Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Senin, 19 Desember 2011

ADAB ISLAMI : ADAB SEBELUM MAKAN


ADAB ISLAMI : ADAB SEBELUM MAKAN
Manusia tidak mungkin hidup tanpa makan. Dengan makan manusia dapat menjaga kesinambungan hidupnya, memelihara kesehatan, dan menjaga kekuatannya. Baik manusia tersebut memiliki niat untuk makan dan menjaga adab-adab Islam ketika makan maupun sama sekali tidak menjaga adab dan tidak berniat untuk makan, maka tetap saja ia pasti akan makan. Hanya saja, selain tujuan makan yang kita sebutkan tadi. Apabila ia mengetahui bahwa makan itu ada etikanya dan melaksanakan etika tersebut, tentulah ia akan mendapat keuntungan berupa pahala akhirat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang Muslim memperhatikan adab ini dan melaksanakannya dalam kehidupan. Melaksanakan adab tersebut dapat menghasilkan keberkahan, membentuk watak, mengetahui bagaimana cara merendahkan diri, merealisasikan perasaan syukur kepada Allah Ta'ala, menjauhkan diri dari syaitan, serta dapat membangkitkan rasa kasih sayang di antara sesama manusia.
Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan.
BAGIAN I
ADAB SEBELUM MAKAN
Di antara adab sebelum makan adalah:
1. Niat yang Benar
Seharusnya seorang Muslim menghadirkan niat yang benar pada makanannya. Janganlah ia makan dengan niat hanya untuk melaksanakan kebiasaan sehari-hari yang berfungsi untuk menjaga kesinambungan hidup, atau hanya untuk merasakan kelezatan berbagai jenis makanan. Akan tetapi, hendaklah ia menyantap makanan dengan niat untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta'ala, menjaga kehidupan dan kesehatannya. Berkat adanya dua hal tersebut, maka amalan shalih dapat dilakukan dengan berkesinambungan. Dengan demikian, makan menjadi sebuah ibadah yang dapat menghasilkan pahala. Sesungguhnya Rasulullah, pernah bersabda:
"Sesungguhnya segala amalan tergantung pada niat ..."
2. Berusaha Mencari Makanan yang Halal
Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengharamkan dan melarang menyantap makanan yang haram. Allah telah menetapkan hal itu sebagai sebab masuknya seseorang ke dalam Neraka.
Allah telah memerintahkan kepada kita agar memakan makanan yang halal dan baik.
Allah swt berfirman :
"Hai, Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya A ku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mu'minuun: 51)
Firman Allah swt :
"Hai, orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah." (QS. Al-Baqarah: 172)
3. Tidak Makan ketika Perut masih Kenyang
Tidak sepantasnya seseorang makan sementara ia masih merasa kenyang. Sebab, hal ini termasuk perbuatan yang berlebihan dan dapat menggangu pencernaan serta dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, juga bertentangan dengan sunnah Nabi saw. Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan:
jadikanlah kebiasaan makanmu satu kali dalam sehari dan jangan makan sebelum makanan di perutmu tercerna
4. Memenuhi Undangan Makan
Jika saudaramu mengundangmu untuk menghadiri jamuan makan, maka penuhilah undangan tersebut. Sebab, Rasulullah saw telah memerintahkan agar memenuhi undangan makan dan menjadikan hal itu sebagai hak seorang Muslim atas Muslim lainnya.
Beliau saw bersabda:
"Dan jika kamu diundang maka penuhilah undangan tersebut."
Namun, semua itu dengan syarat tidak terdapat sesuatu yang diharamkan oleh syari'at pada undangan jamuan tersebut. Jika ada, maka tidak boleh menghadirinya karena di dalamnya terdapat kemunkaran, kecuali jika ia hadir untuk mengubah kemunkaran tersebut.
5. Tidak Makan dengan Menggunakan Bejana Emas dan Perak
Makan dengan menggunakan bejana emas dan perak ini merupakan perbuatan yang diharamkan Allah swt. Sebab, di dalamnya terkandung perbuatan yang berlebihan, pemborosan, serta sikap sombong atas nikmat yang ia dapatkan. Hal ini juga dapat membuat hati fakir miskin semakin menderita ketika melihat pemandangan tersebut.
Rasulullah saw bersabda:
"Orang yang minum dengan menggunakan bejana yang terbuat dari perak, berarti ia telah menuangkan api Neraka Jahannam ke dalam perutnya."
Beliau saw juga bersabda:
"Janganlah kalian minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak, jangan makan di piring dari emas dan perak, dan jangan memakai kain sutra tipis dan tebal! Sebab, benda tersebut untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat nanti”
6. Mengajak Makan Orang yang Hadir
Di antara adab yang mulia ialah jika di sana ada orang lain yang hadir ketika makanan disuguhkan, maka wajib bagi orang-orang yang sedang makan untuk mengajaknya ikut serta makan bersama mereka. Sebab, kemungkinan orang itu juga ingin mencicipi hidangan tersebut atau mungkin ia sempat melihat ketika orang-orang sedang mengambil makanan. Jika tidak, berarti orang-orang yang sedang makan tersebut termasuk orang-orang yang pelit dan kikir.
7. Mengajak Pembantu untuk Ikut Makan atau Memberinya Makanan Tersebut
Mengajak dan memberi makan pembantu merupakan adab islami yang agung. Seorang pembantu yang menyiapkan dan menghidangkan makanan mungkin juga menginginkan makanan tersebut. Oleh karena itu, seharusnya ia juga diikutsertakan dalam menyantap hidangan tersebut, baik ikut duduk bersama para undangan atau disisihkan sebagian makanan itu untuknya.
Rasulullah saw bersabda:
"Apabila pembantu salah seorang dari kalian datang menyuguhkan makanan hendaknya ia mengajaknya makan. Jika ia tidak mengajaknya makan bersamanya, maka berilah dia sesuap atau dua snap dari makanan tersebut karena dia telah memasaknya dan menghirup asapnya."

Sikap seperti ini akan membuat dirinya senang juga untuk menunjukkan kerendahan hati kepadanya.
8. Rendah Hati
Hendaknya seseorang bersikap rendah hati baik dari sikap duduk, dari jenis makanan, makan bersama fakir miskin, dan lain-lain.
Rasulullah saw , bersabda:
"Aku makan seperti seorang hamba makan dan duduk seperti seorang hamba duduk.”
Rendah hati merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang Muslim dalam setiap keadaan, maka jangan sampai meninggalkannya, sebagaimana yang tercantum dalam sabda Rasulullah saw :
"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian senantiasa bersikap rendah hati sehingga tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri dan berbuat aniaya di hadapan orang lain."
Allah swt juga berfirman:
"... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong." (QS. An-Nahl: 23)
9. Mengikutsertakan Tetangga untuk Mencicipi Makanan
Mengikutsertakan tetangga dilakukan dengan mengirim makanan kepadanya, terlebih lagi jika tetangganya tersebut orang miskin yang tidak pernah makan jenis makanan yang dikirimkan. Ini termasuk memenuhi hak dan menyenangkan hati tetangga serta menutup pintu masuk syaitan yang senantiasa berusaha menanamkan permusuhan dan kebencian di antara sesama manusia.
Nabi saw bersabda:
"Apabila salah seorang kamu memasak makanan, maka perbanyaklah kuahnya, kemudian berikanlah sebagian kepada tetangga.”
Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda:
"Wahai, wanita Muslimah! Janganlah kalian meremehkan pemberian tetangga meskipun hanya berupa tulang kaki kambing.”
Ibnul Atsir berkata dalam an-Nihaayah: "Firsin adalah tulang hewan yang sedikit dagingnya, yakni tulang tapal unta dan tapal hewan lainnya. Kemudian, kata ini digunakan untuk mengungkapkan tulang kaki kambing. Adapun untuk kambing memiliki sebutan sendiri, yaitu zhalf…”
Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama bahwa maksud dari larangan ini adalah untuk memberi dorongan kepada kaum wanita agar tetap bersikap dermawan walaupun dengan memberi sesuatu yang bernilai rendah. Sebab, sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Jangan sampai ia menganggap remeh tetangga sehingga ia enggan memberikan hadiah apa pun kepada tetangganya.
Rasulullah saw melarang perbuatan tidak mengikutkan tetangga untuk mendapatkan bagian makanan, jika tetangga tersebut orang fakir.
Rasulullah saw bersabda:
"Tidak disebut Mukmin orang yang kenyang perutnya sementara tetangga sebelah rumahnya kelaparan.”
10. Memasak Makanan untuk Teman-Teman dan Orang Banyak.
Ini termasuk adab yang dianjurkan dalam syari'at Islam. Di dalamnya terkandung realisasi rasa cinta dan kasih sayang di antara sesama.
Rasulullah saw bersabda:
"Sebarkanlah salam, berilah makan, dan jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah azza wa jalla “
Beliau juga pernah bersabda:
"Sebaik-baik amalan adalah kamu membuat seorang Mukmin gembira, membayarkan utangnya, atau memberinya sepotong roti."
11. Tidak Berlebih-lebihan
Janganlah seseorang berlebihan dalam menghidangkan berbagai jenis makanan. Seseorang boleh membuat lebih dari satu jenis makanan, hanya saja yang terbaik adalah tidak berlebihan dalam menyajikan berbagai jenis hidangan. Bahkan, terkadang ada yang menyajikan lebih dari sepuluh jenis makanan. Ini yang disebut israf (berlebih-lebihan).
Allah swt berfirman:
"... Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raaf: 31)

Cerpen : Pengantin Surga



Cerpen : Pengantin Surga
Bismillaahirahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ketika Allah telah membeli jiwa dan harta kita dengan surga-Nya
Saat itu kudengar namamu disebut oleh malaikat dalam mimpi,
Kau adalah pengantin abadiku
Kuterbangun dari mimpi, Kutemukan dirimu menantiku di ujung jalan,
Dengan sekeranjang batu dari surga….
 “Masyaa Allah! Sepagi ini sudah dimulai? Keterlaluan!”. Asma’ tergopoh menuju ruang tengah, melihat situasi di jalanan depan rumahnya. Ia menggigit bibir, menahan perih dalam hatinya. Memikirkan anak-anak didiknya di masjid samping rumahnya. Bagaimana hafalan mereka, sudah sampai juz berapa.
Asma’ terkejut saat pundaknya ditepuk oleh adik lelakinya. Usia mereka terpaut sepuluh tahun. Asma’ adalah gadis dua puluh tiga tahun. “Hai kak Asma’! Apa yang kaulakukan di sini. Sudah lewat waktu dhuha tetapi kau masih diam saja. Bagaimana murid-muridmu!”
Asma’ tersentak. Ia merasa diingatkan, seharusnya ia mengurusi murid-muridnya, bukannya malah terbengong saja melihat pemandangan biasa di luar rumah. Ya, hari ini, Israel kembali menyerang Gaza untuk ke sekian kalinya. Nampaknya pemboikotan sudah tak begitu mempan bagi warga Gaza, mereka tetap bertahan. Mempertahankan bumi yang di dalamnya terletak masjid yang disebut dalam al-Qur’an surat al-Isra.
 “Kau benar wahai Fariz! Baiklah aku akan segera menemui murid-muridku!” tak lama kemudian, Asma’ masuk ke kamarnya, mengenakan cadar lantas melangkah keluar rumah dengan lapang. Sesekali terdengar dentuman senjata-senjata Israel, namun itu tak menyurutkan langkahnya menemui murid-muridnya di masjid seperti biasanya.
Anak-anak kecil usia lima sampai sepuluh tahun berbaris menantinya di teras masjid — yang bangunannya sudah tak utuh lagi — menanti Asma’ sang guru. Di wajah mereka tampak semburat sinar keperkasaan tanpa sedikitpun rasa takut. Asma’ telah menanamkan benih-benih keberanian dalam jiwa-jiwa mereka, sehingga tatkala Asma’ menghampiri mereka, berebut satu persatu dari anak-anak kecil itu berteriak:
“Ummi kapan kita berperang..?!”
“Ummi, kita harus mempertahankan tanah kaum Muslimin ini…?”
“Tak adakah Ummi, saudara kita dari negeri-negeri kaum Muslimin lainnya yang mendengar teriakan kita meminta bantuan?”
Asma’ menitikkan airmata di balik kacamata tipisnya, ia begitu terharu mendengar permintaan murid-muridnya untuk berjihad melawan kafir penjajah. Mereka masih sangat muda, namun pemikirannya sudah sangat jauh melesat melebihi anak-anak lain seusia mereka. Perang dan kematian bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan.
Asma’ sering menceritakan, bahwa jiwa para syuhada itu akan terus hidup dan masuk surga atas izin Allah. Jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.
“Ummi….Ummi…….!!!” teriak mereka. Asma’ lalu mengajak mereka masuk ke masjid, menenangkan mereka semuanya yang jumlahnya selalu tak pernah berkurang justru semakin bertambah. Sepuluh orang kini.
 “Dengarkan Ummi. Meski jumlah kalian sepuluh orang, Allah akan melipatgandakannya menjadi ratusan bahkan ribuan sehingga kafir penjajah itu akan kewalahan menghadapi kalian.”
Kata-kata itu semakin mengobarkan semangat jihad mereka. Asma’ kemudian mengecek hafalan mereka. Yang paling besar, Umar, paling pendiam di antara semuanya sudah hafal 30 juz. Dua hari yang lalu ia membacakan seluruh isi Al-Qur’an dan kini ia hanya ingin segera keluar masjid untuk melawan Israel. Usianya, baru sebelas tahun.
