Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Minggu, 23 Januari 2011

SBY Datang, India-Indonesia Siap Teken 34 MoU


India berpotensi berinvestasi dalam industri kelapa sawit, pengolahan makanan&kereta api.





Minggu, 23 Januari 2011, 13:47 WIB

VIVAnews - India dan Indonesia akan menandatangani 34 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), yang terdiri dari kerja sama bisnis dan investasi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi India.

140 perwakilan bisnis akan menyertai Yudhoyono, yang akan memulai kunjungan selama tiga hari sejak 24 Januari 2011, untuk mengeksplorasi potensi investasi Indonesia di India.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk India, Andi M Ghalib kepada IANS, MoU lainnya akan mencakup kerja sama dalam memerangi teror, ekstradisi, pencucian uang, pertukaran informasi tentang kegiatan kriminal, budaya dan pendidikan.

Dia menambahkan, lima perusahaan bisnis terbesar di India, termasuk Tata and Anil Ambani Dhirubhai Group, telah berkomitmen berinvestasi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$20 miliar yang akan dilakukan tahun ini.

"Mereka akan menambah usaha dengan perusahaan lain seperti Essar dan Jindal yang sudah beroperasi di Indonesia," ujar Ghalib.

Sementara itu, sejauh ini, Indorama, sebuah perusahaan tekstil dan Harmony (perusahaan sabun) merupakan salah satu dari sedikit merek Indonesia yang sudah beroperasi di India. Sementara itu, Mayora, tengah menyiapkan unit pengolahan makanan dekat Chennai.

Lebih dari 10 menteri, menurut Ghalib, akan turut dalam 325 orang dalam rombongan presiden yang akan mengunjungi India.

Ghalib mengakui, Indonesia melihat India memiliki pasar yang menjanjikan dan besar, dengan daya beli masyarakat mencapai sekitar 330 juta penduduk kelas menengah.

Selain itu, India berpotensi berinvestasi dalam industri kelapa sawit Indonesia, pengolahan makanan, kereta api, dan pembangunan pelabuhan. Sedangkan, investasi langsung asing (FDI) dari Indonesia berada di energi non-konvensional, konstruksi, informasi dan penyiaran, serta pembangkit listrik.

Ghalib mengutip Menteri India Kamal Nath, yang meramalkan India akan menjadi investor terbesar di Indonesia dalam tujuh tahun ke depan. "Aku percaya padanya," kata dia.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar ketiga India di kawasan ASEAN. Perdagangan kedua negara ditargetkan bisa mencapai US$25 miliar pada 2015. Diketahui, perdagangan itu naik dari hanya US$4 miliar pada 2005 menjadi US$14 miliar pada 2010. "Memang, target US$10 miliar telah dicapai di 2008," ujar Ghalib.

Sementara itu, Indonesia juga sedang mencari fasilitas belajar bahasa Inggris dari India, selain institusi pendidikan tinggi.

Perluasan kerja sama pertahanan juga termasuk. Namun, utusan yang membahas soal itu tak akan datang, seperti umumnya terjadi dalam hal-hal yang berhubungan dengan keamanan.

Presiden Yudhoyono bersama istri, Ani Bambang Yudyono diperkirakan tiba di India Selasa 25 Januari. Presiden Indonesia akan menjadi tamu utama dalam acara Peringatan Hari Kemerdekaan India.

Menurut Ghalib, kunjungan Indonesia Ini akan menjadi kunjungan kedua sejak 2005. Pada kunjungan di tahun 2005 lalu, Indonesia dan India membangun kelompok kerja bersama dalam memberantas terorisme. "Indonesia ingin mengulangi kemitraan strategis dengan India melalui penandatanganan MoU," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar