Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Jumat, 28 Januari 2011

Menapak Jejak Kebesaran Kerajaan Kediri dari Peninggalannya



Menapak Jejak Kebesaran Kerajaan Kediri dari Peninggalannya
Kediri - Kerajaan Kediri pernah mencapai kejayaan pada tahun 1135 - 1159 Masehi silam. Ribuan tahun berselang kebesaran tersebut masih dapat ditemukan dari sejumlah peninggalannya, setelah sebelumnya seluruh aset diyakini tenggelam akibat terkubur oleh material vulkanik yang dimuntahkan sejumlah gunung berapi di sekitarnya.

Lazimnya sejumlah peninggalan bersejarah, terutama dari zaman pra sejarah, tak sedikit diantaranya yang memiliki kandungan cerita mistis.

Dalam catatan sejarah Kerajaan Kediri adalah penyatuan dari 2 kerajaan berbeda yang
sebenarnya terikat dalam persaudaraan, yaitu Panjalu dan Jenggala. Penyatunya adalah
Raja Jayabaya, yang selanjutnya juga dicatat sebagai raja paling sukses dalam capaian kebesaran tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, nama Kediri sendiri
pertama kali diketahui berdasarkan Prasasti Harinjing B yang ditafsir ditulis pada tahun 842 S atau 921 Masehi. Isi prasasti yang menuliskan Kediri adalah sisi verso (sisi belakang) baris ke enam belas, yaitu I Sri Maharaja Mijil Angken Cetra Ka 3, I Sang Pamgat Asing Juru I Kadiri Ri Wilang.

"Itu bahasa Sansekerta yang kalau diartikan kurang lebihnya adalah Sri Maharaja setiap bulan Cetra tanggal 3, dan kepada sang pamgat (penjamu orang) asing di Kadiri Desa Wilang," ungkap dosen ilmu sejarah Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri, Zainal Afandi, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (24/1/2011).

Sementara sejumlah peninggalan yang menandakan kebesaran Kerajaan Kediri, dapat dijumpai diantaranya dari bangunan Pamuksan Sri Aji Jayabaya yang dibangun di Desa
Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Bangunan itu didirikan oleh Yayasan Hondodento, Yogyakarta, sebagai bentuk penghargaan atas kebesaran Jayabaya. Proses
pembangunannya sendiri berakhir pada tahun 1983 silam.

"Bisa juga itu dikatakan peninggalan, meski sebenarnya adalah bangunan baru. Konon
disana adalah pamuksan, atau tempat dimana Raja Jayabaya diyakini terakhir kali ditemui ada di dunia," sambung Zainal.

Bangunan Pemuksan Sri Aji Jayabaya sendiri banyak diyakini memiliki sisi mistis, dimana dipercaya sebagai tempat yang mujarab untuk pemanjatan permohonan. Secara fisik bangunannya berpusat pada Loka Muksa yang terdiri dari lingga dan yoni berbentuk menyatu dengan sebuah manik (batu bulat berlubang di bagian tengah yang menyerupai mata). Secara keseluruhan, bangunan ini dikelilingi pagar beton bertulang yang dilengkapi tiga buah pintu. Konon, tiga pintu ini merepresentasi tingkat kehidupan kita yang meliputi lahir, dewasa, dan mati.

Di kompleks yang sama juga didirikan bangunan Loka Busana dan Loka Tahta, yang dianggap menggambarkan tempat penyimpanan busana Sri Aji Jayabaya sebelum muksa, serta tempat penyemayaman tahta kekuasaan.

"Disini kalau Kamis malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon, pasti ramai. Kalau mau
membuktikan monggo datang kesini," ujar juru kunci pamuksan, Mbah Suratin.

Suratin lantas mengungkapkan, tingkat kemujaraban Pamuksan Sri Aji Jayabaya sebagai
tempat pemanjatan permohonan tak hanya dipercaya masyarakat awam, melainkan sejumlah pejabat di Indonesia. Sejumlah nama besar diakuinya rutin datang ke lokasi tersebut, diantaranya Wakil Ketua KPK Bibid Samad Rianto, mantan Panglima ABRI Wiranto, mantan Pangkostrad yang saat ini menjabat Ketua HKTI Prabowo, mantan Ketua MPR RI Harmoko, mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung dan nama-nama lainnya.

"Disini tidak hanya pejabat, artis juga ada. Saya sendiri kalau diminta menyebut satu persatu sudah nggak hafal lagi, karena kalau artis biasanya juga yang datang orang utusan," lanjut Mbah Suratin.

Terkait proses pendirian Pamuksa Sri Aji Jaya, Mbah Suratin menjelaskan, diawali dari lelaku rogoh sukmo oleh Bopo Pleret, seorang ahli nujum dari Yayasan Hondodento yang akhirnya meyakini di Desa Menang adalah lokasi dimana Raja Jayabaya terakhir kali berada di dunia.

"Mungkin kalau dinalar tidak bisa. Tapi disinilah saya juga yakin memang disini tempat dimana Sri Aji Jayabaya muksa," pungkasnya.



Menapak Jejak Kerajaan Kediri (2)
Sendang Kamandanu, Airnya Diyakini Penyembuh Segala Penyakit
Kediri - Lazimnya bangunan kerajaan, Kediri juga dilengkapi dengan patirtan yang dalam masanya juga difungsikan sebagai kaputren atau tempat bermain putri-putri raja. Salah satu peninggalan Kerajaan Kediri ini diyakini airnya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Salah satu peninggalan berupa patirtan dari Kerajaan Kediri dapat dijumpai di Sendang Kamandanu, yang juga berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, tepatnya sekitar 200 meter sebelah utara Pamuksan Sri Aji Jayabaya. Tidak diketahui secara persis tahun penemuannya, namun saat ini sudah dibangun sebagai salah satu objek wisata, dimana prosesnya juga selesai pada tahun 1983 silam.

Supoyo, juru kunci Sendang Kamandanu mengatakan, lokasi yang dijaganya konon adalah patirtan yang menjadi lokasi bermain putri Sri Aji Jayabaya. Untuk saat ini airnya
banyak digunakan sebagai sarana bersuci, bagi siapa saja yang akan berziarah ke
Pamuksan Sri Aji Jayabaya.

"Ini satu paket. Biasanya yang akan ke Pamuksan ya kesini dulu, baik mandi atau sekedar cuci kaki dan tangan," ungkap Supoyo kepada,
detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Karena dianggap satu paket dengan Pamuksan Sri Aji Jayabaya, Sendang Kamandanu juga tercatat pernah dikunjungi orang-orang penting di negeri ini. Bahkan kedatangan tersebut terkadang tak hanya mandi, tetapi juga untuk mengambil air di dalamnya untuk dibawa pulang dengan tujuan tertentu.

"Kalau airnya sama saja dengan air biasa. Tapi yang namanya mempercayai kan boleh saja, dan memang kalau meyakini biasanya akan mujarab," sambung Supoyo.

Diluar faktor mistis di Sendang Kamandanu yang menjadikan airnya diyakini mengandung manfaat, Supoyo mengungkapkan, di sekeliling bangunan tersebut berdiri sejumlah tanaman yang bisa menjadi sumber pengobatan. Diantaranya pohon akar pule, adhem ati dan mengkudu.

"Nah dari sini kan airnya memang bisa dikatakan berkhasiat sebagai obat. Disini akar-akarnya pohon itu secara langsung bersentuhan dengan sumber air," tambahnya jelas.

Supoyo, lelaki bertumbuh tambun dengan jenggot yang dibiarkan memanjang tersebut juga mengatakan, kompleks Pamuksan Sri Aji Jaya dan Sendang Kamandanu yang berlokasi di Desa Menang diyakini memiliki daya magis yang kuat karena singkatan namanya. Jayabaya konon dapat diartikan, Yen Pengen Joyo Ing Pamenang, Yen Pengen Ngilangi Beboyo Ing Pamenang. (Jika ingin jaya ya dimulai di Pamenang, dan jika ingin menghilangkan mara bahaya juga dapat mendatangi Pamenang).

"Makanya orang-orang penting itu datang kesini, karena memang disinilai punjer (pusatnya). Pak Bibit (Samad Rianto) saja kalau pulang ke Kediri, hampir pasti datang kesini," tegas Supoyo.

