Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Sabtu, 16 Oktober 2010

BERBICARA KE BAYI

Bagaimana anda dapat menolong anak anda belajar untuk berbicara dengan baik? Pertama, dengan berbicara langsung kepada bayi anda. Berbicara dan bernyanyi kepada bayi dapat menolong bayi anda belajar bicara juga walau ada juga orang tua yang enggan melakukannya karena merasa hal itu sia-sia sejak aktivitas ini dirasakannya tidak perlu dan tidak diapresiasi oleh anak bayinya. Yang perlu dilakukan adalah selalu mengajak berbicara (berkomunikasi) bayi anda (bukan obrolan yang non-stop) yaitu dengan memberikan respon spontan kepada usahanya untuk berkomunikasi melalui suara dan senyuman kepada anda. Ia tidak harus mengerti kata-kata yang diucapkan oleh orang tuanya tetapi ia membutuhkan perasaan puas jika orang tuanya memberikan respon, ia membutuhkan latihan untuk belajar mendengarkan. Bukan kata-kata yang ia dengar tetapi suara-suara "indah" yang datang dari orang yang ia anggap penting (orang tuanya).

Kemudia, bilamana ia mulai belajar untuk mengoasosiasikan bunyi-bunyian ini dengan benda sesungguhnya, ia akan lebih mudah untuk mempelajarinya jika ia sering mendengar kata-kata tersebut diucapkan berulangkali. Orang tua tidak harus membatasi kosa katanya , tidak juga mengulang-ulang kata-kata yang anak sudah tahu secara berulang kali atau mengurangi percakapan orang tua untuk menyesuaikan dengan tingkat percakapan anaknya. Orang tua mungkin dapat menemuka cara yang tepat untuk bercakap-cakap dengan anaknya tanpa harus merendahkan tingkat percakapan itu sehingga anak anda untuk berbicara dan meningkatkan kemampuan berbicaranya. Tetapi juga jangan terlalu sulit sehingga anak tak mampu menangkap artinya.

Anak-anak mengambil kata-kata yang ia butuhkan dari kalimat-kalimat yang diucapkan oleh orang tuanya untuk mengekspresikan dirinya. Misalnya ia mengucapkan kata "Tas Mama". Lalu ayahnya / ibunya melengkapinya sehingga menjadi, " Ya, Mama meletakkan tasnya". Akan menjadi lebih menarik jika orang tuanya menambahnya dengan kata "Tas Mama berwarna merah".

Pendek kata, orang tua sebaiknya mengajari ia berbicara dengan menarik minatnya bukan dengan mengulang-ulang kata-kata yang itu-itu saja berulang kali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan esensi dialog dan bukan untuk menanamkan kata-kata dibenaknya atau meningkatkan tata bahasanya. Meningkatkan esensi dialog ini penting untuk anak agar ia dapat bertukar pikiran dan perasaan. Kosa kata dan tata bahasa akan terjadi dengan sendirinya jika anak mendengar banyak kata-kata dan tidak pernah ketinggalan dalam percakapan dengan orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.