Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Jumat, 18 Februari 2011

Ketua Ponpes Tebuireng Maklumi Amblesnya Makam Gus Dur

Meski makam KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ambles terkena gerusan
air hujan, pihak Ponpes Tebuireng memaklumi hal tersebut. Pihak Ponpes menilai hal itu sangat wajar.

Menurut Ketua Ponpes Tebuireng, Luqman Hakim, amblesnya makam Gus Dur memang disebabkan gerusan air hujan deras selama 3 hari di Jombang. Namun, amblesnya makam Gus Dur dinilai sangat wajar, karena usia makam masih tergolong baru.

"Ya wajar lah kalau makam baru tergerus air, terus ambles," kata Luqman di area makam Gus Dur, Jumat (18/02/2011).

Luqman menjelaskan, bahwa kondisi tanah di sekitar Tebuireng memang dipenuhi pasir, dan jika hujan lebat, tanah sangat mudah tergerus air.

"Makam Gus Dur sendiri pada akhir Desember lalu memang genap berusia setahun, dan kali ini tanah makam beliau ambles," imbuh Luqman.


Dari pengamatan beberapa wartawan yang mencoba mengkonfirmasi ke pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid, namun beberapa penjaga pondok mengatakan jika Gus Sholah berada di Jakarta.

"Gus Sholah tidak ada di rumah, beliau sedang di Jakarta," kata salah satu penjaga yang terlihat memakai peci hitam tersebut kepada wartawan.

Hingga pukul 18.15 WIB, peziarah masih terlihat memadati komplek makam Presiden RI ke-4 tersebut, mereka rela berbasah-basahan karena ingin melihat makam Gus Dur yang tengah diberitakan ambles.


sumber: http://surabaya.detik.com/read/2011/02/18/183131/1574014/475/ketua-ponpes-tebuireng-maklumi-amblesnya-makam-gus-dur

UGM Ciptakan Pengisap Jentik Nyamuk

Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menciptakan alat isap jentik nyamuk elektrik mekanik sederhana yang diberi nama Gama Kuras.

"Gama Kuras adalah alat untuk membersihkan jentik nyamuk di bak mandi atau bak penampungan air tanpa menguras atau membuang air di bak," kata Ketua Tim Pencipta Gama Kuras Tri Baskoro Unggul Saptoto di Yogyakarta, Jumat (18/2/2011).

Alat itu dapat digerakkan mengikuti sasaran jentik nyamuk yang akan dituju. Alat ini tidak menggunakan bahan kimia racun pembunuh jentik nyamuk.

Ia mengatakan, keunggulan Gama Kuras antara lain sebagai alat isap elektrik mekanik dengan sistem resirkulasi air yang mampu menangkap 50 jentik nyamuk dalam waktu 140 detik.

"Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi membuang air dengan sia-sia saat menguras bak untuk membersihkan jentik nyamuk," kata Ketua Minat Entomologi Kedokteran Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM ini.

Menurut dia, pembuatan prototipe Gama Kuras sangat sederhana. Alat itu menggunakan pompa aerator dengan daya isap maksimum dan dihubungkan dengan sebuah botol plastik berlubang kecil pada dindingnya dengan dibalut kain yang berfungsi sebagai penyaring (filter).

"Jentik yang terisap kemudian akan masuk ke perangkap saringan, sedangkan air akan kembali ke bak penampungan sehingga tidak ada air yang terbuang. Semua komponen lokal tersebut disatukan di sebuah pipa pralon yang berfungsi sebagai pegangan," katanya.

Ia berharap ada mitra usaha yang bisa bekerja sama untuk menyederhanakan bentuk dan memproduksi alat tersebut.

Dengan demikian, menurut dia, alat itu dapat diproduksi dalam jumlah banyak guna menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.

"Penggunaan alat ini merupakan cara yang efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue karena membersihkan jentik nyamuk di tempat apa pun merupakan cara paling jitu dalam menurunkan populasi nyamuk penular penyakit itu," katanya.

Sumber:http://sains.kompas.com/read/2011/02/18/0704070/UGM.Ciptakan.Penghisap.Jentik.Nyamuk

Mahasiswa Muslim AS Luruskan Anggapan Islam Penjarakan Wanita

Sebagai bagian dari Bulan Kesadaran Islam, Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) menggelar acara "Wanita dalam Islam" pada Selasa 915/2) lalu di Universitas Central Florida.

"Acara ini memang sudah menjadi tradisi MSA, namun tahun ini dengan banyak peristiwa terjadi dan pemberitaan media di luar proporsi lebih dari sebelumnya, kami berpikir sangat perlu untuk menyelenggarakan lagi," ujar wakil presiden MSA, Shazeen Ahmad, yang juga mahasiswa psikologi di kampus tersebut.

"Selama beberapa lama kami berpikir untuk menggantikan acara ini dengan sesuatu yang baru karena khawatir hanya mengulang-ulang tema yang sama, namun pandangan wanita dalam keyakinan Islam dalah salah satu hal yang mengundang salah pemahaman terbesar," ujar Ahmad. "Karena itu kami ingin menjernihkan kesalahpahaman yang melanda publik," ujarnya.

Ada dua misi utama MSA. "Kami ingin membantu memberikan layanan terhadap Muslim di Kampus dan juga menjangkau kawan-kawan non-Muslim untuk membantu mereka memahami Islam dan menjernihkan selip pemahaman yang ada," ujar presiden MSA dan produser film, Abdullah Sabawi.

Dalam acara tersebut ada pula seminar yang diberikan seorang tokoh wanita Islam terkemuka setempat, Najia Kurdi. Ia membagi pengalamannya seputar konflik dalam hidup juga sikap salah paham yang ia terima di masyarakat

Islam Lebih Menghormati Hak Wanita
"Media kerap menyuarakan bagaimana membebaskan para wanita dari hijab, namun kita jarang mendengar dari sisi yang lain. Ada pula wanita-wanita yang berjuang untuk mengenakan jilbab. Itu adalah kehormatan mereka. Orang-orang bahkan ada yang mati demi memperoleh hak untuk menggunakan itu," ujarnya

Kurdi mengaku dibesarkan dalam keluarga yang memegang nilai-nilai Islam. Ia memaparkan bagaimana orang tuanya telah mengajarkannya untuk menghargai diri sendiri, juga opini, keyakinan dan menghormati orang lain dan juga keyakinan mereka.

"Saya pikir selalu ada keinginan di setiap orang untuk dipahami meski anda setuju atau tidak dengan pilihan mereka. Ada begitu banyak yang tidak dipahami tentang Islam," ujar Kurdi. "Akhir-akhir ini begitu banyak propaganda dan pandangan negatif yang melukai orang. Ini adalah sebuah kesempatan untuk menjembatani celah. Jika saya dapat melakukan sesuatu untuk membuat orang memahami saya, apakah mereka setuju atau tidak dengan pilihan saya, saya pikir itulah yang harus dilakukan. Kita semua hidup di bumi dan dunia yang sama."

Ia menyadari ada orang yang memandang Muslim bersifat gender. Namun ia juga menekankan Al Qur'an menyatakan bahwa wanita dan pria dilihat sederajat sebagai makhluk dalam ketakwaan.

Wanita Muslim, ujarnya, telah memiliki hak untuk memilih dimulai 1.400 tahun lalu. Pada waktu yang sama, imbuhnya, tak ada budaya lain yang menghargai wanita seperti Islam menghargai wanita.

Wanita dapat memutuskan bercerai, berhak atas kepemilikan properti, menjadi seorang pengusaha, menuntut ilmu, atau berkiprah dalam bidang hukum. Bahkan pernikahan pun harus atas persetujuan wanita yang akan dinikahi, juga penentuan mahar yang pada hanya menjadi milik wanita itu seorang.

Namun, ada era dimana wanita dijadikan objek. Disaat itulah, kata Kurdi, wanita mulai diperdagangkan dan menjadi sosok yang ditekan dan ditindas dari satu orang ke orang lain.

"Kini wanita bisa memperjuangkan hak-hak mereka. Namun mereka ditundukkan dan dihakimi hanya dari penampilan mereka bukan karena nilai diri mereka yang sesungguhnya," ujar Kurdi. "Islam mengatakan perempuan wajib dihormati karena kodrat mereka, bukan karena tampilan mereka,"tegasnya.

"Ya anda beharga karena anda cerdas, berbudi dan orang baik. Dan, ya karena kita pun cantik pula, namun kecantikan kita untuk dijaga dan dilindungi. Kita tidak akan menggunakan kecantikan itu untuk merendahkan posisi kita demi keinginan pria.

Kurdi mengakhiri ceramahnya dengan sebuah analogi yang mengumpamakan Islam sebagai gambar puzle. "Anda mungkin tidak menyadarinya di awal, namun begitu anda mulai membentuk dan mengombinasikan warna-warna yang serupa, anda sebenarnya mulai menyusun semua bagian-bagian. Setelah itu anda mampu menyaksikan sesuatu yang indah. Semua potongan-potongan itu mulai membentuk imaji utuh dan begitu anda selesai menyusun seluruh keping, anda baru bisa membuat kesimpulan berpendidikan tentang Islam dan juga Muslimahnya," ujarnya.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/02/17/164544-asosiasi-pelajar-muslim-as-luruskan-anggapan-islam-penjarakan-wanita

Efek Buruk Matahari Bagi Kulit Kepala

Sebelum berjemur di bawah matahari, Anda mungkin tak lupa melindungi kulit dengan krim mengandung SPF (sun protection formula). Tetapi, apakah Anda juga memberi perlindungan terhadap kulit kepala?

Ingat, sengatan langsung sinar matahari bisa membuat kulit kepala terbakar dan membuat rambut mudah rontok. Ini karena kulit kepala sangat sensitif terhadap matahari.

Kulit kepala yang terbakar biasanya akan terasa gatal disertai rasa perih. Jika mengalaminya, Anda bisa menggunakan cara alami, yaitu menempelkan gel dari tanaman lidah buaya. Tempelkan langsung di area kulit kepala yang terasa panas dan perih. Diamkan selama sekitar 10 menit, kemudian bilas.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan minyak khusus untuk kulit kepala. Sebelum menggunakannya, pastikan rambut dalam keadaan bersih. Gunakan minyak pada kulit kepala sambil berikan pijatan ringan.

Untuk melindungi kulit kepala agar tidak terbakar sinar matahari, gunakan pelindung kepala seperti scarf penutup rambut atau topi. Hal ini agar kulit kepala tetap sehat dan rambut terhindar dari kerontokan.

Sinar matahari paling terik adalah antara pukul 10.00 hingga 16.00, terutama pukul 11.00 hingga 13.00. Jika memungkinkan, sebaiknya jangan keluar ruangan pada jam tersebut. Jika memang ingin keluar, gunakan pelindung kepala seperti topi, payung, atau scarf.