transportasi antar pulau dengan kecepatan dan kapasitas penumpang yang cukup besar. Kapal bawah laut juga diciptakan untuk meneliti keadaan di bawah laut, baik itu bentuk dari dasar laut maupun biota-biota laut.

Secara garis besar ilmu pelayaran dapat dibagi atas :

1. Ilmu Pelayaran Datar, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakannda benda bumiawi (Pulau, Gunung, Tanjung, Suar, dlsb),sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempat ke tempat lain

2. Ilmu Pelayaran Astronomis, Yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda angkasa (Matahari, Bulan, Bintang,dlsb), sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempat ke tempat lain

3. Navigasi Electronics, Yaitu Ilmu Navigasi yang berdasarkan atas alat alat elektronika seperti radio pencari arah (RDF). RADAR,LORAN, DECCA, dlsb.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita miliki saat ini, telah memberikan kemudahan dalam berbagai pelayaran. Sistem navigasi yang semakin modern memudahkan kita untuk mengetahui arah pelayaran dengan cermat. Kita juga dapat mengetahui posisi dari kapal yang sedang berlayar dan dapat berhubungan langsung dengan orang lain sehingga tidak terjadi tabrakan.

Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?

Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?

Minggu, 29 Agustus 2010 | 07:49 WIB
Dunia

"Kami belum yakin 100 % bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 %."
Rabu, 28 April 2010, 06:45 WIB
Elin Yunita Kristanti
Ilustrasi perahu Nabi Nuh (www.maritimequest.com)

BERITA TERKAIT

VIVAnews - Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya. Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.
Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka. Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah. Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah. "Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010. Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu. Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu. Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan. Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh. Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi. ***

Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya. Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.
Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki. Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.
Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- yang selamat dari bencana banjir bah. Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia." Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka. Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah. Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah. "Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010. Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu. Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu. Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan. Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh. Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi. ***

Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya. Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.
Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki. Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.
Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- yang selamat dari bencana banjir bah. Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia." Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

Dunia Akhirnya Tahu, Islam Bukan Pelaku 911 WTC

Dunia Akhirnya Tahu, Islam Bukan Pelaku 911 WTC

BUKTI Kejadian WTC 911 ternyata bohong besar.

PARA ILMUWAN DAN BANYAK ORANG DI DUNIA INI TELAH TAHU JIKA PELAKU WTC
9-11 BUKANLAH OSAMA BIN LADEN ATAU ISLAM (ISLAM YG MANAPUN ITU).

CERITA WTC 9-11 TELAH DISYIARKAN MELALUI MASS MEDIA TENTANG KEBOHONGAN
BESAR KEJADIAN WTC DAN TERBUKTI DUSTA MELALUI ILMU SAINS ARCHITECS.

BUKTI:
HIGH RISE STEELS CONTRUCTION MANAPUN TAK DAPAT LELEH, PATAH, APALAGI
LEBUR MENJADI ABU HANYA OLEH API, APALAGI DALAM JANGKA WAKTU HANYA 1 JAM
& RUBUH DALAM WAKTU KURANG DARI 10 DETIK SAJA.

New York City, Sydney, Perth, Paris, London, San Francisco, Canada,
Denmark, Spanyol, Ottawa, Chicago, Great Britain, Auckland NZ,
Melbourne, Amsterdam, Los Angeles, Philadelpia, Boston, Copenhagen,
Cardiff, Oklahoma City, La Paz, Christchurch, Montreal, Berkeley, Rapid
City, San Diego, Milwaukee, Brisbane, Zurich, Russia, Kitchener,
Waterloo, Palo Alto, Stockholm, Santa Rosa, Santa Cruz, Boulder,
Orlando, Jersey City, Dallas, Denver, Mineapolis, Edmonton, Toronto, and
many others cities in the world got activities to get down on the street
by date of 11th for every month till this times.

They know if 9-11 was an inside job

Bukan mustahil pula jika rumor 'terrorist' yg terjadi di banyak negara
termasuk di asia ini telah di dalangi oleh mereka. Sebelum WTC 9-11, tak
ada istilah terrorist, dan tak ada serangan terrorist.

Ada 3 Kesimpulan pokok yang bisa diambil lewat kejadian tersebut:
1.Bukan hanya Islam yang dirugikan dengan kejadian WTC 911, tapi
termasuk non muslim terutama yang menjadi korban 911 dan keluarga
tentara korban perang dsbnya.

2.Dunia telah menertawakan kejadian tipuan yang dibuat oleh pemerintah
Amrik.

3.Dunia telah mengetahui bahwa istilah teroris yang ditujukan pada Islam
adalah bohong besar dan salah satu upaya untuk mendukung program-program
jahat Amerika terhadap dunia.



Bukti:
Ada sebanyak 1183 orang architectural dan engineering professionals
telah mendukung ini gans...
Kalo ahlinya yang sudah bicara...mau bilang apa lagi kite...

Sumber bisa diliat-liat disini
http://cms.ae911truth.org

http://www.911sharethetruth.com/

Rabu, 06 Oktober 2010

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

Candi Borobudur
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang
akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan,
mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah
seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya
menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di
bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu
mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi
dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum
Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu,
Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah
nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi
atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak
orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila
disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur
adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi
Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi
Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi
Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur
merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa
bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar
itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai
pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli
matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan
peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya
menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti
sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau
negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit,
dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman,
bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya
Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah
An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan
lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan
peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan
Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak
pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina,
dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya
menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa
bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan
yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui
relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang
mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana
keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak
atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di
dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta
memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak
peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan
menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat
ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS
Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah
wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun
menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum
tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat
patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung
Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi
itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS
An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief
Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief
hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan
bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi
Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung
Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu.
"Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak
akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan.
Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi
Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini
juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah
Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus
bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna
hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim)
menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit
sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.
"Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang
besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan
kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya
nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan,
Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud.
"Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).
Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk
kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah
kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah
Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi
Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit.
"Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang
dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya
yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di
Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan
Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan,
dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat
Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan
Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi
Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana
dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/09/27/136654-borobudur-peninggalan-nabi-sulaiman