Menapak Jejak Kerajaan Kediri (3)
Jongko Joyoboyo, Peninggalan Tak Berwujud yang Terasa Nyata
Kediri - Berbicara Kerajaan Kediri memang tak bisa dipisahkan dari sosok Sri Aji Jayabaya. Dari nama tersebut yang juga tak bisa dilupakan adalah Jongko Joyoboyo, ramalan sang raja untuk masa mendatang. Banyak pihak meyakini isi ramalan tersebut benar terjadi, meski saat ini naskah aslinya tidak dapat dijumpai lagi.

Supoyo, juru kunci Sendang Kamandanu membenarkan jika Jongko Joyoboyo adalah peninggalan dari Kerajaan Kediri yang saat ini sudah tak berwujud. Naskah aslinya yang diperkirakan ditulis di atas daun lontar diduga ikut lenyap bersamaan dengan hancurnya fisik kerajaan, sementara salinannya dalam lempengan besi diduga tersimpan di sebuah museum di Belanda.

"Kabarnya begitu. Itu dibawa oleh Belanda saat akan meninggalkan Indonesia, saat
mereka kalah dari Jepang dulu," kata Supoyo saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Supoyo menjelaskan, Jongko Joyoboyo adalah sekumpulan sabda dari Sri Aji Jayabaya yang ditulis oleh 2 orang pujangga kepercayaannya. Belakangan sabda tersebut lebih dikenal sebagai ramalan, karena banyak yang saat ini terbukti dan juga masa mendatang. Gambaran kejadian yang akan datang dalam Jongko Joyoboyo dipecah menjadi 3 masa, yaitu Kalisworo, Kaliyogo dan Kalisangsoro.

Meski sudah 'tak berwujud' Jongko Joyoboyo bukan berarti tidak dapat diketahui, karena petikan-petikannya sekarang banyak digandakan dan diperjual belikan secara bebas.

"Kalau yang petikan biasanya sudah diubah jadi syair-syair Jawa, seperti tembang. Ada yang kinanthi, dandang gendhis dan lain sebagainya," jelas Supoyo.

Untuk contoh tembang kinanthi yang termuat di petikan Jongko Joyoboyo, masih kata Supoyo, diantaranya adalah Riwayat kanthi daharu, lelakone jaman wuri, kang badhe
jumeneng Nota amengku Bawono Jawi, kusumo trahing Narendro kang sinung panggalih suci. Tembang tersebut banyak disebut merupakan ramalan untuk pemimpin bangsa Indonesia mendatang, yang bisa menjadikan negara ini makmur sejahtera.

"Tembang itu kalau diartikan kurang lebihnya adalah riwayat jaman dulu yang sudah terjadi. Yang akan memimpin tanah Jawa adalah orang yang benar-benar keturunan ratu
(pemimpin) yang memiliki pemikiran bersih," jelas Supoyo.

Yang menarik Jongko Joyoboyo juga dipercaya sudah meramalkan sejumlah bencana alam besar di Indonesia jauh sebelum bencana itu sendiri datang. Diantaranya adalah munculnya lumpur Lapindo di Sidoarjo, serta dampak yang akan diakibatkannya di masa
mendatang.

Ramalan untuk bencana lumpur Lapindo dipercaya tertuang dalam tembang Dene wonten daharu saksampune hardi Merapi, gung kobar saking dahono, segar tengahiro kadi, lepen mili toyo lahar, ngalor ngetan njong pesisir. (Apabila ada bencana setelah letusan Merapi, dari kobaran api tanah terbelah, di sungai mengalir lahar (lumpur), ke arah utara dan timur sampai ke pesisir).

"Tembang itu tepat kan. Lumpur Lapindo terjadi setelah letusan Gunung Merapi tahun
2006, dan alirannya ke timur dan utara sampai nanti ke pesisir," pungkas Supoyo.

Menapak Jejak Kerajaan Kediri (4)
Arca Totok Kerot, Sebuah Cerita Rakyat Bukti Kesaktian Sri Aji Jayabaya
Kediri - Sosok Sri Aji Jayabaya memang menjadi sentral dalam perjalanan Kerajaan Kediri, karena selain menjadi raja paling sukses juga dikenal memiliki kesaktian tak tertandingi. Salah satu buktinya saat ini dapat dijumpai di Arca Totok Kerot, dimana berdasarkan cerita rakyat patung tersebut tercipta sebagai akibat dari sabda yang dikeluarkan sang raja.

Arca Totok Kerot berada di Desa Bulupasar, Kecamapatan Pagu, Kabupaten Kediri, atau
sekitar 10 kilometer sebelah selatan Pamuksan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang.
Perwujudannya berupa seorang buto atau raksasa perempuan dengan rambut terurai, duduk jongkok satu kaki tegak, mata melotot, mengenakan mahkota dan kalung berbandul terkorak dan satu lengan sebelah kiri putus.

"Arca ini ditemukan sejak jaman penjajahan Jepang dulu. Kalau lengannya yang putus
itu karena dipaksa diangkat pada jamannya Belanda dulu," kata Slamet, pemilik warung
di sekitar lokasi Arca Totok Kerot, saat berbicang dengan detiksurabaya.com, Kamis
(27/1/2011).

Slamet menambahkan, meski berupa arca Totok Kerot diyakini masih 'hidup' dan itu bisa diketahui oleh sejumlah orang yang memiliki keahlian khusus. Dia sendiri mengaku pernah menjumpainya dalam mimpi sebanyak 2 kali, dimana Totok Kerot adalah jelmaan seorang putri berparas cantik dengan pakaian khas kerajaan. "Itulah kenapa tangannya putus saat diangkat. Dia tidak mau dipindahkan dipaksa, jadinya ya begitu," sambungnya.

Mengenai siapa sebenarnya Totok Kerot, dalam sebuah cerita rakyat yang terkenal di
Kabupaten Kediri arca tersebut adalah penjelmaan puteri cantik dari seorang demang
di Lodoyo, Blitar. Dia berkeras ingin diperistri oleh Sri Aji Jayabaya, meski keinginannya tersebut ditentang oleh sang ayah.

Karena tak mendapatkan restu orang tua, sang puteri nekat datang ke Kediri dan terlibat peperangan dengan pasukan dari kerajaan, dimana dikisahkan kemenangan akhirnya berpihak kepadanya. Sebagai tuntutan atas kemenangannya, sang puteri berkeras ingin ditemui oleh Sri Aji Jayabaya, dimana apabila keinginan tersebut tak dikabulkan dia akan membuat onar.

Tuntutan sang puteri terkabulkan, dimana saat berhasil bertemu dengan Sri Aji Jayabaya dia kembali menyampaikan keinginannya untuk diperistri. Namun Sri Aji Jayabaya bersikukuh menolak keinginan sang puteri dan terjadi perang tanding diantara keduanya. Setelah sang puteri terdesak, Sri Aji Jayabaya mengeluarkan sabda dengan menyebut sang puteri memiliki kelakuan seperti buto, hingga akhirnya terwujudlah sebuah arca raksasa.

"Soal nama Totok Kerot asalnya dari mana saya tidak tahu, cuman inilah bukti bagaimana Jayabaya memang sakti. Sekali ucap saja bisa jadi apa yang diinginkannya," tambah Slamet tegas.

Slamet juga mengatakan, entah karena memang kesaktian sang puteri dari Lodoyo, Blitar, atau berkah dari kehebatan Sri Aji Jayabaya, arca Totok Kerot saat ini diyakini memiliki daya magis yang luar biasa besar. Setiap harinya pengunjung hampir pasti ada, dimana mereka selalu memanjatkan keinginan sesuai dengan apa yang diyakininya.

"Dari Blitar, Jombang, Surabaya sampai Jawa Tengah ada yang datang kesini. Biasanya
mereka obong-obong (ritual) di sekitar arca dan memanjatkan keinginan," pungkas
Slamet.
Menapak Jejak Kerajaan Kediri (Habis)
Sejumlah Peninggalan Tercecer di Kota Kediri, Namun Tak Terurus
Kediri - Masa Kerajaan Kediri memang belum membedakan wilayah kota dan kabupaten, seperti yang saat ini terjadi. Dan saat pemisahan itu, sejumlah peninggalan Kerajaan Kediri ada yang tercecer di wilayah kota, dimana kondisinya saat ini tampak tak terurus dengan baik.

Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, peninggalan Kerajaan Kediri di wilayah Kota
Kediri saat ini dikumpulan di Museum Airlangga yang berlokasi di sekitar Gunung
Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Lebih dari 100 peninggalan berupa arca,
prasasti batu tulis, jambangan dan ornamen purbakala lain ada di lokasi tersebut.

"Ini disini barang titipan. Yang punya ya BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Trowulan," kata Tutik, salah satu petugas jaga di Museum Airlangga saat
berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Sayang banyaknya koleksi tak sebanding dengan luas ruangan museum, sehingga sejumlah peninggalan harus dibiarkan berada di luar ruangan. Kondisi ini mengakibatkan tumbuhnya lumut di permukaan, sehingga menjadikannya tak menarik untuk diamati.
Benda-benda purbakala di Museum Airlangga yang dibiarkan di luar ruangan diantaranya
umpak, lingga dan sejumlah arca.

"Ini kan gabungan yang ditemukan di (kolam pemandian) Tirtoyoso dan di sekitar Gunung Klotok, jadi jumlahnya memang sangat banyak," sambung Tutik.

Kepala Sub Bagian Pemberitaan Humas Pemkot Kediri Afif Permana, terkait terjadinya
penelantaran peninggalan benda purbakala di Museum Airlangga, menyanggahnya sebagai sebuah bagian dari lay out. Sejumlah arca sengaja diletakkan di luar ruangan dengan harapan menjadikan pengunjung tak bosan saat mengunjunginya.

"Kalau nglutek di satu ruangan kan kesannya sempit, pengunjung nantinya juga pasti
akan cepat bosan," kilah Afif.

Afif juga membantah munculnya lumut pada permukaan benda purbakala akan mengimbulkan kesan tak menarik, karena arca sudah selayaknya diletakkan di luar ruangan. "Di Candi Borobudur di luar nggak pakai penutup juga tidak masalah," tambahnya ketus.

Namun keputusan penelantaran peninggalan benda purbakala di Museum Airlangga sangat disayangkan oleh kalangan sejarawan. Salah satunya dosen ilmu sejarah Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri Zainal Afandi, yang menganggapnya sebagai bentuk ketidak pedulian pemerintah terhadap peningalan benda purbakala. Pemerintah sejauh ini dinilai belum menganggap penting benda bersejarah tersebut.

"Mereka selalu beralasan kurang anggaran. Dan kalau saya boleh menilai, penilaian mereka intinya mengurusi yang hidup saja susah, kenapa repot mengurusi benda mati yang tidak jelas peruntukannya," tandas Zainal.

Bid'ah dan Kesesatan

Dilarang berbuat sirik karena sirik adalah dosa besar

1. Barangsiapa menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari ajarannya maka tertolak. (HR. Bukhari)
2. Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid'ah, dan tiap bid'ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim)
3. Dua golongan dari umatku yang tidak punya bagian dalam Islam adalah kaum Jabariyah dan kaum Kadariyah. (HR. Ahmad)
4. Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat. (HR. Ath-Thahawi)
5. Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Bukhari)
6. Tiga perkara yang aku takuti akan menimpa umatku setelah aku tiada: kesesatan sesudah memperoleh pengetahuan, fitnah-fitnah yang menyesatkan, dan syahwat perut serta seks. (Ar-Ridha)
7. Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas).

 



TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF

                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata,
Dan bagimu juga kebaikan yang sama.
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

10 Kamar Hotel Termahal di Dunia

TEMPO Interaktif, Bagi Anda yang hobi jalan-jalan (travelling), memilih hotel yang nyaman dengan berbagai fasilitas yang bisa memanjakan diri setelah lelah berwisata tentu tak ketinggalan dalam daftar agenda bepergian Anda. Namun, segala kenyamanan dan berbagai fasilitas itu tidaklah murah.

Oleh karenanya, bagi sebagian traveler dengan kocek pas-pasan, tinggal di hotel mungkin saja jadi hal yang terbilang mewah. Namun bagi para pelancong dengan selera tinggi, mungkin saja 10 kamar hotel ini bisa saja dipilih mereka. Inilah daftar harga kamar hotel termahal di dunia:

1. Royal Penthouse Suite, Hotel Presiden Wilson, Jenewa

Harga kamar: $ 65,000 (sekitar Rp 588 juta) per malam. Dengan harga setinggi itu, Anda dapat menikmati ruangan seluas 18.083 kaki persegi lengkap dengan fasilitas mewah dan glamor, serta pemandangan Danau Jenewa sebagai bonusnya. Kamar mandi terbuat dari bahan marmer, terdapat bak mandi air panas. Kamar ini dilengkapi kamera pengintai untuk mengantisipasi hadirnya tamu mencurigakan. Berbagai saluran televisi melalui jaringan satelit juga tersedia.

2. Royal Villa, Grand Resort Lagonissi, Athena

Harga kamar: $ 45,000 (sekitar Rp 407 juta) per malam. Ukurannya hampir 4.500 meter persegi menghadap langsung ke Laut Aegea. Fasilitas yang disediakan antara lain perapian, kamar mandi marmer, kolam renang dalam ruangan, serta produk mandi Bvlgari.

3. Hugh Hefner Sky Villa, Palm Casino & Resort, Las Vegas

Harga kamar: $ 30.000 (sekitar Rp 272 juta) per malam. Anda akan mendapatkan hidup besar dalam suite yang sama dengan Kanye West. Sebuah bar lengkap, kolam Playboy, dek berjemur, pop-up TV plasma, tempat tidur king size berputar dan pemandangan panorama Las Vegas Strip.

4. Ty Wamer Penthouse, Four Season, New York City

Harga sewa: $ 40.000 (sekitar Rp 362 juta) per malam. Ty Warner Penthouse di Four Seasons memberikan pemandangan luas nan indah kota Manhattan kepada tamu, yang dapat dilihat dari layar kaca balkon serta jendela yang menjorok dan membentang dari lantai ke langit-langit. Di dalam, para tamu akan menikmati kreativitas Ty Warner, Peter Marino dan IM Pei, yang merencanakan setiap detail dari langit-langit katedral 25-kaki menurun ke tempat lilin. Jika semua ini tidak cukup mewah, tamu penthouse juga dijanjikan dengan penggunaan kepala pelayan pribadi, pelatih pribadi, terapis dan sopir pribadi.

5. Royal Plaza Suite, Plaza Hotel, New York City

Harga sewa: $ 30.000 (sekitar Rp 272 juta) per malam. Plaza Hotel Royal Plaza Suite terinspirasi oleh istana Louis XV's. Dekorasi mewah bangunan 4.400 meter persegi yang berada di pusat kota yang tidak pernah tidur. Namun seiring dengan semua itu, para tamu akan menikmati suasana dekorasi dapur (untuk koki pribadi mereka, tentu saja!), ruang makan dengan 12 kursi, sebuah perpustakaan berjajar dengan pilihan buku yang beragam dan pemandangan indah South Central Park dan Fifth Avenue. Untuk melengkapi semua ini, ada tiga buah keran emas 24 karat bahkan di kamar mandi.

6. Presidential Suite, Ritz Carlton, Tokyo

Harga kamar: $ 25.000 (sekitar Rp 227 juta) per malam. Tinggal dalam gedung tertinggi di Tokyo sudah pasti akan menghabiskan banyak biaya, apalagi sejak ibukota Jepang ini ditetapkan sebagai kota termahal di dunia versi BussinesWeek. Dengan 2.100.000 yen, Anda akan menikmati pemandangan Gunung Fuji dan sekitarnya di kawasan Bukit Roppongi. Di luar kemewahan pada umumnya seperti kamar mandi marmer, televisi layar datar 40-inch, handuk terrycloth - Ritz Carlton Tokyo juga menawarkan penggunaan klub dan layanan concierge.

7. Bridges Suites, Royal Tower Atlantis Paradise Island, Bahama

Harga kamar: $ 25.000 (sekitar Rp 227juta) per malam. Disebut Jembatan karena kamar ini berada di antara dua menara di Atlantis. Dengan ketinggian 16 lantai, dan balkon seluas 800 meter persegi, para tamu akan menikmati pemandangan indah tak terbantahkan. Hiasan mewah seperti lampu kristal emas 22 karat di ruang makan dan sebuah grand piano di ruang tamu membuat kamar ini menjadi yang paling istimewa di Bahama.

8. The Royal Suite, Burj Al Arab, Dubai

Harga kamar: $ 22.900 (sekitar Rp 208 juta) per malam. Bangunan hotel megah terdiri dari 25 lantai dan fasilitas kamar dengan dua ruangan tidur adalah kombinasi kemewahan yang sangat digemari di Dubai. Turun dari mobil, Anda akan disambut dengan segala kemewahan yang ada di hotel ini. Mulai dari dekorasi bernuansa emas, mahogany, marmer, dan juga corak macan tutul. Masuk kamar hotel ini, Anda langsung dimanjakan dengan semerbak wewangian Faubourg. Kamar dengan ukuran luas dan penuh produk ternama ini dilengkapi dengan kamar mandi dengan desain mewah, empat tempat tidur, dan bahkan bioskop dan perpustakaan pribadi. Jika Anda perlu naik helikopter, hotel ini juga menyiapkan fasilitas tersebut, tentunya dengan tambahan biaya lagi.

9. Imperial Suite, Park Hyatt Vendome, Paris

Harga kamar: $19,000 (sekitar Rp 172 juta) per malam. Anda akan mendapatkan ruangan seluas sekitar 820 meter persegi langit-langit tinggi, kamar mandi spa dengan meja pijat, ruang tamu besar, ruang makan dan ruang kerja. Anda juga akan menerima layanan kamar round-the-clock, dan terjamin aman untuk semua barang-barang berharga Anda.

10. Ambassador's Bure, Wakaya Club & Spa, Fiji

Harga kamar: $4,900 (sekitar Rp 45 juta) per malam. Sebuah kemewahan yang tersembunyi dalam pulau terpencil di Fiji. Resor ini terdiri dari 10 cottage, dan kamar Ambassador adalah yang terluas dengan 4.500 kaki persegi. Tersedia fasilitas spa pribadi, kolam renang pribadi, beberapa geladak lengkap dengan sofa untuk rebahan dan menikmati hamparan luas Samudra Pasifik.


Ilmuwan Inggris: Pola Crop Circle Sleman Umum

TEMPO Interaktif, Jakarta - Colin Andrews, ilmuwan Inggris yang juga pakar crop circle atau pola geometris yang diasosiasikan dengan UFO, tertarik dengan crop circle yang ditemukan di sawah di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Andrews mengikuti perkembangan dan mengumpulkan data dari berbagai media soal crop circle dengan diameter lebih dari 60 meter tersebut.

"Setelah saya lihat dari beberapa foto, crop circle di Sleman sebelumnya telah terlihat di beberapa negara lain," kata Andrews kepada Tempo melalui surat elektronik, Kamis (27/1). Tapi untuk menjelaskan lebih jauh, dia membutuhkan foto yang diambil dari helikopter.

Selama 30 tahun terakhir, Andrews meneliti secara mendalam fenomena crop circle di berbagai dunia. Ahli elektro dari Inggris ini juga menjadi penasihat Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Ratu Elizabeth. Dia juga menulis berbagai buku tentang crop circle, di antaranya Crop Circles, Signs or Contact dan Government Circles.

Andrews juga melakukan penelitian khusus tentang crop circle pada 1999 hingga 2000. Hasilnya, kata Andrews, sebanyak 80 persen crop circle adalah buatan manusia. "Sedangkan 20 persen lagi tidak terpecahkan dan masih menjadi misteri," ujarnya.

Andrews menjelaskan dari 20 persen yang masih menjadi misteri memiliki ciri: lingkarannya lebih sederhana dan tidak rumit, tidak ada jejak manusia terutama bagian tengahnya, tanahnya tidak mendapat tekanan juga ada unsur magnetik yang cukup tinggi di sekitar crop cirle.

Ciri yang lain, lanjut Andrews, tanamannya tidak rusak hanya bengkok atau merunduk. Lalu, struktur tanamannya mengandung efek biofisika yang tidak biasa dan sulit dipecahkan, tidak ada alat yang bisa membuat lingkaran ini seperti crop circle yang dibuat manusia (hoax).

Nah, untuk membuktikan crop circle Sleman ini buatan manusia atau bukan, selain perlu foto dari atas, juga pengecekan langsung di lapangan. "Sayangnya kalau saya lihat, lokasinya sudah tidak lagi steril, terlalu banyak orang di sana, ini sudah terlambat," kata Andrews.

Namun Andrews sangat mengapresasi langkah pemerintah Indonesia yang bergerak cepat untuk meneliti crop circle ini. "Saya juga terkesan dengan otoritas di Indonesia yang memiliki pikiran terbuka soal ini," ujarnya.