Di tengah kesunyian sepertiga malam, Asma’ menemui Allah. Airmata tak henti-henti mengucur dari sumbernya, ribuan kali ia berdoa agar kaum Muslimin dapat memenangkan peperangan dengan kafir penjajah itu. Tubuhnya semakin kurus sebab makanan pokok sudah sangat susah didapatkan. Harus sembunyi-sembunyi melewati lorong-lorong ke Mesir yang kini perbatasan Jalur Gaza-Mesir diblokade oleh pemerintah Mesir.
Dipenghujung malam itu Asma mengadukan sedu sedanya kepada Sang Pemilik Pencipta Alam Raya.
"Ya Allah, di manakah saudara-saudara muslim kami yang lain? Di manakah bagian tubuh kami, apakah mereka tak merasakan sakit seperti yang kami rasakan? Ya Allah, sudah matikah hati mereka sehingga tak dapat lagi merasakan perih pada salah satu anggota tubuhnya? Atau mata mereka telah buta sehingga tak dapat melihat pembantaian ini..? Ataukah telinga mereka tuli sehingga tak dapat mendengar jerit tangis kami..? Apakah tangan mereka telah lumpuh sehingga tak dapat mengulurkan tangan menolong kami?
Ya Allah….apakah kaki mereka telah patah sehingga tak dapat berlari menyongsong kami? Di mana mereka? Kelak hanya kepadaMu-lah kami kan mengadu di Hari Pembalasan, di sana keadilan kan ditegakkan. Ya Allah…Engkaulah pemilik masjid al-Aqsha maka Engkau pulalah yang akan menjaganya…."
 “Kak Asma’!” Fariz telah berdiri di sampingnya. “Mengapa engkau menangis?”
“Hai Fariz! Tidak bolehkah aku menangis di hadapan kekasihku?”
Fariz yang masih sangat belia itu lalu menceritakan pengalaman ia sehari ini melempari tentara Israel dengan batu-batu tajam. Seorang tentara yang lengah terkena dahinya sehingga darah mengucur deras dan paniklah ia. Itu mengacaukan laju tank mereka, membuat Firaz dan teman-temannya semakin semangat melempari mereka dengan batu.
 “Kak Asma’, sudah siapkah engkau menikah?” Asma’ tentu saja kaget mendengar pertanyaan itu. Ia belum sempat memikirkan masalah itu. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya murid-muridnya bisa menjadi mujahid-mujahidah pemberani tanpa rasa takut sedikitpun. Menikah baginya adalah suatu gambaran mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Dengan siapakah ia akan menikah, ia tak tahu.
 “Menikahlah kak Asma’! Aku akan menjadi walimu.”
Asma’ teringat Ayahnya yang tewas dibantai tentara Israel sepuluh tahun lalu ketika ia masih kecil. Sedangkan ibunya sudah syahidah ketika melahirkan Fariz. Mereka kini hidup sebatangkara.
Sinar mata Fariz begitu tajam, menghujamkan keyakinan di hati Asma’. Menikah? Dengan siapa?
“Kakak akan kunikahkan dengan sahabatku, Abdurrahman namanya. Dia penembak jitu. Setiap batu yang ia lemparkan, nyaris selalu tepat mengenai tentara Israel. Dia kuridhoi agama dan akhlaknya. Insya Allah dia akan menjadi ayah bagi para mujahidmu. Bersamanya, kau akan ke surga, Insya Allah. Menikahlah kak Asma’, sesungguhnya aku ingin sekali melihatmu bahagia. Kita harus mempersiapkan banyak mujahid agar bisa melanjutkan perjuangan kita…”
kini Fariz menepuk pundak Asma’. Asma’ hanya diam. Seakan-akan ia pernah mendengar nama yang tadi Fariz sebutkan, namun entah di mana. Hanya sayup-sayup… Fariz tersenyum, “Diammu adalah persetujuanmu.”
Tiga hari lagi pernikahan akan dilangsungkan. Asma’ telah membuat sebuah baju pengantin dengan tangannya sendiri. Sejauh ini ia belum pernah bertemu dengan Abdurrahman. Lelaki itu, bersama adiknya selalu berangkat pagi untuk melawan tentara Israel dan pulang tengah malam dengan hasil yang luar biasa. Banyak tentara Israel yang terluka oleh batu-batu yang dilemparkan mereka.
Menanti mujahidnya itu datang, Asma’ senantiasa bersabar mendengar kabar yang menyedihkan sekaligus membahagiakan. Satu persatu murid-muridnya berkurang karena mereka menjadi syuhada perang.
Termasuk Umar, pagi tadi ia ditemukan dalam kondisi tubuh terkoyak karena jenazah yang sudah ditembak tentara Israel dimakan oleh anjing-anjing mereka. Airmata Asma’ menetes haru. Kini, semakin sedikitlah muridnya, mereka yang sudah menghafal al-Qur’an dalam usia dini, gugur sebagai syuhada.
Maka hari bahagia itu pun datanglah. Asma’ duduk di dalam kamarnya sementara di masjid sedang dilangsungkan akad nikah. Berarti, pagi ini Abdurrahman tidak melempari tentara Israel dengan batu. Berdebar hati Asma’ menanti kedatangannya, yang belum pernah dilihatnya tetapi jika ia sudah mengetuk pintu, artinya dia adalah seorang lelaki yang harus ia cium tangannya. Harus ia patuhi sepenuh hati. Dan dialah Khalifah rumah tangganya.
Waktu terus merayap, hingga waktu dluha telah habis namun pengantinnya tak kunjung mengetuk pintu kamarnya. Lama sekali…. Hingga ahirnya pintu diketuk, Asma’ membukanya ternyata Fariz datang dengan kepala menunduk. Tangan kanannya memegangi perut bagian kirinya,
“Kak Asma…” suaranya lirih. Asma’ menahan nafas, menanti kalimat Fariz selanjutnya.
“Katakan wahai Fariz!”
“Abdurrahman sudah menjadi suamimu…” Asma’ mengucap hamdalah.
“Akan tetapi….Allah telah memintanya darimu. Apakah engkau ridho? Selepas akad nikah tadi, dengan ganas tentara Israel masuk dan menembaki siapapun yang ada di masjid. Aku pun…. ah….” ia roboh ke lantai. Tangan kanannya terlepas dari perutnya yang mengucurkan darah segar.
 “Masya Allah...!” Asma’ merangkul saudaranya, sehingga penuh darahlah baju pengantinnya yang putih dan bersih itu. Rupanya Fariz masih mampu berlari menuju Asma’ untuk memberitahukan kabar gembira bahwa Abdurrahman telah menjadi suami Asma’.
“Laa ilaaha illallah…Muhammad Rasulullah….Allahu Akbar…..” tak lama kemudian, mata Fariz terpejam dengan tenang. Fariz meninggal dengan kalimat tauhid diujung umurnya.
Belum sempat bagi Asma’ untuk menangis, ia melihat dua tentara Israel mendobrak paksa pintu rumahnya. Melihat Asma’ begitu anggun dengan jilbab putihnya, membuat dua tentara bengis itu terbakar nafsu hendak menodai pengantin itu. Asma’ begitu marah, hingga rasanya ia ingin balas menyiksa tentara Israel tersebut. Mereka telah membunuh seluruh keluarganya, termasuk suami yang belum pernah dilihat sekalipun wajahnya.
Beberapa bongkah batu di dekat Asma’ seakan berbicara padanya, “ambil aku! Lemparkan aku pada mereka, biarkan aku yang menerkamnya atas izin Allah!”.
Asma’ pun meraihnya dan melemparlan tepat di kening seorang tentara. Ia panik. Darah mengucur di wajahnya. Lalu seorang lagi ia lempar dengan batu yang lain hingga keadaannya sama seperti temannya. Mereka meraung. Asma’ segera keluar rumah dengan berlari, ia ingin ke masjid menemui jasad suaminya. Ia ingin mencium tangannya untuk pertama dan terakhir meski dalam keadaan tak bernyawa. Ia terus berlari…
Namun, sebelum Asma’ bertemu dengan suaminya di masjid itu, seorang tentara Israel yang sedang berkeliaran di jalan menembaknya dari belakang. Benda timah tajam yang panas rasanya memotong-motong seluruh tubuhnya. Lama kelamaan ia lemas dan pengantin itu pun roboh ke tanah, sedikit lagi saja untuk sampai ke masjid.
Sesaat sebelum nafas terakhirnya terhembus, setelah dua kalimat syahadat ia senandungkan, ia seolah melihat bayang-bayang Abdurrahman untuk pertama kalinya sedang tersenyum padanya dan mengajaknya berjalan berdua menuju Tuhannya. Yaa..Hanya berdua.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin itu, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (QS. Al-Taubah: 111)
Barakallahufikum..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Apa Hikmah yang dapat diambil dari Cerpen di atas menurut Sahabat ?

Kisah Duka Bayi Yang Mati Karena di Aborsi


Kisah Duka Bayi Yang Mati Karena di Aborsi
halo mama'''''' panjangku emg cm 2cm
aku sayang mama..........
bunyi detak jantung mama itu musik terindah yg temanni hri''KU

""BULAN ke 2''
--------
maaaaaa....sekrg aku lg belajar isep jari'' imut ku...asyiiiiiiiikkkkkkk deh
disini hangat..entar klo aku sdh keluar aku mau main sm mama yach

bulan ke 3
----------
maa aku belom tau apa jenis kelaminku ... tp apapun aku ,aku harap papa dan mama senang yach...
maaaaa'''' janji gak boleh nangis yach...

tau gak ??? klo mama nangis aku jg ikut nangis..hu..hu...huuuuuu...

meski mama belom bs mendengar tangisku ... tp aku sedih bangt dech .

percayalah maaa TUHAN pasti memberi yg terbaik unk kehidupan mama... apa pun itu..

|bulan ke 4
-------------
maaaaaa..... mama... rambutku molai tumbuh loh ???? ini jd mainan baruku ..haa .hahahahaha....hha.
oh yach aku sekarang sdh bs menengokan kepala ,kekiri ...kekanan..
aku jg bs gerakan kaki dan tangan loh maaa....
mama menyanyi pun aku bs mendenger...

Bulan ke 5
-------------------
maaaaa ... hari ini mama ke dokter yach...
td dokter itu bilang apa maaa...????????
apa itu arborsi...???

maaa...... aku gak di apa-apa'in kan maa ???

maaa....aku kok tiba'' jd takut.. maa aku sayng mama..
aku sehat'' j loh maaa..

Bulan ke 6
------------------
maa... hari ini mama ke dokter yg jahat ini lagi yah..???
dokter ini mo ngapain sich maa..???

maa.. dokter ini sepertinya mau mendobrak rumahku..
maa ... aku belom wktunya keluar''
maa... tolong kasih tau dokter ini ..
mama.. dokter ini molai memasukan benda'' tajam.. mamaaa..benda ini memotong'' rambutku ..

MAA.. toooolooonngggg aku maaa,,,,,
aku benar'' sayang mama,,, aku mau berbakti sama mama..
aku janji mau membahagiakan seumur hidup mama..

maaa ... apa mama gak sayang aku ??????

'''mmaaa benda tajam ini memotong kakiku ...huuuuu huuu hhuuu sakit sakkkiiiit maaa sakiiitttt...

ma aku salah apa sama mama..???
meski skrg aku t da kaki aku masih punya kedua tangn yg masih bisa membelai dan memeluk mama yg aku sayangin..

maa.... tollong kasih tau dokter...unk hentikan benda'' biadab ini maa..
''maaaaaaaa ... toooLLLoooonnggg skrg benda molai memotong kedua tanganku..hu huh huuuuhuuuukkkk sakiiiiitt sakiiittttttt maaahhhh sakiiitttt
'' maa... aku salah apa sama ma..??
meski aku skrg hidup tnpa tngn dan kaki.. aku masih punya kedua mata,teling,hidung dan mulut dan anggota badanku yg tersisa lainya.
aku masih ada kesempiatan untk meliht wjh mama yg aku sayangi
aku masih bs bisa ke mama ''AKU CINTA MAMA''

aduuuhhh maaa .. sakiiittt maaahh sakit .. benda tajam ini terus motong dan kini molai memotong leherku....!!!!!!!!!
maaa toolllonnggg sakiiiitttt maaaaaaaaahh...

"Bulan ke 7
______________
mama aku aku baik'' saja .. aku bersama Allah di surga..
Allah mengembalikan organ tubuhku yg di potong'' dgn sadiz oleh benda tajam itu..
Allah memegang tanganku memelukku dgn lembutnya..
Allah membisikan ketelingaku apa arti ARBORSI
maaa.... kenapa mama gak mau main sama aku ???
maa apa salah anakmu ini..
maa knp tega berbuat kejam sm darah dagingmu sendri...
maa''' bknkah mama percaya sm tuhan ...??
dan mama tau Tuhan py rencana yg terbaik dan terindah bwt hidup mama.
maaa... kenapa mama menolak hadiah dri Tuhan,,
mama bknkah tau klo hidup ini cm sebuah perjalanan..
bknkah hidup ini hanya sementara..??
maaaa... masih banyak pertanyaan kenapa... kenapa...kenapa..yg ingin aku tanyakan soal tindakan mama terhadapku,,,??
maa betapa sakitnya aku dipotong didalam kandungan mama..
seperti seonggok daging tak berguna,,
aku berhak hidup maa..
semoga mama mengerti yg anakmu maksud...

"" ya Allah ampunilah dosa mamaku ..krn mama tak tau apa yg mama perbuat.
"" sebab mama juga tak tau betapa sakitnya aku di potong'' didalam

LAYAKKAH ENGKAU DIIKATAKAN CANTIK



LAYAKKAH ENGKAU DIIKATAKAN CANTIK
(Renungan untuk ukthi muslimah)

Assalamu' alaikum warahmatullah wabarakatuh

... Bismillahirrahmanirrohim

Saudariku apakah yang membuatmu sampai saat ini masih ragu
Untuk berjilbab, dan apakah yang membuatmu masih enggan untuk
Melakukannya? Sementara engkau tahu bahwa menutupi aurat dengan berjilbab
Itu adalah perintah Allah SWT kepadamu

Perintah dari dzat yang mengadakan mu dari ketiadaan
Yang menciptakanmu dari satu bentuk kebentuk yang lain
Dan yang menganugrahkan banyak kebaikan kepadamu

Itu perintah Dzat yg memberimu akal dan darinya engkau ingin
Menggapai tingkat keyakinan .sungguh ini satu bentuk penginggkaran
Terhadap karunia Allah

Seandainya wanita yg enggan mengunakan jilbab , mau
Merenung dengan mata hatinya, niscaya ia menemukan bahwa dengan memalsukan kecantikan dan berdandan secara berlebih
Alih-alih bertambah cantik justru ia memperburuk wajah
Dan menyembunyikan kecantikan yang Asli yang Allah berikan

"pantaskah disebut cantik,ketika wanita membiarkan kuku"nya
Panjang seperti cakar binatang buas

"pastaskah disebut cantik, ketika ia melumuri wajahnya dgn lotion
Yg berwarna warni yg menutupi garis ayu wajahnya

"pastaskah disebut cantik, ketika ia mengubah ciptaan Allah dengan
Mencukur Alis dan memakai wig

Pastaskah disebut cantik, ketika wanita berjalan ditengah jalan
Dengan menggunakan pakaian transparan dan ketat, ia rusak
Dan merusak orang lain

Pantaskah disebut kecantikan, wahai wanita malang , segala sesuatu yg mendorongmu berpakaian terbuka dan sombong

Layakkah disebut kecantikan, sesuatu yang mengantarkan mu
Kelubang kemaksiatan dan kesesatan?

Renungkan dan bertanyalah kembali pada hati nurani kita saudariku

Kisah seekor Keledai


Kisah seekor Keledai
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.

Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

***

Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan SATU BATU PIJAKAN untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah.

GUNCANGKANLAH HAL-HAL NEGATIF YG MENIMPA
DAN MELANKAHLAH NAIK.!

Intisari Iman, dari Imam Al-Ghazali dan muridnya

Intisari Iman, dari Imam Al-Ghazali dan muridnya

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :
1. “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ? “
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum Kerabat”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran:185).
2.”Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini ?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling benar adalah MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari2 yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.
3. “Apa yang paling besar di dunia ini ?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al-A’raf : 179). Maka kita harus hati2 jangan sampai hawa nafsu kita membawa kita ke neraka.
Mesjid tetap berdiri kokoh saat Tsunami Aceh
4. “Apa yang paling berat di dunia ini ?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah : Al-Ahzab : 72). Tumbuh2an, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah Swt meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini, tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah Swt sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah”.
5. “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 “Kapas”
Murid 2 “Angin”
Murid 3 “Debu”
Murid 4 “Daun-daun”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara2 pekerjaan kita atau urusan dunia, dengan ringannya kita tinggalkan sholat”.
6. “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ?”
Murid2 dengan serentak menjawab : “Pedang”
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri”.