Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Rabu, 27 Oktober 2010

BATUK BERDAHAK ..!

Penelitian menunjukkan bahwa para perokok mengabaikan gejala-gejala dini dari COPD (penyakit paru-paru obstruktif kronik).

"Batuk setiap pagi, banyak mengeluarkan dahak dan sesak napas adalah beberapa gejala yang biasa dialami para perokok. Namun gejala-gejala tersebut selayaknya tidak diabaikan dan dianggap sebagai batuk perokok saja," ujar Prof. Dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.p(K), FCCP, Ketua ICEC (Indonesia COPD Experts Commitee).

"Mereka dapat mensinyalir tanda-tanda COPD, penyakit pernafasan yang makin memburuk dalam usia senja dan mengakibatkan kematian dini," tambah Hadiarto Mangunnegoro.

Banyak perokok yang mengalami satu atau lebih gejala tersebut di atas, mengabaikan gejala-gejala dini tersebut, demikian menurut penelitian tentang perilaku perokok yang dilakukan baru-baru ini di enam negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Dalam menyambut hari "tanpa tembakau" ini, Prof Hadiarto mengutarakan bahwa kalangan medis di Indonesia sangat prihatin dengan kondisi ini terutama jika melihat dalam kurun waktu satu tahun, ada kurang lebih lima merek rokok yang dilempar ke pasaran.

COPD adalah gangguan alat pernafasan kronis yang gejalanya termasuk sesak nafas, batuk, bengek, dan mengandung banyak dahak. Hal ini mengganggu fungsi paru-paru dan membatasi saluran pernafasan dan dapat mengakibatkan komplikasi pernafasan dan jantung.

Jika didiamkan tanpa periksa, penyakit ini akn lebih buruk dengan bertambahnya usia. Penderita COPD biasanya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan biasanya meninggal dalam usia muda.

Dahulu kala, penyakit tersebut disebut sebagai "dada perokok" karena gejala-gejalanya biasanya terdapat pada perokok.

"Hingga 90 persen penderita COPD adalah perokok atau mantan perokok. Biasanya penderita telah menghisap satu pak sehari selama lebih dari 20 tahun. Hal-hal lain yang menyebabkan COPD adalah perokok pasif, polusi udara, asap kimia dan keturunan," tambah Prof Hadiarto.

Pokok-pokok studi tentang perilaku perokok ASEAN menunjukkan keluhan seperti: sesak nafas kronis, sering batuk di pagi hari, berdahak banyak atau gabungan dari ketiganya. Umumnya, mereka mengabaikan gejala-gejala tersebut dengan mengartikan tidak ada hubungannya dengan kebiasaan merokok dan menunda memeriksakan diri ke dokter.

Penemuan lain, kebanyakan perokok berat yang diwawancarai menganggap dirinya sadar akan ksehatan karena mereka menjaga diet dan melakukan olahraga. Namun, hanya beberapa dari mereka yang memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

Di Indonesia, walaupun hampir 46 persen yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka mengalami satu atau gabungan dari gejala COPD, namun kebanyakan penderita merasa bahwa gejala-gejala tersebut tidak terlalu gawat untuk perlu diperiksakan ke dokter. Dan hanya 20 persen perokok dengan gejala tersebut memeriksakan diri ke dokter. Sedangkan mayoritas, 63 persen, memilih untuk mengobati sendiri, dan 16 persen memilih untuk mengabaikan gejala-gejala tersebut.

Perokok di Indonesia yang diwawancarai menyatakan mereka sadar akan kesehatan, dengan 97 persen diantaranya mengatakan bahwa mereka sudah berolahraga secara teratur dan menjaga diet, dengan hanya 3 persen perokok yang memeriksakan diri secara teratur.

Diagnosa diri COPD akan memungkinkan para dokter mengatasi dan memeriksa kemajuan penyakit pada stadium dini, dan ini dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi para penderita.

Uji spirometri adalah cara yang termudah dan paling efektif bagi seorang dokter untuk mengkonfirmasikan apakah seorang pasien mengidap COPD. Pasien hanya perlu bernapas ke spirometer, sebuah alat yang memungkinkan dokter mengukur fungsi dari paru-paru pasien.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa banyak perokok berat menganggap dirinya sadar akan kesehatan, tapi tidak mengindahkan gejala-gejala bahayanya. Ini sangat mengakhawatirkan. Kami ingin menganjurkan semua perokok yang sering batuk di pagi hari. sesak napas atau mengeluarkan dahak berlebihan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang COPD, " tambah Prof Hadiarto.

Ok! Jika Anda telah lama merokok, tanyakan pada dokter Anda tentang COPD dan periksakan fungsi paru-paru. Uji spirometrei juga dapat dilakukan di pusat pernafasan atau COPD Center di Rumah Sakit Persahabatan.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar