Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Jumat, 28 Januari 2011

Internet 4G Sedot Video 700MB dalam 9,3 Detik
















seoul - Korea Selatan sukses mengembangkan sistem telekomunikasi mobile generasi keempat (4G) berbasis Long Term Evolution (LTE)-Advanced, yang diklaim pertama di dunia. Kecepatannya diklaim super.

Kementerian Ekonomi Korsel menyatakan bahwa lembaga milik negara, Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) , telah berhasil mengujicoba sistem LTE-Advanced di luar kondisi laboratorium. Hasilnya pun menjanjikan.

Dengan sistem tersebut, user bisa mengunduh data dengan kecepatan sampai 600 Mbps! Pihak ETRI berhasil mendownload sebuah file film yang berukuran 700MB hanya dalam waktu 9,3 detik saja. Menakjubkan memang.

Dalam uji coba yang telah dilakukan di Negeri Ginseng, teknologi ini digunakan pula untuk streaming di televisi 3D dalam sebuah mobil yang sedang berjalan sekitar 40 km per jam. Hasilnya lancar-lancar saja.

Seperti dikutip detikINET dari Electronista, Jumat (28/1/2010), teknologi tersebut masih dalam tahap awal perkembangan. Diharapkan, LTE Advanced sudah dapat diterapkan secara massal di Korsel sekitar tahun 2014.

http://www.detikinet.com/read/2011/01/28/085707/1556297/328/internet-4g-sedot-video-700mb-dalam-93-detik/?i991102105

Misteri Lokasi Harta "Qorun" Terungkap Lewat Ayat-Ayat Al-Qur'an

Mahmoud Salit, demikianlah namanya, ilmuwan Mesir yang usianya diatas 50 tahun ini, menghabiskan lebih dari setengah hidupnya bekerja dalam studi dan penelitian berkaitan dengan indikasi lafal dan angka dari ayat-ayat Al-Qur'an.

Dan setelah lebih dari 30 tahun melakukan penelitian yang berkesinambungan menegaskan kepada "Alarabiya.net" kemampuannya untuk mengidentifikasi seluruh kekayaan minyak, bahan mentah, arkeologi dan pertambangan di setiap lokasi di bawah permukaan bumi dan laut.

Ia menjelaskan melalui penelitian yang berlangsung selama 30 tahun telah mencapai banyak fakta-fakta Al-Qur'an yang menjelaskan tanpa keraguan adanya harta terpendam di kedalaman bumi .. terutama harta Karun, membayangkan kembali bagaimana ekonomi orang Arab jika harta-harta tersebut berhasil dieksplorasi, apalagi tidak ada larangan syarie dalam penggalian harta dan kekayaan bumi kecuali dalam kasus tertentu seperti kasus gunung emas yang ada di bawah Sungai Efrat.

Dan bagaimana cara menentukan lokasi-lokasi harta kekayaan tersebut Salit menekankan, bahwa hal ini dilakukan melalui sejumlah poros, termasuk melalui penyamaan dengan membagi ketinggian tempat tertinggi di bumi, yaitu Gunung Everest terhadap pengulangan terbanyak dari kata "bumi" dalam Al-Qur'an yaitu yang terkandung dalam Surah "Al-Baqarah", dan hasilnya sebagai berikut: 8848 ÷ 24 kali, sehingga hasilnya adalah kedalaman tanah dari harta Karun = 7 derajat × 368 meter = 2576 meter merupakan kedalaman di mana terdapat semua harta Karun yang kunci-kuncinya hanya mampu diangkat oleh sejumlah pria yang kuat, yang dibenamkan Allah Ta'alaa ke dalam bumi, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an.

Penentuan lokasi harta Karun:

Dan lokasi yang tepat dari harta Karun menurut penelitian yang ditunjukkannya ada di wilayah barat Danau Karun di provinsi Fayoum Mesir, mengingat bahwa kedalaman air di danau tersebut lebih dari20 meter. Dia meminta pihak yang berwenang untuk mempersiapkan alat "seismik" untuk kawasan tersebut untuk memverifikasi temuannya ..

Mengenai cerita tentang gunung emas yang ada di bawah dasar Sungai Efrat. Dia menekankan bahwa dia menggunakan cara yang sama untuk menentukan lokasinya seperti pada harta Karun, tetapi menolak untuk mengungkapkan lakasinya karena adanya larangan eksplisit dari Nabi saw untuk menggalinya karena akan menimbulkan fitnah dan perselisihan, sebagaimana dinyatakan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga Efrat dibalikkan menjadi gunung emas yang diperebutkan manusia, dari setiap 100 terbunuh 99, setiap orang dari mereka berkata: mudah-mudahan aku yang selamat".

Kekayaan tersembunyi di dunia Arab:

Dia menjelaskan bahwa penelitiannya meluas ke setiap tempat di bumi. Sampai sekarang bumi belum mengeluarkan seluruh kekayaannya yang bernilai ribuan miliar dolar dari emas, minyak dan harta terpendam, dia menunjukkan bahwa penelitiannya menentukan secara teliti lokasi-lokasi kekayaan di Mesir, termasuk 6 tambang uranium, 14 bahan radioaktif, 24 sumur minyak & gas, 11 harta arkeologi, 5 tambang bijih besi,3 pertambangan garam, 17 tambang emas dan perak, dan harta dan kekayaan ini tersebar antara Sungai Nil dan dua laut yaitu Laut Merah dan Mediterania dan Gurun Timur.

Ada juga tambang emas terbesar di dunia di Kuwait pada kedalaman 3312 meter, serta tambang uranium terbesar di dunia dan ditemukan di Yaman, dan sumur minyak terbesar juga ada di Palestina yang terjajah, dan ada di Madinah dua tambang emas, dan di Mekah empat tambang emas, di samping 3 harta arkeologi di Mekah, dan 3 harta arkeologi lainnya di kota Madinah, dan ada 6 sumur minyak dan gas utara Yanbu, utara Laits, dan bagian utara Syaqiq. Semua lokasi kekayaan ini ditentukan secara teliti pada peta petunjuk.

Ketika ditanya apakah ia telah benar-benar memverifikasi penemuannya, dia menekankan pada 22/10/2002 ia mengajukan permohonan untuk wawancara dengan Menteri Kelistrikan Mesir untuk memberitahu mengenai keberadaan enam tambang uranium, sehingga mengalihkannya kepada direktur bahan nuklir pada saat itu untuk memberitahukan kepadanya tentang hal itu, dan disana dia menyerahkan sebuah peta yang menunjukkan lokasi tambang di utara Governorat Sohag, lalu menugaskan Dr Abul Huda Serafi Direktur Eksplorasi di Lembaga tersebut untuk memverifikasinya, setelah itu surat kabar melaporkan adanya penemuan tambang, tanpa merujuk pada perannya, jadi sekarang dia melanjutkan usahanya untuk mengungkap karya ilmiah. Menghimbau kepada Khadimul Haramain Dua Masjid Suci dan para pemimpin Arab dengan bantuannya untuk mendeteksi kekayaan ini yang akan menambah manfaat kepada negara mereka.

[ar/alarabiaya]voa-islam.com

LPI Sita Pemberitaan di Inggris

Liputan6.com, London: Begabungnya Lee Hendrie ke Bandung FC ternyata tidak hanya menyita perhatian media di Indonesia. Keputusan mantan bintang Aston Villa dan juga pernah membela Timnas Inggris ini juga menjadi pemberitaan di Inggris sana.

Hendrie yang memperkuat Villa di pertengahan 1990-an menandatangani kontrak dua tahun dengan Bandung. Pemain berumur 33 tahun ini diharapkan sudah bisa bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) akhir pekan ini. Mengoleksi satu cap bersama Inggris, Hendrie kemudian dilepas Bradford City yang berkompetisi di divisi tiga Inggris.

Saya bangga mendapatkan kesempatan ini, kata Hendrie yang belum pernah bermain di luar Inggris. Tak cuma Hendrie dan Bandung, Daily Mail yang merupakan salah satu harian terpandang di Inggris juga mengupas tentang LPI.

Belum tahu tentang carut marutnya sepakbola di negeri ini memang, tapi setidaknya warga Inggris jadi tahu LPI merupakan liga alternatif di Indonesia. Daily Mail juga menguas tentang keberadaan LPI sebagai liga profesional yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga, namun ditentang PSSI selaku asosiasi sepakbola Tanah Air.

Keberadaan LPI sebagai liga reformasi juga diulas dan diimbuhi dukungan raja minyak Arifin Panigoro. Yang lebih menarik, Daily Mail mengakui masyarakat Indonesia yang gila bola meski peringkat tim nasionalnya hanya berada di urutan 126 dalam peringkat FIFA.

Liga sepakbola di negara kepulauan ini pernah diramaikan Mario Kempes dan Roger Milla juga menjadi kredit tersendiri. Semoga saja persepakbolaan Tanah Air bisa menyita perhatian dunia. Tentunya warta positif dan mengharumkan nama bangsa.

Amiiiiiiiiin

Hi-Tech Mall


Rumah Masa Kecil Bung Karno Terjual Rp 35 Miliar

Blitar - Istana Gebang, rumah masa kecil presiden Soekarno, terjual sudah. Rumah orangtua Poklamator Indonesia yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar akhirnya diputuskan dijual oleh pihak ahli waris.

Kepastian tersebut setelah terjadi kesepakatan harga, antara ahli waris dengan Pemkot Blitar mengenai harga rumah yang juga sering disebut Ndalem Gebang itu.

Walikota Blitar, Samanhudi Anwar, mengatakan setelah melalui beberapa kali pertemuan dan tawar menawar, akhirnya pihak ahli waris bersedia melepaskan aset bernilai sejarah tinggi itu dengan harga Rp 35 miliar. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan nilai yang ditawarkan sebelumnya sebesar Rp 50 miliar.

"Kami sangat bersyukur ahli waris mau menjual istana Gebang ke Pemkot. Ini berarti asset bersejarah itu bisa diselamatkan oleh Negara," ujar Samanhudi, pada wartawan di halaman kantor Pemkot Blitar Jalan Merdeka, Jumat (26/11/2010).

Samanhudi mengaku pada awalnya, bila pihak keluarga tetap bersikukuh menjual dengan harga tinggi, Pemkot jelas tidak akan mampu untuk membelinya. Pihaknya sempat menawarkan agar aset istana Gebang ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya dengan tujuan agar istana Gebang tidak dipindah tangankan ke pihak asing yang juga tertarik.

Setelah kesepakatan antara kedua belah pihak dicapai, selanjutnya Pemkot akan melakukan sharing dana dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Pemkot menyediakan dana APBD senilai sekitar Rp 25 miliar. Sedangkan provinsi bersedia membantu anggaran senilai Rp 10 miliar.

Jika telah menjadi aset negara, Istana Gebang diproyeksikan menjadi museum
bersejarah yang memuat segala hal mengenai perjalanan Soekarno sejak lahir hingga
meninggal dunia.

"Karena ini merupakan peninggalan budaya bernilai sejarah tinggi serta mampu menarik wisatawan, maka Pemkot berupaya mengelolanya menjadi paket pariwisata selain wisata makam Bung Karno," tandasnya.

Di Istana Gebang Bung Karno pernah menghabiskan masa kecil bersama orang tuanya. Rumah yang beralamat di Jalan Sultan Agung nomor 69 itu menjadi hak milik Sukarnimi Wardoyo, kakak kandung Bung Karno.

Ide menjual Istana Gebang sebenarnya ada sejak tahun 1970. Namun karena masih ada ahli waris yang tidak setuju, rencana itu gagal. Rencana menjual Istana Gebang kembali mengemuka sekitar setahun lalu.

http://surabaya.detik.com/read/2010/11/26/175431/1503550/475/rumah-masa-kecil-bung-karno-terjual-rp-35-miliar



Pengusaha Tahu Kediri Mulai Tinggalkan Cara Tradisional

Kediri - Salah satu alasan yang menjadikan tahu asal Kota Kediri sangat terkenal karena proses produksinya yang tradisional. Namun seiring waktu, tahu buatan Liem Ga Moy dan Kaou Loung beralih menggunakan cara yang lebih modern.

Saat ini hanya keturunan Bah Kacung yang mempertahankan cara tradisional untuk membuat tahu. Sementara yang lain beralih dengan alasan produktivitas.

Liem Djang Yen atau Bambang Suyendro, anak keturunan Liem Ga Moy mengatakan dirinya sudah meninggalkan cara tradisional dalam produksi tahu. Keputusan itu
diambilnya kisaran tahun 1978, saat dia didaulat keluarga melanjutkan usaha tersebut.

"Satu alasannya adalah produktivitas. Kalau kedelai (bahan dasar tahu) ditumbuk dengan batu, sehari mau dapat berapa kilo," ungkap Liem mengenai alasannya
beralih ke cara-cara semi modern, saat ditemui
detiksurabaya.com di lokasi produksinya, Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri, Selasa (30/11/2010).

Liem menjelaskan, saat ini dalam pengolahan awal kedelai dihaluskannya dengan menggunakan mesin penggilingan yang digerakkan oleh tenaga diesel. Langkah
selanjutnya, semua dipertahankan cara-cara tradisional untuk mendapatkan hasil akhir yang bagus, termasuk proses penekanan sari kedelai di cetakan yang
menggunakan pemberat batu.

"Untuk tekanan di cetakan pernah saya coba pakai hidrolis, tapi hasilnya justru gak bagus. Jadi yang berubah sebenarnya hanya penggilingan kedelai, sisanya
tetap sama dengan yang dulu," ungkap Liem.

Meski saat ini proses produksi tahu sudah beralih ke semi modern, Liem berani bertaruh kualitas akhir karyanya tak berubah dibandingkan dengan yang dihasilkan
ayahnya. Ini setelah seluruh resep tetap digunakan, termasuk pewarnaan yang dijamin tak menggunakan bahan berbahaya.

Mengenai keputusan anak keturunan Bah Kacung bertahan dengan cara-cara tradisional, Liem enggan mengungkapkannya. Meski demikian dia menjamin kualitas yang dihasilkan tetap sama, dengan pembeda hanya terdapat pada rasa.

"Kalau kedelai ditumbuk mesin dan batu bedanya kan cuman kasar dan tidak, selebihnya proses produksi sama. Jadi kalau tanya bedanya apa, yang jelas hanya rasa dan kami memiliki resep masing-masing," tandas Liem.

http://surabaya.detik.com/read/2010/11/30/095842/1505409/475/pengusaha-tahu-kediri-mulai-tinggalkan-cara-tradisional