Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

Rabu, 27 Oktober 2010

DEHIDRASI

Di bawah kondisi normal, secara normal setiap hari orang-orang kehilangan cairan dari dalam tubuh melalui air mata, keringat, urine, buang air besar dsb. Umunya cairan yang terbuang ini segera terganti karena manusia minum air dan makan makanan yang mengandung cairan. Kadangkala, manusia mengalami kehilangan cairan dari tubuhnya dalam jumlah banyak karena olah raga, diarre dan muntah. Ini disebut dengan dehidrasi. Dalam beberapa kasus yang parah, cairan yang keluar ini tidak dapat diganti hanya dengan makan dan minum seperti biasa. Ini dapat terjadi jika penyakit membuat mulut mereka tidak dapat menyantap makanan dan minuman atau terserang demam tinggi.

Dehidrasi ringan

  • Mulut kering
  • Tidak ada tangisan (jika dehidrasi menyerang anak-anak).
  • Tidak aktif atau terlihat lesu
  • Memakai 6 atau lebih popok perharinya (bagi anak bayi).
  • Pandangannya terlihat datar dan mata terlihat cekung (bagi anak bayi).
  • Nadinya berdenyut kuat dan detak jantung terdengar normal (bagi anak yang lebih besar).

Dehidrasi parah

  • Mulut sangat kering.
  • Kulit kering dan keriput.
  • Bertingkah laku cerewet (pada anak-anak).
  • Mengantuk.
  • Mata yang cekung.
  • Tangan dan kaki terasa sejuk dan terdapat bisul.
  • Denyut nadi yang lemah dan cepat.
  • Disorientasi.
  • Kram otot.
  • Nafas yang dalam dan cepat.
  • Tidak ada urinasi (kencing) dalam beberapa jam.
  • Noda yang cekung dan lembut (bagi bayi).

Mencegah dehidrasi

  1. Diare ringan
    Jika seseorang atau anak kecil terkena diare tetapi tidak muntah, demam atau tanda dehidrasi lainnya, penderita dapat tetap diberikan makanan dalam porsi seperti biasa. Pada anak bayi, orang tua dapat terus memberikan ASI. Pada anak yang lebih besar batasi pemberian makanan seperti minuman yang manis-manis, jus dsb karena dapat membuat diare semakin parah. Jangan memberikan susu yang direbus karena mengandung konsentrasi mineral dan garam yang tinggi yang dapat membahayakan kesehatan anak. Ini juga dianjurkan untuk anak-anak yang tidak terkenal diare sekalipun.
  2. Muntah
    Jika penderita muntah-muntah tetapi tidak diare, hentikan pemberian makanan padat untuk sementara waktu. Biarkan lambung penderita berisirahat selama dua-tiga jam dan jangan diberi apapun. Setelah itu, beri penderita air minum yang bersih setiap setengah sampai satu jam sekali. Jika penderita sudah tidak muntah lagi, beri cairan elektrolit sebanyak 2 ons. Jika penderita masih anak-anak beri cairan eletrolit khusus untuk anak-anak. Tunggu selama setengah jam. Lalu beri cairan / minuman biasa (air putih, air the tawar dsb, bukan cairan yang berat-berat seperti soft drink, jus dll). Jika sampai jangka waktu 12 - 24 jam perut penderita dapat menerima makanan cair maka ia dapat kembali ke pola makanan normalnya secara bertahap sambil terus mengkonsumsi cairan sebanyak-banyaknya.
  3. Muntaber
    Jika terserang muntaber, jangan konsumsi pola makan normal tetapi konsumsi cairan elektrolit untuk sementara waktu. Jangan berhentikan makanan normal penderita- terutama anak-anak- dalam waktu lebih dari 48 jam tanpa persetujuan dokter, karena penderita terutama anak-anak butuh makanan biasa untuk kembali sembuh. Jika muntahnya reda (biasanya dalam waktu 1-2 hari), sebaiknya mulai lagi mengkonsumsi makanan normal. Jangan khawati jika kotoran penderita terlihat sedikit. Karena untuk dapat mengental, kotoran membutuhkan waktu agar kembali normal.
  4. Diare atau Muntaber yang parah
    Jika terlihat penderita menderita dehidrasi yang amat parah, hentikan semua pemberian makanan padat, susu , makanan yang mengandung susu (bagi anak-anak) sampai mendengar instruksi dari dokter. Sambil menunggu instruksi, tetap beri penderita dengan cairan elektrolit. Jika bayi masih menyusui ASI tetap dapat diberikan ASI. Anak-anak yang mengalami dehidrasi yang amat parah tidak boleh dirawat di rumah tetapi harus di rumah sakit. Di sana ia mendapat cairan pengganti yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah (cairan infus) dan cara ini lebih cepat daripada memasukan cairan lewat mulut untuk menggantikan cairan yang hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar