Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Kamis, 06 Januari 2011

Keindahan Labuan Bajo, Pintu Masuk Wisata Pulau Komodo

Kota Labuan Bajo merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat yang saat ini berkembang dengan pesat. Sebelumnya kota ini hanyalah sebuah kota Kecamatan yang tidak terlalu banyak orang yang mengenalnya.


Tidak perlu kuatir untuk bisa menemukan peralatan selam karena kita akan menemukan operator yang melayani para penggemar selam, seperti bajo Dive Club, Dive Komodo, Reef Seeker, dan lain-lain.


Masyarakat yang ramah dan menghormati kehadiran wisatawan, bisa kita jumpai dimana-mana dan bila kita berjalan-jalan di kota ini tidak perlu ada rasa takut karena daerah ini terbilang aman.



Bandara yang berada di Kota Labuan Bajo adalah Bandara Komodo, dimana frekuensi kedatangan pesawat semakin hari semakin bertambah, mengingat keinginan wisatawan untuk berlibur di kota ini dan pulau-pulau yang berada disekitarnya semakin besar.


Kota ini menjadi pintu masuk banyak wisatawan domestik dan asing yang akan mengunjungi Pulau Komodo dan Pulau Rinca.



Sekalipun hanya sebuah kota kecil, bila kita ada disana, maka akan banyak dijumpai rumah makan, penginapan dari kelas melati sampai hotel berbintang (Hotel Jayakarta & Bintang Flores) dan bandara yang bisa disinggahi pesawat kecil dengan kapasitas 50 orang.



Mengunjungi Kota Labuan Bajo tidak sulit dan dapat ditempuh dengan berbagai cara seperti :

1. Pesawat udara dari Bali dan Kupang, NTT menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo

2. Kapal ferry berangkat dari Bali dan Kupang, NTT menuju Pelabuhan Labuan Bajo

3. Jalur darat dari Kota Ende & Maumere Maumere (Bagian Timur Flores) menuju Kota Labuan Bajo


Kota Labuan Bajo dikelilingi begitu banyak pulau yang indah dengan hamparan pasir putih dan birunya air laut yang mengelilingi pulau tersebut. Pulau yang banyak dikunjungi seperti Pulau Bidadari, Pulau Sabolo, Pulau Selayar Besar & Kecil, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo.
Tak heran bila di sekitar pulau akan dimanfaatkan oleh para penggemar snorkeling dan diving untuk memuaskan keinginannya menyaksikan keindahan alam bawah lautnya. Banyaknya terumbu karang dengan warna-warni yang kemilau dan ribuan hewan laut yang memberikan nuansa mempesona, seperti ikan manta, lumba-lumba dan species lainnya yang indah. Arus laut yang tidak terlalu deras memberikan kenyamanan para wisatawan yang snorkeling dan menyelam, untuk berlama-lama menyaksikan karya Tuhan yang luar biasa di bawah laut.


Penduduk Labun Bajo banyak yang berasal dari Sulawesi (Bugis), Bali, Padang (Sumatera Barat) dan Jawa, selain penduduk asli Manggarai. Nama kota Labuan Bajo berasal dari para nelayan Bugis yang datang terdahulu dan pada akhirnya menetap di daerah ini.




Selain itu dapat dijumpai obyek wisata lainnya seperti Batu Cermin, yang merupakan bukit batu dengan guanya yang mengandung pasir kwarsa, sehingga ketika terkena senter akan memantulkan sinar dan Desa Wisata yang merupakan tempat penduduk asli tinggal dalam kesehariannya.



Bergegaslah bila Anda ingin segera menikmati pesona alam yang ada di Labuan Bajo dan Pulau-Pulau yang berada disekitarnya. Pasti tidak akan pernah menyesal untuk mengunjungi daerah yang satu ini.

Sumber : http://vibizlife.com/detail/travel/labuan-bajo-pintu-masuk-wisata-pulau-komodo



Sergio Van Dijk Bersedia Menjadi WNI


Sergio Van Dijk Menuju Timnas

4 Febuari 2009 - Sergio untuk pertama kalinya mengumumkan kepada publik bahwa dia ingin memperkuat tim nasional Indonesia.

6 Febuari 2009 - menggelar kampanye agar Irfan Bachdim dan Sergio van Dijk bisa bergabung ke timnas Indonesia.

12 Febuari 2010 - BTN yang kala itu dipimpin Rahim Soekasa menutup meluang Sergio masuk timnas.

26 Maret 2009- Keinginan Irfan dan Sergio mengalami buntu ketika pelatih timnas Benny Dolo menolak kehadiran dua pemain tersebut untuk laga ujicoba melawan Manchester United yang rencananya digelar bulan Juli.

6 Januari 2010 - Indonesia gagal lolos ke Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 1992. Sejauh ini, gagasan untuk mempertimbangkan Irfan dan Sergio tidak pernah ditanggapi serius oleh BTN. Bulan sebelumnya, Indonesia gagal total di SEA Games 2009 Laos.

13 April 2010 - Iman Arif resmi menggantikan Rahim Soekasah sebagai ketua BTN.

19 Juli 2010 - Sergio diundang ke Jakarta untuk membicarakan masa depannya bersama BTN. Hasilnya, Sergio akan diupayakan masuk timnas, tapi masih terkendala keputusan apakah dia bersedia melepas kewarganegaraan Belanda. BTN berharap pemain keturunan bisa ikut Piala AFF 2010, dan Menegpora sudah siap membantu dalam hal proses naturalisasi.

3 Agustus 2010 - Tiga pemain keturunan, Kim Jeffrey Kurniawan, Irfan Bachdim, dan Alessandro Trabucco, meramaikan dua laga amal di Malang dan Surabaya. Dari Charity Games ini, Kim dan Irfan mendarat ke Persema Malang. Bersama Christian Gonzales, Irfan yang sudah WNI akhirnya oleh Alfred Riedl untuk membela timnas di Piala AFF. Sedangkan Kim yang berstatus magang di Persema akhirnya menjadi WNI pada 6 Desember lalu.

Desember 2010 - El Loco dan Irfan bersinar di Piala AFF. Kini giliran Sergio yang dibidik oleh BTN untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2014.


Naturalisasi, menurut BTN sendiri, bukan sebuah program jangka panjang.

"Program jangka panjang adalah IFA [Indonesian Football Academy] dan Uruguay Project [SAD Indonesia], kemudian semua klub ke depannya harus diupayakan mempunyai program grassroots masing-masing," jelas Iman Arif, deputi bidang teknis BTN, baru-baru ini ketika ditemui GOAL.com di Mega Kuningan, Jakarta.

"Tapi untuk beberapa tahun ke depan, kita perlu pemain seperti Sergio. Dari dulu sampai sekarang, dia pilihan utama," lanjutnya.

Sergio akhirnya bersedia. Saat ini, pihak BTN sedang berdiskusi dengan Sergio untuk membahas hal-hal yang diperlukan agar dirinya dapat menjadi WNI dengan menanggalkan status kewarganegaraan Belanda.

Awalnya, Sergio butuh penjelasan lebih rinci terkait masa depannya, seperti kompensasi apa saja yang diperoleh apabila dirinya mengalami cedera sehingga gagal menembus skuad inti. Pada dasarnya, Sergio ingin mencapai kesepakatan dengan BTN di atas hitam-putih.

"Ya, saya siap melepaskan warga negara Belanda," ungkap Sergio melalui ponsel.

Niat Sergio disambut positif oleh BTN. Bahkan, Iman ingin menjamin masa depan Sergio tidak mengalami kendala, termasuk secara finansial.

"Saya menyarankan agar Sergio tetap bermain di luar negeri, sambil kami proses urusan keimigrasian. Apabila terjadi hambatan di Australia, saya siap membantu dan mencari alternatifnya," ujar Iman.

Mendengar kabar tersebut, Sergio semakin tak sabar untuk melanjutkan diskusi dengan BTN, sebagai langkah awal sebelum berseragam Merah-Putih.

"Saya telah berbicara dengan pihak manajemen saya, dan saya pikir inilah saatnya berbicara lebih lanjut secara resmi dengan BTN. Saya benar-benar gembira, tidak sabar dan saya berharap semuanya selesai dalam beberapa minggu ke depan," kata Sergio.

Iman mengungkapkan, proses keimigrasian butuh waktu paling lambat tiga bulan, sama halnya dengan Kim Kurniawan. Namun Iman menargetkan supaya urusan Sergio bisa rampung Januari 2011. Selanjutnya, tinggal pelatih Alfred Riedl yang menentukan apakah Sergio layak masuk timnas.
Sumber : http://www.goal.com/id-ID/news/1643/eksklusif/2010/12/29/2280930/spesial-sergio-van-dijk-akhirnya-bersedia-menjadi-wni

Rabu, 05 Januari 2011

Perbedaan Liga Indonesia Dan Liga Primer Indonesia


Liga Super Indonesia (LSI)

LSI di bawah payung PSSI.

Afiliasi regional: AFC

Afiliasi Internasional : FIFA

-Struktur Saham:

Yayasan: 5 persen

Klub: 0 persen

PSSI: 95 persen

- Pembagian Hak Siar TV (kompensasi siaran langsung): 0 persen

- Pembagian Sponsor Utama : 0 persen

Keuntungan : 100 persen untuk PSSI/PT Liga Indonesia

- Wasit : Lokal

- Sumber Dana : APBD

- Badan Yudisial : Komdis dan Komding PSSI

- Peserta : 18 klub

- Sponsor : PT. Djarum (Rp.41.5 milliar)

- Hadiah : Rp 1,5 milliar

Liga Primer Indonesia (LPI)

LPI di bawah payung PSSI

Afilliasi Regional: AFC

Afiliasi Internasional: FIFA

- Struktur Saham

Yayasan: 100 persen klub

- Pembagian Hak Siar TV

Klub: 100 persen

- Pembagian Sponsor Utama

Klub: 100 persen

- Keuntungan

Kuota Klub Peserta: 80 persen

Kuota Pembinaan: 20 persen

- Wasit: Asing (2 tahun)

- Sumber Dana: Investasi Rp 15-20 milliar per klub

- Badan Yudisial: Komdis dan Komding LPI

- Peserta: 18-20 klub

- Sponsor: Konsorsium investor

Sumber : http://aalmarusy.blogspot.com/2011/01/inilah-perbedaan-lpi-dengan-lsi.html