Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Selasa, 11 Februari 2014

AKU INGIN BELI WAKTU AYAH SATU JAM



                                    
                                       
 
AKU INGIN BELI WAKTU AYAH SATU JAM
Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.

Anak: “Ayah, boleh aku bertanya?”
Ayah: “iyaa boleh, ada apa?” jawab sang ayah.
Anak: “Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?”
Ayah: “Bukan urusan mu.. kenapa kamu nanya-nanya hal itu??” jawab sang ayah dengan nada tinggi.
Anak: ” Aku cuma ingin tahu ayah… tolonglah ayah, beritahu aku, berapa penghasilan ayah dalam sejam?” tanya si anak dengan memelas
Ayah: “baiklah, jika kamu memang ingin tahu, gaji ayah mu ini cuma Rp.30.000 sejam.. puas?” jawab si ayah dengan ketus.
Anak: ” Oh…” ujar si anak sambil menundukkan kepala… kemudian ia kembali bertanya
Anak: “ayah, boleh nggak aku minta Rp.15.000?” tanya si anak dengan ragu-ragu..

Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak….
Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: “oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan yang gak terlalu penting atau barang-barang gak berguna lain ya? Kalau begitu sekarang kamu cepat masuk ke kamar mu dan TIDUR… kau tau sekarang jam berapa HAH? Coba kamu pikir baik-baik… ayah kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali… kelakuanmu sungguh memalukan”.

Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata.. terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya yang begitu kasar… ia segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.
Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan ditengah malam buta seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja pulang dan capek setelah bekerja keras seharian.

Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir: “yah, namanya juga anak-anak…atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok… ia juga bukan anak yang suka konsumtif.”
Lalu sang ayah segera menuju kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.

Ayah: “kamu udah tidur sayang?” tanya sang ayah.
Anak: “belum ayah”, jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
Ayah : Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras. Hari ini sangat melelahkan buat ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi” kata sang ayah dengan nada lembut.
Anak: “OH… terima kasih ayah… ” Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum dengan riang.
Kemudian, ia merogoh kebawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.

Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punay uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali marah dan kesal.
Ayah: “Untuk apa kamu minta uang lagi kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?” tanya sang ayah dengan nada tinggi.

Anak: “Soalnya sebelum ayah kasih, uangku nggak cukup ayah…Tapi sekarang aku udah punya uang yang cukup kok ayah” jawab anak tersebut sambil menyusun uang di bawah bantal tersebut.

Anak: “Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?” tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos..
Anak: “Aku mau makan malam bareng sama ayah dan mama… besok ayah pulang cepat ya…” ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang ayah yang diam terpaku dihadapannya.
Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia lalu segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

Ayah: “Maafkan ayah sayang…” ujar sang ayah. “Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras…maafkan ayah anakku…” kata sang ayah ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah…

Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita.

INGATLAH untuk selalu berusaha menyisihkan waktu dengan baik untuk orang-orang yang Mitra Humas cintai dan sayangi.
Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari..

Tapi, keluarga dan orang terdekat kita yang sangat kita cintai yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sepanjang hidupnya… Bila kita memikirkannya, kenapa kita masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja ?



Sayangilah Ibu dan Bapak kita Sampai Akhir Hayat Mereka     

You might also like:
TERJEMAHAN  ALQUR’AN 30 JUZ
3.     SURAT 4. AN NISAA'
5.     SURAT 6. AL AN'AAM
6.     SURAT 7. AL A'RAAF

                                    
                                       

PENTING : jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon do'akan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa Keluarga kami, dan memanjangkan umur keluarga kami dalam ketakwaan pada-Nya. Mohon do'akan juga supaya Allah selalu memberi Keluarga kami rezeki yang halal,melimpah,mudah dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya,
melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar